Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 90 ( I am Fine)


__ADS_3

Rista menggenggam kuat tangan Agi, seolah ingin meminta Agi menguatkannya dari pemandangan itu. Tak dipungkirinya Ahmad pernah mengisi hari harinya. Juga Ane, diapernah menjadi penopang kala hatinya lemah. Padahal Ane faham betul bagaimana saat hatinya porakporanda oleh Fahry, betapa sakit hatinya saat dulu mengetahui kenyataan bahwa Fahry ternyata memiliki Laras. Dan Ane pun tahu, bagaimana dia menyerahkan hatinya untuk Ahmad.Lalu setega itu dia merebut Ahmad dari sisinya. Meski hingga saat ini Rista tak pernah mencari tahu alasan Ahmad menduakan dirinya, pun Rista tak berusaha mencari tahu alasan Anne merebut Ahmad. Saat dulu mengetahui perselingkuhan Ane dan Ahmad, sudah cukup bagi Rista tanpa perlu mencari tahu alasan mereka.


 Mata Agi mengekor arah pandangan Rista, Genggaman tangan kekasihnya itu terasa semakin erat. Mata Rista jelas menatap ke arah sesorang, Ahmad dan Ane, mereka kini bersebrangan. Ane dan Ahmad di arah menaiki stage, sedangkan Rista, Agi dan geng liliputhnya di arah menuruni stage.


" Dateng juga mereka, ngga tau malu " ujar Agi perlahan. nyaris tak terdengar


" Udahlah, biarin aja. Aku ngga mau ngerusak acara Rafa dan Marinda" Ujar Rista sambil menarik tangan Agi menjauh dari stage. Anwar dan geng liliputh pun melihat pemandangan itu. Mereke menggelengkan kepala, seolah sama dengan jalan fikirannya Rista dan Agi. *" Kok mereka berdua sampai hati datang ke acara pertunangannya Rafa" * Ujar geng liliputh dalam hati.


Rista lebih memilih mengalihkan perhatian dan tidak memperdulikan kehadiran Ahmad dan Ane. Rista dan gengnya lebih memilih menikmati pesta Marinda, mencicipi hidangan sambil mendengarkan lantunan musik dari band penghibur. Rista sudah bertekad dalam hati. Hari itu dia tidak akan memperlihatkan sisi lemahnya, dia akan terlihat baik baik saja di hadapan Ahmad dan Ane. Apalagi kini di sampingnya ada Agi dan liliputh. Dan sepertinya Ane dan Ahmad pun memang menghindari Rista dan gengnya, terlihat dari mereka berdua lebih berbaur dengan teman teman kampus yang lain, meskipun tidak ada satupun yang menyinggung tentang hubungan mereka berdua, namu Rista yakin, sebagian besar dari mereka pasti merasa aneh mengapa Ane dengan Ahmad.


" Are you ok Ta?" Tanya Agi sambil menggenggam tangan Rista dengan lembut


" I am fine Gi, aku ngga apa apa" jawab Rista sambil tersenyum , Agi selalu lembut padanya, sejak dulu, salah satu anugrah yang Tuhan berikan adalah bisa bersama Agi sekarang.


"Kalo kamu ngerasa ngga baik baik aja, kita bisa pulang kapanpun Ta, ngga usah nunggu sampe acara selesai. toh pertungan Marinda dan Rafa tadi sudah di laksanakan.


Rista menggeleng, ini adalah ssalah satu kesempatan bagi dia untuk memperlihatkan pada Ane dan Ahmad bahwa perlakuan mereka ke Rista tidak berpengaruh apa apa.

__ADS_1


" Its Ok Gi, aku akan bilang kalo aku emang pengen pulang" jawab Rista yakin. Geng liliputh pun sama, mereka mengerti apabila Rista ingin pulang, karena merasa ngga nyaman dengan kehadiran Ahmad, kapanpun mereka siap pergi dari acara itu. Namun, justru semakin gengnya dan Agi mengajaknya pulang, semakin yakin pula Rista untuk tetap tinggal di pesta itu, meskipun Rista tau, bukan hanya liliputh yang mengkhawatirkannya, dari atas stage, Rafa beberapa kali menatap ke arahnya, memastikan bahwa dia tetap baik baik saja. Dan Rista membalasnya dengan senyuman.


" i am fine, and always fine " Ujar Rista dalam hati. Sungguh sedikitpun tidak ada dendam dihatinya. dia hanya ingin benar benar menunjukan bahwa dirinya memang baik baik saja. dan bahwa perlakuan Ahmad dan Ane terhadapnya tidak berpengaruh sama sekali. justru malah membuatnya semakin kuat.


Agi, merangkul bahu Rista erat, kini mereka di depan stage pemain musik, seorang penyanyi membawakan lagu janji suci dengan apik. Agi berjanji, dia akan selalu berusaha membuat Rista bahagia.


" saat pulang ke Jakarta nanti aku bakalan langsung bawa kamu di depan mama sama papa aku,aku pengen kita juga tunangan " ujar Agi sambil memeluk Rista dari belakang.


" Hey, mesra mesraan di depan orang banyak, belom muhrim tau" Ujar tami sambil melempar tissue ke arah Agi dan Rista .Mereka kemudian tertawa bersama, gengnya tau Tami hanya bercanda mengucapkan itu. Mereka sama sama tau kalau Agi memiliki batasan.


Band pengiring di atas stage terus memainkan lagu lagu romantis, sehingga atmosfer pesta itu terasa hangat dan di penuhi cinta. acara kini menjadi lebih santai Marinda dan Rafa telah turun dari stage dan berbaur dengan tamu undangan. Sesekali menyapa para tamu juga rekan rekan wartawan, kemudian mendekat ke arah Rista dan Gengnya.


" Makasih banget yaaa..bkalian udah mau dateng " Ujar Marinda sambil menggandeng tangan Rafa


" Emang yaaa kalian tuh udah cocok banget, kapan jadinya nih nikahannya" Tanya Dede lagi


Rafa tersenyum simpul mendengar pertanyaan Dede.Begitu juga dengan Rista dan Agi. Rafa menggaruk bagian kepala yang tak gatal, bingung dengan pertanyaan Dede.

__ADS_1


" As soon as possible De, aku masih harus cocokin sama jadwal kan" Jawab Marinda. Seolah dia tau dengan bahasa tubuh Rafa. " Iya kan sayang ?" Tanya marinda sambil menoleh mesta kenarah Rafa.


Rafa mengangguk mengiyakan.


Saat mereka sedang asyik bercengkrama di deoan stage, tiba tiba Ahmad dan Ane berjalan menghampiri.


" Hay " Ujar Ane sambil tersenyum ramah dan menggandeng lengan Ahmad. di sebelahnya Ahmad tampak tersenyum santai . Agi tak habis fikir apa yang di inginkan oleh kedua orang ini. Tak bisakah mereka sekarang melihat situasi.


" Hallo.. makasih udah dateng ya" Ujar Marinda ramah, dia memang belum tahu tentang hubungan Ane dan gengnya.


" Sama sama, selamat ya, semoga bahagia selalu ,langgeng dan lancar sampai nanti" ujar Ane lagi, dia sengaja memberi penekanan pada setiap perkataan nya seolah ingin menegaskan bahwa akhirnya Rafa dengan Marinda, bukan dengan Rista.


" Makasih udah dateng Mad" Ujar Rafa sambil mengulurkan tangannya kepada Ahmad, mereka bergenggaman, namun geng liliputh tau, itu bukan sekedar jabatan tangan. Ada emosi yang bercampur di sana.


Mata ane kini beralih ke arah Rista dan Gengnya


" Apa kabar Ta, lama ngga ketemu" Ujar Ane basa basi sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Rista membalas jabatan tangan Ane.


" Baik Ne, sangat baik malah, Jakarta ternyata lebih menyenangkan" Jawab Rista santai sambil tersenyum. Rista takan membiarkan Ane ataupun Ahmad melihat kesedihannya dulu saat dia berpisah dengan Ahmad. No more, tak ada lagi tangisan untuk Ahmad sejak hari itu.


__ADS_2