
Rista memilih sebuah resto di tepi pantai, hembusan angin membuat rambut indahnya melambai. suasana pantai saat sunset adalah favorit Rista. Agi mengamit lembit jemarinya saat mereka berjalan di pasir putih restoran.
" kita duduk di sebelah sana ya" ujar Agi sambil menunjuk kursi bagian terluar cafe, tak ada penghalang untuk melihat sunset dari posisi itu. Rista mengangguk, dia membiarkan Agi memegang jemarinya lembut. Rista baru menyadari, selama ini,di dekat Agi,pesaraannya selalu tenang.
Rista memilih kusi berhadapan dengan Agi,di sebelahnya pemandangan sunset pantai pasir putih terhampar.
" kamu cantik hari ini" puji Agi, Ristha blushing mendengar nya,namun buri buru di tepisnya fikiran GR di otaknya.
" kamu dasar... tadi aja bilang mata aku kecapean, berarti aku jelek" sangkal Rista
" aku kan bilang nya kamu kecapean, bukan kamu jelek" ujar Agi lagi.
" ehheheheh.. iya yah" jawab Rista sambil nyengir kuda.
" yaudah pesen makan dulu ya" ujarAgi sambil menyerahkan daftar menu ke tangan Rista.
setelah membolak balik menu, pilihannya jatuh pada salmon pan seared with vegetable sedangkan Agi lebih memilih hidangan indonesia, sup ikan tuna menjadi pilihannya. Baru Rista bsadari, bersama Agi perasaan ya jauh lebih tenang dan nyaman, dia bisa bercerita apapun tanpa merasa beban, dia bisa bersama Agi kapanpun tanpa takut di cap sebagai perebut lelaki orang. seperrinya keputusan untuk bertemu Agi hari itu sebuah keputusan yang tepat.
__ADS_1
Rista akhirnya menceritakan kejadian di Artemis tempohari ke Agi, kejadian yang di luar dugaannya,juga si luar dugaan Agi. Agi menahan nafas, saat Rista bilang kalau Rafa menyatakan perasaannya pada Rista. Agi benar benar tidak menyangka, dengan posisi Rafa yang masih berhubungan dengan Marinda, bisa bisanya Rafa menyatakan perasaannya ke Rista. Rista juga menceritakan bagaimana kejadian saat Rona memukul Rafa. dan Agi sungguh tidak menyangka itu semua baru saja terjadi, di saat bertemu Rona di lobi tadi, Rona sama sekali tidak menyinggung hal itu.
" Lalu gimana kamu dan Rafa ?" Tanya Agi.ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
" ngga gimana gimana, aku ngga menjawab apapun. lagian dia juga masih berhubungan dengan Marinda. Aku ngga ada hubungan apa apa dengan Rafa " jawab Rista memberi penjelasan. Dan penjelasan Rista itu membuat Agi tenang.
" kalo kata kamu gimana Gie? " tanya Rista, dia ingin mendengar pendapat Agi tentang hal itu.
"gimana apanya Ta? " tanya Agi ngga ngerti."seperti apapun kamu, bagaimanapun perasaan kamu ke Rafa,itu ngga akan merubah perasaan aku ke kamu"
Rista memandang Agi. Agi nyaris sempurna,dia lembut,penuh tanggung jawab,mapan dan tentu saja tampan. kali ini Rista membiarkan hatinya sedikit terbuka untuk Agi. mungkin selama ini, Rista tidak sadar bahwa Agi lah yang membuat nya nyaman.
***
Keesokan harinya, Rista harus mengantar Rona ke Bandara. sore itu Rona akan pergi ke Bali, entah untuk berapa lama,Agi juga turut bersamanya. Sepanjang perjalanan dari apartemen menuju Bandara, Rona sudah memberikan petuan panjang kali lebar kali tinggi untuk Rista. yang paling utama adalah jaga diri ,dewasa dan jangan bertingkah yang aneh aneh. Karena kali ini Rona belum tau apakah dia bisa kembali dengan cepat atau tidak. Agi yang menyetir mobil saat itu sampe cekikikan mendengar petuan Rona yang panjang lebar.
Agi dan Rista mengantar Rona sampai pintu keberangkatan, satu jam lagi pesawat yang akan membawa Rona ke pulau Dewata akan take off, dan Rona akan check in terlebih dahulu,kemudian dia memutuskan untuk menunggu di lounge.
__ADS_1
Rista mendekap Erat tubuh kakak semata wayangnya itu. Dia akan sangat merindukan Rona. Selama di Jakarta ini,dia begitu tergantung pada Rona.
" Jaga diri baik baik ya, Aku tau kamu sudah lwbih dewasa sekarang" Ujar Rona sambil memeluk erat adiknya
" Take yah ka, i Will miss you" Ujar Rista
" Baik baik ya di Jakarta,jangan lupa selalu ngabarin aku" Rona mengucek rambut Rista
"Kakak juga, baik baik di Bali ya" ujar Rista
"Titip Rista ya Gie" Ujar Rona pada Agi. mereka kemudian berpelukan. Rista dan Agi kemudian melepas kepergian Rona.
seusai mengantar Rona, mereka berdua menuju kedai kopi karena Rista merengek ingin matcha frape dengan whiped cream, sebagai penghibur kesedihan katanya. Saat mereka berdua sedang mengantri untuk order, dari kejauhan mereka melihat sepasang kekasih berjalan mendekat. Agi awalnya tidak mengenali mereka, namun semakin mereka mendekat, Agi kemudian tersenyum. seperti nya pasangan itu hendak pesan minuman juga. Mereka terlihat mesra sekali. si perempuan mengenakan dress berbahan kain sifon, yang lembut tertiup angin bandara, rambutan tergerai sedangkan wajahnya tertutup kacamata hitam untuk menyamakan dia agar tidakbdi kenali sekitar.
" Hai Fa..." sapa Agi begitu pasangan itu mendekat. Rista yang sedang menghadap ke kedai,otomatis melihat ke arah Agi saat mendengar suara itu.
ya, Rafa dan Marinda kini berada di hadapannya, dengan tangan Rafa yang merangkul Marinda dengan mesra.
__ADS_1
Rista merasa dunianya tiba tiba berhenti, nafasnya seperti tercekat di tenggorokan.
Mengapa harus bertemu Rafa dan Marinda di sini, tanya nya dalam hati.