Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 47 ( Strategi Rona)


__ADS_3

Cukup lama Rona dan Agi berbincang bincang sambil melepas rindu. Agi juga menceritakan kalau dia sudah tidak ngekost lagi di Bandung, kepindahan kuliahnya pun sedang di urus.


" Jadi yang semalem aku liat di ComPark itu beneran kamu ya kalau gitu " Ujar Rona sambil menyeruput kopi nya.


" Ohh jadi semalem kak Rona sempet liat aku " tanya Agi, dia semalam memang ke Comercial Park, itu adalah kawasan ruko bisnis di Jakarta Utara.


" Iya, aku jemput Rista pulang les. terus liat kamu di parkiran, tapi aku ragu kamu atau bukan, aku liat plat nomor kamu"


" Jemput Rista?" Tanya Agi aneh.


" Iya, setiap senin, Rabu dan Jum'at Rista les bahasa inggris di Jakarta Language Center " jawab Rona


" Ohh iya itu daerah ComPark juga"


" Eh tapi kamu abis ngapain di sana?" Kini Rona yang penasaran.


" Ohh, itu kak, aku buka toko alat kesehatan gitu, kebetulan orang tua kan dokter, yah nyoba nyoba sih. Tapi belum launching, aku masih prepare barang barangnya" Rona menjelaskan.


" Wahh keren. Usia muda udah mulai bisnis" Ujar Rona kagum.


" Ahh kak Ron, yang keren tuh kakak. usia segini cabang carwash nya udah dimana mana, belum bengkelnya. Aku mesti banyak belajar sama kakak" Puji Rona.


" Ahahaha... Kakak juga ngga tiba tiba kaya gini Gi, ada jungkir balik ya, perjuangannya panjang" Jelas Rona " Bahkan dulu pacar kakak sampe komplain karena kakak ngga ada waktu buat dia"


" Oh Kak Rona punya pacar juga? kok ngga pernah di bawa"


" Dulu punya, Sekarang udah engga" Jawab Rona sambil tersenyum getir.


" Ohh.. udah putus?" tanya Agi lagi sambil menatap Rona


" Ngga, dia meninggal karena kecelakaan" Jawab Rona sambil menatap kosong ke arah cangkir kopinya. Kenangan tentang mantan kekasihnya kembali muncul. Bagaimana dulu mereka bersama sampai sebuah kecelakaan merenggut kekasihnya itu. semua itu masih jelas dalam ingatannya seolah baru kejadian kemarin.


" Maaf kak, aku ngga maksud buat kakak sedih"

__ADS_1


" Ngga apa apa Gi, udah lama juga. Oh iya, kamu ada rencana ketemu Rista?" Tanya Rona mengalihkan perhatian.


" Adalah kak, tapi aku masih bingung, ketemunya gimana. Aku ngerasa bersalah banget sama Rista. Aku takut dia malah lari kalau aku samperin. Kan kaya yang kakak bilang, Rista ke Jakarta biar ngga keinget inget semua kejadian di Bandung "


" Iya, tapi dia masih suka kirim kamu pesan kan?"


" masih kak"


"Itu artinya Rista masih berharap kalian ketemu. Lagian katanya sahabatan, katanya dulu ngga akan ninggalin Rista. Ya kan?" Ujar Rona.


" Iya sih Kak, aku pernah janji kaya gitu" Ujar Rona sambil memainkan handphonenya di tangan. Dia melihat sebuah pesan masuk,di lcd ya tertulis nama 'sweety pie'. Sebuah nick name untuk Rista.


" Nanti kakak aturin biar kamu ketemu Rista. Kamu tenang aja. Kakak selalu dukung kamu Gi" Ujar Rona sambil menepuk pundak Agi.


***


Liburan weekend kali ini benar benar ngga berasa untuk Rista. Sekarang hari senin sudah di depan mata. Karena selama libur dua hari kemarin Rista ngga ada aktivitas apa apa, pagi ini Rista sudah merasa bugar kembali. Ditambah saat mengecek rekeningnya tadi pagi, gajinya sebagai head admin dan accounting di kantor Rona sudah masuk, dan dari kantor papi juga tentunya. Meskipun Rista adik Rona, namun untuk masalah pekerjaan Rona bersikap profesional. Selain untuk melatih Rista,Rona juga tidak ingin pegawainya yang lain cemburu hanya karena Rista adalah adik Rona.


Pagi ini Rona menyiapkan sarapan untuk dia dan adiknya. Sejak bertemu Agi weekend kemarin moodnya jauh lebih baik. Dia ngga perlu terlalu khawatir lagi dengan keadaan psikis Rista. Rona juga yakin Rista ngga akan kesepian lagi sekarang. Dia sudah mengatur strategi agar Agi dan Rista bis lebih sering bertemu dan Rista melupakan tragedi salah faham saat di Bandung.


" Happy banget nih kayanya" ujar Rona sambil mekan omeletnya.


" Ehhehe iya dong kak" Jawab Rist sambil senyum senyum sendiri.


" Emang kenapa, Rafa udah putus sama Marinda?" tanya Rona lagi.


" Ihhh kepo... ahhahaha... bukan lah.. " jawab Rista sambil terus sibuk membalas pesan di ponselnya.


" Terus?" tanya Ron semakin penasaran, dia berharap Rista menjawab karena sedang chatingan dengan Agi.


" Yee kepo... hehehhe... ini liliputh kan lagi ikutan kompetisi futsal putri, kalau mereka menang, nanti pertandingan selanjutnya mereka ke Jakarta " Jawab Rista semangat.


" Ohh gitu... kirain ada apa " jawab Rona. Berarti Agi belum menghubungi Rista, seperti sarannya saat mereka bertemu di Cleanboss.

__ADS_1


" Terus nanti anak anak kampus juga mau ikutan ke Jakarta, Rafa juga mau ikut ngedukung" tambah Rista.


Penjelasan Rista yang kedua membuat Rona menghentikan sarapannya. "hah, Rafa ke Jakarta?" tanya Rona dalam hati.


" Aku seneng akhirnya bisa ketemu Rafa, udah lama banget ngga ketemu dia" tambah Rista. dari raut mukanya jelas sekali terlihat kalau Rista sedang berbunga bunga.


Rista kemudian beranjak dari meja makan dan menuju ke kamarnya. Tak lama kemudian dia sudah kembali. Rona melihat Rista memakai kalung. Kalung yang belum pernah Rona lihat.


" Kalung baru Ta? cieee yang udah gajian langsung belanja" tanya Rona


" Yeee... so tauuu deh kakak... Ini tuh hadiah dari Rafa"


" Hadiah? "


" Iya hadiah, waktu syukuran di Bandung. Baru aku pake sekarang"


" Kok baru di pake?" Rona bertanya selidik. Jangan jangan Rista sudah berpacaran dengan Rafa.


" Ya ngga apa apa kak, baru kepengen aja " Jawab Rista santai, tanpa ada curiga sedikitpun. Dia kemudian memegang liontin kalungnya. Liontin berbentuk segitiga dengan mata biru di tengahnya.


" Ohh... gitu " Jawab Rona sambil memakan lagi omeletnya, dia berusaha setenang mungkin agar gelisahnya tidak terlihat oleh Rista. Selama ini Rona mengira kalau Rista sudah melupakan Rafa, Namun ternyata Rafa memang selalu di hati Rista, seperti yang Agi ceritakan di kantornya.


Hari itu seperti biasa Rona dan Rista pergi ke kantor bersama. Tampaknya berita kedatangan Rafa dan liliputh tadi pagi benar benar jadi mood booster untuk Rista. Sepanjang perjalan ke kantor dia selalu tersenyum. Bahkan saat tiba di kantor pun dia ceria sekali. Rona beberpa kali memperhatikan Rista ruangannya, ruangan mereka memang hanya di batasi oleh kaca, jadi satu sama lain bisa melihat kecuali kalau tirai di tutup. Dan keceriaan Rista benar benar terlihat. Bahkan saking bagusnya mood Rista hari itu beberapa laporan bisa Rista selesaikan dalam satu hari.


Rista menyerahkan laporan keuangan dan rencana anggaran ke ruangan Rona, masih sama seperti tadi pagi, Rista masih cerah ceria. Padahal hari sudah beranjak sore.


" Cepet banget kerjanya, tumben " Ujar Rona sambil melihat laporan yang di serahkan Rista.


" Giliran kalo lama di tanyain muli, eh di kerjain cepet di komplain juga" Ujar Rista sebal. Rista berharap Rona cepat mengecek laporannya, dia ingin segera kembali ke ruangannya dan meneruskan chatingannya dengan liliputh dan Rafa.


" Well, laporannya aku terima,nanti aku koreksi beberapa bagian. Gini dong kerjanya cepet ehehehhee.. " Ujar Rona sambil beranjak dari kursinya dan melakukan peregangan.


" Oke deh kak, udah ya aku balik ke ruangan " Pamit Rista.

__ADS_1


" Oke, oh iya jangan lupa les hari ini " Ujar Rona lagi, dia sudah menyiapkan rencana buat Rista nanti malam. Rista menjawab dengan tanda oke dengan jarinya. Kemudian berlalu menuju ruangannya.


__ADS_2