
Rista mematung melihat orang yang baru saja datang ke rumahnya, begitupun Agi dan Rona. Dan yang paling terkejut adalah Marinda. Ya , Marinda terkejut, bagaimana mungkin kekasihnya, Rafa, bisa hadir di acara syukuran Rista.
Sementara itu Rafa pun sama sama terkejutnya dengan mereka. awalnya sebelum mengetuk pintu dia tidak yakin dengan penglihatan, namun setelah mengetuk pintu dan di jawab salamnya, dia semakin yakin bahwa Marinda ada di acara syukuran Rista. Rafa kehilangan kata kata, dia kebingungan bagaimana bisa Marinda datang ke acara syukuran Rista. Padahal mereka tidak saling mengenal.
" hay kalian.. ayo sini masuk " Ujar Rona sambil mempersilahkan Rafa dan Anwar masuk.
Marinda yang masih sangat kebingungan tersenyum ke arah Rafa.
" Hay Fa... Akhirnya dateng juga " Tami mencairkan suasana, dia tidah mengerti mengapa semua orang mematung. Tami memperhatikan Rista, Rona, Agi dan Marinda semuanya terdiam seperti ada sesuatu.
" Hayyy semuanya " sapa Anwar ceria, dia pun sama seperti Tami, aneh mengapa semuanya mematung.
" Hay, Sini masuk.... Aw .. " Ujar Rista sambil berdiri menyambut Rafa dan Anwar, Namun tiba tiba lututnya sakit
Rona dan Rafa panik dan terkejut melihat Rista kesakitan dan memegang lututnya. Agi yang kebetulan sebelah Rista langsung sigap membantu Rista berdiri
" Ngga apa apa kok, tadi kaya kesetrum gitu heheheh " jawab Rista berbohong, padahal rasa sakitnya masih terasa.
" Beneran Ry ngga apa apa?" tanya Rona khawatir. Rafa dan anwar pun menghampiri mereka.
" Bener,serius asli " jawab Rista mantap
" Kalo masih sakit kita ke rumah sakit" ujar Rona
" Beneran kak, percaya deh" jawab Rista meyakinkan kakaknya.
" Mungkin sebaiknya kamu jangan terlalu lama ngelipet kaki Ta " saran Rafa
" Iya mungkin yah, oke deh " jawab Rista sambil mengelus lututnya
" Oh iya, ini hadiah kesembuhan kamu" ujar Rafa lagi sambil menyerahkan sebuah kotak berwarna silver.
" Wah.... terimakasih ya, ampe bawa hadiah segala" ujar Rista senang, hatinya berbunga-bunga sekali mendapatkan hadiah. Namun tidak dengan Marinda, dia merasa aneh, memang sedekat apa Rafa dan Rista sampai Rafa datang ke acara syukuran nya dan memri kado. Setahu Marinda, hanya orang orang terdekat saja yang di undang.
" Hay Nda " sapa Rafa pada Marinda. Rista dan yang lainnya kecuali Rona dan Agi merasa heran.
" Hay" Sapa Marinda sambil menghampiri Rafa dengan senyum manisnya. Jantung Rista berdegup , melihat Marinda dengan Rafa, ahh aku ngga boleh cemburu. Ujar Rista dalam hati.
__ADS_1
" Eh ini Marinda pacar kamu Fa?" Tanya Tami penasaran.
" Hehehehe iya, Ini Marinda, pacar Aku " Jawab Rafa, sebetulnya dia enggan menyebutkan itu. Dia kan berniat putus dari Marinda, tapi kenapa malah jadi begini.
" Wahh.. kebenaran banget ya" Ujar Agi
" Iya, aku juga ngga nyangka bisa ketemu Rafa di sini " Ujar Marinda
" Kamu kesini sama siapa?" Tanya Rafa
" Aku ke sini sana Mama, bantuin Mama ngurusin pesenam catering. Eh ternyata ini temen temen kamu kuliah ya" Ujar Marinda.
Akhirnya Rafa faham mengapa Marinda bisa ada di sana. meski agak canggung akhirnya mereka ngobrol bareng, Agi dari tadi memperhatikan Rista. Agi faham Rista pasti merasa sakit hati. melihat Rafa dan Marinda. Ah, Ta andaikan kamu mau membuka hati kamu untuk aku, mungkin kamu ngga akan sakit hati. Ujar Agi dalam hati.
Sementara itu Rafa tau Agi diam diam memperhatikan Rista. dan mereka juga terlihat cukup akrab. Apa mungkin Rista sudah membuka hatinya untuk Agi. Rafa bertanya tanya dalam hatinya.
" Eh udah siang, kita makan dulu yuk " Ajak Rista, kebetulan waktu memang sudah menunjukan jam makan siang.
" Oh iya, bentar aku siapin ya " Ujar Marinda sambil beranjak ke meja prasmanan di ikuti oleh Rona. Dia juga harus mengecek makanannya cukup atau tidak. Dan ternyata makanan masih lebih dari cukup untuk mereka semua makan.
" Duduk aja, biar aku ambilin makanannya " Ujar Agi sambil mendudukan Rista di sofa. Melihat pemandangan itu Rafa merasakan jantungnya berdebar, ya, Rafa cemburu. Andai tidak ada Marinda di sana, dia mungkin bisa sedikit mendekati Rista. Namun hal berbeda dengan Rona, dia senang melihat kedekatan Agi dengan Rista. Rona selalu merasa adiknya tidak akan tersakiti bila dekat Agi. Mungkin karena Agi selalu bersikap lembut pada Rista.
" Makanannya enak ya " Ujar Rona memuji makanan catering Marinda
" Alhamdulillah, syukurlah kalau Kak Rona suka
" Jawab Marinda. Mereka tengah menikmati makan siang
" nanti kalau kantor bikin acara bisa pesen ke kamu nih" kata Rona lagi
" Boleh kak, tapi sebenernya catering ini punyanya mama. aku cuma bantuin aja" Jawab Marinda sambil tersenyum manis. Senyum yang mengingatkan Rona pada seseorang. Senyum yang sama manisnya dengan senyum Rista
" Kak Ona ini picky banget kalau makanan, jarang dia bilang makanan enak " Rista menambah
" Oh ya, wahh aku harus bersyukur kalau gitu makanan aku di bilang enak sama Kak Rona "
" Ahahahha semua makanan enak kok buat aku" Jawab Rona sambil mengibaskan tangan. Suasana perlahan menjadi akrab seiring berjalannya waktu. Hanya Rafa yang masih sedikit pendiam. Dia rindu Rista, namun terbatas oleh Marinda. Padahal Rafa ingin sekali bertanya kondisi Rista sekarang, senang atau tidak dengan kehadiran Rafa. Rista pun dari tadi ingin ngobrol dengan Rafa, namun tidak enak dengan Marinda dan teman temannya yang lain. Meskipun sedikit cemburu dengan Marinda dan Rafa, namun dia senang, hari itu bisa melihat Rafa.
__ADS_1
Menjelang sore teman teman liliputh berpamitan pulang. Dede dan Tami pulang diantar Rafa, karena kebetulan Agi masih ada urusan dengan Rona. Namun sebenarnya bukan dengan Rona, tapi dengan Rista. Agi harus memastikan Rista baik baik saja setelah melihat Marinda dengan Rafa.
Marinda dan Mama Muti pun bersiap pulang, mereka sedang membereskan beberapa peralatan catering.
" Aku bantuin ya" Ujar Rona selepas mengantar Rafa ke gerbang rumah
" Eh Kak Rona, ngga apa apa kak, aku bisa kok " jawab Marinda, dia sedang menyusun piring piring saji ke kasusnya dan hendak mengangkat ke mobilnya
" Ini berat lho " Ujar Rona sambil mengangkat tumpukan piring itu dan menuju ke mobil. Marinda tersenyum sambil mengikuti Rona dari belakang. Baik juga kak Rona. Ujar Marinda dalam hati.
" Makasih udah bantuin kak " kata Marinda dan Mama Muti sambil berpamitan dengan Rista dan keluarga
" Sama sama, nanti aku kontak kalau jadi order ya " ujar Rona sambil mengacungkan handphone nya
" Wahh ada yang udah tukeran nomor ternyata " Mami menggoda
" Hush.. mami.. Marinda udah punya pacar " Jawab Rona, maminya ini kadang kadang suka punya niat yang aneh.
" Ahahahha... temen deket " Jawab Mama Muti segera
" Yaudah kita pamit ya, terimakasih semuanya" Ujar Marinda sambil bersalaman dengan semuanya
" Makasih juga sudah bantuin ya. hati hati di jalan" Ujar Mami Rista.
Rona dan Rista melambai ke arah mobil Marinda yang perlahan meninggalkan rumah mereka.
" Rona jatuh cinta " celetuk mami tiba tiba di sebelah Rona sambil buru buru masuk ke dalam
" maaamiiii.... dia udah punya pacar " Ujar Rona sambil berlari mengejar maminya
tinggalah Rista dan Agi di depan rumah.
" Ayo masuk Ta " Ujar Agi sambil menuntun Rista.
Apakah mungkin sebenarnya Agi yang akan menyembuhkan luka hati aku?
Tanya Rista dalam hati.
__ADS_1