Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 42 ( Kehilangan )


__ADS_3

Sementara itu kamarnya, Rista masih menelungkupkan kepalanya di atas bantal. Rista berfikir ulang, kenapa dia harus kesal dengan Agi, padahal Agi sebetulnya ngga salah apa apa. Agi bahkan sungguh baik hati memberikan Rista hadiah. Agi tidak menjauhinya, padahal sudah jelas jelas hati Rista bukan untuknya. Agi yang selalu sabar dengan mood swing Rista. Ahh.... Rista jadi menyesal telah berlaku buruk pada Agi.


Rista keluar dari kamarnya dengan mata sembab. Dia mencari Rona, biasanya saat seperti ini Rona bisa sedikit menghibur. Rista mendapati Rona sedang menonton televisi.


" Kak " Ujar Rista sambil duduk di sebelah kakaknya


" Hhmm... " Jawab Rona sambil tetap fokus dengan film di tv


" Kak Ona marah juga sama Rista?"


" Marah? kenapa?"


" Ya gara gara perlakuan Rista ke Agi"


Rona kemudian menatap adiknya itu. Dia terkadang kesal dengan sikap adiknya, ngga ngerti dengan jalan fikiran adiknya itu. Namun Rona ngga pernah marah.


" Ngga lah Ry, marah kenapa?"


" Abis nya Kak Ona diem aja"


" Kan kakak lagi nonton, oh iya ini dari Agi " kata Rona lagi sambil menyerahkan kotak hadiah.


"Eh kok bisa ada di kakak?"

__ADS_1


" sebelum pulang Agi nitip, telepon gih Agi nya, kasian, dia ngga salah kok Ta "


Tanpa menunggu lama Rista meraih kotak itu dan berjalan ke taman belakang. Di hubungi nya nomor Agi berkali-kali, namun ngga di angkat. Rista jadi gelisah di buatnya.


Apa Agi marah sama aku?. Tanya Rista dalam hati. Hatinya semakin gelisah. Rista kemudian memutuskan untuk mengirim pesan.


'maafin sikap aku Gi,'


sent to << Agi Informatika\ data-tomark-pass >>


Rista kemudian menutup ponselnya dan beranjak menuju kamarnya. Kado dari Rafa juga belum dia buka.


***


Mobil ambulans sudah datang untuk mengevakuasi Agi, Agi segera di larikan ke rumah sakit terdekat. Beberapa media memberitakan kecelakaan di tol Cipularang itu, namun teman teman Agi tidak menyadari bahwa kecelakaan itu menimpa Agi.


***


Satu Minggu kemudian


Agi tengah di rawat di salah satu rumah sakit di Jakarta, setelah kecelakaan itu, orang tuanya memindahkan Agi ke rumah sakit di daerah Jakarta Utara tempat Ayahnya bekerja sebagai dokter.


Untungnya kecelakaan mobil tempo hari tidak berdampak serius pada Agi, belum berdampak serius lebih tepatnya, karena benturan pada kepala biasanya akan berakibat secara tidak langsung.

__ADS_1


Suasana di Rumah sakit menginginkan Agi pada Rista. Mengingatkan saat Rista di rawat. Dan Aginpun sekarang sedang memikirkan Rista. telepon telepon dari Rista ngga ada yang Agi jawab, begitupun juga dengan pesan. Bahkan di buka pun tidak. Teman temannya pun menanyakan kabarnya dan mengapa dia ngga masuk ke kampus. Termasuk Ane, dia menanyakan kemana Agi. Agi menutup rapat semua komunikasi dengan teman teman kuliahnya. Namun meski begitu, Dia tidak bisa melepaskan bayangan Rista. Jujur Agi sangat merindukan Rista, dia rindu manjanya Rista. Namun hatinya juga sakit mengingat Rista, mengingat Bandung. Terlalu banyak hal yang mengakitkan di sana.


" Gi, Hp kamu nyala tuh" Ujar Mama Agi sambil menyiapkan sarapan Agi pagi itu.


Agi meliriknya sekilas, kemudian menelungkupkannya lagi. matanya kemudian menerawang ke jendela rumah sakit.


" Kamu ngga biasanya gini nak,pasti ada sesuatu" Ujar mamanya lagi


" Ngga ada ma,Agi juga ngga mau bahas itu, Agi mau sarapan ma" Ujar Agi pada ibunya


Bu Hani, mama Agi kemudian menyodorkan sarapan putra nya itu. Sebagai orang tua, Ibu Hani hafal bagaimana sifat Agi, dia bukan orang yang pandai berbohong. Dan dia hafal betul Agi orang yang sangat hati hati,apalagi dalam berkendara. Sejak dia mempunyai motor juga mobil ini adalah kali pertamanya kecelakaan. Menurut cerita saksi dan menurut kamera dasboard mobil Agi, kemungkinan Agi kehilangan fokus saat mengemudi. Dan itulah yang menjadi tanda tanya bagi Ibu Hani.


Seusai Makan Agi beranjak dari tempat tidurnya, dia duduk di sofa bersama ibunya melihat acara televisi. Sebetulnya dari kemarin Agi sudah di izinkan pulang, namun hari ini memastikan bahwa tidak ada sesuatu yang serius yang terjadi pada Agi. Jadilan sore nanti Agi baru bisa meninggalkan rumah sakit.


" Ma, udah suruh orang kan untuk beresin barang barang Agi di Kostan?" Tanya Agi pada ibunya


" Udah, Mama udah suruh Pak Min untuk beresin barang barang kamu dan bawa motor kamu di Bandung, kenapa tiba tiba kamu pengen pindah? Ini kannmasih awal awal semester Gi" Tanya Mamanya heran


" Ngga apa apa Ma, Agi pengen tinggal lagi di Jakarta aja, deket sama orang tua" Jawab Agi


Ibu Hani yang hafal sifat Agi kemudian mengernyitkan dahi, ini bukan Agi banget. Tahun lalu Agi yang merengek pada dirinya dan Ayahnya untuk kuliah di Bandung dengan alasan ingin lebih mandiri. Dan sekarang, anaknua ini tiba tiba meminta pindah lagi ke Jakarta, di tambah saat kecelakaan kemarin Ibu Hani tidak menemukan barang bawaan apapun di mobil Agi, sehingga ada kemungkinan Agi sebetulnya bukan mau ke Jakarta.


" Nanti sore setelah mengantar kita pulang, Pak Min ke Bandung untuk bawa barang barang kamu " Ujar Mama Agi lagi

__ADS_1


" Iya Ma " Jawab Agi singkat dia kemudian beranjak lagi ke tempat tidurnya. Fikirannya masih saja di penuhi dengan Rista. Dia sebenarnya ingin mengangkat telepon dari Rista ataupun membalas pesannya, namun satu sisi di hatinya juga melarangnya, dia sudah bertekad untuk melupakan Rista dan memulai lembaran baru. meskipun berat dan sakit rasanya.


__ADS_2