
Sementara Rista di Cleanboss, sejak pagi Agi tidak pergi kemana mana, dia menemani mami berbincang bincang, merawat tanaman mami di taman belakang juga melihat beberapa koleksi novel novel Rista di kamarnya. Dari mami juga Agi tau kalau Rista terbiasa di manja oleh keluarganya, terutama oleh Rona. Rona begitu melindungi adiknya. bahkan dulu saat Rona memiliki kekasih, Rona masih mementingkan Rista di bandingkan kekasihnya.
Agi juga bertanya, apabila keluarganya begitu protektif dengan Rista, namun mengapa mereka mengizinkan Rista ngekost, padahal mereka memiliki rumah di Bandung. Mami menceritakan bahwa sebetulnya keluarganya tidak ada yang mengizinkan Rista ngekost, namun Rista memaksa terus, hingga akhirnya Papi dan mami mengizinkan asalkan di bawah pengawasan Rona. karena saat iti papi sedang melebarkan bisnis otomotifnya. Pada saat Rista kecelakaan pun Rona kena marah papi habis habisan. namun ternyata kemandirian Rista saat ngekost membuahkan hasil. sekarang hanpir seluruh cabang cleanbozz berada di bawah Rista, sedangkan Rona melebarkan bisnisnya ke manufacturing part kendaraan.
Agi diam dia memuji Rona, ah .. dari dulu dia memang kagum pada Rona, Rona begitu tenang menghadapi semua masalah masalah Rista. Namun untuk masalah yang terakhir, Agi bahkan bekum memberitahu Rona. Menjelang siang mami berpamitan untuk mengikuti kelas yoga, selain aktif berbisnis mami juga aktif berolah raga, menurit pengakuannya olah raga bisa menghilangkan stress dan menambah awet muda, dan Agi mengangguk.
Sepeninggalan mami, Agi mengecek ponselnya yang dia tinggalkan di rumah. ada beberapa pesan, salah satunya dari Rafa . Agi lupa kalau dia kemarin berjanji untuk mengubungi Rafa. akhirnya siang itu mereka sepakat untuk bertemu di salah satu mall di Bandung. sambil bernostalgia tentang kuliah dulu. Agi juga mengirim pesan kepada Rista kalau dia ada keperluan sebentar keluar. dia juga berkata agar Rista tak perlu khawatir tentang kesehatannya, Agi audah benar benar pulih.
***
Central Pak Mall jam 12.30 siang
Agi menuruni taxi yang dia tumpangi. Dia dan Rafa janjian bertemu di coffe shop mall tersebut. Kenapa harus di mall? Tentu saja jawabannya Agi dan Rafa sedang ingin bernostalgia tentang masa kuliah mereka dahulu.
Agi melihat Rafa sudah menunggunya di balkon lantai dua coffe shop itu. Dia segera menghampiri Rafa dan memeluk erat. Meski baru beberapa hari yang lalu mereka bertemu. Namun kali ini mereka bertemu benar benar berdu, tak ada Rista, juga tak ada Marinda. benar benar hanya pertemuan dua sahabat, tak akan ada yang membuat mereka berdua merasa canggung, meskipun keduanya tau perbincangan hari ini akan sama sama berat bagi mereka.
" Gua kirain lo lupa janji kemarin" ujar Rafa begitu Agi duduk di kursi depannya
" Gua kan udah cerita, gua sakit. Ga sempet ngabarin lo. Udah lah. gue mau pesen dulu" Jawab Agi sambil memanggil pelayan dan memesan segelas ice latte. sementara itu Rafa memainkan ponselnya. calon tunangannya kini semakin protektif pada dirinya.
" Kayanya obrolan kita hari ini bakalan berat banget" ujang Agi
" Mungkin. Gua cuma mau curhat sebenernya "
" Hah... gak salah denger gua? emang lo kenapa lagi, udahlah lo udahin drama drama percintaan lo sama Rista, video lo di artemis itu memicu konflik kalo lo tau"
Rafa melengoskan mukanya, dia tau video itu udah tersebar kemana mana, hanya masalah waktu saja video itu tersebar ke media.
__ADS_1
" Gue ga drama di video itu Gi, perasaan gue ke Rista memang bener"
" Iya Fa, emang bener adanya perasaan lo ke Rista, tapi waktunya salah. Lo ngungkapin perasaan lo ke Rista saat lo masih hubungan sama Marinda. mau tunangan malah. lo ga mikirin Rista?"
Rafa kini menyesap rokoknya, apa yang di katakan Agi benar.
" Mau cinta lo bertepuk sebelah tangan kek, mau Rista punya perasaan yang sama kekz itu gak akan ngaruh Fa selama lo masih punya hubungan dengan Marinda. dan lo harusnya inget, lo mau tunangan, 2 hari lagi". Tegas Agi.
" Tapi gue ga cinta aama Marinda Gi, lo tau itu "
" kalo lo ga cinta ama dia, kenapa lo ga putusin dia dari jauh jauh hari ?" tanya Agi to the point, dengan Rafa dia kini ngga bisa basa basi.
" Gue ga bisa Gi, gak tega gue " ujar Rafa lagi sambil menyeruput ice coffe nya.
" Egois berarti lo Fa, lo pengen ama Rista tapi ga mau lepasin Marinda"
" Gue pengen Marinda yang putusin guen" Ujar Rafa putus asa. Dari dulu dia memang tidak pernah tega memutuskan Marinda. Model cantik itu selalu baik dan sabar padanya.
"kalo gitu lupain Rista" pinta Agi. " Lupain lo punya perasaan. dan gue rasa Rista juga sedang berusaha ikhlas menerima lo bertunangan dengan Marinda"
" Yang gue tau, Rista punya perasaan yang sama sama gue" ujar Rafa sambil menundukan pandangannya.
Agi menyeringai mendengar ucapan Rafa.
" Dulu mungkin iya, tapi ngga buat sekarang. Gue sama Rista udah jadian" ujar Agi tegas. pandangannya tajam menatap Rafa.
Rafa terkejut mendengar ucapan Agi, dia seolah tak percaya dengan apa.
__ADS_1
" Gue harap ini adalah akhir dari drama cinta kalian berdua, gue ga mau liat Rista sakit hati terus menerus karena lo, undangan pertunangan lo dan Marinda sudah cukup buat dia sakit hati "
Rafa mengehela nafas mendengar semua ucapan Agi. Dia sadar dia sepenuhnya salah karena telah mencintai Rista saat dia bersama Marinda.
" lo lebih baik fokus sama tunangan lo Fa, lo ga kasian sama Marinda emang" Tanya Agi, kini dia menyesap rokok miliknya
Rafa menyenderkan badannya ke kursi, fikirannya kini entah dimana. Rista kini sudah bersama Agi. Semakin hilang sudah harapan dia untuk mendapatkan Rista. Apa mungkin Rafa sudah harus ikhlas menerima pertunangannua dengan Marinda.
" Gi,gue ga pernah faham, kenapa gue ga bisa benar benar jatuh cinta dengan Marinda" curhat Rafa.
" Lo mungkin kurang bersyukur, coba lo lihat Marinda, kurang apa dia sama Lo, Lo mau cari yang giman lagi? atau Lo mau jadi lelaki brengsek kaya Ahmad?" celetuk Agi
" Eh...sialan Lo, gue ga sama ya kaya dia,gue ga brengsek kaya dia" Ujar Rafa tak terima
" Kalo giti lo terima dengan ikhlas pertunangan lo sama Marinda" Ujar Agi lagi.
Rafa mendengus kesal, bagaimana mungkin Agi menyamakan dirinya dengan lelaki yang tega melukai hati Rista .
" Gue harap lo ga akan nyakitin Rista " Ujar Rafa tajam
" Lo pernah liat gue bikin Rista nangis?" Ngga kan?" Ujar Agi santai
" Belom lebih tepatnya " Ujar Rafa lagi " Nasib lo bakalan sama kaya Ahmad kalo lo berani sakitin Rista " Ancam Rafa
" gue bisa pastiin itu ga bakalan terjadi "
" Gue pegang kata kata lo "
__ADS_1
Agi mengangguk, dia sudah berjanji pada dirinyabtak akan pernah membuat Rista menangis. Agi faham betul bagaimana lika liku cinta Rista. dan butuh kesabaran extra untuk membuat Agi mendapatkan Rista akhirnya.