
Usai makan siang dengan segala kehebohan cerita jadiannya Rista dan Agi mereka langsung kembali ke kantor. Via dan Rista langsung masuk ke ruangan masing-masing dan berkutat dengan to do list untuk cleanbozz. Rista menghela nafas dan menyandarkan pundungnya di sandaran kursi kerjanya, tanpa terasa jam sudah menunjukan pukul 4 sore, lumayan lama juga dia berkutat dengan data data. Rista kemudian ingat janjinya dengan Agi, mereka akan mencari dress untuk acara Rafa besok. Rista meraih ponsel di atas meja kemudian menelefon Agi.
" Hallo Ta" terdengar suara Agi dari sebrang telepon
" Hallo Gi, sore ini jadi kan? tanya Rista was was, takut Agi lupa perihal mencintai dress
" Oh jadi dong, kamu udah selesai, biar aku jemput" ujar Agi buru buru, dia masih di tempat Rafa sebetulnya. mendengarkankan lelaki itu curhat tentang kegelisahan nya dengan Marinda.
" Aku udah selesai, bisa jemput sekarang"
" Ohh oke kalo gitu, aku siap siap dulu langsung jemput kamu ya,"
" Oke Gi, take care ya" Ujar Rista lagi
" Oke sayang. bye"
" bye" Jawab Rista sambil menutup pembicara nya dengan Agi. dia kemudian membereskan beberapa berkas keuangan yang berserakan di atas mejanya.kertas kertas yang membuatnya kadang pening dan bingung mengmbil keputusan seperti apa.
sementara itu di tempat Rafa, Agi bersiap siap menjemput Rista yang pulang kerja.
" lo cabut sekarang?" Tanya Rafa, seolah enggan ditinggalkan boleh Agi.
" Iya, Rista udh nunggu gue di Cleabozz. " jawab Agi sambil merapikan kerah turle necknya.
" Yah.. gue kan belom tuncas cerita Gi" ujar Rafa sambil memeluk bantal sofa.
Agi melenguh, heran kenapa sahabatnya ini manja sekali menjelang hari pertunangannya. Agi merasa heran, hampir setiap orang yang tunangan akan senang, berbeda dengan sahabatnya satu ini. besok mau tunangan, dia malah galau. justru orang lain lah yang sibuk mengatur segala sesuatunya.
" Gue ikut aja ya sama kalian" ujar Rafa sambil nyengir " siapa tau otak gue agak cerah sesudah jalan jalan bareng kalian"
" heh kunyuk.. ngapain lo ikut, lo tuh harunya di pingit" ujar Agi kesal. dia tak habis fikir dengan ide sahabat nya ini.
__ADS_1
" Ahh... pokoknya gue bakalan ikut. titik" ujar Rafa keukeuh " lagian gue tuh cm mau tunangan, bukan mau kawin. gak butuh di pingit"
" Lo tuh ya, kenapa sih Fa?" tanya Agi heran sambil menatap Rafa yang kini cemberut memeluk bantal sofa. Agi sudah cukup lama berteman dengan Rafa, dan ini pertama kalinya dia melihat kelakuan sahabatnya ini. Rafa biasanya cool dan kalem dalam setiap situasi, namun sekarang tiba tiba menjadi super duper manja.
" Fa,gue tuh mau nemenin Rista ke butik. mau kencan juga, lo ngapain ngintilin sih" ujar Agi tak terima, mulutnya manyun tanda tidak setuju dengan keinginan Rafa.
" Gi, lo ga kasian ama gue? besok gue mau tunangan dengan wanita yang entah gue cintai atau tidak" ujar Rafa dengan wajah memelas. lebay memang tu anak sekarang.
Agi mendengus lagi mendengar rengekan Rafa.
" Lo tuh mau tunangan Fa, bukan mu mati. heran deh gue. pengen banget sih lo nimbrung sama gue dan Rista"
" Gi .. ya . Gii... gue ikut ya .. gue ga mau kesepian" ujar Rafa sambil menari narik baju Agi persis anak kecil yang merengek minta mainan. Akhirnya dengan terpaksa Agi mengiyakan keinginan Rafa. Entah bagaimana ekspresi Rista nanti saat tau Rafa ikut bersamanya.
Butuh waktu sekitar 20 menit untuk mencapai cleanbozz, kantor sebenarnya sudah tutup begitu juga dengan bengkel. hanya tinggal carwaah yang masih buka hingga pukul 10 malam. Rista langsung berlari kecil menghampiri mobil Agi begitu mobil itu memasuki parkiran.
" Hay Taaa.... " Sapa Rafa cerah saat Rista tiba di depan mobil
" heyy... " sapa Rista kaget. ekor matanya kemudian menatap Agi, meminta penjelasan mengapa Rafa bisa ikut berasamanya. Muka Agi sendiri sudah pasrah bila Rista memarahinya karena ngga konfirmasi apapun tentang ikutnya Rafa .
" Lo ngga akan pindah ke belakang Fa?" tanya Agi. Rista masih mematung di dekat pintu mobil. aneh dengan kelakuan dua lelaki di hadapannya ini
" Iya.. gue pindah... " ujar Rafa sambil keluar dari mobil san mempersilahkan Rista masuk.
Rista kemudian duduk di sebelah Agi dan langsung memasang seatbelt.
" kamu ngga nanya kenapa aku ikur Ta?" tanya Rafa dengan tatapan sedih
" pengen jalan jalan ya? pesta bujang gituu... " tebak Rista asal
" heheheheh betul... aku suntuk di rumah Ta, makanya maksa Agi buat ngizinin aku iku"
__ADS_1
" kamu tuh mau tunangan Fa, kok kaya mau berakhir gitu sih dunia kamu* ujar Rista aneh
" Tau tuh Ta, dari tadi kaya yang ga semangat besok mau tunangan" timpal Agi
" Hmmmm... gak usaj bahas acara gue besok " Ujar Rafa sambil menerawang ke arah luar jendela. Rista menatap Eafa melalui kaca, aneh dengan perilaku sahabatnya itu. meski dulu Rista sempat memiliki perasaan yang dalam terhadap Rafa, namun sekarang perasaannya murni sebagai sahabat.
mobil Agi akhirnya memasuki pelataran sebuah butik di kawasan setiabudhi. Butik langganan mami Rista bila ada acara acara formal keluarga mereka. Rista memilih beberapa gaun untuk di coba sementara Agi dan Rafa menunggu di sofa. Agi sendiri sudah meilih kemeja dan jas untuk acara besok.
Tidak butuh waktu lama untuk Rista memilih gaunnya. sebuah gaun putih dengan panjang selutut model ALine menjadi pilihannya, Rista juga memilih beberapa accesories pelengkap. setelah selesai mereka keluar butik sambil menjinjing paper bag.
" kemana lagi kita?" tanya Rista begitu memasuki mobil di parkiran
" jalan jalan. ke dago kek, ke cimeyan kek, ke mana aja yang sepi, tinggi . gue butuh ngadem* ujar Rafa dingin. kemudian masuk ke mobil
Rista dan Agi bengong melihat tingkah Rafa, juga moodswing nya Rafa hari itu. namun akhirnya mereka beranjak juga, menuju ke kawasan Cimenyan, di daerah cicaheum .
Jalan menuju Cimenyan terbilang extrem, tanjakan curam dan jalan yang sempit. namun saat tiba di puncak, kita dapat leluasa melihat kawasan Bandung. setelah Kawasan Dago atas, kawasan ini merupakan kawasan dengan view kota bandung terbaik.
Rafa,Rista dan Agi keluar dari mobil bersamaan, mereka menuju kedainkedai kecil di pinggir jalan yang menajajakan berbagai minuman ringan dan cemilan.
setelah memesan beberapa minuman Rafa duduk di sebuah bangku menghadap kota Bandung.
" Lo kenapa sih Fa?" Tanya Agi membuka percakapan mereka. Rista turut duduk di sebelah Rafa. kini Rafa di apit oleh kedua sahabatnya.
" Gue kan udah cerita sama lo semua Gi, ngga ada yang gue sembunyii " Ujar Rafa sambil menatap kosong ke depan. hamparan lampu berkelap kelip menyapanya. Rista hanya bisa diam, tidak mengerti dengan yang di bicarakan keduanya
" emang kamu kenapa Fa" Tanya Rista penasaran
" Aku batalin aja acara besok gitu ya" Ujar Rafa tenang, lurus tanpa ragu sedikit pun. Rista yang mendengar itu langsung tersedak minumannya. dia semakin tidak mengerti.
" Fa, becanda lo ngga kucu" ujar Agi sambil menatap Rafa
__ADS_1
" Gue ga becanda Gi, dari tadi sejak keluar rumah gue udah mikir, apa gue bakalan bahagia kalo gue tunangan dengan Marinda" ujar Rafa
Rista yang kebingungan kini hanya bisa menatap Rafa. dia bingung harus bersikap seperti apa. kenapa sahabat nya ini tiba tiba ingin membatalkan pertunangannya yang hanya tinggal sehari lagi.