Rafa Rista

Rafa Rista
Eps26 ( Cerita sepotong cake)


__ADS_3

Operasi Rista di jadwalkan jam 8 pagi, Rona sudah menandatangani semua dokumen yang diperlukan, dia juga sudah berbincang dengan Reza selaku dokter Rista. Tidak ada yang perlu di khawatirkan ujar Reza sesaat sebelum operasi, keadaan Rista sedang fit dan stabil. Rona berharap operasinya berjalan lancar. Rista pun sudah mempersiapkan mentalnya. Dia juga sudah memberi kabar ke liliputh hari ini dia akan menjalani operasi, bahkan Dede sempat menelepon dan menyemangati. Setelah berdoa bersama Rona dan Rafa, suster membawa Rista ke ruang operasi, Rona dan Rafa menemaninya hingga ke depan kamar.


" Everything will be allright " Ujar Rona sambil tersenyum dan mencium kening adiknya. Rista kemudian masuk ke ruang operasi.


Menurut keterangan Dokter Reza apabila operasinya lancar, tidak akan memakan waktu lama, paling sekitar 1-2 jam. jadi bila tidak ada kendala sekitar jam 10 pagi Operasi Rista selesai.


Rona menunggu Rista di depan kamar Operasi sambil mengecek beberapa laporan kantor dan cctv kantor. karena mengurus Rista, dia hanya bisa mengecek itu semua saat ada waktu senggang. Rafa di sebelahnya sedang asyik main game. sambil sesekali melihat Rona. Rona sebenarnya sudah mempesilahkan Rafa pulang, bila Rafa ingin pulang, namun Rafa menolaknya, dia ingin menemani Rista terlebih dahulu, dan Rona tidak mempermasalahkan itu.


Rafa yang duduk di sebalah Rona, sesekali mengintip ke arah laptop Rona, dia tampak sedang memperhatikan cctv di auto bridal-nya. Sebuah bengkel yang merangkap dengan tempat cuci mobil dan motor.


" Oh Cleanboss tuh punya kakak.. " ujar Rafa sambil melihat layar


" Iya, ini usaha yang aku rintis, dulu belum segede ini" jawab Rona. Tangannya sambil menggerak gerakan mouse melihat area lain di auto bridalnya.


" Sekarang udah banyak ya cabangnya" ujar Rafa kagum


" Alhamdulillah, di Bandung dan kota lain, sekarang lagi ekspansi ke Surabaya dan Jogja" Tambah Rona lagi, dia patut bangga dengan hasil kerja kerasnya selama ini


" Wahh pantesan Rista keren, kakaknya juga keren banget " puji Rafa


" Hahaahha... kamu itu bisa aja "


" Eh aku kenal orang itu deh " ujar Rafa tiba tiba, sambil menunjuk ke arah layar laptop.


" Oh iya? itu pelanggan aku, sama pacarnya, aku sempat beberapa kali ketemu, wah.. dunia ternyata sempit ya" ujar Rona sambil memperbesar si pria dan wanita yang baru saja masuk ke area auto bridal.


Rafa langsung terdiam melihat dua orang tersebut, dugaannya selama ini benar. dia buru buru mengeluarkan ponselnya dan memfoto mereka, siapa tau suatu saat perlu.


"Kak, tahan bentar, aku mau foto temenku itu"


" Lho buat apa?" tanya Rona heran

__ADS_1


" Aku mau minta pajak jadian " Jawab Rafa spontan, padahal bukan itu alesan sebenarnya. Rafa yakin suatu saat foto itu akan berguna.


Seperti mendapat sesuatu yang ia cari selama ini, Rafa menyeringai melihat foto itu dalam ponselnya. Dia tidak menyangka, mereka, lelaki dan wanita di foto itu, adalah orang yang sesuai dengan sebutan teman - makan - teman.


" Kak Rona mau kopi?" Tanya Rafa sambil memasukkan ponselnya ke salu celananya, dia sepertinya butuh caffein.


" Boleh deh"


" Mau kopi apa?"


" Ice americano, double shot " jawab kak Rona mantap, dia pencinta kopi tanpa krimer


" Oke"


kemudian Rafa beranjak ke cafetaria Rumah Sakit. sepanjang perjalanan menuju cafetaria, fikirannya tertuju pada dua orang tadi. dia yak habis fikir, mengapa dua orang itu bisa bersama. atau mungkin itulah yang dinamakan cinta, dan yang membuat Rafa semakin tidak mengerti,bagaimana mungkin kalau mereka itu loyal customer di auto bridal Kak Rona. Rafa sampai takjub sendiri dengan kebetulan itu.


Rafa kembali ke tempat Rona dengan membawa 2 buah ice americano, satu buah oreo cake dan satu buah opera cake untuk Rona. Rafa menyodorkan kopi Rona dan cakenya.


" Wah makasih banyak ya, di bawain opera cake juga " Ujar Rona sambil menerima kopinya


" Suka, tapi sebenernya yang suka banget cake ini tuh Rista" Jawab Rona sambil memandang cake di hadapannya, dia kemudian tersenyum dan melirik ke Ruang operasi, dimana Rista sedang berjuang di dalamnya. Aku wakilin makan cake nya ya Ri, semoga operasi kamu lancar dan kita bisa makan cake bareng. Ucap Rona dalam hati.


Rafa melirik ke arah Rona, seolah tau apa yang di fikiran kakaknya Rista tersebut.


" Nanti kalau Rista udah sembuh, kita ajak makan cake bareng ya Kak" ujar Rafa sambil senyum


" Iya Fa, Rista pasti seneng banget. Dulu waktu Rista masih sekolah, hampir setiap bulan kita selalu sempetin makan opera cake, mau itu makan di cake shopnya ataupun take away. Kata Rista, makanan manis dan coklat itu bisa buat dia bahagia. Mungkin kandungan endorphine nya yang bisa bikin bahagia "


Dalam hati Rafa berjanji, dia akan membahagiakan Rista, dia tidak ingin Rista sakit hati lagi dan kecewa seperti yang sudah sudah, apalagi nanti mungkin di depannya Rista akan sedih dan kecewa menghadapi suatu kenyataan.


Rona menyuapkan opera cake dengan penuh penghayatan. Rafa tak dapat menahan dirinya untuk bertanya.

__ADS_1


" Berarti sejak kuliah kakak dan Rista jarang makan opera cake bareng lagi ya?"


" Hhhmmm iya, jarang banget, malah beberapa bulan ini ngga penah.Selain emang Rista sekarang udah ngekost, aku juga lagi banyak banget kerjaan. jadi jarang di Bandung " Rona memberikan penjelasan " Selama Rista kuliah, kita memang tetap intens komunikasi tapi jarang ketemu, paling kalau Rista ke rumah atau pas ketemu papi sama mami aja " ujar Rona lagi


" Ohh gitu... berarti cerit Rista yang semalem pas kita ngobrol sama Agi juga kakak baru tau " tanya Rafa


" Iya, aku baru tau, Rista memang sejak kuliah agak tertutup, mungkin karena udah dewasa juga ya. Dan cerita cintanya Rista juga aku baru tau "


" Ohh gitu ... " Rafa kemudian teringat lagi pada mantannya Rista, Ahmad.


" Kalau menurut cerita kalian semalem itu ya, mantannya Rista yang namanya Ahmad kok tega banget ya kaya gitu sama Rista, kakak sampe penasaran orangnya kaya gimana sebenarnya "


Rafa terdiam, haruskan dia memberitahu Rona siapa Ahmad sebenarnya, dan seperti apakan persahabatannya dengan liliputh


" Rista suka cerit ke kakak soal orang yang ada di hatinya sekarang " Pancing Rafa


" Ngga, Rista cuma cerita kalau selepas putus dari mantannya itu, dia memang lagi tertarik sama cowo, tapi dia ngga pernah ngasih tau cowo itu siapa. Atau mungkin Agi ya?" Tebak Rona...


" Uhuuukkkhh... " Rafa tersedak kopinya begitu mendengar tebakan Rona


" Eh kenapa Fa? " Tanya Rona kaget, jangan jangan tebakannya benar


" Hhmmmff... ngga... ngga apa apa kak" jawab Rafa sambil mengelap sedikit kopi yang belepotan di mulutnya


" Kok Kakak bisa tebak itu Agi?"


" Ya nebak aja sih. kan kemarin Rista kecelakaan pakai motor Agi, mungkin mereka dekat karena saling suka"


Rafa menatap Rona sekilas, kemudian berbicara dalam hati. Yang di sukai Rista itu aku kak, bukan Agi, Agi bahkan sudah Rista tolak.


Rafa kemudian menghela nafas, hhhmmm bagaimana ini, Rona malah menyangka Agi lah orang yang Rista suka, bagaimana menjaskannya Ke Rona kalau sebenarnya yang di sukai nya itu aku, dan bagaimana pula menjelaskan tentang Ahmad pada Rona.

__ADS_1


" Kalau kamu sendiri udah punya pacar belum?" Tanya Rona, Rafa bengong tiba tiba mendapat pertanyaan seperti itu dari Rona


Aku harus jawab apa. Tanya Rafa dalam hati.


__ADS_2