Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 46 ( Tamu di Cleanboss)


__ADS_3

Keesokan paginya Rista bangun dengan badan pegal pegal, untungnya hari ini adalah weekend, jadi Rista bisa sedikit bersantai. Rona memang tidak mewajibkan Rista ke kantor kalau hari sabtu dan minggu, kalau Rista mau, Rista boleh ke kantor. Tapi kalau Rista merasa butuh istirahat, Rona juga tidak memaksa. Dan sepertinya hari ini badan Rista ngga bisa di ajak kompromi. Kasur kamar Rista seperti ada magnetnya yang membuat Rista enggan beranjak. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Rona sendiri sudah mandi dan sarapan, hari ini adalah jadwal gajian pegawainya. biasanya Rona akan mentraktir mereka makan makan atau jajan di sekitaran auto bridal.


Rona membuka pintu kamar Rista, dan dilihatnya Rista masih asik begulung selimut. gordennya saja belum di buka. Rona menyibakan tirai dan membuka jendela kamar Rista. Terdengar Rista mengeluh manja melihat Rona menyibakan tirai kamarnya.


" Aku masih capek banget kak " ujar Rista dari balik selimut.


" Udah siang ini Ry, kakak malah udah mandi dan sarapan. Kamu ga akan bangun "


" Aku masih ngantuk kak. Pegel pegel juga ini badan aku. Kakak kalo mau pergi ya pergi aja " Ujar Rista. Pokoknya misi Rista seharian ini mau kencan dengan kasurnya. Ngga mau melakukan aktivitas apapun.


" Yakin ngga mau ikut sama kakak. Hari ini kakak mau traktir semua yang ada di cleanboss lho " Ujar Rona lagi.


" Ngga mauu... pokonya ga mau. Aku mau tidur. Titik" uajr Rista lagi sambil menutupkan selimut ke wajahny.


" Oke deh kalo gitu. Kakak jalan dulu ya " ujar Rona sambil keluar dari kamar Rista. dan Rista pun melanjutkan misi bangun siangnya di weekend ini.


jam hampir menunjukan pukul 10 saat Rista bangun, udara Jakarta sudah panas. Rista merasa jam 10 ini seperti jam 12 di Bandung. Ahh... tiba tiba dia kangen Bandung, selama 3 bulan di Jakarta Rista belum sekalipun pulang ke sana. Bahkan bagi Rista Bandung menjadi begitu menyakitkan.


Rista beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kulkas, menuangkan air dingin dari kulkasnya, kemudian mengambil sebuah pisang, sambil duduk di depan tv Rista mengcek ponselnya. Ada beberapa pesan dari dede dan tami, juga chatingan di grup liliputh yang sudah ratusan, ada pesan dari mbok Na juga, dan dari Rafa. Rista membuka satu persatu pesannya.

__ADS_1


Dari Dede dan Tami mereka sama sama menanyakan kabar Rista, mereka sudah melakukan seleksi untuk turnamen futsal nanti. dan apabila mereka lolos seleksi tingkat kota mereka akan maju ke tingkat provinsi. Rista benar benar senang mendengar kabar itu. Rista berjanji bila final nanti dia akan mengusahan untuk menonton langsung. Mbok Na juga sama menanyakan kabar Rista, meskipun Mbok Na terbiasa ngga ada di Rista di rumah, namun sekarang rasanya Rista seperti jauh sekali, biasanya dulu kalau Rista masih di kostan, kadang Rista menyempatkan pulang sebentar saat mami dan papi pulang ke Bandung, namun sekarang sebaliknya. Mami dan Papi ada di Bandung tapi Rona dan Rista malah di Jakarta.


Dan terakhir Rista membuka pesan dari Rafa, Rista tersenyum sendiri membacanya. Semoga dia dan Rafa lekas bertemu. Meskipun hatinya sedikit Ragu, apakah Marinda nanti akan marah atau tidak. Tak lupa Rista juga mengecek kotak pesan Agi, Rista menghela nafas, sampai hari ini Agi belum juga membalas pesannya. Rista memperhatikan gelang dari Agi, " Sebenarnya apa salah aku sama kamu Gi?" tanya Rista dalam hati.


***


Rona sudah menyelesaikan kewajiban kepada pegawainya siang itu, seperti biasa saat gajian tiba, Rona akan mentraktir semua karyawan Cleanboss untuk makan makan. Dan pilihan mereka hari itu jatuh pada sebuah rumah makan sunda di daerah kelapa gading. Rona sengaja memilih resto itu karena sedang rindu dengan masakan khas sunda. Nasi liwet, ayam bakar,ikan asin,lalapan dan sambal. Sebetulnya dia bisa saja makan itu bersama Rista, namun makan bareng pegawai pegawainya memang selalu lebih nikmat. Melihat wajah wajah ceria pegawainya adalah kebanggaan tersendiri bagi Rona. Rona sudah meminta sekretarisnya untuk memesan tempat. Dan seperti biasa. Cleanboss akan tutup sementara di jam istirahat siang karena semua karyawannya makan bersama pimpinannya. Rona juga mengajak Rista untuk makan siang bareng, namun Rista masih teguh pada pendiriannya, ingin berkencan dengan kasur. dia juga menyebutkan kalau dirinya sudah makan siang. Padahal sebenarnya dia baru makan pisang saja dan segelas jus. Namun Rista malas sekali untuk keluar rumah.


Seusai makan siang, Rona dan seluruh pegawainya langsung kembali ke Cleanboss, biasanya sudah ada customer yang menunggu di depan gerbang, baik itu untuk carwash ataupun untuk ke bengkelnya. Dan ternyata benar, ada tiga mobil yang sudah menunggu di depan gerbang Cleanboss. Dan salah satunya mobil yang Rona lihat di comercial park tadi malam. Dan bila Rona tak salah lihat, kali ini tatapan mereka bertemu, pengemudi di dalam mobil itu melihat Rona menatap ke arahnya. Setelah memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam kantornya Rona gelisah, berjalan mondar mandir. Namun tiba tiba pintunya di ketuk


" Maaf pak, ada tamu untuk Bapak " Ujar sekretaris nya sambil mengangguk sopan


Tak lama kemudian tamu itupun masuk, muka yang tak asing lagi buat Rona. Orang yang beberapa bulan belakangan ini dia cari cari. Orang yang membuat Rista sedikit galau juga.


" Apa kabar kak?" tanya lelaki tersebut sambil melangkah masuk ke kantor Rona.


Rona segera menyambutnya dan memeluknya hangat.


" Kamu.... kamu kemana aja Gi,Rista nyariin kamu setiap hari " Tanya Rona. Sungguh dia tidak menyangka, akhirnya dia bertemu dengan Agi, setelah sekian lama ngga ketemu.

__ADS_1


"Panjang ceritanya Kak, tar aku cerita"


" Eh duduk Gi, ya Ampun aku beneran ngga nyangka Gi. Kamu kok tau aku ada di sini?" Tanya Rona sambil duduk bersebelahan dengan Agi di sofa


" Tau dong Kak, Rista kan sering update sosmed kalau dia di sini, terus aku juga cari cari alamat cleanboss di Jakarta, dan ternyata ketemu di sini"


" Ya ampun, Gi, beneran aku masih spechless lho. Kamu... ah... Kamu kenapa ngilang tiba tiba sih ?" Rona semakin penasaran.


Agi kemudian menceritakan kronologis saat syukuran di rumah Rista kala itu, bagaimana kesalahfahaman Rista dan juga kalut nya fikiran Agi. Sebagai orang yang mencintai Rista dan care dengan Rista, perselisihan kecil saja dengan Rista bisa membuat Agi serba salah, apalagi kala itu perselisihan nya menyangkut dengan Rafa juga. Agi menjelaskan bahwa dia sama sekali tidak ingin bersaing dengan Rafa atau bagaimanapun. Dekat dengan Rista pun sudah sangat cukup. Agi juga menceritakan kecelakaan yang di alaminya sepulang dia dari acara syukuran itu, kemudian orang tuanya membawa dia ke Jakarta dan merawatnya. Sebetulnya dia ingin sekali menghubungi Rista ataupun Rona, namun Agi selalu ragu ragu. saat mengetahui Rista pindah ke Jakarta, Agi merasa bingung, dia bingung apakah harus menemui Rista atau tidak. Agi pun selalu membaca pesan pesan Rista, dia tau betul bahwa Rista merasa kehilangan dirinya.


Rona menepuk pundak Agi, dia mengerti apa yang Agi rasakan. Sebagai lelaki, Rona faham itu semua. Dia pun merasa Rista plinplan, sudah jelas ada Agi di hadapannya yang begitu baik,sabar dan perhatian. Namun perasaannya masih saja untuk Rafa.


" Kamu tau Gi, Rista ngga pernah benar benar marah sama kamu" Ujar Rona sambil menatap Agi.


Roba kemudian menceritakan bagaimana Rista kehilangan Agi, sahabat yang selalu menopang dia saat dia lemah, dia begitu mengandalkan Agi, termasuk juga Rona. Sebetulnya Rista sudah membuka sedikit hatinya untuk Agi dan hampir melupakan Rafa. Namun ternyata sat itu Agi menghilang. Salah satu alasan Rista ke Jakarta juga mungkin karena itu. Rista ingin mencari kesibukan agar fikirannya tidak selalu di sita oleh Rafa dan Agi.


Agi menghela nafas, ternyata sebegitu berarti nya dia untuk Rista, andaikan dia tau, mungkin saat itu dia tidak akan berdiam diri dan membiarkan Rista. Padahal Agi sendiri membaca pesan pesan dari Rista, dia selalu bertanya dimanakan dirinya dan berkata kalau dia ingin bertemu.


" Hadiah dari kamu selalu Rista pakai Gi" Ujar Rona lagi. Agi tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


" Hadiah itu spesial banget buat Rista" ujar Rona lagi.


__ADS_2