
Rafa masih menatap kosong kedepan. Sementara Rista masih belum mengerti mengapa Rafa ingin membatalkan pertunangannya. Dan Rista melihat Agi sepertinya Agi sudah mengetahui rencana Rafa .
" Fa.. aku ngga ngerti kenapa kamu tiba tiba kaya gini" ujar Rista sambil menatap Rafa. Ini sama sekali bukan Rafa yang biasa Rista kenal.
" Aku udah cerita semuanya ke Agi Ta. aku ragu sama perasaan aku sendiri" Jawab Rafa sambil tertunduk
" Fa. gue kan udah bilang. lo ngga bisa egois gini. inget... sudah sejauh mana persiapan lo sama Marinda. Kalo Lo memang segitu nggaa maunya dan ngga punya perasaan sama Marinda. Bukan gini cara mutusinnya" Ujar Agi " Kita fikirin lagi nanti gimana caranya. Yang jelas bukan dengan ngebatalin acara esok. akan terlalu banyak orang yang terluka kalo Lo gagalin acara besok" Ujar Agi bijaksana
Rafa mendengar saran Agi. Ada benarnya apa yang dikatakan Agi, akan banyak orang yang terluka kalau acara besok dia batalkan keluarga nya pun akan menanggung malu dan di anggap tidak bertanggung jawab.
" Fa... kita sahabat kamu. apapun keputusan kamu, kita pasti dukung. termasuk kalau sebenarnya kamu ingin putus dari Marinda. Namti kita cari cara yang baik buat semuanya" Ujar Rista sambil mengusap punggung Rafa. Ini salah satu hal yang membuat Rafa menyukai Rista. Rista mampu menenangkannya saat fikirannya kalut.
" Thankyou ya kalian emang sahabat terbaik gue " Ujar Rafa sambil menatap Agi dan Rista. meski ada sedikit sakit di hatinya karena sadar sekarang Rista adalah kekasihnya Agi.
Sejujurnya Rafa ingin sekali bilang salah satu alasan mengapa dia ingin memutuskan pertunangan nya dengan Marinda adalah karena Rista. perasaan Rafa terhadap Rista masih sama seperti dulu. tidak berubah sedikitpun meski Rista sekarang dengan Agi. Namun, Rafa juga tidak mungkin memaksakan perasaannya kepada Rista. Sejauh ini Rafa belum bertanya mengapa Rista akhirnya jadian dengan Agi. Namun bagi Rafa yang terpenting sekarang menyelesaikan acara pertunangan nya besok kemudian secepatnya memutuskan Marinda.
Hampir 2 jam lebih ketiga sahabat itu menikmati keindahan Cimenyan. udara dingin mulai menusuk nusuk di pori pori kulit. Rista bersedekap berusaha menahan hawa dingin. Karena tidak ada rencana mau ke cimenyan, makanya Rista tidak membawa jaket ataupun baju tangan panjang.
__ADS_1
" pulang yuk ! " ajak Agi kepada Rista dan Rafa. Dia melihat Rista kedinginan, kasian kalau sampai masuk angin. Akhirnya setelah menghabiskan minuman dan cemilan. mereka bertiga beranjak meninggalkan kawasan Cimenyan.
Agi mengendarai mobilnya dengan tenang,di sebelahnya Rafa tampak menatap kosong ke jendel. Fikirannya entah dimana, dia benar benar hanya separuh hati menjalani pertunangan jni. Jauh di lubuk hatinya masih ada Rista di sana. Namun sepertinya kali ini mereka memang belum di takdirkan bersama.
" Fa... Aku yakin, kalau kamu ikhlas dan nerima semua ini, pasti akan ada jalan keluarnya " Ujar Rista tenang sambil mengusap pundak Rafa dari belakang. Rafa membalasnya dengan senyuman
" makasih Ta" Jawab Rafa .
[[ soundtrack of this moment ]]
Ketika... Engkau datang
menggapaimu..
meskipun tlah kau semaikan cinta
di balik senyuman indah
__ADS_1
kau jadikan seakan nyata
seolah kau belahan jiwa
meskipun tak mungkin lagi
tuk menjadi pasanganmu
namun ku yakini cinta
kau kekasih hati ..
soulmate - Kahitna.
" Kalian langsung cabut aja, Rumah gue pasti udah rame buat persiapan besok" Ujar Rafa begitu Agi mencapai gerbang rumah Rafa. Dan memang benar , di pelataran sudah terparkir beberapa mobil, sepertinya milik saudara atau kerabat Rafa. Seperti yang semua orang tau, pertunangan Rafa dan Marinda memang sudah di nanti nanti.
" fa, percaya sama gue, lo bisa laluin ini" Ujar Agi begitu Rafa keluar dari mobilnya
__ADS_1
" Kita ada buat kamu Fa" Ujar Rista sambil tersenyum. Rafa kemudian mengangguk dan langsung masuk ke rumahnya. Setidaknya omingan Rista di cimenyan tadi mampu sedikit menenangkannya.