Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 76 ( Isi hati Rafa)


__ADS_3

Pov. Rafa


Tak ada yang pernah tahu kita akan jatuh cintan kapan, pada siapa,di mana, dengan siapa. Cinta bisa tumbuh begitu saja. Tanpa mengenal keadaan. kita bisa memilih ingin menikahi siapa,namun kita tidak bisa memilih ingin jatuh cinta pada siapa.


Rafa mengehala nafasnya dengan berat.


" mengapa aku semakin terjerat dengan Marinda" Tanyanya dalam hati. Dia seolah tidak punya kekuatan sedikitpun untuk menolak apapun yang di inginkan model cantik itu.


Rafa hampir sudah melakukan segala cara, kecuali menduakan Marinda. Dia sudah pernah mengacuhkan Marinda, tidak menggubris keinginan Marinda, tidak memberi kabar, termasuk terang terangan menolak untuk mempublish hubungan mereka di depan orang tua Marinda. Namun jangankan Mundur, Marinda malah sabar menghadapi semua perlakuan Rafa. Marinda malah menganggap Rafa hanya bersikap cool. dan justru itu yang membuatnya memandang Rafa berbeda dari laki laki yang selama ini banyak mendekati nya.


Rafa menghela nafas, di pandanginya ponselnya sejak tadi. notifikasi dari grup power rangger bermunculan. Ya,Rista dan Agi ada di Bandung. Rafa sebetulnya ingin menemui Rista dan meminta maaf tentang kejadian di Artemis tempo hari. Sejak hari itu, memang komunikasinya dan Rista hanya sebatas di grup. Tidak ada telepon tidak ada pesan. Rafa menghela nafas, mungkin ini kesempatan dia bertemu Rista. Semoga semesta memberikan jalan.


namun tiba tiba...


tok.. tok.. tok


" sayang, kamu di dalem"


Rafa menghela nafas lagi. Marinda." ahh... hubungan ini menyesakan"


Rafa kemudian beranjak membuka pintu kamarnya.


" Kenapa tiba kesini?" Tanya Rafa sinis


" Kok kamu jutek gituh sih nak" Ibunda Rafa tiba tiba muncul di belakang Marinda. Marinda hanya tertunduk mendapat perlakuan sinis calon tunanhannya itu.


" kenapa mam? Rafa lagi ngga mau di ganggu ah" Ujar Rafa sambil berbalik ke dalam kamar


" Aku bawain undangan tunangan kita untuk temen temen kamu, Tadi juga mama aku udah tanya ke ibunya Rista, kapan Rista ke Bandung, mau kasih undangannya, kata ibunya Rista, rista ada di Bandung " Jawab Marinda panjang lebar


" Udahnya mama tinggal dulu, kalian ngobrolin aja dulu buat acara tunangan lusa, udah mau tunangan kok kamu masih cuek gitu sih Fa" Ujar Mama Rafa sambil berlalu meninggalkan mereka


Tinggalan Rafa dan Marinda berdua.

__ADS_1


" Lalu mau kamu apa kalo Rista ada di Bandung" Tanya Rafa to the point, mereka memang akan ketemuan bareng bareng


" Aku mau kita ketemu,kalian pasti ketemu kan, bareng yang lain juga"


" haaahhhh.... oke," Rafa menghela nafas, lagi lagi hanya kata persetujuan yang di keluarkan


" Emang kapan rencana mau ketemunya? "


" Malam ini,di lengkong"


" Kebetulan dong, aku ngga usah pulang kalau gitu, langsung pergi dari sini " Ujar Marinda sambil tersenyum.Marinda tak sabar melihat expresi Rista nanti malam seperti apa saat menerima undangan dari Rafa.


Malam harinya, Marinda sudah bersiap menemani Rafa bertemu gengnya, Marinda tak berhenti tersenyum membayangkan bagaimana nanti keduanya bertemu setelah kejadian di Artemis. Jujur saja Marinda sangat sakit hati melihat video tersebut,namun entah mengapa dia ingin mempertahankan hubungannya dengan Rafa. padahal bisa saja Marinda memutuskan Rafa atau meminta konfirmasi pada Rafa terkait video tersebut. Namun Marinda memilih dia akan menunjukan kepada Rista,kepada teman geng power rangger, bahwa dialah kekasih Rafa yang sebenarnya, bukan Rista.


Rafa membukakan pintu mobilnya untuk Marinda dan setelah itu langsung menuju ke kawasan lengkong.


" Aku ngga mau nanti ada wartawan infotainment atau media yang dateng saat aku bareng temen temen aku " Ujar Rafa dingin. dari dulu dia memang tidak suka diliput dan di beritakan


" Iya lihat nanti aja, kalo ada yang minta foto atau dari media tiba tiba nyamperin kan bukan kuasa aku buat larang" jawab Marinda jujur, dia harus berusaha ramah dan low profile di hadapan siapapun


Mereka berdua akhirnya tiba di kawasan lengkong. Marinda menggandeng tangan Raga saat memasuki tenda tempat mereka makan.


degg.... Rista ...


Mata Rafa langsung tertuju pada Rista. Rafa yakin Rista pasti berusaha terlihat biasa saja.


"maafin aku Ta.... " Ucap Rafa dalam hati. Rafa sesekali mencuri pandang ke arah Rista,dia tidak bisa terang terangan memperhatikan Rista, ada Marinda yang nempeeeeelll lengket di sebelahnya. Untungnya Anwar dan geng yang lain bisa menabah keceriaan mereka sehingga Rafa tidak terlalu canggung. Namun beberapa kali mata Rafa berpapasan dengan Agi, seolah berkata apakah dia baik baik saja.


" huahh... kenyang bangett" Ujar anwar, ditimpali oleh Nika yang menyebutnya gentong, ah melihat kebucinan Nika dan Anwar membuat Rafa iri. Mereka kini berbincang bincang.


" Ini undangan pertunangan kita. kalian tami vip. wajib datang yaaaa" Ujar Marinda sambil meletakkan undangan pertunangan di atas meja. Agi menatap Rafa lekat lekat, seolah bertanya, " Apa apaan maksudnya, katanya lo Suka Rista.. tapi "


Rafa memahami tatapan Agi, namun dia diam seribu bahasa, yabg di khawatirkannya justru Rista. Rafa melihat agi nengelus tangan Rista lembut . Rafa tahu, Rista pasti terkejut. ah.. lebih dari itu, hatinya pasti sangat sakit.

__ADS_1


" Ta, bila ada yang lebih dari kata maaf, pasti akan aku berikan untukmu" Ujar Rafa dalam hati.


Malam ini sepertinya Marinda seneng banget. akhirnya dia bisa menguminkan juga rencana pertunangan mereka. Namun beda dengan Rafa, ingin Rasanya dia cepat cepat pergi dari sana, Tak Tahan melihat Rista yang bisa saja menangis kapanpun.


" Ayo pulang" ajak Rafa saat tau bahwa nereka sudah tidaknada agenda kemana mana mana lagi. Seperti biasa Marinda lah yang menggandeng mesra tangannya.


Kawasan lengkong semakin malam semaikn Ramai. Rafa hendak menuju mobilnya, namun langkahnya tiba tiba terhenti dinoarkiran motor kedai kopi. Matanya tertuju pada sebuah motor yang di parkir di sana. Dia mengernyutkan dahi.


"motor ini..." Gumannya dalam hati. Ya,motor yang sama seperti yang dilihatnya di Bandara, dan juga saat opening ceremony. Namun fikiran buruk itu segera di tepisnya.


"Yang punya motor seperti ini kan mungkin banyak" Ujarnya dalam hati lagi. Kemudian meneruskan langkah menuju mobilnya.


***


Kediaman Rafa jam 21.30


Rafa menghempaskan jaketnya ke kursi. kesal, ya dia kesal, kesekian kalinya dia hanya bisa menuruti Marinda lagi. Rafa merogoh ponselnya. pikirannya melayang ke Rista, bagaimana dia sekarang. hampir saja dia memijit panggilan untuk Rista, namun urung dilakukan, dia tidak ingin semua ini bertambah runyam. dia pun ingat peraturan Rona kala di Artemis. Bila dia masih nekat mendekati Rista, bukan Rafa lah yang akan menderita,namun Rista , karena bagaimanapun Rista yang akan di cap merebut pasangan orang.


Rafa meremas Rambutnya kesal.


Aaarrrrgghh... Teriaknya dlam hati, di merenas rambutnya beberapa kali.


"Gimana caranya aku ketemu kamu Ta " Ujar Rafa, tangannya kini meraba figura foto Rista ,ya, foto Rista dan geng power ranggernya saat mereka di PIK.


Rafa kemudian memijit tombol dial, dia perlu berbicara dari hati ke hati dengan orang itu.


______________________________________________


**Dear Pembacaaaa ku yang Budimaaannn.


Makasih lohh masih setia baca Rafa Rista. Maafkan neng othor yaaa yang timbul tenggelam update nya hehehehe...


dukuh terus rafa rista yaaa .. pleasee pleaseee like and voteeee yaa..

__ADS_1


🤗🤗🤗🤗🤗


makasihh readerku sayang 🥰🥰🥰🥰🥰**


__ADS_2