
tak terasa semester 1 sudah hampir selesai, jadwal kuliah di akhir semester biasanya lebih padat, ada banyak jadwal kuis dan juga deadline dealine tugas yang menumpuk. begitu juga dengan kedekatan Rista dengan Fahry. Rasa rindu kalau ngga ketemu makin hari makin menunpuk. Aktivitas Rista masih sama seperti biasanya, kuliah, mengerjakan tugas, seminggu 2 kali latihan futsal bareng liliputh, di waktu senggang dia bisa ketemuan dengan Fahry, biasanya weekend kalau Fahry sedang tidak sibuk di Bem atau kalau jadwal kuliah ngga terlalu padat.
perkembangan hubungan ? heehheheehehe... Rista sudah tau kalau Fahry care dan peduli padanya, Namun, officially, Fahry belum mengutarakan kalau dia mau jadi pacar Rista, kalau kata lagunya Budi doremi mah *friendzone
malam telfon telfonan, hingga pagi datang..
tetep tak jadian....
sudah banyak perhatian,juga kesempatan,
tetep tak jadian...
Ini nasib yang mengenaskan,harus terjadi lagi,
bukan mau su'udzon tapi orang bilang itu...
friendzone*....
Rista bukan ngga pernah mancing Fahry buat nyatain, atau nunjukin terang terangan kalau hubungan ini mau di bawa kemana. Namun lagi lagi Fahry selalu bilang, i care about you
meski kadang Rista tak mengerti, care seperti apa dan bagaimana yang Fahry maksud. Namun dari perkataan, tingkah laku, jelas Fahry sangat peduli padanya. Fahry akan begitu berubah jadi dingin dan ngga perhatian kalau tau Rista bandel kurang istrahat, atau lupa ngga sarapan sebelum kuliah. Atau pernah juga sekali waktu saat dia sedang ada acara di Bem, Dede ngasih kabar kalau Rista sakit, dan Fahry saat itu juga izin dari acara dan pergi ke kostan Rista. Kadang Rista di buat bingung dengan tingkahnya, perhatian tapi ngga jadian. pernah juga anggota geng liliputh bertanya kenapa ngga jadian aja dengan Rista, Fahry menjawab " Begini juga udah nyaman, aku ngga mau minta lebih ". Namun, Rista juga butuh kejelasan.
***
Sore ini udara kampus sedang nyaman, Rista baru saja selesai mengembalikan buku dari perpustakaan, dari kejauhan dia melihat Ruang Bem, Fahry ada di sana sedang berbincang dengan beberapa temannya, tadi Fahry memang sempat ngabarin kalau dia ada di sekretariat Bem sore itu, Fahry berencana mengajak Rista jalan jalan sebelum ujian semester pekan depan.
Rista duduk di bangku koridor yang menghadap taman, bersebrangan dengan ruang Bem, di perhatikannya Fahry, hampir 6 bulan mereka dekat, jujur Rista menyayangi Fahry, mencintai nya malah, Rista ingin mereka lebih, namun Rista juga takut kecewa. Rista melihat beberapa wanita ngobrol bareng juga dengan Fahry, mereka semua cantik, dan pastinya pintar, Ahh... apalah Rista di mata Fahry
" Ta...Kok ngelamun " Fahry tiba tiba sudah berdiri di sampingnya, Rista mendongkakan kepala melihat Fahry " kamu kenapa Ta?"
Rista masih terdiam, fikirannya sedang kalut dengan perasaannya terhadap Fahry, semakin hari semakin Rista sadar, dia sangat mencintai Fahry. sosok yang begitu dewasa di matanya.
" Ta.. " Fahry kali ini memegang pundaknya Rista.
" Hhuuuffffftt... " Rista menghembuskan nafasnya,dia masih belum menjawab sapaan Fahry.
" Ta, kamu kenapa?" Fahry agak panik dan duduk di sebelahnya, dilihatnya Rista.
" Aku ga apa apa kak" ujsr Rista lemas. fikirannya campur aduk, kuliah dan Perasaan.
" Kamu ngga biasanya kaya gini, ada masalah?" tanya Fahry perhatian, sambil memegang satu tangan Rista
" masalahnya itu kamu" ujar Rista dalam hati, namun dia hanya sanggup menggeleng. kebanyakan mikirin perasaan, Rista merasa sedikit pusing sore itu.
" Ta, kalau kamu ada apa apa cerita "
" Aku ga apa apa kak, beneran, mungkin kurang istirahat aja "
" Tuh kan... kebiasaan, kamu udah makan siang tadi?"
" Udah kak "
" Yaudah kalau kamu ngerasa ngga enak, kita ngga usah keluar malam ini ya "
" Ngga ah kak, aku jenuh di kostan, pengen refreshing,minggu depan kan udah ujian, aku ga bisa main "
" Hhmmm.... yaudah, kita main ke tempatku aja "
Jadilah mereka main ke kostan Fahry, jaraknya memang agak jauh dari kampus, Fahry ngekost di daerah pahlawan, kostan yang sangat nyaman, kamar dengan fasilitas komplit, parkiran mobil yang luas dan halaman yang asri, tempat yang benar benar nyaman. Ini bukan kali pertamanya Rista main ke kostan Fahry, sebelumnya juga Rista pernah beberapa kali main di sini.
Fahry meminta izin untuk beli makanan ke minimarket depan kostannya, sementara Rista menunggu di kamarnya yang nyaman, Rista melihat lihat koleksi buku Fahry, ternyata Fahry sula baca juga, buku koleksinya lumayan banyak. Rista menarik sebuah buku binder, buku itu tampak mencolok diantara deretan buku buku Fahry, itu bukan buku bacaan, melainkan seperti buku catatan kuliah, berwarna biru tua, Rista membuka halamannya, benar seperti dugaannya, itu adalah buku catatan kuliah, tulisan tangannya Rapi, dari tulisannya seperti nya dia mata kuliah jurusan akuntansi atau manajemen.
"ohh mungkin punya temennya Kak Fahry "
ujar Rista dalam hati, namun dia tiba tiba menemukan selembar foto di halaman belakang.
Kreeekk ..
Pintu tiba tiba terbuka, Fahry menenteng sekeres besar cemilan dan minum, Rista buru buru menutup buku tersebut dan mengembalikannya, namun matanya sempat melihat foto di halaman terakhir buku tersebut.
" Eh kak Fahry, beli apa aja?" Tanya Rista begitu melihat Fahry muncul depan pintu
" Beli cemilan, beli minuman ,beli pop mie, siapa tau kamu laper, abisnya aku tanya tadi pengen apa ,kamu jawabnya terserah. " Jawab Fahry sambil meletakkan belanjaannya di atas karpet. " Kamu lagi apa?"
__ADS_1
" Oh.. ini aku lagi liat liat buku kak Fahry, banyak juga ya koleksi bukunya"
Fahri melirik ke arah Rista, dia tau Rista suka baca. " duh, semoga Rista ngga tertarik dengan buku biru nya " Fahry berharap
" aku udah beberapa kali kesini, tapi baru sekarang tertarik liat buku buku kakak" ujar Rista sambil masih mempegatikan buku buku Fanry di rak
" Yeee.. kamu kemana aja kalo gitu, selama main ke sini ampe ga pernah sadar, eh kamu mau aku buatin popmie?"
" oh iya boleh deh.. hehehehe agak laper sih " jawab Rista sambil nyengir kemudian menghampiri Fahry
Ahh.. Fahry lega akhirnya Rista menjauh dari rak buku miliknya, dia lupa menyembunyikan buku catatan kuliah berwarna birunya.
Saat itu di kostan Fahry, seperti biasa Rista menikmati kebersamaan nya dengan Fahry, sejenak melupakan keruwetan kuliahnya menjelang semesteran dan menikmati kebersamaannya dengan Fahry, mereka tertawa bersama, saling ledek ledekan sambil menonton film, bercanda bercanda, Rista merasa senang sekali. dia semakin yakin akan perasaannya kepada Fahry.
***
Ujian semester ganjil sudah di mulai, Rista ngga bisa lagi berleha leha main. dia juga memberikabar ke Fahry kalau dia akan fokus belajar demi beasiswanya.
Fahry tidak dapat berbuat banyak selain mengingatkan untuk menjaga kesehatan, dia juga berpesan pada Dede yang kebetulan satu kelas dengan Rista agar Rista bisa jaga kesehatan, mengingat jadwal Fahry sendiri cukup padat di minggu awal ujian semester. Perhatian Fahry ke Rista memang seperti orang pacaran.
Rista merapikan alat tulis nya di meja, minggu pertama ujian semester sudah berakhir, Rista menghela nafas,sedikit lega, tinggal satu minggu lagi.
" Ristaaa.... " seseorang melambai dari luar pintu kelas, Kak Fahry, muka Rista sumringah melihatnya, sudah 5 hari dia ngga bertemu Fahry.
"Kak Fahry... " Rista tersenyum menghampiri.
" lancar ujiannya? " tanya Fahry sambil merapikan rambut Rist@,Ahh Rista kurusan, ujarnya dalam hati
" lancar kak" jawab Rista sambil senyum,padahal kepalanya masih pening gara gara soal ujian akuntansi tadi.
"kamu ngga sakit kan?" tanya Fahry peka, karena melihat Rista lebih kurus sekarang
" Ngga kak, mungkin karena lagi ujian aja"
" kamu kurusan"
" masa sih ? padahal biasa aja. makan yuk kak," Rista mengajak Fahry makan, perutnya sudah agak perih gara gara tadi pagi ngga sarapan, asam lambungnya pasti sudah naik.
" Ayo, mau makan apa?"
Rista meraba perutnya, perihnya ngga seperti biasanya, ditambah rasa mual. seharusnya tadi pagi dia menyempatkan sarapan. semoga mukanya ngga pucat saat ini, kalau ngga Fahry bisa curiga ada yang ngga beres.
Mereka berdua menikmati soto nya masing masing, Fahry malah sangat menikmati, kayanya ujian tadi menguras banyak energi, sotonya lebih cepat habis. sedangkan Rista memakan pelan pelan, setiap suapan yang masuk terasa sakit sekali di lambungnya, Rista menyadari nya, maag nya kambuh. Rista memaksakan makan sedikit demi sedikit, dia pun sadar kalau ngga makan perutnya akan semakin sakit.
" kok kamu makannya gitu Ta?" Tanya Fahry curiga
" Ngga apa apa kal, aku udah kenyang" ujar Rista sambil menjauhkan mangkuk sotonya
" kamu cuma makan setengahnya lho Ta, nasi kami juga kan cuma setengah porsi, itu ga abis malah"
" Iya kak, mungkin kenyang dari soto-nya"
Fahry melirik mangkuk soto Rista, hanya setengahnya juga yang habis, pasti ada yang ngga beres, fikir Fahry dalam hati.
" Kak, aku ke toilet dulu ya" pamit Rista buru buru, belum Fahry mengiyakan Rista sudah bergegas menuju toilet.
di toilet, Rista memuntahkan seluruh isi perutnya, mual dan perih sekali rasanya. Rista kemudian membersihkan mulutnya dan berjalan kembali menuju meja. Fahry memperhatikannya dengan seksama.
" kenapa Ta? " tanya Fahry khawatir
" Ngga apa apa kak "
" beneran? kamu pucat gitu "
" iya kak, kecapean aja"
" barusan dari toilet ngapain" Fahry masih curiga Rista kenapa kenapa
" Ngga apa apa kak, mual aja sedikit,biasa kalau kecapean dan stress, maag aku suka kambuh"
" Tuh kan... mau di periksa? Kekhawatiran Fahry bertambah
" Ngga usah kak,kita pulang aja,boleh"
__ADS_1
Fahry mengangguk, dia segera membayar makanan mereka dan segera bersiap pulang. Namun baru saja beberapa langkah dari meja mereka tiba tiba...
Bruk...
Rista tiba tiba jatuh pingsan, Fahry tampak kaget dan panik dengan keadaan tersebut, beberapa mahasiswa yang kebetulan ada di sekitar mereka juga sama.
" Ta... Ta... " Fahry menepuk nepuk pipi Rista,namun tidak bereaksi apa apa. buru buru Fahry mengakat tubuh Rista di bantu beberapa mahasiswa ke mobilnya.
" Tolong angkat ke mobil saya saja kak, saya mau langsung ke klinik " Ujar Fahry panik, untungnya mobilnya terparkir tidak jauh.
bergegas Fahry mengemudikan mobilnya menuju ke klinik kampus, di sampingnya Rista masih belum sadarkan diri. Sesampainya di Klinik Rista langsung mendapatkan penanganan, Fahry menunggu dengan gelisah di lobi klinik, dia sudah mengirim pesan ke anggota geng liliputh, mengabarkan keadaan Rista. Fahry kadang mondar mandir di lobi kadang duduk dengan gelisah, khawatir dengan kondisi Rista, selama dekat dengan Rista, Fahry jarang sekali mendengar Rista sakit, atau mengeluhkan sesuatu, semuanya tampak baik baik saja.
" Kak, temennya sudah siuman" ujar perawat sambil membuka pintu kamar tempat Rista di tangani, dan mempersilahkan Fahry masuk. seorang dokter masih ada di sana.
" Gimana keadaan teman saya dok?" tanya Fahry cemas, Rista sudah sadar, hanya mungkin masih lemas,matanya masih terpejam.
" Temennya ngga kenapa kenapa, maagnya kambih dan memang sudah parah, tolong di bantu di ingatkan untuk menjaga pola makan dan menghindari stress ya, asam lambungnya naik dan stress bisa salah satu jadi pemicunya, selain pola makan yang berantakan " Dokter memberikan penjelasan
" Ohh baik dok, terimakasih banyak dok"
" Temannya sebaiknya untuk malam ini di rawat d klinik, agar keadaannya benar benar pulih" dokter memberikan saran lagi
" Ohh begitu, baiklah kalau itu yang terbaik, saya ingin Rista cepat pulih"
" Baiklah kalau begitu, kami permisi dulu, kalau ada apa2 jangan sungkan untuk memanggil kami"
Fahry mengangguk mengiyakan sambil tersenyum. kemudian dia duduk di kursi di samping Rista, tangannya menggenggam jari Rista yang putih dan mungil,Ah... hatinya menangis.
" maafin Kakak Ta, Kakak ngga bisa sesuai harapan kamu. sungguh kakak sangat peduli padamu"
brak...
pintu ruang rawat tiba tiba terbuka, seorang perempuan tiba tiba masuk. Fahry yang sedang duduk langsung kaget melihat perempuan tersebut.
" Laras.... " ucapnya " kenapa kamu ke sini Ras"
" Aku yang harusnya tanyanke kamu Ry, kamu lagi apa disini"
" Ras, ayo keluar... Rista lagi istirahat.. dia lagi sakit"
" Ohh, jadi itu alesannya, karena Rista sakit gitu, Ry, aku udah cukup ngasih kamu waktu, 6 bulan Ry, aku biarin kamu deket sama Rista, kamu pikir aku apa, sekarang ngeliat kamu segini pedulinya dengan dia".
Laras, perempuan yang tiba tiba masuk itu bernama Laras, dia adalah kekasih Fahry sejak 3 tahun yang lalu.
" Ras, kamu jelas tau kenapa aku begitu peduli dengan Rista. bukankan aku sudah cerita, aku kira kamu mengerti ras"
" iya Ry, aku ngerti, aku faham aku tau, tapi sebagak pacar kamu, aku juga sakit hati melihat perlakuan kamu ke Rista" air mata Laras nyaris tumpah, tubuhnya berguncang menahan tangis cemburu agar tak pecah. 6 bulan dia menahan rasa ke Fahry, rela Fahry membagi perhatian nya ke Rista atas dasar pengertian dan simpati.
" Laras, kamu tau kan, kenapa aku begitu peduli dengan Rista"
" Kenapa? Karena dia mirip Farah? iya? dan kami masih ngerasa setiap ngeliat Rista kamu ngeliat Farah? Fahry... kamu harus sadar Farah sudah meninggal, dan Itu Rista bukan Farah " Laras dengan emosi dan setengah berteriak mengucapkan kata kata itu ke Fahry. hampir saja Fahry menapar muka Laras, kalau dia tidak segera sadar mereka sedang di klinik. Fahry membuang muka. kenangan tentang Farah, Adiknya langsung bermunculan di benaknya, Farah yang meninggal karena kecelakaan bersama Laras, untungnya Laras selamat, namun Farah tidak tertolong.
" Kamu sebaiknya keluar Ras, kalau kamu kecewa dengan sikap aku nanti kita bicarakan setelah Rista sembuh. kamu tau betul perasaan aku ke Rista seperti apa. dan kamu tau cinta aku ke kamu seperti apa " ujar Fahry dengan nada putus asa, matanya tak lepas memperhatikan Rista.
" Ayo keluar" Fahry menarik tangan laras keluar dari ruangan rawat Rista.
Deg...
Begitu Fahry membuaka pintu kamar, Anggota geng liliputh tengah menunggu di depan pintu, tidak mungkin mereka tidak mendengar percakapan dia dengan Laras, ruang Rawat tidak cukup besar untuk meredam suara mereka, ditambah sekarang Fahry sedang memegang tangan Laras. Fahry jelas terlihat salah tingkah di depan anggota geng liliputh, Anne, Dede, Tami dan Via.
" Jangan bilang ini alasan Kakak ngga ngajak Rista Jadian " ujar Tami
" Jadi sebetulnya Kak Fahry sudah punya pacar" Via ikut berkatakata
" Jadi Rista hanya permainan aja untuk kak Fahry? " tanya Dede.
" Ngga.. ga gitu yang sebenernya, aku beneran peduli dan sayang dengan Rista" jelas Fahry
" Lalu, apa maksudnya semua ini? kak Fahry jelas jelas sudah punya pasangan. tapi malah memainkan perasaan Rista. kakak tau betapa Rista berharap nya ke kakak "Dede tak dapat menahan emosinya, sebagai teman sekelasnya Dede lebih sering berinteraksi dan melihat Rista, dia faham betul bagaimana Rista menaruh harapan lebih pada Fahry.
" Aku ngga mainin perasaan Rista De, aku benar benar sayang dengan dia " Fahry masih ngotok dengan penjelasannya, namun dia tidak sadar tangannya masih menggenggam tangan Laras.
" Lebih baik Kakak tidak perlu datang lagi menemui Rista, kasihan Rista. sebaiknya kalian berdua pergi sekarang" ujar Anne " ayo temen temen, kasian Rista menunggu di dalam" Anne berkata sambil bergegas memasuki ruang Rawat, diikuti oleh yang lainnya.
__ADS_1
Tinggalah kini Fahry bersama Laras di depan ruang rawat, Fahry benar benar tidak menyagka kejadiannya akan seperti ini, baru saja beberapa jam yang lalu dia makan dengan Rista, semuanya baik baik saja, sampai kemunculan Laras.
" Aku kecewa padamu Ras " Ujar Fahry sambil beranjak pergi meninggalkan Laras. hatinya perih, sakit, dia menyayangi Laras, mencintai Laras, Laras adalah wanita yang pengertian bagi Fahry, mengizinkan Fahry dekat dengan Rista, memperhatikan Rista. Hanya karena satu alasan, Rista begitu mirip dengan Farah. Saat pertama kali melihat Rista di saat pengarahan, Fahry nyaris tak percaya, ada orang yang mirip dengan almarhum adiknya,dia mengira Farah hidup lagi. Setelah itu di ceritakan lah semuanya kepada Laras, dan Laras menyetujuinya, karena Laras Faham betul bagaimana Fahry kehilangan Farah. Namun Laras tidak menyangka dia akan lepas kendali saat ini, dia tak kuasa menahan cemburu saat Fahry menolong Rista. dan akhirnya semuanya berantakan seperti sekarang.