
Hari hari ujian semester selalu menjadi hari yang melelahkan bagi Rista, setelah semester kemarin IP semestrnya cukup memuaskan, semester Sekarangpun Rista harus memastikan nilainya baik, tidak boleh ada nilai C di mata kuliahnya, beasiswa kuliahnya tidak boleh terhenti hanya karena prestasi dia turun. Ujian sekarang pun Ahmad melaluinya dengan lancar, berkat bantuan Rista dan Agi. Ahmad sudah memantapkan hati, dia harus jujur pada Rista tentang keadaannya dan juga perasaannya. meski mungkin itu akan melukai Rista lagi, seperti dulu.
Hari ini adalah hari terakhir ujian semester, Rista dapat bernafas sedikit lega, tinggal menunggu hasil ujian keluar dan setelah itu akan liburan semester juga liburan kenaikan tingkat. Rista sudah menanti nanti saat itu, dia dan liliputh sudah menyusun rencana akan mengisi liburan dengan apa.
Rista menghela nafas, soal terakhir baru saja selesai di kerjakan, mata kuliah etika profesi adalah salah satu mata kuliah favorit Rista, Rista sudah membaca materinya dengan baik dan dapat menjawab semua pertanyaan dengan lancar. Dia melirik Dede yang kebetulan duduk di sebelahnya, Dede juga tampak sudah selesai mengerjakan soal. Mereka berdua kemudian menyerahkan soal ke pengawas dan beranjak keluar ruang ujian.
" Ahh... leganya ujian udah beres " seru Dede sambil merentangkan tangannya.
" Huufff.... Akhirnya bisa bobo nyenyak dan liburan " ujar Rista
" iya bener, dua minggu ini nguras tenaga banget "
" iya... udah remuk rasanya badan aku" Rista berkata sambil merentangkan kedua tangannya
" kantin yuk, sambil nunggu yang lain" ajak Dede. Rista mengangguk mengiyakan, kemudian berjalan menuju kantin. Dia juga sudah memberi kabar ke Ahmad, kalau dia sudah selesai dan sedang menuju ke kantin.
Sesampainya di kantin ternyata Via dan Ane sudah ada di sana, mereka berdua sedang menikmati jus sambil menunggu Tami.
" Hey, " sapa Dede " udah beres dari tadi ?"
" Ada lah sekitar 15 menitan " jawab Ane sambil menikmati jus Alpukatnya.
" De mau pesen minum ga? aku mau beli lemon tea" Tanya Rista
" boleh deh, aku mau leci tea aja " jawab Dede
Rista kemudian beranjak ke booth minuman di pojok kantin, memesan minuman untuk dirinya dan Dede, tiba tiba fikirannya beralih ke Ahmad, akhirnya dia memesan minuman juga untuk Ahmad.
Rista kemudian kembali ke meja liliputh dengan tiga minuman di nampan, leci tea untuk Dede, Lemon tea untuk dirinya dan Ice cappucino untuk Ahmad, ternyata Ahmad sudah ada bersama mereka, dan sedang ngobrol bareng Ane.
" Heyy ay, kirain masih di kelas " ujar Rista sambil meletakan nampan.
" hheehhe tadi pas kamu nge message aku udah selesai sebetulnya, terus langsung ke sini deh, eh ternyata udah ada Ane sama Via " Jelas Ahmad.
" Ohh... begitu, eh ini aku pesenin ice cappucino " kata Rist lagi sambil memberikan segelas ice cappucino ke Ahmad .
" eh kita makan makan yuk " usul Ahmad
" wah boleh tuh.. sambil ngerayain hari terakhir ujian " Ane menambahkan
Via dan Dede juga bersemangat, Rista apalagi, Ahmad memang royal banget sama Rista dan gengnya, terhitung sering mereka jalan bareng, itu yang membuat Rista semakin bahagia, Ahmad bisa nyambung sama temen temennya.
Setelah menunggu Tami, mereka menuju tempat makan di daerah pusat kota Bandung, tempat makan sekaligus tempat yang asik buat ngobrol ngobrol, Rista bareng Ahmad menggunakan motor, sedangkan anggota geng yang lain menggunakan mobil Ane. mereka menuju ke Taman Caffe di daerah Dago Bandung.
Taman Caffe terasa sejuk siang itu, meski udara Bandung cukup panas, seperti biasa Ahmad yang mentraktir mereka semua, selain ingin membuat Rista senang,dia juga care pada Liliputh.
" Thanks ya Mad udah traktir kita " ujar Ane, kini mereka semua ada di cafe taman dan memesan makanan
" Sama sama, aku seneng kalo kalian semua seneng, Oh iya aku ajak Agi juga ke sini biar ngga cowok sendirian" ujar Ahmad
" Ohh iya ngga apa apa, sok aja ay" Jawab Rista, dia faham meski Ahmad cukup akrab dengan gengnya,namum dia pasti ada kalanya risih juga jadi cowok sendirian.
Tak berapa lama Agi pun menyusul ke Taman Cafe, melihat ada Rista di sana, Agi jadi kepikiran juga dengan obrolan Ahmad tempo hari di NomNom. setelah bercanda dan haha hihi dengan liliputh, Ahmad dan Agi memisahkan diri, sedikit menjauh dari liliputh. Rista dan yang lainnya mempersilahkan, tanpa ada rasa curiga sedikitpun. Mereka kembali asyik berlima bercanda sambil menikmati makanan mereka.
sementara itu di meja Ahmad dan Agi
" Mad, belom bilang ke Rista?" Tanya Agi to the point
" Belom lah, ini baru beres ujian " jawab Ahmad sambil menghisap rokoknya
" terus mau kapan, makin lama nanti Rista makin sakit hati " Agi melirik ke. arah Rista. Rista ternyata manis juga kalau di perhatikan.
" pengennya sih weekend ini, sambil aku ngurus ngurus cuti"
" emang harus sampe putus juga sama Rista Mad?, dia manis lho Mad, apalagi sekarang, pas udah gayanya jadi agak feminim "
" kamu suka ?" Ahmad curiga
" Ngga lah Mad, tapi coba kamu liat Rista baik baik, diantara anak liliputh Rista dan Ane yang paling cantik, well emang Ane sih yang paling feminim"
__ADS_1
" iya Ane emang paling feminim, tipe gua" celetuk Ahmad, celetukan Ahmad barusan sontak membuat Agi melirik. Ahmad tersadar dengan apa yang barusaja di ucapkan nya buru buru meralatnya " Iya maksud gue, yang tipe gue tuh yang kaya Ane,kurus,tinggi,langsing, rambut lurus kaya iklan shampo"
" Ohh... tapi coba perhatiin Rista mad, dia manis "
Ahmad kemudian melirik Rista, Ahh Rista memang sudah banyak berubah sekarang, meski sedang ujian menggunakan baju hitam putih, kemeja putihnya di pakai begitu saja sebagai outer dengan celana jeans hitam, cuek namun cantik, sebahunya di biarkan tergerai begitu saja. namun terkadang di hiasi jepit atau bando. Ahmad pun sadar, Rista memang manis.
Ngga kerasa hari sudah hampir sore, Ahmad mengajak Rista dan liliputh untuk pulang, selain mereka sudah cukup lama ngobrol dan nongkrong, hari itu Ahmad masih ada pekerjaan lain.
" Ay,aku pulangnya bareng Ane aja, biar kamu langsung pulang" Rista berkata saat mereka akan berpisan
" Ohh gitu,ngga apa apa aku ga anterin kamu,masih ada waktu kok sayang " jawab Ahmad sambil membetulkan kemeja Rista
" Cieee. so sweet banget.. " ledek Tami, padahal mereka sudah terbiasa melihat Rista dan Ahmad seperti itu, di ledek begitu Rista langsung bersemu merah
" Yaudah yuk balik " ujar Ane sambil berjalan ke mobilnya, Makasih buat hari ini ya Mad "
" Sama sama Ne, makasih juga ya udah mau anterin Rista" Ahmad tersenyum
" It' s Ok"
mereka semua kemudian berpisan di Parkiran. Ahmad langsung melesatkan motornya menuju ke daerah Cimahi, rumahnya. nanti malam akan datang unit mobil baru ke tempat penyewaan mobilnya, usaha Ahmad memang sedang berkembang saat ini, oleh karena itu dia merasa lebih baik fokus pada usahanya terlebih dahulu.
***
Hari hari setelah ujian semester adalah hari kebahagiaan, ngga ada tugas,ngga ada kuliah, ngga ada praktikum yang bikin puyeng, tinggal banyak banyak berdo'a aja semoga hasil ujian bagus. Rista menghabiskan kegiatannya di Kostan, membereskan buku buku kuliahnya, membersihkan printer, mengubah tata letak meja belajarnya, juga membuang kertas kertas yang tidak terpakai.
ddrtrrrtt.... dddrrtt....
handphonenya di atas meja tiba tiba bergetar, di layar tertulis dari Ahmad
" Ya ay... " sapa Rista
" kamu lagi apa sayang? " tanya Ahmad ramah,
" lagi beresin kamar, kenapa? "
" sini keluar, aku ada di depan"
" surprise... " ujar Ahmad begitu Rista mendekat
" Kok ga bilang bilang mau dateng, aku belom mandi "
" lho, kan kejutan... " ujar Ahmad sambil tersenyum.
" Ihh... jahat, yaudah masuk yuk"
Ahmad memasukan motornya ke parkiran kostan Rista. Dia sengaja memang ngga ngasih tau Rista kalau hari itu dia akan datang menjemput ke kostan.
" Aku lagi beres beres, buang buangin yang udah ngga kepake " ujar Rista begitu mereka tiba depan kamar Rista, Ahmad langsung duduk di depan sofa depan kamar.
" ohh, masih lama?" tanya Ahmad lagi, matanya sambil berkeliling melihat sekitar kostan Rista, dia memang ngga terlali sering main ke kostan Rista
" udah beres,tinggal mandi, kenapa emang?"
" Ohh..ya baguslah, aku mau ngajak kamu kamu ke rumah"
lagi lagi Ahmad mengejutkan Rista,
" Ke rumah?" tanya Rista penasaran
" iya, ke rumah, mumpung lagi ngga kuliah kan " jawab Ahmad
" ohhh iya sih.. yaudah aku mandi dulu " ujar Rista sambil bersiap mandi, fikirannya masih di penuhi tanda tanya, tunben banget Ahmad ngajar ke rumahnya tiba tiba.
30 menit kemudian Rista sudah ada di motor Ahmad, mereka menuju rumah Ahmad di daerah Cimahi. Jujur, Rista gugup dan perasaannya campur aduk. sebelumnya Rista memang pernah ke rumah Ahmad, namun tidak sering, dan Rista tidak pernah ngobrol lama dengan keluarga Ahmad, hanya ngobrol sekedarnya karena kebetulan mampir.
" Kita mampir ke toko ibu ya" Ujar Ahmad saat mereka sudah mau sampai
" Ohh iya," jawab Rista gugup
__ADS_1
" Kita mampir aja, ngga usah degdegan,kita mau lihat kantor aku yang baru sebetulnya" Jawab Ahmad sambil menggenggam tangan Rista yang sedang memeluknya dari belakang
" Ahhh.. oke... aku bingung aja kenapa tiba tiba kamu ajak aku ke rumah" jawab Rista
" santai aja ay, " jawab Ahmad lagi.
ngga lama kemudian mereka tiba di toko grosir ibu Ahmad, seperti yang Ahmad bilang, mereka hanya menyapa ibu, Ibu Ahmad adalah orang yang sangat hangat, terlihat dari cara dia memperlakukan Rista. setelah itu mereka pamitan dan langsung menuju ke kantor Ahmad yang baru. letaknya tidak begitu jauh dari tempat Ibu Ahmad.
Kantor Ahmad yang baru adalah ruko yang baru selesai di bangun, beberapa orang tampak hilir mudik membereskan beberapa peralatan. kantor itu adalah kantor Mad's Travel, usaha jasa sewa kendaraan dan travel keluarga Ahmad, namun sekarang di kelola oleh Ahmad. Rista tidak menyangka ternyata di balik kuliah Ahmad, dia masih sempat mengurus usahanya.
" Kita ke ruangan ku aja ya Ta" Ujar Ahmad saat mereka memasuki ruko itu.
ruangan Ahmad terletak di lantai 2, ada juga ruangan staff yang lainnya, nampaknya Ahmad memang betul betul serius dengan usahanya ini, namun mengapa Rista baru tau sekarang.
" masuk Ta " Ahmad mempersilahkan Rista masuk ke ruangannya, ruangan yang nyaman, ada sofa, meja kerja juga beberapa rak. ada juga akuarium akuarium mini sebagai pajangan.
" kamu kok ngga pernah cerita usaha kamu Mad " Tanya Rista sambil duduk di sofa
" karena kemarin kemarin kan kita sibuk ujian Ta, sebelum sebelumnya juga kan sibuk kuliah, betulin nilai nilai dan segala macem, jadibsku belum sempet cerita " jelas Ahmad sambil menyodorkan sebotol minuman dingin
" Jadi ini yang kamu kerjain selain kuliah kamu " tany Rista
" Iya, selain main game, waktu aku ya aku habisin di sini, baru beberapa bulan belakangan sih aku terjun langsungnya, ya itu sebabnya kuliah aku keteteran, dan kadang main game juga sih, buat lepasin jenuh " jelas Ahmad " Aku pengen jelasin sesuatu sebetulnya sama kamu Ta "
" Ohh ya... Apa itu" Tanya Rista penasaran
" Mungkin ini agak bertentangan dengan keinginan kamu, juga keinginan ibu aku. Aku mau cuti kuliah Ta, aku mau fokus dulu di usaha aku, di kerjaan aku, aku bener bener pengen mengembangkan dulu usaha aku, aku ngga bisa fokus di keduanya Ta, buat sekarang usaha Aku sepertinya lebih butuh waktu aku. Jadi daripada aku buang buang uang untuk kuliah mendingan aku cuti dulu, setelah bisnis ini settle, aku lanjutin kuliah lagi " Ahmad memberikan penjelasan.
Rista menghela nafas, kemudian meminum minuman di depannya, mencerna yang Ahmad ucapkan barusan, apa yang di katakannya memang ada benarnya. toh yang Ahmad kerjakan juga hal yang positif.
" Ya udah kalau menurut kamu itu yang terbaik, aku mendukung aja, asal yang kamu kerjakan hal yang positif" jawab Rista sambil tersenyum. Ahmad tidak menyangka ternyata dengan mudahnya Rista mengiyakan permintaan Ahmad, Ahmad Kira, dia akan beradu argumen dulu dengan Rista masalah kuliah ini.
" Selain itu, ada juga yang ingin aku utarakan " ujar Ahmad, kali ini nadanya lebih serius, dan Rista melihat ada kehati hatian dalam setiap ucapan Ahmad. Ahmad menggenggam tangan Rista yang diduduk di sebelanya, di genggam nya dengan. kuat jemari Rista yang mungil, ini adalah hal yang berat bagi Ahmad
" Ta.... " ucap Ahmad, sungguh butuh kekuatan untuk mengucapkannya, dia memilih kata kata terhalus untuk di ucapkan pada Rista saat itu
" Iya Maad" Jawab Rista lembut, ada sesuatu yang aneh terbaca oleh Rista.
" Selama ini, kamu udah jadi wanita yang sangat baik buat aku, kamu mengusahakan yang terbaik buat aku, kamu mendukung aku dalam segala hal Ta, aku sungguh berterimakasih sekali" Ujar Ahmad, Rista menatapnya dengan penasaran, Ada apa gerangan ini.
" Aku adalah lelaki yang seharusnya beruntung dan bersyukur memiliki kamu, sayang kamu ke Aku begitu tulus Ta " Genggaman tangan Ahmad di rasa semakin kuat oleh Rista " Tapi... "
" Ya... tapi kenapa Mad " tanya Rista penasaran
" Tapi... maaf aku ngecewai kamu Ta," Ujar Ahmad sambil tertunduk, dia tak kuasa melihat wajah Rista, ucapannya masih terasa abu abu bagi Rista
" Maksudnya ngecewain?"
" Maafin aku Ta, aku udah berusaha semampuku untuk buat kamu bahagia, tapi.. " Ahh... Ahmad susah sekali untuk mengucapkannya.
" Tapi...?" Rista semakin penasaran
" Tapi maaf perasaan aku ke kamu ternyata bukan seperti itu Ta"
deg.... Rista merasa jantungnya berdegup,
" Maksudnya Mad?"
" setelah menjalani semua ini, Aku baru menyadari, ternyata perasaan aku ke kamu , peduli aku ke kamu bukanlah rasa cinta Ta, tapi peduli sebagai kakak ke adiknya" Ujar Ahmad sambil tertunduk di lantai, tangannya masih menggenggam kuat tangan Rista " Maafin aku Ta"
Rista kehilangan kata kata, entah apa yang akan di ucapkannya pada Ahmad, dia terlalu terkejut dengan semua ini, ini terlalu mengejutkan, Rista merasakan dadanya turun naik, nafasnya memburu, sekujur tubuhnya lemas, dia tak mampu berkata kata,semua yang Ahmad ucapkan barusan bahkan sulit dia percaya.
Rista memutar balik kebelakang, bagaimana Ahmad memperlakukannya selama beberapa bulan ini, Ahmad yang perhatian, ngga lebay namun terasa pas, manis sekali terasanya, jalan jalan mereka, touring ke pantai, jalan jalan bersama liliputh, Ahh .. semua itu berseliweran di kepala Rista, membuat dia pusing. Rista menyandarkan tubuhnya di sofa, otaknya belum mampu mencerna semua perkataan Ahmad, dia memejamkan matanya,Aah.... semua ini begitu mengejutkan.
" Ta... " Ahmad menyentuh lembut bahu Rista. namun Rista tepiskan tangan itu, di berdiri, berjalan ke jendela, memandang keluar. Semuanya jelas sangat mengejutkan, tiba tiba rasa sakit yang dulu ada muncul kembali, rasa sakit seperti dia diperlakukan oleh Fahry.
" Ta,... maafin aku Ta " Ahmad memeluk Rista, dia peduli pada Rista, sungguh peduli, namun dia tak dapat membohongi hatinya sendiri.
Rista terdiam mematung dalam pelukan Ahmad, tak ada kata kata yang mampu diucapkan. sakit... teramat sakit... luka dulu terbuka kembali. apakah memang dia tidak layak mendapatkan cinta, apakah dia memang tidak layak mendapatkan pasangan. hingga dua kali di perlakukan seperti itu. Tidakkah Ahmad tau bagaiman dulu dia diperlakukan oleh Fahry, bukankan Ahmad juga tau bagaimana dia menutup luka nya, Ahmadlah yang menyembuhkan nya,namun sekarang, Ahmad juga lah yang membuat luka itu terasa kembali, bahkan mungkin dua kali lebih sakit.
__ADS_1
perih...
bahkan untuk menangis pun rasanya Rista tak mampu.