Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 18 (cerita baru)


__ADS_3

Tak terasa waktu terus bergulir, Rista meski sakit hati oleh Ahmad, namun tidak sedrastis dulu saat berjauhan dengan Fahry, Rista masih membalas beberapa pesan Ahmad, dan Ahmad pun masih sempat memperhatikan Rista. Sepertinya memang Ahmad memperlakukan Rista layaknya seorang adik. Apabila dulu Ahmad lebih care dengan penampilan, sekarang justru Ahmad lebih care dengan keseharian Rista. Ahmad kadang mengingatkan untuk tidak lupa membawa sweater kalau keluar ataupun jangan lupa untuk makan teratur, hal yang sering Rista lupakan.


***


Meski sedang libur kuliah, hari ini Rista menyempatkan ke kampus, dia akan melihat hasil ujian semester dan juga mengurus beasiswanya. Hari itu kebetulan Via dan Dede juga berencana ke kampus untuk melihat hasil ujian.


" Aku pergi bentar lagi "


Rista mengirimkan pesan ke grup liliputh,


"noted" jawab Dede


" Aku otw, sekarang" Jawab Via.


Hari belum terlalu siang saat Rista berjalan ke kampus, tiba tiba dari belakang seseorang menanggilnya,


Agi..


" Ta, mau ke kampus? " tanya Agi


" Eh Agi,iya Gi, mau liat hasil ujian" jawab Rista sambil senyum, duh.. senyum Rista emang manis, kata Agi dalam hati.


" yuk bareng " Ajak Agi lagi


.


" Ah kan kampus udah deket Gi"


" Ya ngga apa apa, daripada jalan sendiri"


" Ya udah deh" Rista akhirnya menyerah dan dibonceng Agi menuju kampus.


" kamu mau ngapain ke kampus Gi?" Tanya Rista


" Mau liat hasil ujian juga, sama mau ngurusin cutinya Ahmad "


mendengar nama Ahmad di sebut, Rista sedikit terdiam.


" Ohh gitu... " jawab Rista,kemudian diam seperti tiba tiba tak ada topik bahasan


Agi menyadari itu, mereka kebetulan sudah tiba di parkiran kampus.


" Maaf ya Ta, jadi keingetan Ahmad ya" ujar Agi begitu Rista turun


" Ngga apa apa Gi, " jawab Rista agak murung.


" Aku udah tau kalian putus, Ahmad cerita"


" Ohh gitu... " Jawab Rista, dia ngga menyangka, Ahmad doyann curhat juga " Ya gitu deh Gi..Kita udahan sekarang"


"Aku yakin kamu bakalan dapet cowok yang lebih baik dari Ahmad" ucap Agi sambil memegang bahu Rista.


" Thanks Gi. eh ayo ke akademik yu" ajak Rista sambil mencairkan suasana.


Rista dan Agi berjalan barengan menuju Akademik, ternyata Dede sudah tiba di sana, sedangkan Via yang langsung dari tempat magangnya masih di jalan.

__ADS_1


" Hay De " sapa Agi


" Eh Agi, sengaja barengan Rista?" Tanya Dede penasaran


" Engga tadi kebeneran liat Rista lg jalan, terus aku ajak bareng" Agi memberikan penjelasan


" Ohh gituu... " Jawab Dede.


mereka bertiga duduk di koridor akademin sambil menunggu Via, ngga berapa lama Via datang, tenyata ngga hanya Via ada Anwar dan Rafa juga.


" Hay Ta... hay De.. " Sapa Via sambil cipika cipiki " Hay Gi "


Agi tersenyum menyambut sapaan Via, kemudian menyapa Rafa dan Anwar yang kebetulan satang berbarengan.


" Wah kebeneran banget nih bisa barengan " ujar Dede


" Iya padahal ngga janjian " jawab Anwar


" Hehehehe... berarti takdir " Rista menambahkan.


Mereka semua memiliki tujuan yang sama, melihat hasil ujian semester mereka, Rista membuaka tab hasil ujian sambil degdegan, semoga hasilnya memuaskan.


" Yeaaayyy... " seru Rista bersorak, sontak saja mengagetkan teman temannya yang lain,


" Kenapa Ta? " Tanya Via


" Yesss Vi, nilai aku bagusss" jawab Rista suka cita, itu artinya beasiswanya kemungkinan diperpanjang lagi. " aku harus langsung ngurusin beasiswa "


" Wahhh selamat ya Taa.... " peluk Dede, dia ikutan bahagia karena Rista kemungkinan dapat beasiswa lagi.


" Ya udah kita tungguin aja " Usul Rafa


" Tapi aku kan lagi kerja magang " Ujar Via sedih


" Yaudah nanti kalau kamu libur kita hangout bareng" ujar Rafa, Ahh... ternyata Rafa baik juga


" Oke deh " jawab Via sambil tersenyum, kemudian dia pamit untuk melanjutkan kerja magangnya. Tinggalah mereka menunggu Agi dan Rista. Ngga begitu lama keduanyapun selesai dari bagian Akademik.


Rafa mengajak mereka untuk makan siang di sebuah Mall,dan semuanya sepakat, akhirnya mereka semua menuju ke Centro Mall berasama sama, Agi yang kebetulan menggunakan motor, menyimpan motornya di kampus, dan semuanya pergi menggunakan mobil Rafa.


Centro Mall berada tidak jauh dari pusat kota Bandung, meski tengah kota, Mall tersebut terasa sejuk, mengusung konsep green mall sehingga banyak pepohonan besar yang di biarkan tumbuh, selain itu ada skywalk yang terbuat dari kaca menambah kenyamanan mall tersebut, konsep semi outdoor mall yang di tawarkan centro mall mampu menarik banyak pengunjung, kebanyakan adalah anak anak muda yang ingin hangout.


Rista dan teman temannya memilih sebuah restoran all you can eat makanan korea, belakangan ini memang konsep seperti itu sedang di minati.Dan sekarang kelima orang itu sudah mengelilingi meja makan, hot pot dan grill pan sudah tersaji depan mereka.


" Eh Ta, gimana kabar Ahmad ?" Tanya Raffa membuka pembicaraan.


" Uhukkk.. " Rista tersedak mendengar pertanyaan Raffa


" Eh.. nggaa apa apa Ta?" Tanya Agi sambil menyodorkan minuman, memang belum semua orang tau Rista dan Ahmad udah putus


" Mereka udah putus Fa " Dede yang menjawab pertanyaan Rafa


" Hah putus, eh... kok bisa ?" Anwar yang kali ini kepo, sementara Rafa terus memperhatikan Rista, Rista sudah lumayan tenang sekarang.


" Iya bisa lah An, namanya juga pacaran " Jawab Rista, Ahh... kenapa teman temannya ini begitu ingin tau, padahal dia sudah berusaha melupakan Ahmad.

__ADS_1


" Yang sabar ya Ta " ujar Agi sambil mengusap punggung Rista, dia prihatin karena sebetulnya dia yang menyarankan Ahmad putus dengan Rista, setelah mengetahui bagaimana perasaan Ahmad. Rafa memperhatikan sikap Agi, sepertinya ada perhatian lebih yang di berikan Agi, atau hanya perasaan nya saja kah.


" Aku ngga nyangka kalian putus " Ujar Rafa lagi


" hati orang siapa yang tau " jawab rista sambil menatap Rafa, ada kesedihan di mata Rista yang di tangkap oleh Rafa.


" Yaudahlah, yang udah biar berlalu " ujar anwar sambil membolak balikan beef di grillpan


" Yap betul, kita nikmatin makanan aja sekarang" sambung Dede, dia tidak ingin Rista menjadi sedih karena mengingat ingat Ahmad.


" Kasian Rista " ujar Agi dalam hati, hatinya pasti sedih lagi mengingat ingat Ahmad.


Rista makan dengan lahap hari itu, meski sempat kepikiran Ahmad,karena di bahas tadi, namun Rista lebih memilih mengingat ingat berita baik, beasiswanya adalah salah satu berita baik itu, beasiswanya sekarang sudah resmi di perpanjang, dan itu sungguh membuat Rista bahagia.


" Jadi kamu dapet beasiswa lagi Ta ? " Tanya Anwar


" Alhamdulillah dapet An, " jawab Rista sambil memasukan fishball ke mulutnya


" Keren.... 3 semester berturut turut dapet beasiswa " Ujar Rafa, cewek sebaik dan sepintar ini di sia siain Ahmad, ucap Rafa dalam hati


" Ya gimana ngga keren, belajar nya aja keren dia mah " Ujar Dede


" Yeee.. biasa aja De akumah " Jawab Rista merendah


" apa rahasianya Ta dapet beasiswa terus " Tanya Agi


" Apa ya? ya nilainya jangan turun heheheh " jawab Rista sambil bercanda


" Yeeee... ya itumah kita juga tauu " jawab Anwar, diiringi tawa yang lain.


Rafa dan Agi sama sama kagum dengan Rista. Bedanya, Agi sedikit kasian juga dengan cerita Rista, sedikit banyak Agi tau bagaimana Rista diperlakukan oleh Ahmad, karena Ahmad teman baiknya, dan sering curhat.


" Oh iya temen temen, maaf, aku harus pamit duluan " Ujar Agi sambil melihat ke arlojinya


" Lho kenapa Gi ?" Tanya Rista sedikit kecewa


" Iya Gi, kita kan belom beres nih " Ujar Rafa


mereka memang baru menghabiskan setengah makanan mereka, dan masih banyak tersisa waktu.


" Iya nih maaf banget ya, Aku baru keringetan ada kerjaan, duh sorry banget ini " jawab Agi penuh penyesalan.


" Yahhh Agi mahh.... " Dede ikutan kecewa juga.


" Oke, gini aja, bill makanan ini biar aku yang bayar yah, next time kita bisa hangout lagi " tawar Agi


" Eh jangan Gi, kan aku yang ngajak ke sini " Ujar Rafa, ngga enak. masa Agi yang bayar bill mereka, padahal dia yang mengusulkan kesini, di tambah Agi pulang duluan.


" Oke deh, gini aja, sebagai permintaan maaf aku, setengahnya ini aku yang bayar ya,sisanya kalian, gimana?


" nah gitu aja " jawab Dede, dia merasa ngga enak juga masa Agi yang bayar.


Agi kemudian menyerahkan uang ke Rista, kemudian berpamitan. ada telepon mendadak dari Ahmad sehingga dia bergegas pulang, padahal dia sudah memberitahukan bahwa dia sedang bersama Rista.


Sementara itu Rista melanjutkan menikmati hidangannya bersama Dede dan yang lainnya, ternyata mereka cukup banyak mengambil makanan, dan sekarang mereka semua kekenyangan.

__ADS_1


***


__ADS_2