Rafa Rista

Rafa Rista
eps.73 ( kota sejuta kenangan)


__ADS_3

Suara dari speaker pengumuman membangunkan Agi dan Rista.Agi mengerjapkan mata, dilihatnya Rista juga mulai terbangun.


"udah sampe mana kita?" tanya Rista sambil mengeliat.


Agi melihat sekeliling,


" Kita baru sampe stasiun Purwakarta" Kawab Agi,dia membaca Lcd di yang terpasang di pintu.


" hhmmm... bentar lagi sampe" ujar Rista sambil menyeruput sisa matcha nya.


Tak lama kemudian kereta kembali melaju menuju Bandung. Pemandangan setelah stasiun Purwaka di dominasi oleh pesawahan, Rista dan Agi dimanjakan oleh pemandangan disepanjang rel. Agi tersenyu sendiri, " ngga salah emang ngajak Rista pakai kereta,Rista seperti nya senang" ujar Agi dalam hati.


Pukul 10.05 kereta yang di tumpangi Rista dan Agi tiba di stasiun Bandung. setelah menurunkan koper dari gerbongnya, Rista meregangkan badan. Beda sekali stasiun Bandung sekarang. Stasiun Bandung sekarang tampak bersih dan teratur, beberapa porter tampak lalu lalang membawa barang penumpang.


Rista sudah memberi kabar ke mami kalau hari ini dia akan pulang ke Bandung bersama Agi. Tentu saja mami sangat antusias dengan kepulangan putri bungsunya itu. Mami bahkan menyuruh Agi untuk menginap di rumah mereka,namun Agi tolak dengan halus. Namun baik Rista ataupun Agi ftidak dapat menolak saat mami menyuruh mang cecep yang menjemput mereka di stasiun. baik Rista maupun Agi mengiyakan permintaan Mami.


" Mang cecep... " Rista melambaikan tangan ke arah Mang cecep di pintu utama kedatangan.


" Neng Ri .. " seru mang cecep sambil berjalan cepat menghampiri Rista dan Agi


" Mang cecep apa kabar" tanya Rista


" Alhamdulillah baik neng. Neng dan den Agi sehat?"


" Alhamdulillah mang," jawab Agi sambil senyum,


" Alhamdulillah aku juga baik mang" jawab Rista


" Mari neng,saya bawain kopernya" Ujar mang Cecep sambil meraih koper yang di bawa Rista dan menuju parkiran mobil.


" Mang kita sarapan dulu ya" ujar Rista begitu mereka masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


" Siap neng,mau sarapan dimana neng?"


" Lontong kari kebun karet" ujar Rista sambil menyebutkan tempat makan legendaris di Bandung.


mereka kemudian meluncur ke daerah kebon karet, yang ngga begitu jauh dari stasiun.


Rista dan Agi memesan seporsi lontong kari spesial, keduanya sepakat. lontong Kari ini memang enak. Lontong kari ini sudah ada bahkan sebemum Rista lahir. sejak mami dan papi masih berpacaran.


" ah ... nikmatnya" ujar Agi sambil menyeruput teh hangat setelah selesai menghabiskan lontong karinya.


" Gimana? enak?


" mantap .. " jawab Agi. " sepertinya kita perlu agendakan untuk kulineran di Bandung Ta"


" wah boleh tuh,aku juga kangen jalan jalan di Bandung" ujar Rista antusias


Seusai makan menyelesaikan sarapan yang terlambatnya, Rista mengantarkan Agi menuju hotel di kawasan Sukajadi. Agi sengaja memilih hotel yang tidak terlalu jauh dari kediaman Rista, agar kalau Rista atau dirinya perlu di jemput akan lebih cepat. Setelah itu Ristapun menuju kediamannya,dimana maminya sudah menunggu.


" Neng, kita sudah sampai" Ujar mang cecep membuyarkan lamuna Rista


" Oh iya mang, tolong koper saya di turunkan ya" ujar Rista kemudian turun dari mobilnya,dan berjalan menuju rumah.


krek... " Assalamualaikum " Ujar Rista sambil membuka pintu.


" Waalaikunsalam... princesnya mamiii" ujar Mami sambil berlari memeluk Rista " Sayangnya mami,cintanya mami... uhhh mami kangen bangett" ujarnya lagi sambil memeluk dan menghujani Rista dengan ciuman


" heheheh .. Mami gimana kabarnya? sehat?" tanya Rista sambil memeluk ibunya itu. Pelukan ternyaman memang selalu ada pada ibunya


" Sehatt dong sayang, kamu gimana? kok kurusan? Rona ngga ngasih kamu makan ya?"


" Aihh mami... Ri ngga kurusan mi... mami ah... lebay deh, lagian Kak Ona kan di Bali" Ujar Rista sambil menggandeng tangan maminya masuk ke ruang kekuarga.

__ADS_1


" ahh .. kangennya sama rumahh ini" ujar Rista sambil menghela nafas


" Neng Ri ... " panggil seseorang dari arag dapur. Mbok Na...


" Mbok Naaaa..... " Ujar Rista sambil berlari memeluk Asisten rumah tangg kesayangannya


" Neng sayang,sehat? neng kemana aja mbok kangen,rumah sepi ngga ada neng" Ujar mbok na sambil mengusap usap pipi Rista, matanya berkaca-kaca tanda dia merindukan Rista


" Sehat mbok .mbok apa kabar? mami ngga rewel kan selama aku di Jakarta" tanya Rista sambil nyengir


" Aiisshh... mana ada mami rewel" celetuk mami dari ruang keluarga


" Mbok sehat neng, Alhamdulillah. neng yang lama ya di sini, kalo bisa jangan pulang lagi ke Jakarta, di Bandung aja, yah ... biar mbok masakin neng tiap hari" pinta mbok Na. Bagi mbok Na, Rista sudah seperti anak kandungnya sendiri, apapun makanan yang Rista mau, pasto mbok na buatkan,mau sesulit apapun itu mbok na pasti bisa. Dan masakannya selalu enak.


" Mbok naaa...." Rista memeluk asisten rumah tangganya itu " Makasihh ya mbok"


" Sama sama neng sayang, sekarang neng istrht yaa... Mbok buatin lemon tea sama bawain neng puding" ujarnya lagi, Rista mengangguk kemudian melepaskan pelukannya dan kembali ke mami.


" Papi kemana Mi?" tanya Rista sambil duduk di sebelah mami


" Lho kak Rona ngga bilang? Papi lagi ke Bali" jawab mami sambil keheranan


" Nggak tuh, ohh sibuk kali ya,yaudah yang penting ada mami di rumah" Ujar Rista sambil memeluk lengan maminya. Kadang mami memang lupa mengabari keberadaan papi padanya, takut Rista khawatir atau kepikiran.


" kamu yang lama yah di Bandung, temenin mami"


" hhmmmm... " Rista menjawab dengan berguman. Padahal tujuan dia ke Bandung kan untuk bertemu Via.


" Ihh kok cuman hmmm aja sih"


" Iya mami sayang.... cun duyu cini... mmuacchhh.... " ujar Rista sambil mencium pipi ibunya itu " udah ah, ri mandi dulu ya" Ujar Rista lagi sambil berjalan menuju kamarnya. mandi, dan tentu saja istirahat.

__ADS_1


__ADS_2