
Mata Rista mungkin terpejam saat itu, namun tidak dengan pendengarannya, tidak juga dengan hatinya. Telinganya jelas mendengar seluruh percakapan dengan wanita yang di sebut sebagai Laras, juga obrolan Fahry dengan Liliputh, ingin sekali Rista bangun saat itu dan menghampiri mereka semua, namun hatinya sakit, teramat sakit, bahkan Rista bisa merasakan tenggorokannya tercekat seperti menahan sesuatu. Ya... menahan rasa sakit hati , kecewa, rasa marah, semuanya bercampur dalam hatinya.
Malam itu semua anggota genk liliputh menemaninya, Rista merasa beruntung mempunyai mereka yang begitu perhatian. dan tidak ada satupun dari mereka yang menyinggung tentang Fahry. Padahal tanpa mereka tau, Rista sudah mengetahui semuanya. Siang harinya dokter sudah mengizinkan Rista untuk pulang, anggota geng liliputh menyambut dengan senang, Anne yang kebetulan punya kendaraan mendapat tugas menjemput Rista, sedangkan yang lainnya menunggu di kostan Rista, dan lagi lagi tidak ada yang membahas tentang Fahry.
Fahry pun bukan tidak berusaha menghubungi Rista, sejak pulang dia dari klinik dengan laras, dia mencoba menghubungi Rista, namun hpnya selalu tidak aktif, pesan pun tidak ada yang di balas, mengirim pesan ke geng liliputh? mengingat bagaimana mereka terakhir bertemu, Fahry jadi agak sungkan.
" Makasih ya Ne, udah sempetin jemput" ujar Rista sambil merapikan pakaiannya
" sama sama Ta, aku seneng kamu cepet sembuh"
" Ihh apaan sih, akukan cuma maag doang Ne" ujar Rista sbil menyenggol sikut Ane, mereka kemudian tertawa dan berjalan menuju mobil Ane. Sesampainya di Kostan Rista mendapati geng liliputh sudah menyiapkan banyak sekali makanan untuknya, katanya sebagai perayaan karena Rista sudah sembuh. Ahh terkadang gengnya itu suka lebay,padahal Rista hanya di rawat semalam gara gara maag.
***
Tanpa terasa hari silih berganti, Rista berusaha fokus ke ujian semesternya, berusaha keras melupakan Fahry, menghindari Fahry sebisa mungkin, untungnya sedang ujian, jadi Fahry agak kesulitan menemukan ruang ujian Rista, begitu juga dengan telepon Fahry, tak ada satu pun yang di jawabnya, pesan pun tidak ada yang Rista balas. Meski sebetulnya Fahry berhutang penjelasan pada Rista, namun sekarang begitu sulit menemui Rista, ditambah geng liliputh pun begitu protektif padanya.
Rista sakit hati? tentu saja, bagaimana tidak Rista merasa di permainkan, dia begitu merasa di perhatikan, namun dia juga merasa di bohongi, karena sebetulnya Fahry telah memiliki pasangan, meskipun sebetulnya Rista tak pernah bertanya akan hal itu.
" Ta, kita perlu ngobrol... " Fahry tiba tiba muncul di hadapan Rista, ujian hari itu telah selesai, sialnya dia sedang tidak seruangan dengan Dede. Beberapa teman sekelas Rista sempat melihat ke arahnya,
" Mau ngobrolin apa kak? Rista sudah tau semuanya" ujar Rista dingin
" Semuanya? yang kamu dengar di klinik belum semuanya, ayo ikut aku" Fahry menarik tangan Rista menuju keluar kelas.
__ADS_1
" Aku bisa jalan sendiri kak" ujar Rista sambil menghempaskan tangan Fahry, hatinya sedih melihat bagaimana kini dia dengan Fahry. Rista mengekor Fahry menuju mobilnya.
Di dalam mobil, Rista menolak pergi kemana mana, lebih baik semuanya cepat selesai.
" Kakak mau ngomong apa" tanya Rista, memulai pembicaraan ini dia sudah siap dengan kemungkinan terburuk nya.
" kakak minta maaf ya" ujar Fahry, nyalinya begitu menciut sekarang,
" Minta maaf untuk apa kak? " Rista ingin semuanya jelas sekarang, tidak abu abu seperti dulu.
" Untuk semuanya, kamu mungkin kecewa dengan kakak"
" Atas dasar apa aku harus kecewa, marah dan yang lainnya kak, kita tidak ada ikatan apa apa kan sebetulnya " sungguh sakit sekali Rista mengucapkan kata kata itu " Rista ngga pernah tau kalau kakak bahkan sudah punya pacar " ujar Rista lagi. air matanya tiba tiba menetes begitu saja.
" sudahlah kak, apapun alasannya, baiknya kakak simpan, jujur Rista meras di bohongi, meskipun kakak ngga pernah bilang kalau kakak sudah punya pacar, namun perhatian kakak, dan segalanya yang kakak berikan membuat Rista salah arti dan berharap lebih, ini kesalahan Rista sendiri "
Fahry tak kuasa menahan dirinya, dingenggamnya tangan Rista yang kini sudah menangis,
"Apapun alasan kakak, Rista mohon mulai sekarang menjauh lah dari Rista, Rista tidak ingin di cap sebagai perebut kekasih orang "
" Ta... ngga ada yang berfikiran begitu Ta... "
" lantas apa sebutan yang cocok kak, sadarkah kakak, kalau kakak sudah punya pasangan namun malah perhatian ke orang lain, itu sangat menyakitkan kak, menyakitkan bagi aku juga bagi pacar kakak" Ujar Rista setengah emosi. dadanya turun naik,menahan gejolak di dirinya.
__ADS_1
" Laras tau aku dekat dengan kamu Ta"
ohh jadi namanya laras... Ujar Rista dalam hati.
" Ta sungguh aku ngga pernah ada niat buruk Ta, Laras pun mengizinkan aku mendekati kamu Ta"
" tapi Rista ngga mau di dekati dengan lelaki yang sudah mempunyai pasangan kak, sudahlah kak, mari sama sama menjauh, Rista ngga ingin semua ini menjadi rumit. Kalau kakak sudah tidak ada yang mau di obrolin lagi Rista pamit " Ujar Rista sambil membuka pintu mobil. namun tangannya di tahan oleh Fahry.
" Tunggu Ta, Aku punya alasan"
" Apapun alasannya Rista sudah tidak peduli kak,itu sudah tidak ada gunanya sekarang" Rista masih berusaha melepas kan tangan nya dari Fahry, dia membuka pintu mobil, tangan Fahry masih kuat memeganggnya
" Ta, kamu mirip adik aku yang meninggal saat kecelakaan dengan Laras " ujar Fahry, Rista sedikit terkejut, namun dia tetap melangkah keluar dari mobil, dan berjalan menjauh. tepat saat itu Laras datang menghampiri, hati Rista semakin sakit melihatnya. Rista terus berjalan tanpa menengok lagi ke belakang.
***
Dan disinilah Rista Sekarang, butuh perjuangan bagi Rista melupakan Fahry, Rista yang sudah terbiasa ada Fahry, memberikan perhatian menghiburnya, menjadi teman curhatnya setelah liliputh, kini Rista harus terbiasa sendiri.
6 bulan berselang dari kejadian itu, Rista masih sering melihat Fahry di kampus, sempat berpapasan beberapa kali, namun mereka bagai dua orang asing yang tak saling mengenal. luka Rista terlalu perih untuk di buka lagi dengan sekedar sapaan " Hay " atau hatinya yang sudah berusaha dia kuatkan akan rapuh lagi hanya dengan sebuah perhatian. Tak lama setelah itu Rista mendengar kamabr Fahry lulus dari jurusan Informatika dengan gelar Cum Laude dan melamar Laras. saat itu Rista benar benar menutup segala sesuatu tentang Fahry.
Fokusnya hanya untuk kuliah, kuliah dan Futsal, mencurahkan semua tenaganya di sana, menutup diri dari semua yang bernama lelaki, dan hanya berusaha menyenangkan dirinya sendiri.
Liliputh masih selalu setia menemani, mengisi hari harinya, menghiburnya, menguatkannya, oleh karena itu Rista sangat berterima kasih pada mereka, ternyata merekalah yang memeluknya di saat yang Rapuh. Hingga suatu ketika Anne mengenalkan dirinya pada Ahmad, lelaki yang manis dan baik menurut Rista, dengan hati hati Rista membuka hatinya untuk Ahmad. sejauh ini, Ahmad belum membuatnya kecewa. meskipun harus beradaptasi dengan kebiasaan Ahmad, namun Rista dapat mentoleransi itu, Ahmad lah yanhbdapat menyembuhkan luka hatinya, menghapus sedikit kenangan tentang Fahry.
__ADS_1