Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 97 ( penguntit di hotel Java)


__ADS_3

Sementara itu di tempat Rista.


Rista dengan tenang mengecek laporan yang di kirim oleh Via, beberapa laporan keuangan Cleanbozz Bandung juga rencana jangka pendek yang akan mereka kerjakan. Sejauh ini Via menghandle dengan baik semua pekerjaan di Cleanbozz Bandung. Rista juga menerima laporan dari Karin di Jakarta, semua cabangnya dalam kondisi yang baik. Satu berita bagus nya adalah Via juga berhasil menjalin kerjasama dengan club motor di Bandung agar mereka mau menggunakan jasa di Cleanbozz.


ddrtt... ddrrrtt... 


Ponsel Rista tiba tiba bergetar, di lcdnya tertulis nama Agi


" Ya hallo Gi ?" Sapa Rista


" Sayang kamu lagi apa?" Tanya Agi berusaha setenang mungkin, namun jantungnya berdegup kencang


" Aku? lagi ngecek laporan dari kantor? ada apa ?" Tanya Rista penasaran padahal Agi harsnya tau, dia sedang mengerjakan pekerjaan kantornya


" Jangan kemana mana, tunggu aku di caffe ya"


" Eh... Iya, aku ngga akan kemana kemana kok, inisambil kerja kok Gi" Jawab Rista lagi, dahinya mengkerut, bertanya dalam hari, ada apa dengan Agi


tak lama kemudian Agi menutup teleponnya da bergegas ke tempat Rista. Hanya perlu waktu sekitar 15 menit untuk Agi sampai di caffe itu. Di dapatinya Rista masih mengerjakan laporan pekerjaannya , Agi juga tidak melihat seseorang yang mencurigakan di sana. Sepertinya si penguntit tadi sudah pergi. Karena di caffe itu hanya ada beberapa orang bapak bapak yang sedang meeting juga seorang ib berusia sekitar 35 tahun yang sdang bercengkrama bersama beberapa temannya.

__ADS_1


" Hay sayang, gimana kerjaannya?" tanya Agi sambil menarik kursi di depan Rista


" So far so good, Via udah kirim laporan keuangan 3 bulan terakhir, Karin juga udah kirim laporan, sejauh ini ngga ada kendala apa apa" Jawab Rista. Matanya masih terus fokus pada layar di depannya. " Is something happen Gi?


" Tadi ngga da yang aneh aneh kan?" tanya Agi penasaran


" Ngga ada kok, kenapa memangnya?" Tanya Rista lagi, Dia menutup laptopnya sekarang karena dia melihat ada kecemasan di wajah Agi.


Agi kemudian memperlihatkan pesan masuk dari si pengirim pesan misterius. Rista memperhatikan pesannya juga foto yang diambil secara diam diam. dari sudut pandangnya, Rista bisa menerka, gambarnya di ambil dari arah lobi. yang kebetulan langsung berbatasan secara diagonal dengan caffe tempat Rista.


" Kalo kamu mau selidiki, kamu bisa aja tanya ke receptionist, siapa kira kira yang datang di jam itu, tapi mungkin akan butuh waktu cukup lama, kan yang dateng lumayan banyak " Ujar Rista sambil menghela nafas, dia masih bingung apa yang di inginkan penguntit itu darinya.


Tatapan Rista lurus menembus kaca luar, terlihat olehnya hiruk pikuk kawasan Sukajadi menjelang siang. beberapa kendaraan meulai memasuki mall yang kebetulan bersebrangan dengan hotel mereka . " Apa aku punya salah sama orang ya Gi, sampai ada orang yang demdam begini sama aku "


Agi semakin erat menggenggam jemari kekasihnya, sejauh ini Rista adalah orang yang baik perilakunya, bahkan sepengatahuan Agi teman teman liliputh begitu menyayanginya, sampai sekarang pun, mereka selalu peduli pada Rista, berbalik 180 derajat denga sikap mereka ke Ane yang jelas jelas sudah merebut Ahmad dari Rista. "You're a good people darl" Ujar Agi. Rista tersenyum mendengan ucapan kekasihnya itu.


" Aku sama sekali ngga punya gambaran Gi, siapa orang ini" Ujar Rista, terbersit rasa cemas di hatinya, hidupnya kini terus serasa di ikuti, sejak orang tersebut mengirimi pesan pesan misterius, meskipun tidak ada satupun yang Rista tanggapi, namun Rista tau, orang tersebut serius untuk mencelakai.


" Aku akan selalu coba untuk ngelindungin kamu Ta, jangan khawatir, kak Rona juga akan datang, teman teman di power ranggers juga siap support, jangan takut ya" Ujar Agi menenangkan, dia tau kekasihnya ini sedang tidak aman, Agi bahkan sudah memikirkan cara apa Rista sebaiknya memiliki pengawal saja, setidaknya bila nanti Agi sibuk kembali oleh pekerjaanna, akan ada orang yang tetap menjaganya.

__ADS_1


" Oh iya, tadi udah ketemu Anwar nya? " Tanya Rista


" Sudah, ada Rafa juga di sana" Jawab Agi sambil menyandarkan punggungnya


Rista mengernyitkan dahi mendengar nama rafa di sebut " Untuk apa Rafa di sana?"


Agi kemudian menjelaskan kronologi saat dia, Anwar , Nika dan Rafa bertemu, Agi juga menceritakan bagaimana langkah yangakan di tempuh Marinda dan Rafa untuk menyelesaikan permasalahan ini. Jelas ini bukanlah permasalahan yang mudah bagi keduanya, hal ini menyangkut keluarga besar mereka, menyangkut orang ketiga dan mungkin akan berkaitan dengan karir Marinda.


" Rafa titip salam untuk kamu, maaf katanya sudah melibatkan kamu dalam masalah mereka" Ujar Agi


" hhhm... it's oke ngga apa apa, aku tau mereka pasti kesulitan juga " Ujar Rista sambil menyeruput lattenya.


dddrrtt... dddrrttt....


Ponsel Agi kembali bergetar, Sebuah pesan whatsapp masuk dari nomor si pengirim pesan misterius. Buru- buru Agi membuka pesan itu.


"Mulai hari ini, kemanapun kalian pergi akan selalu ada yang mengikuti. btw, berita tentang rusaknya acara pertunangan Marinda trending ya, selamat buat Rista, dia jadi seleb mendadak "


Disusul sebuah foto mereka edang bercengkrama, lagi lagi sudut pengambilan gambarnya di lakukan dari arah yang sama seperti sebelumnya, Lobi hotel. Agi Nyaris melempar ponselnya kalau saja dia tidak segera sadar kalau mereka sedang ada di luar, Rista yang melihat gelagat tidak enak dari kekasihnya langsung meraih ponsel dari tanya Agi. Matanya terbelalak membaca pesan di dalamnya, juga foto foto yang di kirimkan oleh pengirim pesan itu kepada Agi.

__ADS_1


" Gi, kenapa begini " Tanya Rista bingung, tatapannya mendadak kosong, nafasnya terasa begitu menyesakan, semua yang ada di hadapannya seolah mengabur. Tangan Rista reflek menutup mulutnya, Tak percaya dengan apa yang di lihatnya di ponsel Agi, begitu mengerikannya pesan pesan yang masuk ke ponsel kekasihnya itu. " Gi... Apa ini" ulang Rista.


__ADS_2