Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 35 ( Dijenguk Agi )


__ADS_3

Keesokan harinya saat sarapan pagi Rona mengutarakan keinginannya untuk membuat acara syukuran kecil kecilan buat kepulangan Rista dari rumah sakit. Tidak perlu terlalu banyak yang di undang, yang penting acaranya dan maknanya di dapat. Usulan Rona di sambut baik keluarganya, papi malah menawarkan untuk membuat acara syukuran di sebuah hotel, namun Rona dan Rista menolaknya. Rasanya kalau di hotel malah akan menambah boros. Akhirnya mereka sepakat bahwa acara syukuran akan diadakan di rumah. Namun mami mengusulkan agar rumah beri dekorasi, agar tidak terlalu polos, dan mereka memesan makanan dari catering langganan mami. Dan mereka semua setuju. Rencana syukuran akan di adakan saat weekend, biar orang yang pada kerja bisa datang. Rista sendiri sangat antusian dengan acara itu, dia sudah berencana untuk mengundang Rafa, itu salah satu cara agar dia dan Rafa bisa bertemu.


Seusai acara sarapan pagi Rona dan papi berpamitan untuk pergi ke cleanbozz sementara mami di bantu Mbok Na merinci kebutuhan untuk acara syukuran, Rista sendiri sedang melatih kakinya di taman belakang, tak jauh darinya Mang Cecep sedan membersihkan rumput rumput yang sudah mulai memanjang. Rista duduk di kursi teras belakang setelah Melatih kakinya, sudah lama sekali dia tidak merasakan suasana seperti ini. Semenjak Rona sibuk dengan bisnisnya dan mami papi yang lebih sering tinggal di Jakarta, kesempatan berkumpul seperti ini menjadi hal yang langka.


Rista memperhatikan dua buah kupu kupu terbang di dekatnya, tiba tiba dia ingat pada suatu hal .


Ahh... Tuhan pun bahkan telah menciptakan kupu kupu secara berpasangan.


Rista melirik ponsel di sebelahnya, sejak kemarin dia mengirim pesan pada Rafa namun belum di balas. Dia mengabarkan kalau dia sudah pulang dan sementara ini tinggal di rumah Rona. Rista tidak banyak berharap Rafa akan kembali perhatian seperti dulu, namun setidaknya jawablah pesan dari Rista. Rista menghela nafas panjang, mungkin sudah saatnya dia berhenti berharap pada Rafa, Toh Rafa pun sudah mempunyai Marinda. Seperti inikah rasanya cinta bertepuk sebelah tangan? rasa rasanya dari sejak kuliah cintanya selalu bertepuk sebelah tangan. Entah itu pada Fahry, kemudian Ahmad kemudian Rafa. Apakah sudah saatnya Rista berhenti menyukai Rafa, Namun dia tidak bisa melepaskan bayang bayang Rafa dari ingatannya.


Rista membuka buka galeri di ponselnya, dimana saat dia dan Rafa jalan jalan ke mall bareng liliputh, ataupun saat mereka ke Sky Bistro, dan foto foto saat mereka di kampus. Tanpa Rista sadari dia juga melihat foto fotonya dengan liliputh, kebersamaan mereka dulu. Ahh... Rista jadi kembali mengingat Ahmad yang kini dengan Ane. Rista melihat bagaimana mereka dulu saat jalan bersama, saat ke Surabi ataupun saat menghabiskan malam di eighteen hours. Rista mendengus pelan, bahkan yang dia bilang sahabat pun masih bisa mengkhianati nya.


Semenjak kemarin Rista memang tidak terlalu interaktif di grup liliputh, dia memang mengabarkan kepulangannya dan sekarang menetap di rumah Rona. Namun tidak ada satupun anggota liliputh yang tau kalau Rista sudah tau Ane berhubungan dengan Ahmad dan Rista pun tidak berusaha mencari tau apakan liliputh yang lain sudah mengetahui hal tersebut atau belum. Rista hanya membalas sepelunya percakapan di grup, dari percakapan mereka, Rista dapat membaca sepertinya mereka belum tau tentang hubungan Ane dan Ahmad, bahkan Ane pun sepertinya tidak menceritakan hal itu pada mereka.


Rista memberitahukan bahwa dia akan mengadakan syukuran di rumah Rona, dan mengundang liliputh untuk datang. Mereka sangat antusias dengan kesembuhan Rista dan acara syukuran yang nanti di adakan. Namun Rista justru malah tersenyum miris, melihat bagaimana reaksi teman temannya itu, miris melihat reaksi Ane di grup liliputh, dia bahkan tidak merasa bersalah sama sekali. Padahal Rista telah mengetahui seperti apa dirinya.


Rista membalikan ponselnya, lama lama bercakap dengan Ane d grup malah membuatnya muak dengan sikap Ane. Oleh karena itu Rista memilih mundur dari percakapan dengan alasan kedatangan terapis untuk kakinya. Padahal sebenarnya dia malas meladeni kepura puraan Ane.


dddrrttt...ddddrrrtt....


Rista melihat handphone nya yang bergetar, dia membalikan membali hpnya itu dan melihat, ternyata Agi yang menelfonnya.


" Hallo Gi... " Sapa Rista


" Hay Ta... lagi apa?" Tanya Agi ramah. Ahh... seperti biasa, Agi selalu ramah padanya. padahal Rista sudah jelas jelas menolaknya.


" Baru selesai latihan kaki Gi "


" Ohh.... tadi aku di kabarin Dede, katanya udah pulang ya dari rumah sakit" Tanya Agi


" Ohh iya, maaf yah aku ngga sempet ngabarin kamu, kemarin aku pulang dari rumah sakit, sekarang tinggal dulu di rumah Rona" jawab Rista.


" Ohh.. untung aku ngga ke Rumah Sakit pagi ini, tadinya aku mau jenguk kamu, liat kamu sekarang gimana"


" ehehhe maaf ya Gi, aku ngga ngabarin kamu. Kamu lagi dimana ini?"


" Aku lagi di kostan "

__ADS_1


" Ohh ngga ada jadwal ngampus?"


" Ngga ada Ta,hari ini kebeneran ngga ada jadwal. makanya rencananya aku mau nengok kamu"


" Ohh gitu... sini aja kalau mau nengok, aku ada di rumah kok " ujar Rista, daripada fikirannya terus teetuju pada Rafa, mungkin ada baiknya dia cerita ke Agi.


" Wahh Asik.. di bolehin main ke rumah nih "


" Hahahahaha.... ya boleh lah Gi... nanti aku kirim lokasinya ya " Ujar Rista, dia memang sedang butuh teman untuk mengusir kesepiannya


" okedeh kalo gitu "


" Oke deh, sampai ketemu di rumah ya"


" Sip... Bye Ta.. " pamit Agi


" Bye " Jawab Rista sambil menutup telepon dari Agi kemudian mengirim kan lokasi rumah Rona. Ini adalah kali pertama ada teman laki lakinya datang ke rumah setelah Rista kuliah. Dulu saat masih SMA dan mami papi belum sering tinggal di Jakarta sempat beberapa teman laki lakinya datang. Entah nanti seperti apa reaksi mami melihat Agi.


Setelah mendapat lokasi rumah Rona, Agi langsung menuju ke sana, dalam hati dia sudah kangen sekali dengan Rista. Meskipun dia tau bahwa hati Rista untuk Rafa, namun bisa melihat Rista dan ngobrol dengan Rista sudah membuat Agi sangat bahagia. Agi akan melakukan apapun untuk Rista asalkan Rista bahagia.


" Masnya siapa? dan mau ketemu siapa?" Tanya Mbok Na, saat Mbok Na membukakan pintu


" Itu temen saya Mbok, tolong suruh masuk ya " Ujar Rista dari dalam, jalannya masih sedikit tertatih


" Oh, tamu Neng Ry, silahkan masuk Mas, maaf saya baru pertama ngeliat " Ujar Mbok Na sopan dan mempersilahkan Agi masuk


" Ngga apa apa Bu, permisi ya bu " jawab Agi sambil membungkukan sedikit badannya


Mami yang sedang menonton televisi bangkit melihat ada tamu masuk ke rumahnya. Ini bukan kali pertamanya melihat teman laki laki Rista berkunjung, dan sepertinya lelaki ini sopan dan ramah sekali, terlihat dari tingkah lakunua.


" ssst...ssstt .. Ry " Panggil mami pelan pelan saat Rista melintas menuju ruang tamu


" Apa Mi?" tanya Rista, maminya itu pasti langsung kepo


" Siapa itu, hehehe.. "


" Temen kuliah Ry, ihh mami kepo yaaa... "

__ADS_1


" Sstt... kamu mah.. ya udah sana temui" ujar mami sambil mengibas ngibaskan tangan menyuruh Rista segera menemui Agi.


Rista kemudian berjalan menghampiri, Agi yang melihat jalan Rista masih tertatih langsung sigap berdiri membantu Rista berjalan.


" Masih sakit Ry" Tanya Agi sambil membantu Rista berjalan menuju sofa


" Enggak Gi, mungkin pengaruh obat jadi ga kerasa sakit, cuma masih belum lancar jalannya " jawab Rista sambil duduk di sofa, dan meminta Mbok Na untuk membuatkan minum untuk Agi


" Jangan terlalu di paksain Ta " ujar Agi penuh rasa khawatir, dia merasa bersalah karena saat Rista kecelakaan saat berlatih motor bersamanya


" Ngga kok Gi, aku ga maksain, ini juga udah selesai latihan tadi pagi. malah menuruku kurang sekali latihannya, aku pengennya jalan jalan kemana gitu... biar cepet pulih "


" Nanti ada waktunya Ry, sabar ya "


" Jenuh... " Jawab Rista singkat


" Iya pastilah, namanya juga sakit. Nanti kalau kamu udah pulih, kita jalan jalan, kamu mau jalan kemana, aku pasti anterin " UnarbAgi sambil tersenyum. Ahh... Agi akan selalu sayang pada Rista.


" Hehhe asik... aku pengen ke pantai "


" Hhhmmmmm boleh... kita ke pantai nanti. Tapi pakai mobil aja yah perginya " ujar Agi, dia masih khawatir kalau Rista harus naik motor.


Rista tersenyum mendengar jawaban Agi, Agi selalu baik padanya. penuh perhatian, ngga pernah sedikitpun Agi bersikap kasar ataupun menyakiti Rista. Rista pun senang dan merasa terhibur hari itu. kehadiran Agi mampu membuatnya tersenyum. Siang itu Agi makan bersama Rista dan Mami,Mbok Na memasak makanan kesukaan Rista, udang bakar dan cah kangkung. Agi baru tau ternyata kalau di rumahnya Rista ini manja sekali, berbeda dengan di kampus. Di kampusnya bahkan Rista termasuk perempuan yang mandiri, dulu bahkan dia bisa mengurus kuliah Ahmad yang keteteran di samping mengurus kuliahnya.


" Maaf ya nak Agi,kalau selama di kampus, Ry banyak ngerepotin" Ujar mami di sela makan siang mereka


" Ahh ngga kok tante, Ry malah ngga pernah repotin siapa siapa kalau di kampus"


" Oh ya? mandiri banget gitu maksudnya" Tanya mamibngga percaya


" betul tante"


" Wag, tante ngga nyangka. habisnya kalau di rumah dia manja banget "


" ahahaah...." Agi tertawa mendengar ucapan mami Rista. Kalau boleh meminta, Agipun ingin memanjakan Rista seperti yang keluarga Rista lalukan selama ini.


Usai makan siang mereka bertiga berkumpul di Ruang Keluarga sambil menonton televisi, Agi ternyata orang yang mudah akrab dengan keluarganya, dia bahkan bisa langsung akrab dengan mami, saat di rumah sakitpun dia cepat akrab dengan Rona. Rista tersebut melihat Agi yang Akrab dengan mami nya. ada sesuatu yang mengelitik hatinya dan membuat dia tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2