Rafa Rista

Rafa Rista
Eps.64 ( kepergian Rona)


__ADS_3

Rafa mengusap bibirnya yang perih, darah menetes di sana.


shittt kenapa jadi gini sih


Ujar Rafa dalam hati. setengah kesal setengah malu dengan kejadian barusan. pengunjung cafe sudah kembali ke tempat mereka, namun beberapa orang masih berbisik bisi.


Rafa melihat kalung Rista yang di genggamnya, kemudian tersenyum miris.


giliran bener bener suka sama cewek malah gini


Ujar Rafa lagi dalam hati. Dia kemudian merogok dompet di sakunya dan mengeluarkan tiga lembar uang seratus ribuan, kemudian pergi meninggalkan Artemis.


dddrrttt.. ddrrrtt...


Rafa menarik handphone dari saku celananya,


one message from Marinda


"Sayang, dua hari lagi aku ke Jakarta. kita buat konferensi pers hubungan kita ya,biar nanti manager aku yang atur"


Rafa menghela nafas, kini hubungannya dengan Marinda malah semakin sulit untuk berpisah. Rafa hanya membalas singkat pesan Marinda. Sudahlah, perasaannya ke Rista mungkin memang harus layu sebelum berkembang.


***


Apartemen Rista jam 8 malam


sejak pulang dari Artemis sore tadi, Rista langsung masuk ke kamar. memutar musik klasik dan menghidupkan aroma terapi, dia butuh penenang untuk meredakan semua emosi yang ada di hatinya. namun tiba tiba Rona mengetuk pintunya.


" Ri.. "


" Ya . tunggu" Ujar Rista singkat sambil membuka pintu kamarnya


" Ada yabg mau aku obrolin" Ujar Rona. Rista mengangguk,kemudian keduanya menuju balkon. Udara malam menerpa keduanya.


" Aku minta maaf,udah banyak mencampuri urusan kamu dan Rafa"


"Ngga apa apa Kak" jawab Rista singkat

__ADS_1


" Kamu adalah amanah dari mami dan papi yang harus kakak jaga" Ujar Rona lagi, dia ingin Rista faham,bahwa bila sesuatu terjadi pada Rista, maka Rona lah yang akan bertanggung jawab.


"Ya kak aku ngerti" Ujar Rista lagi singkat, dari dulu memang Rona lah yang akan selalu pasang badan paling dulu apabila terjadi sesuatu pada Rista.


" Kakak ngga mau kamu salah faham Ri"


" Aku ngga salah faham kak, aku ngerti kenapa kakak bersikap kaya gitu tadi"


" Syukurlah kalau kamu ngerti. Kakak ngga ingin kamu kenapa kenapa. Sekarang masih ada kakak di Deket kamu, masih ada yang ngingetin dan ngelindungi kamu kalau kakak jauh gimana? kamu harus bisa jaga diri dan memilih mana yang baik mana yang ngga" Ujar Rona panjang lebar.


Rista menatap ke kakaknya, kenapa Rona tiba tiba berbicara seperti itu.


" kok kakak bilang gitu?"


" Ri,kamu juga kan sudah dewasa"


"iya,tapi kenapa kakak bilang kaya gitu" Tanya Rista aneh "kakak mau pergi?"


" Iya.."


" hah... kemana? kok ga bilang? kakak bohong "


Rista menggeleng kuat kuat, bagaimana mungkin Rona tega meninggalkan nya di tengah kecamuk yang baru saja di hadapinya.


" Dulu juga kan kamu bisa tinggal di Bandung sendiri"


" Tapi kan Ri biasa bareng kak Ona di sini"


" Kalo kamu mau, mami dan papi akan pindah ke Jakarta"


" hhmmm..." Rista hanya berguman,tinggal bareng mami sama saja menghilangkan kebebasan Rista. mami dan papi sunggung sangat over protektif pada Rista.


" Kalo kamu ngga mau tinggal bareng mami dan papi, berarti kamu harus bisa jaga diri, jangan nyari masalah, lebih dewasa Ri... kamu harus bisa bedain mana yang bener dan ngga" ujar Rona lagi.


" kakak mau pergi kemana?" tanya Rista lagi


" Bali" jawab Rona singkat

__ADS_1


" jauh amat kak, Rista di sini sama siapa dong"


" deket kok,apalagi dari sini,pake pesawat doang,2 jam juga sampe" ujar Rona becanda


" Kak Rona.... " Rista mencubit gemas tangan kakaknya


," hahhahaha serius, kamu bisa nyusul kakak ke sana kalo mau, sambil main"


" kakak ngapain ke sana?" tanya Rista lagi


" Riset, papi kan bentar lagi mau pensiun dari bisnis kakak juga harus kemvangin bisnis kita,kakak mau riset di bali,bagus ngga kalau kita buat workshop di sana untuk fabrikasi body kendaraan" jelas Rona


" kenapa harus Bali kak? kwnapa ga Jawa Barat aja, lebih bagua kayanya buat industri "


" udah padet di sini Ta, kakak juga di sana mau riset dulu, penelitian. makanya mungkin agak lama"


" Ohh gitu .. tapi kan kakak bisa sering bolak balik ke Jakarta "


" Ya bisa aja, tapi kakak juga harus fokus. ini kan usaha baru buat kita" ujar Rona lagi.


mau ngga mau Rista harus merestui kepergiN Rona. dia mesti bisa menghandle semua kesibukan di Kantor saat Rona ngga ada.


" kalo kamu kerepotan,nanti kamu ambil asisten aja,"


"iya... gampang. kak Ona kapan pergi?"


" Lusa.. hehehehhe" jawab Ron sambil nyengir, adiknya pasti protes.


" Ihh Kakak.. kok cepet banget sih, Ri kan blom siapin apa apa kak, blom persiapan d tinggalin Kak Ona" Jawab Rista sambil memukul lengan Roba lagi.


Rona hanya tertawa melihat tingkah adiknya,kemudian di rangkulnya Rista.


" Ri,kamu juga harus belajar tumbuh, dewasa, menghadapi semua masalah, kamu ngga bisa ngandelin kakak terus, kelak akan datang masanya kamu harus menghadapi semuanya sendiri" Ujar Rona sambil mengelus pundak adiknya. Bagi Rona, kepergiannya sekarang memang terasa lebih berat, karena meninggalkan Rista di saat suasana hati adiknya sedang kacau. ditambah Rista tidak punya teman dekat atau sahabat di Jakarta, paling paling hanya Agi yang bisa di mintai. tolong kalau ada apa apa. Agi sudah mewanti wanti kedua orangtuanya untuk tidak menyusul Rista ke Jakarta. kepergian Rona sekarang untuk melatih kemandirian Rista dan juga kedewasaan Rista. karena kelas Rista dan Rona lah yang akan meneruskan bisnis keluarga mereka.


***


Di tempat lain...

__ADS_1


Video kejadian di Artemis antara Rona,Rista dan Rafa mulai tersebar lewat pesan dan sosial media dan sosmed, beberapa caption malah menyebutkan Rista sebagai pelakor. dan si pengirim pesan misterius pun mengetahui video kerjadian di Artemis, senyumnya tersungging sinis.


__ADS_2