Rafa Rista

Rafa Rista
Eps 68 ( tak ingin jauh darimu)


__ADS_3

Di dalam mobil Rista memperhatikan sikutnya yang berdarah dia juga merasa kaki kanannya sepertinya keseleo, karena tadi jatuh. Rista aneh, mengapa tadi orang yang menyerempetnya ngga minta maaf. "ohh mungkin dia takut di keroyok masa" ujar Rista dalam hati.


" Kita cari klinik daerah sini ya Ta" Ujar Agi sambil celingukan mencari klinik terdekat


" Ngga usah lah Gie, kita pulang aja. lagian ga parah kok. cuma sikut aja sama aku kayanya keselo" ujar Rista sambil memperhatikan sikutnya lagi


" luka kamu harus dibobatin"


" iya, kita obatin di apartemen aja"


" terus itu kaki kamu yang keselo gimana?"


" masa mau di diemin. kan harus di betulin tuh" ujar Agi sambil tetap fokus nyetir.


" aku gak tau tukang pijit di sini dimana" ujar Rista polos. Agi hampir tertawa mendengarnya karena wajah Rista lucu sekali saat berbicara begitu


" hahahaa, kita ke toko aku aka kalo gitu, nanti biar Anya yang cari tukang pijat" ujar Agi.


" Hhmmm okey" jawab Rista


kemudian Agi mengontak Anya agar mencarikan tukang pijit untuk mengobati keselo Rista. dan Agi langsung mengarahkan mobilnya ke arah compark, menuju tokonya.


Agi membantu Rista keluar dari mobil.


" baru kerasa kan sakitnya" ujar Agi, Rista hanya nyengir luda mendengar ucapan Agi " bisa jalan?" tanya Agi lagi


" bisa, aku ga pa pa Gie, cuma keseleo aja" ujar Rista sambil menutup pintu mobil Agi.


" perlu aku bawain kursi roda"


" Apaan sih Gie, lebay ah. ga mau " ujar Rista terang terangan menolak


" yaudah sini pegangan aja ke aku" ujar Agi sambil meraih tangan Rista. Rista tersenyum, dia memang butuh sedikit bantuan, jalannya memang tertatih.


" ruangan aku di lantai 3 lho, bisa naiknya? " tanya Agi begitu mereka masuk ke toko Agi.


" bisa lah Gi, kan kamu pegangin " jawab Rista. .matanya melihat para pegawai Agi yang terheran melihat bosnya otu memapah seorang wanita. Mereka pernah melihat Rista, ya, saat Rista mewawancara kandidat untuk kepala toko alkes beberapa waktu kebelakang. Agi yang di liatin para pegawainya justru cuek saja, bahkan dia sedikit senyum senyum. Selama ini para pegawai nya tau, Agi ngga pernah bawa wanita ke kantornya, para pegawainya pun diam dia ngefans sama Agi. Ya, bagaimana ngga ngefans, Agi itu ganteng, baik, ramah, meski suka tegas namun sebenarnya Agi adalah pribadi yang lembut.


Agi membantu Rista menaiki tangga menuji lantai dua. Rista sedikit meringis setiap kali kakinya menaiki anak tangga.

__ADS_1


" sakit kan. " Ujar Agi sambil tetap membantu Rista menaiki anak tangga


" Dikit... ngga sakit banget" ujar Rista sambil tersenyum menahan sakitt...


" cckkk .. udah sakit aja gitu bilang " ujar Agi sambil menggendong Rista menaiki tangga.


" Agiii ihh" ujar Rista kaget sambil mwmukul lembut dada Agi. Di belalang Agi beberapa pegawai beguman terkwjut melihat perlakuan bosnya itu pada Rista.


" Uhhh... sweet banget sih" ujar salah satu pegawainya.


Muka Rista saat itu sudah merah padam karena malu.


Dan Agi menggendong Rista sampai kantornya di lantai tiga.


" Ahh . akhirnya sampe juga" ujar Agi sambil merebahkan Rista di sofa.lumayan pegel juga menggendong Rista dari lantai 1.


tok.. tok.. tok...


" Pak Agi, ada yang perlu saya siapkan" tanya Anya, dia dari tadi melihat bos nya itu menggendong Rista dari lantai 1. luar biasa lembutnya memang bos nya ini kalau pada perempuan. dan itu yang membuat Anya nyaman menjadi asisten Agi dan respect terhadapnya.


" Mmhh... boleh tolong ambilkan p3k sama minum ya," ujar agi


" Baik pak" ujar Anya sambil memohon diri. namun Anya baru saja mundur beberapa langkah Agi sudah memanggilnya lagi


" Sudah pak, nanti akan datang orang dari quick rehab ke sini" jawab Anya sambil menyebutkan salah satu tempat pengobatan keseleo.


* Oke kalo gitu . terimakasih " ujar Agi sambil tersenyum. Senyuman yang selalu Anya suka.


Anya kemudian keluar dari ruangan Agi untuk menyiapkan permintaan bosnya itu. Dalam hati Anya berkata, beruntung sekali Rista, bisa di perlakukan sebaik itu oleh Agi. Namun Anya masih bertanya tanya, apakah Rista pacar Ago atau bukan. karena menurut kedu orang tuanya,Agi belim memiliki pacar.


tak berapa lama Anya kembali dengan dia buah minuman kemasan dingin dan sekotak peralatan p3k.


" terimakasih ya, nanti kalau orang yang mau ngobatin Rista sudah datang, tolong antarkan ke sini ya" ujar Agi sambil menerima kotak p3k dari tangan Anya.


Agi dengan telaten mencuci luka rista, kemudian menempelkan obat anti infeksi di bgian yang luka,Rista sempat meringis menahan perih saat Agi menempelkan obat anti infeksinya. Agi tersenyum melihat Rista yang meringis.


" kok malah senyum sih" tanya Rista cemberut


" Ngga apa apa, aku senyum aja. itu tandanya kamu ngga jaim depan aku" ujar Agi sambil membereskan alat P3k. dia sudah selesia mengobati luka Rista. Tak lama dari itu Anya masuk dengan seorang lelaki berusia 30 tahunan, iya dia tukang pijit untuk Rista.

__ADS_1


" Selamat sore pak,saya Gugun" ucap seseorang yang bernama Gugun memperkenalkan diri.


" Oh iya hallo pak, saya Agi. ini Rista,yang akan di urut kakinya oleh bapak" Ujar Agi sambil menyalami pak gugun


" Sore mbak Rista" sapa pak Gugun ramah


" any, tolong siapkan minum untuk pak gugun ya" perintah Agi pada Anya, Anya kemudian meninggalkan mereka.


" mau di urut sekarang pak?" tanya Agi


" Boleh pak, kalau mbak Rista nya sudah siap,kita bisa mulai" ujar pak Gugun sambil menyiapkan peralatan untuk memijat kaki Rista.


" Sakit ngga pak?" tanya Rista ragu ragu. Ini kali pertamanya dia di urut.


" Hehehe, sakit sedikit mbak, masih sakitan di tinggalin pacar" jawab pak gugun sambil bercanda.


" ehhehehe... pak gugun bisa aja" jawab Rista sambil terkekeh.


pak Gugun kemudian duduk dibdekat kaki Rista dan mulai menyusapkan minyak minyak ke kaki Rista. perlahan rasa hangat menyelimuti kaki Rista.


" Enak Gie anget" ujar Rista sambil tersenyum . Agi duduk di belakanh Rista, membiarkan Rista menyadar pada tubuhnya.


Agi juga menggenggam tangan Rista, feeling Agi nanti pasti akan ada bagian yang sakitnya. Dan ternyata benar...


" Awww... " Rista menjerit tiba tiba, di irinya suara klek dari mata kakinya


" tahan yaa Ta "Ujar Agi, tangannya kini jemarinya di genggam Rista erat erat.


" hehehehe... lumayan sakit ya mbak, ngga apa apa, Sekarang tulangnya udah betul lagi,tadi mata kakinya geser sedikit" Ujar pak Gugun sambil terus mengurut urut daerah matakaki dan betis Rista.


" sekarang mah tinggal pelemasan" Ujar Pak Gugun lagi.


Tak berselang berapa lama pak Gugun selesai memijit kaki Rista. beliau berpesan Tista sudah boleh berlatih berjalan sedikit sedikit.apabila nanti ada yang terasa lagi, pak Gugun akan datang kembali.


Setelah pak Gugun pulang Rista duduk di depan Agi, Kakinya kini di perban menggunakan perban coklat, seperti orang patah tulang. kata Pak Gugun, agar mata kakinya ngga bergeser lagi, karena masih rentan.


" Gi," ujar Rista pada Agi dibdepannya. Teman baiknya itu sedang menyeruput minuman yang di sajikan Anya


" Ada yang sakit lagi Ta" tanya Agi khawatir. Rista menggeleng. dia kemudian memeluk Agi tiba tiba. Agi kaget, minuman di tangan nya hampir tumpah.

__ADS_1


" Ta, kenapa? " Tanya Agi, kini wanita itu terisak di dadanya. Agi mengelus punggung Rista lembut.


" Makasih banyak Gie" ujar Rista di tengah isaknya. dia memeluk Agi erat. Semakin hari Rista semakin sadar,Agi lah yang selalu ada di setiap harinya. Memeluknya ,menguatkannya,dan dia kini sadar, dia tidak pernah ingin jaih dari Agi.


__ADS_2