
Semakin hari kondisi Rista semakin membaik, tanpa terasa sudah 2 minggu lebih Rista berada di rumah sakit, dia juga sudah mulai melatih kaki dan tangannya. Rista bersemangat ingin segera pulih dan kembali ke kampus, meskipun sebetulnya dia tau, karena insiden kecelakaan ini dia terpaksa harus izin cuti dulu dari perkuliahannya. Sebetulnya bila Rista mau, Rista bisa saja tidak cuti, hanya Rista harus bisa mengejar ketinggalannya materi selama ini. Namun sepertinya Rista merasa dirinya akan kewalahan kalau harus mengejar materi segitu banyak, oleh karena itu dia lebih memilih cuti.
Pagi ini adalah hari terakhir Dokter Reza memeriksa keadaannya, Menurut hasil pemeriksaan kemarin, rontgen, pengecekan fisik dan yang lainnya Rista dalam keadaan baik, Dokter Reza bahkan takjub sendiri melihat kondisi Rista yang cepat pulih dan tidak meninggalkan trauma.
" Selamat ya mbak Rista, sekarang sudah pulih " ujar Dokter Reza sambil mengecek laporan terakhir keadaan Rista
" Sama sama Dok, terimakasih juga sudah telaten merawat saya " jawab Rista sambil tersenyum
" Setelah ini hanya perlu rawat jalan dan kontrol saja, kontrol paling cepat 3 hari lagi, tapi kalau ada keluhuan, anytime bisa kontak saya atau dateng langsung ke sini "
" Baik Dok " Rista mengiyakan
" Apa ada hal yang harus di hindari Dok?" Tanya Rona, yang saat itu kebetulan menemani Rista
"untuk makanan tidak ada yang di pantang ya, hanya untuk aktifitas fisik, jangan terlalu memaksakan diri dulu ,lakukan aktifitas secara bertahap ya" ujar dokter Reza lagi
" Ohh begitu, baiklah kalau begitu "
"Baiklah ini resep untuk tiga hari kedepan, Selamat atas kesembuhan ya,Mbak Rista sudah boleh pulang hari ini " Ujar dokter Reza sambil menyerahkan selembar kertas resep kepada Rona
" Terimakasih banyak dokter " Ujar Rona sambil menerima resep tersebut dan menyalami dokter Reza.
" Sama sama Mas Rona, sampai ketemu lagi" Pamit dokter Reza.
Rona dan Rista mengangguk mempersilahkan Dokter Reza keluar. Sepeninggalan Dokter Reza, Rista membantu Rona berkemas, ternyata cukup banyak barang barang yang mereka bawa kerumah sakit, kebanyakan adalah baju baju Rista. juga beberapa peralatan kantor Rona.
__ADS_1
" Ta, Kak Ona tinggal sebentar ya, kakak mau ambil obat dan beresin administrasi. Kalo kamu ngga kuat beres beres nanti sama kakak aja, kamu duduk aja"
" Iya kak, aku beres beresnya yang mudah mudah kok" jawab Rista sambil memasukkan perawatan tubuhnya ke dalam tas nya.
" Ya udah, pokoknya jangan di paksain " Ujar Rona lagi. Rista menggangguk meng-iya kan. Kemudian Rona meninggalkannya sendirian di kamar.
Sepeninggalan Rona, Rista masih memnereskan beberapa barang miliknya. Baju baju miliknya sudah di rapikan sebetulnya oleh Rona, dan dimasukan ke tas nya, kemarin kemarin saat sakit rasanya Rista tidak terlalu sering berganti baju, paling hanya 2 kali sehari pagi pagi dan saat mau tidur, namun sekarang saat packing pulang ternyata banyak juga. bahkan ada bantal juga, bantal leher bantak tidur, bahkan Rona sendiri membawa bantal. Padahal mereka tidur di kamar VIP, dimana sebenarnya kebutuhN mereka sudah tersedia. Rista sudah selesai mengemasi barang barang pribadinya, yang tersisa sekarang tingal barang barang pribadi Rona dan beberapa berkas kantor juga laptop yang masih menyala.
" Ahh Kak Rona, bahkan sampai harus bawa kerjaan ke rumah sakit " ujar Rista sambil mulai membersakan peralatan kerja Rona, dia duduk di depan laptop, hendak membereskan beberapa dokumen di sebelah laptopnya, namun matanya tiba tiba melihat sesuatu di laptop Rona. Rista tidak yakin dengan apa yang dilihatnya, dia kemudian meraih mouse di sebelah laptop Rona dan dan mempejelas layarnya.
" Hah... " tangannya otomatis langsung menutup mulutnya, dadanya tiba tiba berdetak lebih cepat. Nafasnya terasa turun naik. hatinya seperti di tusuk jarum, perih. Di layar tampak CCTV cleanboss, tempat usaha Rona. dia jelas melihat, matanya tak mungkin salah melihat. di melihat Ahmad merangkul mesra seorang wanita di lantai dua. mereka sedang memperhatikan mobil yang sedang di servis di lantai satu.
Rista menyandarkan badannya ke sofa, namun matanya masih belum terlepas dari layar di laptop Rona. luka lamanya terasa kembali, sakit, bahkan sekarang lebih sakit. Dia melihat Ahmad dengan salah satu sahabatnya, meski dia dan Ahmad sudah putus, namun dia tidak menyangka, Ahmad akan setega itu, begitu juga dengan sahabatnya.
Rista menutup matanya, dadanya sesak sekali, tangannya sesekali memegang dadanya yang terasa sakit, sesak.
Tanpa sadar air mata mengalir di pipi Rista, tangannya menggenggam dadanya kuat kuat, perasaan di khianati sahabat, perasaan kecewa, luka, sakit hati semua bercampurnya di dadanya, Ahhhh.... ingin sekali Rista berteriak. mengapa mereka setega itu,... Itulah yang Rista ulang ulang dalam hatinya. dia menangis hingga sesegukan. CCTV masih menangkap sosok mereka berdua.
Rona yang kembali dari ruang administrasi terkejut mendapati adiknya menangis di depan laptop kerjanya, seingatnya tadi dia tidak sedang memperlihatkan sesuatu yang menyakitkan,dia hanya sedang memperhatikan para pekerjanya di cleanboss
" Ry, kamu kenapa?" Tanya Rona panik, dia segera menghampiri rista dan merangkulnya, matanya menatap ke arah laptopnya
" kenapa mereka tega kak?" tanya Rista sambil sesegukan di pelukan Rona
"Ry.... " Rona merangkul adiknya, matanya menatap laptop, terlihat jelas di sana, Ahmad merangkul seorang wanita, Rona pernah melihat wanita itu. Wanita yang cantik, berambut panjang lurus dan tampak anggun, wanita yang pernah menjenguk Rista bareng dengan teman teman lilipthnya yang lain, wanita yang menyebabkan Ahmad memutuskan Rista, Wanita yang membuat pertengkaran di koridor antara Rafa dan Ahmad.
__ADS_1
ya...
Wanita itu adalah Ane...
Ane, sahabat Rista di liliputh, Ane yang sering mendengar keluh kesah Rista sama seperti sahabat sahabatnya yang lain. Ane yang Rista anggap sebagai sahabat, namun ternyata adalah orang yang menyakitinya juga sama seperti Ahmad.
" Kakak sebenarnya udah tau Ry " Ujar Rona sambil memeluk Rista, membenamkan adik kesayangannya itu ke dalam pelukannya " Maafin kakak merahasiakannya dari kamu Ta " Rona semakin erat memeluknya, namun Rista tiba tiba melepaskan pelukan kakaknya itu dan menatapnya
" dari kapan kakak tau?Kenapa ngga kasih tau Ry"
" Waktu Ahmad menjenguk kamu.kakak baru menyadari saat itu. waktu kamu operasi, Ahmad datang ke cleanboss bersama perempuan itu, ya perempuan yang menjenguk kamu juga, bersama liliputh " ujar Rona,dia menatap Rista, ada rasa sakit disana, luka lama yang terbuk kembali. " waktu itu kakak baru menyadari, saat kamu Operasi, kakak dan Rafa melihat mereka berdua di cleanboss, Rafa bahkan memotret rekaman itu dengan hanphonenya, ternyata kakak baru menyadari, waktu itu Rafa sedang menyimpan bukti bahwa Ahmad ada hubungan dengan perempuan itu. Pertengkaran Rafa dan Ahmad waktu itupun pasti karena hal itu " Rona memberikan penjelasan.
Rista menutup matanya, entah apa yang harus di ucapkannya. Kenyataannya sekarang dia tau, ternyata Ahmad berhubungan dengan sahabatnya, dan yang lebih mengecewakannya, ternyata sahabatnya itu tega melakukan itu padanya, padahal selama ini Ane tahu betul seperti apa perasaannya pada Ahmad.
" hah... " Rista menghela nafas, semuanya seperti berkejaran di fikirannya, semua rekaman bersama dia dan Ahmad terbuka lagi, termasuk saat dia,Ahmad dan Ane bersama, saat mereka hangout bersama, mengapa saat itu Rista tidak pernah curiga sama sekali. Mengapa dulu dia tidak pernah curiga saat Ahmad meminta Rista berpenampilan lebih feminim seperti Ane. Ahh .. betapa saat itu Rista terlihat sangat bodoh di hadapan ane dan Ahmad. Rist masih menutup matanya, bulir air mata masih mengalir dari sela sela matanya.
Rona yang melihat pemandangan itu tidak tega, di genggamnya tangan Rista.
" Maafin kakak, merahasiakan ini dari kamu " Ujar rona. Dia tau adiknya sangat terluka. baru saja dia mendapat kebahagiaan, diizinkan pulang, namun ternyata, ada kenyataan menyakitkan harus di ketahuinya.
" Ya udahlah Kak, lagian Rista juga sudah ngga sama Ahmad lagi " Ujar Rista sambil mengusap air matanya, kemudian dia beranjak dari tempat duduknya. Rista berusaha mengalihkan fikirannya, dia membereskan beberapa dokumen medis yang tadi di bawa Rona dan memasukannya ke dalam tasnya, kemudian dia duduk di tepi ranjang sambil menonton acara di TV, menunggu Rona membereskan barang barang miliknya.
Rona tau meski Rista berusaha menyembunyikan perasaannya, matanya mungkin menonton televisi, namun Rona tau fikirannya tidak di sana. Rona meraih handphone dari dalam saku celananya
" Rista tau Ahmad dengan Ane"
__ADS_1
Rona mengirim pesan pada seseorang. Kemudian lanjut membereskan peralatannya. Mereka harus pulang secepatnya, berlama lama di rumah sakit mungkin akan semakin menambah luka Rista.