Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 77 ( Kesepakatan dengan Via)


__ADS_3

Rista langsung menuju kamarnya begitu Agi mengantarkannya ke rumah. Rista merasa lelah sekali hari itu. Lelah jiwa dan juga Raganya. Tidak dapat di pungkiri, jauh di dalam hatinya, dia masih ada perasaan ke Rafa.


Agi langsung melesat kan mobil nya begitu selesai mengantarkan Rista. Dia tak banyak mengajak Rista bicara selama mereka dalam perjalanan pulang. Agi tau, Rista pasti masih sakit hati.


namun belum sampai Agi ke hotelnya, tiba tiba ponselnya bergetar


<>


Agi mengela nafas melihat nama itu di lcd ponselnya.


" Ya, hallo Fa... "


" Hallo Gie, dimana ??" Tanya Rafa


" Gue? lagi di jalan, baru beres nganterin Rista.Ada apa?"


" Gue pengen ketemu"


"Kapan?" tanya Agi sambil menepikan mobilnya,


" Malam ini, bisa?"


" Gue cape banget malam ini, besok lah ya. Gue kabarin gimana gimana nya"


" Ya udah, besok gue tunggu kabarnya" Ujar Rafa sambil menutip teleponnya, dia sedikit kecewa dengan jawaban Agi. Namun dia juga tidak bisa memaksa Agi untuk bertemu dengan dia malam itu.


"hahh... " Rafa menghembuskan nafasnya berat. Bisakah dia menjalani pertunangan yang tidak di inginkannya.


Agi bukannya menghidar untuk bertemu Rafa, namun dia juga merasa lelah. Badan nya terasa remuk sekali. baru tadi pagi dia tiba di Bandung. Malamnya langsung jalan jalan. Ditambah Agi belum terbiasa lagi dengan udara Bandung.


Agi memarkirkan mobilnya di Basement, kemudian langsung menuju ke kamarnya. Membersihkan diri kemudian terlelap. badannya terasa sakit sekali dan kepalanya terasa berat. Sudah lama dia tidak nerasa seperti itu. Namun sebelum dia terlelap, dia menyempatkan diri untuk mengabari Rista kalau dia sudah sampai di hotel. kemudia dia merubah mode handphone nya menjadi mode senyap, dan tertidur.

__ADS_1


***


Udara sejuk kota Bandung membangunkan Rista. sudah lama rasanya dia tidak merasakan dinginnya Bandung. Rista membuka jendela kamarnya, dan membiarkan udara segar mengalir kedalam, Dia kemudian beranjak ke kamar mandi dan membersihkan diri. Mami pasti sudah menunggunya di ruang makan.


Tak berselang lama, Rista sudah selesai dari kamar mandi dan bergabung dengan ibunya di ruang makan.


" Hari ini rencanya kemana Ri?" Tanya mami sambil menuang jus jeruk ke gelasnya


" harusnya sih ketemu via, ada yang mau di obrolin masalah bisnis" Ujar Rista sambil menuangkan jus jerus juga ke gelasnya


" Bisnis? ada masalah ?" tanya mami selidik


" Ngga ada mi, everything is ok, Ri hanya butuh asisten untuk bagian keuangan " jawab Rista santai


" keuangan? " tanya Mami aneh. sejauh ini bagian keuangan hanya di percayakan kepada Rona dan Rista. bahkan asisten mereka pun tidak pernah mendapat kepercayaan itu.


" Iya, Ri butuh orang untuk menyusun laporan keuangan, bukan untuk memegang keuangan kantor mam"


" Ohh, mami tidak ingin kamu gegabah masalah uang" ujar mami serius


" Ri ngga akan gegabah mengenai ini mam, dia sahabat Ri saat masih kuliah" Ujar Rista sambil menepuk pundak mami dan beranjak ke halaman belakang sambil memegang segelas Jus jeruk. dia ingin menikmati udara sejuk kota Bandung pagi hari.


Rista menyandarkan tubuhnya di bangku taman. Bandung, bagaimanapun juga hatinya akan selalu tertambat di kota ini. Kota yang membuatnya jatuh cinta dengan Rafa. Terlintas dalam benaknya untuk menghubungi Rafa, namun fikiran itu buru buru di tepisnya. Lusa, Rafa akan bertunangan dengan Marinda.


Rista meraih ponsel di sebelahnya, hari ini dia seharusnya bertemu dengan Via bersama Agi, namun Agi sama sekali belum menghubunginya. Rista sempat beberapa kali menghubungi Agi, namun belum mendapat balasan juga. Akhirnya dia memutuskan, dia akan menemui Via siang ini. Rista langsung menghubungi Via, dan Via menyanggupinya.


Dia juga langsung memberibkabar kepada Agi tentang janjinya dengan Via siang nanti. Namun sama, Agi belum membalasnya. Dan Rista sedikit khawatir, Agi ngga biasanya slowrespon, terkecuali kalau dia sedang benar benar sibuk.


Siang harinya Agi menuju ke tempat dimana mereka janjian bertemu. Agi sendiri tadi baru bangun jam 9 pagi. Rista sudah berkali kali menghubungi nya ,dan mengirim pesan. Agi hanya penjawab kalau dia ketiduran. Agi sama sekali tidak memberitahu Rista kalau dia sakit. bangun tidur tadi dirinya sempat muntah beberapa kali dan kepalanya terasa pusing. Namun siang ini dia memaksakan diri untuk menemani Rista bertemu Via. Dia tidak ingin membuat Rista khawatir.


Rista memilih sebuah caffe di kawasan jalan Riau. Mungkin karena weekend caffe itu cukup ramai di datangi pengunjung. Bandung memang masih jadi destinasi favorit saat akhir bulan.

__ADS_1


" udah lama Ta?" Tanya Agi saat melihat Rista menunggunya di lobi caffe


" Ngga, baru aja dateng" jawabnya. Matanya melihat ada yang beda dari Agi "kamu ngga apa apaGi?"


Agi menatap Rista, kemudian menggeleng.


" Aku? baik baik aja kok" jawab Agi menutupi kesdaannya. Padahal dia merasa badannya ngga enak ,Agi merasa keringat dingin mulai keluar dari pori porinya.


" yuk masuk" ajak Rista sambil menggandeng tangan Agi.


ngga biasanya, ujar Agi dalam hati. biasanya dialah yang akan menggandeng tangan Rista . Sambil menunggu Via mereka memesan makan siang, Via sudah memberi kabar, dia sedang terjebak macet di kawasan merdeka, dan meminta Agi dan Rista untu makan siang dahulu.


Hidangan di caffe itu cukup lezat. Rista menyukainya. Namun tidak dengan Agi, beberapa menit setelah menyelesaikan makan siangnya, perutnya seolah menolak makan tersebut. Agi izin ke toilet dan memuntakhan kembali apa yang baru saja di makannya. Dia merasa lemas,namun dia tau, dia ngga bisa lemah di hadapan Rista.


Agi kembali ke tempat Rista, dilihatnya Via sudah ada di sana dan berbincang dengan Rista.


" Hay Vi.. " Sapa Agi sambil duduk


" Hay Gi... darimana?" tanya Via


" Oh itu dari toilet" jawab Agi


" Are you ok Gi?" tanya Rista. Dia melihat Agi sedikit pucat dan ngga fokus. Agi hanya mengangguk, dia kemudian memesan segelas teh hangat. berharap teh bisa membuatnya lebih baik.


" ngga apa apa Ta " jawab Agi sbil tersenyum.


Rista kemudian melanjutkan tujuan dia bertemu Via secara khusus hari itu. Rista juga bertanya apakah Via keberatan dengan penawaran Rista. Dan pertemuan siang itu berjalan lancar sesuai harapan. Via bahkan memberikan informasi, setelah kejadian liliputh tempo hari, dimana Ane dan Ahmad ketauan berhubungan di belakang Rista. Cleanbozz dan Mad's travel pun otomatis terkena dampaknya. Menurut penuturan Via, Cleanbozz Bandung sekarang memang masih beroperasi, namun dia sudah tidak pernah melihat mobil mobil Mad's travel disana. Sepertinya Rona memberhentikan kerjasama mereka. Rista menganguk angguk mendengar penuturan Via, dia memang masih menjalankan operasional cleanbozz Bandung, namun, Rona memang tidak memberikan otoritas penuh terhadap cabang Bandung. sepertinya hal ini yang di sembunyikan Rona. Namun Rista sama sekali ngga masalah.


" Kamu ada rencana ke Cleanbozz" Tanya Via sambil menyeruput minumannya


" Tentu, sebetulnya Cleanbozz Bandung belum sepenuhnya di bawah otoritas aku, Rona masih memegang otoritas penuh, tapi aku wajib mendatangi cleanbozz, untuk memantau" jawab Rista

__ADS_1


" betul Ta, sepertinya cleanbozz bandung butuh perhatian,udah 6 bulan lebih ngga keurus" ujar Via.


" Aku akan secepatnya membuat draft kontrak buat kamu Vi, tapi selama draft kontrak di buat, kamu udah bisa bergabung bareng aku di cleanbozz" ujar Rista. Via kemudian mengangguk. Officialy, Via sudah resmi menjadi bagian dari cleanbozz, dan mereka sudah sepakat mulai hari senin, Via akan menemani Rista selama membereskan pekerjaan di Bandung .


__ADS_2