
Keesokan harinya Rista baru bangun jam 10 pagi, badannya sudah lumayan membaik. Rona sengaja tidak membangunkan Rista karena dia Rista pasti masih ngga enak badan, selain itu ini juga hari minggu. Rona sendiri sejak pagi sudah keluar apartemen untuk olahraga dan rencananya akan menengok kediaman keluarga mereka. Mami dan Papi nya berencana akan ke Jakarta dalam waktu dekat.
Sementara itu Rista sudah bangun, dia mendapati secarik kertas di pintu kulkas, Rona menulis catatan kalau dia pergi dan kalau mau sarapan Rista harus beli sendiri karena Rona ngga masak hari itu. Rista meneguk air dingin dari dalam kulkas, kemudian mengecek Handphonenya, ada pesan. Dari Agi, Rafa dan puluhan chating d grup power ranger. Rista menscroll percakapan di grup, hari ini karena free mereka berencana untuk hangout keluar. tempatnya tidak terlalu jauh dari apartemen Rista, mereka berencana ke kawasan PIK hari itu, setelah membalas pesan di grup Rista kemudian bersiap, mandi dan akan menuju tempat janjian. dia juga membalas pesan Agi, Agi bertanya semalam dia dan Rafa langsung pulang atau tidak, dan Rista menjawab apa adanya. Dan hal itu membuat Agi khawatir, dia khawatir akan terjadi sesuatu pada Rista karena ancaman si pengirim pesan misterius. Pagi ini pun Agi mendapatkan pesan lagi, pesan berisi foto Rista dan seorang pria, sepertinya di hotel sedang bermesraan, di foto itu Rista memakak lingerie warna hitam tengah memeluk mesra seorang pria. kemudian pesan berisi kalau kemanapun Rista pergi, orang tersebut akan tau. Hal itu yang membuat Agi Khawatir. Agi khawatir seseorang membuntuti Rista dan berniat jahat.
Menjelang siang Agi menjemput Rista di apartemennya, sesuai kesepakatan di grup Agi menjemput Rista dan Rafa menjemput anggota power rangger yang lain. mereka janjian bertemu di sebhah caffe di kawasan PIK. Mengapa harus PIK, ngga lebih karena liliputh penasaran dengan kawasan itu.
Rista mengenakan baju model sabrina berwarna pink muda di padu rok model A line selutuf dan sepatu flatshoes, Agi sampai terpesona, rambut hitamnya di biarkan tergerai indah. entah mengapa Rista ingin berpenampilan girlie hari itu, padahal dia masih kurang enak badan gara gara masuk angin semalam. Namun dia ingin tampil cantik dan manis di depan Rafa hari ini, selain itu Rista baru saja kepo dengan sosmed nya Marinda, dan di sosmednya Marinda kerap memakai pakaian yang girlie.
Sepanjang perjalanan menuju PIK,Agi mencuri curi pandang ke arah Rista, Agi mengakui Rista cantik sekali hari itu. Saking fokus nya Agi pada Rista hari itu, Agi sampai tidak menyadari kalau sejak dia keluar rumah tadi ada sebuah motor membuntutinya. motor tersebut terus membuntuti mereka hingga mereka tiba di PIK, kemudian menghilang.
Rafa memilih sebuah caffe semi outdoor yang instagramable agar geng nya bisa foto foto. Tami dan Dede hanya punya waktu terbatas, karena mereka sedang dalam kompetisi.
__ADS_1
"Tami.. Dede.. " teriak Rista begitu mereka bertemu di pelataran caffe. Rindu sekali dia kepada dua sahabatnya itu. Dede dan Tami juga begitu merindukan Rista. sudah tiga bulan lebih mereka ngga ketemu.
Agi dan Rafa tersenyum melihat Rista bahagia bertemu gengnya, mereka berdua yakin Rista juga pasti senang. Mereka kemudian langsung masuk ke area caffe dan memilih area outdoor. Rafa tersenyum melihat penampilan Rista hari itu, Rista cantik sekali.
Mereka semua menikmati acara siang itu, berfoto bersama, saling bercerita. Dede dan Tami menceritakan futsal putri sekarang,dari semua geng liliputh tinggal Dede dan Tami yang fokus di Futsal. Rista juga bercerita semester depan kemungkinan cutinya habis, dan dia berencana kembali ke kampus namun masih belum ada keputusan apakah tetap di kelas reguler atau karyawan.
Menjelang sore Dede dan Tami berpamitan untuk kembali ke Asrama, mereka memang hanya mendapat izin beberapa jam saja.
"kita balik ke asrama ya Ta" ucap Tami sambil cipika cipiki
"Sama kita juga masih kangen banget" Dede ikut berpelukan, kini mereka berpelukan bertiga.
__ADS_1
Para lelaki yang melihat itu jahil ingin ikut berpelukan juga, namun keburu di cegah oleh Dede.
" Heh.. ga usah ikut peluk pelukan" ujar Dede galak. Mereka kemudian tertawa bersamasama. Dede dan Tami pulang menggunakan Taxi, karena Rista dan yang lainnya akan lanjut nonton sore itu. ada suquel film action yang baru tayang di bioskop.
***
Rafa memilihkan kursi jajaran tengah untuk mereka berempat,dia juga memesan beberapa cemilan untuk teman nonton. Sementara itu Agi, Rista dan Anwar menunggu di lounge tak jauh dari loket. Meskipun dari kejauhan Rafa dapat melihat pesona Rista dengan jelas, dan dari tadi juga Rafa dapat melihat Agi selalu ada di dekat Rista. Rafa sedikit cemburu melihat itu.
Rafa menyerahkan sekotak popcorn caramel ke tangan Rista dia juga meletakan beberapa cemilan dan minuman di meja lounge, film mereka akan mulai beberapa menit lagi.
" Makasih Fa" ujar Rista sambil mencomot beberapa biji popcorn.
__ADS_1
"sama sama, yuk kita pindah ke depan studionya" ajak Rafa. Mereka kemudian beranjak. Namun Rista tiba tiba merasa sedikit pusing, dia juga merasa hawa dingin menerpanya. Oh, mungkin dari AC, fikir Rista dalam hati,mungkin juga karena efek masuk angin semalam belum reda betul.
Rista duduk diantara Rafa dan Agi, sedangkan Anwar duduk di sebelah Agi. Film inibadalah salah satu film action kesukaan Rista. Rista menikmati film itu sampai akhir, tak lupa sambil ngemil popcorn tentunya, sampai sampai Rista tidak menyadari kondisi dirinya sendiri yg sudah mulai sedikit mengigil kedinginan. Namun karena asyik menonton dan perasaan senangnya bertemu Rafa,Rista cuek cuek saja dengan keadaannya.