Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 70 ( Surat surat ancaman)


__ADS_3

Dengan rasa penasaran Rista meneliti rekaman cctv di halamanndepan cleanboss juga lobi cleanboss.


" yes dapat " ujar Rista, sambil menggerakan mouse untuk memperbesar rekaman.


" siapa dia?" tanya Rista pada diri sendiri. dia melihat seorang lelaki seperti yang Karin sebutkan, memakai jaket berwarna magenta bertuliskan JasAntar,salah satu expedisi jasa kirim barang atau dokumen. topi hitam dan masker, sayangnya wajahnya tidak jelas terlihat. Namun ada hal membuat Rista aneh, apabila dia pengantar paket, dimana motor atau mobilnya, biasanya mereka pasti menggunakan kendaraan. Rista menggerakan kursor,namun tidak melihat kendaraan jasAntar. Dan itu yang membuat Rista curiga.


" Dia mungkin bukan orang expedisi" ujar Rista dalam hati. Tangannya dilipat di depan dada. Rista mengingat ingat, dia sepertinya tidak mempunyai musuh dan rasa rasanya tidak pernah menyakiti orang lain.


" siapa dia?" tanya Rista dalam hati. dan yang jelas Rista sedikit khawatir dengan ancama. orang tersebut. Ini kali pertamanya dia menjapat ancaman seperti itu.


Dan ternyata, ancaman demi ancaman pun di dapati Agi. sore ini saat dia sedang meetibg di luar dengan Anya, handphonenya bergetar beberapa kali. Namun karena sedang meeting jadilah baru di buka sore harinya.


"the game was started"


bunyi pesannya, kemudian dia mengirim sebuah video. ya video saat Rista dan Rafa di Artemis, meskipun itu video hasil unggahan orang lain, namun sepertinya si pengirim pesan misterius itu memanfaatkannya. dia juga menambahkan komentar pada salah satu akun yang mengunggah video tersebut.


" She is a *****" seru akun bernama Alam. namun fotonya hanyalah sebuah gambar joker. dan saat Agi mengecek aku. tersebut, tidak ada informasi apa apa yang di dapat.Akun tersebut nampaknya memang sengaja di buat untuk memperburuk suasana dan citra Rista.


Agi tak sadar menggenggam handphoenya kuat kuat, nafasnya turun naik menandakan emosinya sedang memuncak. Untungnya meeting sudah selesai, hanya tinggal dia dan Anya yang duduk di meeting room sebuah caffe di bilangan Marina.


"pak... " Ujar Anya hati hati, karena ini kali pertamanya melihat bosnya itu dengan expresi seperti itu. namun Agi tidak merespon


" Pak " Seru Anya lagi, kali ini dengan suara yang lebih keras dan sambil menyentuh lengan Agi.

__ADS_1


" Eh.. sorry Any, Giman?" Tanya Agi gelagapan, tersadar dari emosinya


" Bapak ngga apa apa?" tanya Anya penasaran. Agi sudah mulai bisa mengontrol emosinya


" Ohh.. iya it's Ok, aku ga papa, agenda selanjutnya apa?"


" Semua jadwal hari ini sudah selesai pak, tinggal menunggu persetujuan dari kita untuk expansi usaha. sambil menunggu Analisa budget untuk apotek dan klinik dari bagian budget planing" Anya menjelaskan. Anya melihat Agi agak tidak fokus


" Ohh oke kalo gitu, pastikan semuanya lancar " ujar Agi


" Siap pak. Kita kembali ke kantor pak?" tanya Anya.


Agi kemudian melirik arloji di tangan kirinya, jam 17.15. Fikirannya melayang ke Rista. Hari ini dia sibuk ngga ya?, Tanya Agi dalam hati.


" Apa yang harus aku lakukan" Ujarnya sambil menatap ke arah luar.


Agi kemudian meraih ponselnya. dia meminit speed dial untuk Rista. Tak berapa lama Rista mengangkat teleponnya.


" Halo Gie" sapa Rista


" Hay Ta, lagi dimana?"


" kantor,kenapa?"

__ADS_1


"Sibuk?"


" Ngga, lagi beres beres mau ke JLC " jawab Rista, sambil memasukkan beberapa barang ke tasnya " Kenapa Gie?"


" Ngga apa apa, tadinya kalo kamu gak sibuk Aku pengen ketemu" Ujar Agi sambil memainkah sedotannya, sejujurnya dia hanya ingin bertemu dan memastikan Rista baik baik saja.


Rista sejenak menghentikan aktivitasnya, sebetulnya dia juga enggan ke JLC hari itu, gara gara kejadian yang tadi.


" hhhmmm... oke kalo gitu, Dimana kita ketemu?"


wajah Agi langsung berubah cerah mendengar jawaban Rista.


" Aku lagi di Marina's caffe, di Marina. kamu mau kesini atau kita cari tempat lagi?" tanya Agi antusias


" Tunggu aku di situ aja, aku kesana" Ujar Rista


" oke kalo gitu, hati hati di jalan"


" Oke Gi, bye"


" Bye"


Rista kemudian menutup teleponnya dan bergegas menuju tempat Agi,dia juga membawa surat misterius yang di dapatnya tadi. Bila memungkinkan dia akan bercerita kepada Agi. Tak berapa lama, mobil Rista sudah meluncur di jalanan menuju ke Marina.

__ADS_1


__ADS_2