
Rista membuka laptopnya di caffe hotel, di depannya secagkir ice latte menemaninya mengecek pekerjaannya hari itu. Hari sudah beranjak siang dan Rista harus segera mnegcek progress pekerjaan di Cleanbozz Bandung, Rista sendiri sudah menyuruh Via untuk langsung menjalakan rencana yang sudah mereka susun beberapa hari yang lalu. Sementara Rista mengecek pekerjaannya, Agi janjian dengan Anwar untuk menukar kembali mobil mereka. Sebenarnya agak enggan Agi meninggalkan Rista sendirian, dia khawatir pengirim pesan misterius itu mulai berani mendekati Rista. Namun Rista bisa menyakinkan Agi kalau semuanya akan baik baik saja, Rista pun memberitahu Agi kalau dirinya sedang berada di caffe hotel untuk menyelesaikan pekerjaannya.
" Kabarin kalo ada apa apa a, atau ada siapapun yang mencurigakan ' Ujar Agi saat Rista mengantarnya ke lobi hotel. Rista hanya mengangguk kemudian sekilas mencium pipi kekasihnya itu, kemudian beranjak menuju caffe.
Agi memacu mobilnya menuju awasan Sersan Bajuri ledeng, tempat dia janjian dengan Anwar, Karena Anwar akan langsung pergi denan Nika ke kawasan Subang siang itu, jadilah mereka janjian sedikit ke arah utara. Tidak perlu waktu lama untuk Agi menemukan lokasi janjian dia dengan Anwar, Sebuah rumah makan khas sunda dengan konsep outdoor dan privat. Agi heran kenapa Anwar memilih tempai ini sebagai tempat janjian mereka, padahal dirinya hanya akan bertukar kendaraan saja.
Parkiran rumah makan khas sunda itu tidak terlalu ramai siang itu. Ada beberapa mobil pengunjung, Agi melihat mobil Rafa ada di parkiran juga,tak jauh dari pintu masuk resto. Agi mengernyitkan dahi, untuk apa Rafa ada di resto ini.Agi melangkahkan kaki memasuki resto dengan konsep alam itu, Anwar sudah memberitahunya, mereka menempati sebuah Gazebo di area belakang, area yang agak tertutup di kelilingi pohon bambu air. Dari kejauhan Agi sudah bisa melihat siapa saja yang ada di sana. Ya, Rafa ada di sana, duduk berhadapan dengan Anwar dan Nika. Agi menghela nafas, apalagi yang akan Rafa perbuat kali ini, sejujurnya Agi sedikit kesal dengan Rafa, karena pernyataan perasaan di video saat kemarin, berujung Rista masalah buat Rista.
" hay semua " Sapa Agi begitu dia tiba di Gazebo
" Hy gi, Ayo sini masuk " Ujar Anwar sambil bergeser dan mempersilahkan Agi untuk duduk di sebelahnya, dan Nika bergeser mendekati Rafa.
" Hy Gi, " Sapa Rafa, dia melihat air muka Agi kurang besahabar begitu melihatnya di gazebo bersama Anwar dan Nika.
" Hy Fa, lagi ngapain di sini ?" Tanya Agi, to the point dan sinis
" Aku yang minta ke Anwar untuk ketemuan, kita harus ngelurusin ini semua " Ujar Rafa lagi. Selama mereka berteman, ini kali pertamanya melihat Agi dalam ekspresi seperti itu.
" Yang di lurusin maksudnya?" Tanya Agi, bagi dia harusnya Rafa dan Marinda yang meluruskan masalah ini ke media, bukan ke Agi.
" Lo duduk dulu Gi, kita sengaja ketemuan di sini biar bahas masalah ini dengan tenang " Ujar Anwar sambil menarik tangan Agi untuk duduk di sebelahnya
" Dengan tenang? dia nih An, awal dari semua kekacauan ini tuh dia " Ujar Agi lagi, emosinya sudah jelas nampak, namun berusaha di redam sekuat tenaganya. Bila yang di hadapannya ini Ahmad, sudah dari tadi Agi melayangkan pukulannya." Lo tau ngga Rista kaya gimana sekarang?"Ujar Agi lagi pada Rafa
" Iya Gi, makanya, kita di sini untuk bahas itu" Rafa kali ini angkat bicara
"Kak Agi, jangan emosi dulu, kita semua peduli sama Rista, makanya sekarang kita kumpul di sini" Kali ini Nika yang berusaha membujuk Agi.
Alhirnya Agi menuruti permintaan mereka, meski tidak di pungkiri emosinya belum mererda. Bagi Agi, Rafa adalah orang yang palng bertanggung jawab atas semua yang terjadi pada Rista. Apalagi Agi tahu persis, dulu, Rista begitu merelakan hubungan Rafa dan Marinda, tak pernah sedikitpun Rista ingin mengusik mereka. Namun Rafa, dengan sembrononya menyatakan perasaannya kepada Rista hingga berdampak seperti sekarang.
" Rista ada di mana Gi ?" Tanya Rafa memulai obrolan mereka.
__ADS_1
" Ada, Rista sementara aman bareng gua" Jawab Agi datar, dia enggan menyebutkan Rista di mana.
" Gue perlu tahu" Jawab Rafa
" Buat apa? lo mau bikin masalah baru?" emosi Agu tersulut kembali
" Udah - udah " Kali ini giliran Anwar yang melerai mereka " Ada pokoknya Fa, Rista aman sementara ini"
" Yaudah, gue percaya ama lo, lo bakalan jagain Rista " Ujar Rafa, tersirat nada pernyesalan dan permintaan maaf " Gue minta maaf Gi, Gue ga nyangka akan seperti ini akhirna, gue juga udah minta Marinda untuk menyelidiki kenapa video itu bisa sampe keputar di acara semalam, Gue sama sekali ngga tau, EO untuk acara semalam Marinda, keluarga dan manajemennya yang mengatur" Rafa memberikan penjelasan
" Ya, oke, lalu?" Agi masih dengan sikap dinginnya menanggapi Rafa
" Gue sama Marinda juga sekarang lagi cari tau siapa yang bawa video itu ke acara semalem, bagian IT dan backstage yang bertanggung jawab sekarang lagi di selidiki oleh Timnya Marinda, gue juga ikut nyelidikin, kalo lo mau, lo bisa ikut" Ujar Rafa lagi, dia sengaja melibatkan Agi untuk menyelidiki ini, dia tidak ingin Agi menjadi salah faham dengan dirinya. Bisa saja Agi memiliki prasangka Rafa sengaja memutar video itu
" Lalu hasilnya gimana?" tanya Agi lagi
" kita masih cari siapa yang bawa video itu ke backstage, sejauh ini belum ada hasil apa apa, gue juga check mau check semua visitor dan rekaman cctv, mungkin bakalan agak lama, tapi pati ada hasilnya " Jelas Rafa lagi, dia berharap penjelasannya ini bisa sedikit meredam emosi Agi
" belum, kondisinya masih kacau, tapi gue udah janjian mau ketemu Marinda, sejauh ini baru managernya yang konfimasi ke media, keluarga kita juga sama sama belum ketemuan lagi " Ujar Rafa, ada nada putus asa terbaca dari nada bicaranya " Gue minta tolong, sampein maaf gue ke Rista dan keluarganya, gue tau ini pasti ngga mudah buat dia.
Agi menghela nafas, dia pun faham, ini juga pasti berat bagi Rafa da keluarganya, jugabari Marinda, bagaimanapun juga pertunangan ini adalah hal yang paling Marinda tungu, selama ini karirnya nyaris tanpa cela, pemberitaan ini pasti akan berimbas juga pada karir dirinya.
" Nah gitu Gi, kenapa gue diminta Rafa buat nyuruh lo ke sini, sorry ya gue ngga bilang bilang dulu, gue takut lo ngga mau nemui Rafa kalo tau dia ada di sini" Ujar Anwar sambil menepuk lembut pundak Agi
" Ia, oke, yaudah ngga apa apa" Jawab Agi lagi
" Rista sampe kapan bareng lo?" Tanya rafa lagi
" Sampe keadaan agak aman, tadi pagi gue liat media udah mulai cari tahu siapa Rista, yang gue khawairin, mereka nyamperin Rista ke rumahnya, makanya sampe sekarang Rista masih di tempat gue" Agi memberikan penjelasan " Lo lebih cepet lebih bagus untuk ketemu Marinda dan buat konfrensi pers, biar Rista juga ngga kebawa bawa lebih lama "
" Iya, malam ini gue ketemu Marinda dan keluarganya" Jawab Rafa lagi. Dia merasa beban dipundaknya begitu berat kali ini.
__ADS_1
" Kabarin aja rencana rencana lo di grup Fa, biar anak anak juga bisa bantu kalo ada apa apa ' Ujar Anwar, diaahu Rafa pasti juga butuh dukungan
" Gue pasti kabarin, ahh... gue bener bener blank harus kaya gimana sekarang" Ujar Rafa sambil mengucek rambutnya
" Udah kak, kita sama sama saling suport sekrang, " Ujar Nika bijaksana
" Yaudah, kita hadapin bareng bareng fa, semoga semua ini cepet ada jalan keluarnya " Ujar Agi, kali ini dia tulus mengucapkannya
" Thankyou Gi" Ujar Rafa sambil menatap Agi
ddrttt...dddrrtt...dddrrtt...
Tiba tiba ponsel Agi yang di letakan di atas meja bergetar, sebuah pesan whatsapp masuk terlihat di lcdnya, Agi membuka pesan tersebut
Deegghh....
Air mukannya langsung berubah 180 derajat, tangannya mengeras seiring sengan terbukanya pesan di whatsappnya.
" Anj*ng" Ucapnya pelan nyaris tak terdengar, apabila teman temannya tidak dalam jarak sedemikian dekat mungkin ucapan tersebut nyaris lupu dari pendengaran mereka
" Kenapa Gi?' Anwar di sebelahnya penasaran, dia melihat Agi menggenggam erat ponselnya dengan air muka emosi. Anwar meraih ponsel di tangan Agi yang mematung. Anwar menahan afas melihat pesan yang di bacanya di pesan tersebut.
"i got her, berani sekali lo ninggalin Rista sendiri dalam keadaan ky gini. should i take her ???"
Anwar mengernyitkan dahi, tidak mengerti dengan isi pesan itu, di bawah pesannya ada foto Rista di hadapan laptonya di sebuah caffe hotel. Agi masih mematung, fikirannya melayang ke Rista yang kini berada di hotelnya. Sementara itu, Anwar menuntaskan penasarannya, dia menscroll percakapan diatas pesan itu, beberapa photo dan percakapan di bacanya. Matanya terbelalak membaca isi pesan pesan tersebut juga foto foto yang di kirim orang tersebut.
" Gi.... ini apa...? Tanya Anwar tergagap, tidak percaa dengan apa yang di baca di pesannya barusan, potongan potongan pesan juga foto foto Rista yang nyaris tidak bisa di terima logikanya.
" Nanti gue jelasin semuanya, gue harus cabut sekarang, Rista bisa jadi dalam bahaya" Ujar Agi bergegas meraih kunci mobilnya dan langsung berlari menuju parkiran tanpa pamit ulang pada teman temannya.
" Berani beraninya dia menguntit Rista hingga ke hotelnya" Rutuk Agi dalam hati. Agi langsung melesatkan mobilnya secepat yang dia bisa menuju hotel tempat mereka menginap.
__ADS_1