
Matahari telah condong ke barat meninggalkan semburat jingga yang indah di langit senja kota Bandung. Rista menutup laptopnya dan menghentikan aktivitas pekerjaanya dari balkon kamar hotelnya. Sementara di dalam kamar sayup sayup terdengar suara Agi sedang berbincang di telepon. Ya, Agi sedang berbincang dengan Rona. Agi mengabarkan kalau mereka pindah ke Hotel di kawsan Pateur, tidak jauh dari gerbang tol.Rona juga sudah mengabarkan ketibaannya di Bandung dan keadaan di rumah, Rona memita Agi mengantarkan mereka pulang, bagaimanapun juga Rona sekarang sudah pulang dan Rista sudah selayaknya menjadi tanggung jawab Rona. Selain itu mereka juga perlu bediskusi untuk masalah mereka kedepannya. Rona yakin bahwa ini adalah pekerjaan si penguntit misterius itu.
" Nanti malam aku antar Rista pulang ya kak " Ujar Agi di telepon
" Oke, kita makan malam di sini aja ya ada seafood kesukaan kamu lho Gi" ujar Rona
" Hahhahaa Kak Ona nih jago banget ngerayu aku biar anterin Rista malam ini " Jawab Agi sambil terkekeh
" Plus Caesar Salad dan scalop " tambah Rona lagi, dia tahu kalau Agi pecinta safood nomor satu, semua jenis seafood favorit Agi, Bahkan yang Rona tahu Agi juga pandai mengolah seafood. Namun untuk hai ini, tentu saja juru masak andalah keluarga Rona, Mbok Na, yang akan membuatnya
" Aku jadi ngga sabar nih kak, ya udah aku dan Rista siap siap dulu ya "
' Yaudah, sampe ketemu tar malam ya, bye "
" Bye" Jawab Agi sambil meletakan ponselnya dan beranjak ke arah Rista di balkon.
Dilihatnya Rista sedang menatap lembayung senja. Laptopnya telah mati, tandanya dia telah selesai mengecek pekerjaannya, diam diam Agi salut pada kekasihnya itu, meski sedang dalam masalah Rista tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang CEO dia tetap memastikan usahanya tetap berjalan sebagaimana mestinya. Agi sendiri semenjak di Bandung menyerahkan sepenuhnya operasional kepada managernya dan sekertarisnya, Anya. Mereka sudah cukup faham terntang usaha Agi sehingga dia leluasa pergi ke Bandung bersama Rista, Agi hanya perlu mengecek laoran mereka via aplikasi yang terpasang di ponselnya, tidak terlalu memakan waktu, selain itu semua urusan operasional sudah diatur sebelum dirinya pergi ke Bandung.
" Kak Rona minta kamu pulang malam ini " Ujar Agi sambil berdiri di sebelah Rista
__ADS_1
" Oh ya? aku kira aku bakalan di suruh tinggal di hotel terus" Ujar Rista, dua hari ini dirinya tinggal di hotel dan berusaha tidak di kenali siapapun ternyata cukup melelahkan juga, padahal saat di Jakarta dia berencana mau puas puasin jalan jalan di Bandung, namun ternyata karena masalah ini, niatnya sudah pasti harus batal dan bersabar menunggu kesempatan lain datang.
" Kak Rona ingin kita membahas rencana kedepannya, kamu juga kan ngga mungkin lari kaya gini terus" Ujar Agi, di belainya rambut panjang Rista. Baginya 2 hari bersama Rista tanpa ada seorang pun yang mengganggu mereka sungguh menyenangkan, melihat Rista tertidur lelap dibahunya dan ada di saat pagi membuka mata, sungguh membuat Agi bahagia. " Padahal aku seneng baget lohh lihat kamu tidur hehehe " Ujar Agi lagi jahil
" Ihh dasarr ya kamuu.. nyebelin" Ujar Rista tersipu malu, di cubitnya pinggang Agi sampai lelaki itu kesakitan. Lalu tiba tiba Agi memeluk Rista dari belakang.
" I really love you " Ucap Agi lembut sambil lembut rambut Rista. Keduanya menikmati senja yang romantis hingga matahari menghilang sempurna di ujung cakrawala,
***
Jam di ruang keluarga menunjukan pukul 7 lewat 5 menit saat mobil Rista sampai di rumah dengan halaman asri itu. Mang Cecep yang membukakan gerbang langsung di sambut dengan Mbok Na yang berlari dari dalam rumah.
" Mbok.. Ri sehat alhamdulillah, Ri juga ngga kenapa kenapa" Jawab Rista sambil tersenyum dan berjalan bergandengan dengan Mbok Na.Di belakangnya Agi mengekor sambil membawa koper miliknya.
" Non Ri pokoknya di rumah aja, ngga usah itu nginep nginep lagi di hotel, kalo ada orang nanti jahati non Ri, Mbok yang maju pokoknya " Ujar Mbok Na berapi api, dia sedikitnya tahu masalah yang sedang di hadapi nona mudanya ini
" Iya Mbok, nih makanya Ri pulang kan " Jawab Rista sambil tersenyum dan mengusap tangan Mbok Na yang masih menggandengnya. Keduanya kemudian menuju ruang keluarga, dimana Mami dan Rona sudah menunggunya di sana.
" Kak Ronaaaaa... " Ujar Rista sambil melepaskan tangan Mbok Na dan berlari menghambur ke dekapan kakaknya
__ADS_1
" Hay bandel... ada masalah apa sekarang?" Ujar Rona terkekeh sambil memeluk adik kesayangannya, selalu hal itu yang Rona ucapkan setiap mereka bertemu bila ada masalah menempa Rista
" Ihh.. Kak Ona ini, tanyakabar aku dulu kenapa sih " Ujar Rista cemberut dan kesal dalam pelukan kakaknya
" Hahahhaha.. Kakak ngga usah tanya kabar kamu, kamu pasti baik baik aja, tuh kan ada bodyguardnya" Ujar Rona sambil ujung matanya melirik Agi " Udah ah, gerah di peluk mulu " Ujar Rona sambil melepaskan pelukan Rista dan berjalan menghampiri Agi
" Apa kabar Gi, maaf ya di repotin lagi kali ini " Ujar Rona sambil; menjabat tangan Agi. Sedangkan Rista berhambur ke pelukan Mami, meskipun baru 3 hari dia ngga bertemu Mami, namun rasanya rindu sekali.
" Baik baik kak, santei aj, udah kewajiban aku jagain Rista selama kakak ngga ada" Ujar Agi sambil tersenyum, kemudian menyalami tangan Mami.
" Makasih ya Gi, udah jagain Rista dari kemarin " Ujar Mami sambil tersenyum
" Sama sama Tante " Ujar Agi sambil mencium tangan mami
" Yuk kita makan dulu, Mbok Na udah masakin msakan spesial lho " Ajak mami sambil mengandeng tangan putri kesayangannya, sementara Agi dan Rona mengekor di belakang. Makan malam itu berlangsung hangat dan santai, Rona bercerita tentang kegiatannya di Bali, usahanya terus berkembang, Rista juga bercerita tentang Cleanbozz yang sekarang sudah 90% berada di bawah otoritasnya, meski masih di bawah pengawasan Rona dan Papi, Papi ingin Rista mengasah insting bisnisnya, oleh karena itu Cleanbozz hampir sepenuhnya di serahkan kepadanya. Dan ternyata Rista mampu bersikap profesional bekerja meskipun kini sedang menghadapi masalah yang cukup pelik.
Usai makan malam Rona, Rista dan Agi bercengkrama di halaman belakang, tempat favorit Rista, di temani temaramnya lampu taman. Sementara Mami, sedang video call dengan papi di kamar. Mereka memang terbiasa video call apabila malam, mengingat keduanya memang sedang long distance relationship, jadi komunikasi memang harus terjalin dengan baik.
Rona, Rista dan Agi membahas langkah mereka selanjutnya, Mereka memang berencana untuk melakukan konferensi pers, namun langkah itu akan diambil nanti, apabila merassa di perlukan, untuk sekarang mereka akan menunggu langkah apa yang akan diambil oleh Rafa dan Marinda, Langkah Rista akan menyesuaikan dengan langkah mereka, namun apabila nama baik Rista sudah terancam, maka konferensi pers akan segera di gelar. Namun kali ini Rona dan Agi akan lebih fokus pada si penguntit yang misterius itu. Apabila benar si penguntit itu sudah menggangu Rista sejak kejadian saat kejuaraan futsal, itu artinya sudah cukup lama orang tersebut mengincar Rista, dan tentunya orang itu adalah orang yang tahu aktivitas Rista di Jakarta dan juga keseharian Rista di kampusnya dulu. Rona mengira orang ini pasti bukanlah orang yang jauh dari Rista, orang ini pasti telah mengetahui keseharian Rista dan juga update tentang Rista.
__ADS_1
" Kita akan memikirkan jalur hukum untuk orang ini " Ujar Rona mantap,