
Setelah menghabiskan apelnya sambil berchating Ria dengan Dede dan Tami, Rista menonton tv. Aktivitas yang sebetulnya jarang sekali dia lakukan. Namun karena hari ini dia gabut ngga ada kerjaan dan tidak mungkin untuk ke language center, jadilah menonton tv menjadi salah satu aktivitasnya. Namun sialnya dia malah jadi menonton acara gosip dimana berita tentang marinda sedang naik daun. Statment marinda yang sebelumnya mengatakan telah mempunyai tunangan ternyata menjadi santapan empuk para media. dan seperti biasa, apabila ada hot news di salah satu televisi, maka televisi yang lain akan mengekor. Saat ini pun marinda tengah di wawancara terkait siapakah lelaki tunangannya itu. Dan Marinda dengan senyum manisnya menjawab nanti akan ada saatnya dia memperkenalkan tunangannya itu.
Ahhh....
hati Rista seperti di cubit. Rista menghela nafas, cinta nya pada rafa sudah jelas jelas salah. Marinda begitu mencintai Rafa, dan Rista merasa Rafa pun tidak pernah ada masalah dengan Marinda, namun mengapa perasaannya untuk Rafa terus tumbuh. Rista mengingat omongan Rona tempo hari, agar dia tidak bermain api apabila tidak ingin terbakar. Namun cinta, perasaan, itu tumbuh sendirinya tanpa bisa di lawan. Rista menghela nafas jengah, tangannya menyentuh kalung pemberian Rafa. " Harusnya aku akhiri semua perasaan ini Fa" Ujar Rista dalam hati. Perih sekali rasanya.
__ADS_1
Rista merasa hanphonenya bergetar, kemudian melihatnya. pesan dari Rafa
" Kamu sibuk? nyari makan yuk "
Rista menghela nafas. pesan itu sudah di bukanya. namun masih belum dia balas. dia menelungkupkan ponsel di sebelahnya, menarik nafas. kemudian beranjak ke balkon. dia galau, menarik nafas dalam, kemudian menghembuskannya. Mengapa mengetahui Marinda mencintai Rafa terasa sesakit ini.
__ADS_1
Di tempat Rafa...
Sama seperti Rista diapun sedang menonton tv di kamar hotelnya bareng Anwar. dari tadi pagi infotaiment ramai memberitakan hubungan dia dengan Marinda. Selama ini Rafa memang meminta Marinda untuk tidak mengekspose hubungan mereka dengan alasan Rafa takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, selain itu Rafa juga benci popularitas, dia tidak mau di kintilin media dan selalu merasa di awasi pergerakannya. Oleh karena itu dari tadi pagi Rafa beberapa kali menghubungi marinda terkait statementnya itu, dan Marinda malah menjawab " memangnya kenapa kalau media tau? Toh mereka benar benar berhubungan, bukan hanya untuk mengangkat popularitas semata"
Rafa mengacak rambutnya membaca pernyataan marinda itu. Masalahnya adalah sekarang harinya ada pada Rista. Bagaimana dia bisa menjauh dari Marinda kalau kenyataannya Marinda malah membuat rencana akan mengenalkan Rafa ke Media.
__ADS_1
Rafa mengecek ponselnya, belum ada jawaban dari Rista. Apa mungkin Rista juga melihat berita di infotaiment, terakhir Rafa mendapat info Rista ngga lagi apa apa, tapi kenapa begitu lama membalas pesannya. Rafa memutuskan untuk mengirim pesan lagi ke Rista, menanyakan Rista sedang apa, namun kali ini malah tidak di baca.
Rista sendiri di tempatnya bukan tidak ingin membaca pesan Rafa atau membalas pesan Rafa, namun hatinya sakit. Rista sadar akan siapa dirinya, Rista sadar akan posisinya. Dia sadar bahwa Rafa sebetulnya milik Marinda. Apabila Rista hadir diantara mereka, bukankah itu hanya akan menjadi penyebab keretakan hubungan mereka. Rista lagi lagi mengehela nafas. Mengapa rasa cinta itu harus untuk Rafa, mengapa tidak untuk yang lain saja. Rista memejamkan mata, bulir bening air mata perlahan mengalir di pipinya.