Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 33 ( Kumpul Keluarga )


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju rumah Rista lebih banyak diam, namun fikirannya tidak diam, dia juga tidak sedang memikirkan Ahmad, namun kali ini dia lebih memilih menikmati perjalanan. Tadi memang sempat dia memikirkan Ahmad dan Ane, menangis terisak di pelukan Rona, namun pemandangan di luar kali ini mampu menghiburnya dan sejenak melupakan Ahmad dan Ane.


Rona yang dari tadi memperhatikan Rista di balik kemudiannya, sedikit khawatir, dia khawatir Rista sakit hati berkepanjangan lagi, sampai menimbulkan trauma. Padahal Rona sudah melihat beberapa orang yang mencoba mendekati Rista, namun respon Rista kadang masih cuek. Rona khawatir Rista trauma.


" Ta.. are you oke?" Tanya Rona sambil melirik ke arah Rista


" I am fine kak " jawab Rista singkat, matanya masih melihat keluar jendela.


" Are you sure?" tanya Rona lagi tak percaya


" Yes, I am sure" jawab Rista mantap sambil melihat ke arah Rona, menatap kakaknya itu agar benar benar yakin. Dan Rona melihat kesungguhan di mata Rista.


" Kakak khawatir Ry"


" Ngga ada yang perlu di khawatirkan Kak, aku baik baik aja"


" Tapi dari tadi kamu ngelamun terus "


" ahahahha... Aku ngga ngelamun Kak, aku menikmati perjalanan. Aku kan lumayan lama di Rumah Sakit, jadi sekarang tuh aku lagi menikmati suasana " Jawab Rista sambil tertawa, dia tidak menyangka, kalau ternyata kakaknya itu mengira dari tadi Rista galau.


" Hehehhe ya syukur deh kalo gitu. Eh kita beli cake ya buat di rumah" Ajak Ron


" Wah.. boleh kak, aku udah lama ngga makan cake dari tempat biasa " jawab Rista Antusias.


Rona pun kemudian mengarahkan mobilnya ke kawasan Jalan Laswi, dimana cake shop Rista berada. Mereka berdua seperti bernostalgia, seperti sebelum Rista masuk kuliah dan Rona sibuk dengan bisnisnya. Rista memilih beberapa slice single cake, sudah pasti cake opera, selain itu juga dia memesan tiramisu dan red velvet, sementara Rona memesan Oreo Cheese cake. bila tidak di ingatan Rona, bisa bisa Rista memborong banyak cake, Rona tau sekali kalau Rista penyuka desert, dan cake salah satunya. Rona juga memesan dua buah round cake. Rencananya nanti Rona akan mengundang teman teman Rista untuk datang ke rumah dan syukuran karena Rista sudah sembuh.


Setelah selesai membeli cake mereka melanjutkan perjalanan. Cukup jauh dari tempat membeli cake ke rumah mereka. Namun lalu lintas kota Bandung siang itu cukup lancar, sehingga Rista dan Rona dapat cepat sampai di rumah. Hanya butuh waktu sekitar 30 menit dari cake shop menuju rumah mereka di kawasan Sukajadi.


Mobil Rona memasuki gerbang perumahan yang tampak asri, meskipun komplek perumahan lama namun cukup terawat dan mendapatkan perawatan yang cukup baik. Rista menikmati perjalanan di jalan kompleknya, lalu lalang orang yang berjalan kaki, kadang ada beberapa pedagang yang berpapasan atau security yang sedang berpatroli.


Rumah Rona tidak terlalu besar, namun terawat dengan baik. Rumah itu sebetulnya rumah keluarga, boleh di tempati Rona ataupun Rista, hanya Rista lebih memilih tinggal di kostan. Sesampainya di pelataran rumahnya Rista melihat mobil kedua orang tuanya terparkir di carport.


" Eh ada papi sama mami?" Tanya Rista terkejut,dia tidak menyangka kedua orang tuanya akan datang, selama ini biasanya orang tuanya tinggal di Jakarta.


" Ada, aku ngasih tau mami kalau kamu hari ini pulang dari rumah sakit" jawab Rona tenang sambil mematikan mesin mobil. Giliran Rista yang agak panik, dia takut kedua orang tuanya marah kalau ketauan dia belajar motor.


" Papi tau aku masuk rumah sakit?"

__ADS_1


" Tau "


" Papi tau aku operasi?"


" Tau "


" Ih kak Ona kok ngga ngasih tau aku kalau kakak udah bilang ke papi. Gimana dong kak, aku takut papi marah " rengek Rista. Dia tau betul kalau papi melarang, makan tidak boleh, haram hukumnya, meskipun Rista tau mungkin ada sebabnya papi melarangnya.


" Kakak ngga mungkin ngga cerita kalau kamu mau operasi Ry, kalau pas operasi kamu kenapa kenapa gimana coba? nanti kakak yang di marahin "


" Duh, kakak... papi bakalan marah ngga ya?" Rista masih cemas.


" Kakak udah cerita semuanya sama mami,sama papi juga"


" Tuhhh... kaannn... " Rista semakin cemas


" Udah deh ah.. ngga usah lebay,papi ngga bakalan marah kok " Ujar Rona sambil melepaskan seatbelt dan keluar dari mobil. Dilihatnya Rista masih mematung dalam mobil. Rona terkekeh melihatnya, adiknya itu ternyata masih manja seperti dulu, masih kolokan padahal sudah kuliah.


" Mas Rona sudah sampai " Ujar wanita paruh baya yang menghampiri mereka


" Eh iya mbok Na, tolong barang barangnya di turunkan ya, sama mang cecep aja turunkannya, berat, mbok tolong bawakan kue di kursi belakang saja" Jawab Rona ramah. Mbok Na adalah wanita yang hampir separuh hidupnya tinggal bersama Rona dan keluarganya, bahkan sejak Mami dan Papi Rona baru menikah.


" Heheheh dia takut di marahin papi mbok, heheheh " jawab Rona sambil terkekeh kemudian masuk ke rumah.


Mbok Na yang melihat nona manisnya masih mematung kemudian menghampiri dan membuka pintu mobil.


" Neng geulis* , Sayang kok ngga turun, Mas Rona udah masuk tuh, udah di tunggu sama mami dan papi juga" ujar Mbok Na ramah. Ah... Mbok Na, wanita paruh baya itu selalu lembut padanya.


" Ngga mau turun " rengek Rista. pada mbok Na lah, dia biasanya merengek super manja, dan Mbok Na akan selalu membujuknya dan merayunya dengan kata kata manis seperti pada anak kecil.


" Neng geulis sayang, papi udah nunggu lho dari tadi, papi juga udah nyiapin kesukaan neng masa neng ngga mau turun " bujuk Mbok Na lagi. Gadis di depannya ini memang bukan anak kecil lagi, namun bagi Mbok Na, dia akan selalu menjadi putri kecil kesayangannya, kesayangan keluarga.


" Papi ngga marah sama Ry?" tanya Rista, matanya menatap mbok Na


" Lho, kok harus marah neng, neng kan baru pulang dari rumah sakit, masa di marahin ? atau mau di gendong mang cecep ?" Tanya Mbok Na sambil mengeluarkan bungkusan cake dari jok belakang.


" Ngga usah mbok hehehe " jawab Rista sambil keluar dari mobilnya. berdiri sejenak , kakinya memang belum pulih benar, jadi dia sedikit berhati hati, ditambah selama perjalanan tadi kakinya terus di tekuk, sehingga sekarang terasa agak kaku. Rona yang ternyata kembali lagi menghampiri Rista, dia tau adiknya itu belum bisa berjalan secara normal, oleh karena itu dia datang untung membantu nya.

__ADS_1


" Pelan pelan Ry" Ujar Rona sambil membimbing Rista memasuki Rumah


" Papi ngga akan marah?" tanya Rista masih penasaran


" Takut banget sihh di marahin papi" ujar Rona


" Kak Ona... " Rist merengek kembali


" Makanya jangan bandel " ujar Rona sambil terkekeh jahil.


Begitu memasuki Rumah, aura hommy begitu terasa, Rona merawat rumah mereka dengan baik, aura kekeluargaan terasa di atmosfer ruangan.


" Princessnya Mami... Kesayangan Mamiii... " Ujar seorang wanita yang masih terlihat anggun dan mudah meski usianya sudah hampir kepala 5. Ahh... wanita itu selalu lebay dalam memanggilnya. ya... dia adalah Ibu-nya Rista Ibu Kintan alias Nyonya Hadi Permana. Ibu kandung Rona dan Rista


" Mamii.... " Peluk Rista, dia melepaskan tangan Rona, kemudian memeluk ibunya itu, rindu sekali rasanya


" Gimana sayang, kamu baik baik aja, apa yang sakit nak ?" Tanya mami penuh perhatian


Sementara itu Tuan Hadi Permana, ayah Rona dan Rista memperhatikan nya dari belakang, lelaki yang selalu terlihat cool, berwibawa namun hangat itu tersenyum sekilas melihat putri semata wayangnya telah pulang. Dia menghampiri Rista.


" Tentu baik baik saja, makanya sudah pulang dari rumah sakit" Ujar papi Rista


" Papii.... " Kini Rista memeluk ayahnya " Aku kangennn pi ... "


" Ahh... kamu, merengek gini sama papi, kamu kan udah gede " Ujar ayahnya,tangan putrinya itu memeluknya erat membuat dia sulih bergerak


" Papii.... jangan marah ya pi... Maafin Ristaaa ya pi" rengek Rista lagi. Rona yang melihat pemandangan itu hanya terkekeh. Dia tau papi nya tak akan setega itu pada Rista, meskipun di tau, Rista melanggar larangannya.


" Papi mau marah ah.. " Goda ayah Rista


" Jangan Pi... please.. marah Ry baru pulang dari rumah sakit udah di marahin "


" Lho... kan kamu salah " goda ayahnya lagi


" Hihihi iya maafin pi.. " rengek Rista lagi, dia tau papinya orang yang tegas.


" Makanya.. jangan aneh aneh " Ujar ayahnya Rista sambil mengucek rambut putri kesayangannya itu. Sebetulnya mana mungkin dia bisa marah pada putri kesayangannya itu, justru pada Rona lah dia seharusnya marah, karena tidak menjaga Rista hingga bisa kecelakaan.

__ADS_1


Rista semakin erat memeluk papinya, dia lega ternyata papinya tidak marah. Mereka kemudian menikmati cheese cake yang di belinya di perjalanan sambil menonton tv di ruang keluarga. Mereka bercengkrama, Rista sambil meluruskan kakinya dan disinari oleh lampu terapi. sudah lama rasanya Rista dan Rona tidak berkumpul seperti itu. Ternyata ada hikmahnya di balik kecelakaannya waktu itu.


__ADS_2