Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 55 ( bahagia bersama kalian)


__ADS_3

Rista berserat penonton lain bertepuk tangan saat film selesai. Dia mengacuhkan kepalanya yang mulai berat dan keringat dingin yang mulai keluar dari pori porinya.


" Yuk, kita keluar " Ajak Rafa. kemudian di ikuti oleh yang lain


" Filmnya seru " Ujar Rista sambil berjalan sebelahan dengan Rafa begitu keluar dari studio


"Bener, pantesan kamu suka" Ujar Rafa lagi


" Kita mau lanjut kemana?" Tanya Agi


" Kamu mau kemana lagi Ta?" Anwar kali ini yang bertanya, sebetulnya perutnya sudah mulai lapar lagi, padahal baru beberapa jam yang lalu dia makan.


" Bebas, aku sih ngikut aja" jawab Rista sambil membetulkan lengan bajunya


" Gimana kalo kita ngemil atau makan" usul anwar


" lo udah laper lagi hahahha ?" Tanya Agi


" ehhehehe lumayan. hehehe" jawab Anwar sabil cengengesan.


"ya udah, aku juga pengen ngemil sih" ujar Rista


" Yaudah, mau kemana?" Tanya Rafa, dia tak begitu Faham tentang Jakarta


" Kemana Gi ?" Rista menoleh ke arah Agi, dia tampak sedang membalas pesan


" HHmmm...kamu lagi ang ada pengen makan apa?" tanya Agi pada Rista


" sesuatu yang manis, tapi kalo bisa yang ada makanan beratnya juga, kan Anwar pengen makan" usul Rista.


Agi akhirnya mencari beberapa referensi resto, dan pilihannya jatuh ke sebuah resto dengan konsep minimalis tak jauh dari compark tempat les Rista, setelah memperlihatkan resto itu ke Rista akhirnya mereka berempat meluncur menuju Artemis Eatery.


Dijalan menuju Artemis, Rista mulai merasa badannya semakin tidak enak, namun dia ngga mau membuat Agi di sebelahnya khawatir, Rista tau kalau dia bilang ngga enak badan, Agi pasti akan langsung membawanya pulang ke apartemennya. Makanya Rista bertahan. Selain itu ini merupakan kesempatan bagi dia bertemu Rafa. Karena selagi Rafa di Jakarta dia ingin bisa bertemu Rafa terus.


Hanya perlu waktu sekitar 20 menit untuk mencapai Artemis, Mobil Rafa dan Agi beriringan memasuki parkiran resto tersebut.


" Yuk turun Ta" ajak Agi,


" Yu" jawab Rista sambil sedikit merapikan rambutnya,Rista merasa keringat dingin mulai keluar lagi dari pori porinya. Semoga Agi ngga sadar dengan perubahan Rista.


Agi berjalan di depan, sementara Rista mengekor di belakangnya. Anwar dan Rafa kebetulan beriringan juga.


" Are you oke Ta?" Tanya Anwar tiba tiba, dia melihat Rista sedikit pucat. Pertanyaan Anwar sontak membuat Agi dan Rafa menoleh ke aarah Rista. Rista memang terlihat sedikit pucat.


" Kamu sakit Ta?" tanya Rafa, matanya melihat Rista dengan lekat


"Ngga Fa, aku ga apa apa kok" Jawab Rista berbohong


" Beneran? " tanya Agi, dia memang melihat Rista sedikir pucat sore itu, Agi mengusap kening Rista, ada keringat dingin di sana.


"Kamu bohong ya?" Ujar Agi lagi. Rafa dan Anwar masih memperhatikan Rista. Terlebih Rafa, dia khawatir Rista kenapa kenapa, namun semalam saat mereka keluar, Rista tampak baik baik saja

__ADS_1


" Aku beneran ga papa Gi" Jawab Rista, dia mengusap keningnya, memang ada sedikit keringat disana. " Percaya deh,akutuh ga apa apa, udah yuk masuk, aku haus nih " ujar Rista, kemudian dia mengamit lengan Anwar dan berjalan masuk. melewati Agi dan Rafa yang masih bengong.


" Beneran Rista ga kenapa kenapa?" Tanya Rafa pada Agi


" Lho kok nanya gue Fa?" Agi heran


" lah.. kan yang semobil sama Rista kan elo Gi"


" Ye.. dia kan udah bilang gak apa apa, lagian kan elo yang semalem main sama Rista sampe tengah malem"


" kok lo bisa tau?"tanya Rafa heran


" Gue nanya sama Rista, semalem Rista balik jam berapa " jelas Agi


" Ya ampun, elo tuh yaa...ga percaya ama gue?"


" Gue percaya ama lo, tenang aja" Jawab Agi sambil menepuk pundak Rafa.


" Hey Kalian mau masuk ngga?" Rista berteriak dari pintu masuk. Dia melihat Rafa dan Agi masih diem aja di parkiran.


" Iyaa... " Balas Rafa sambil melangkah memasuki Artemis.


Agi baru hendak mengikuti jejak Rafan namun tiba tiba hanphonenya bergetar lagi, pengirimnya sama seperti saat dia keluar tadi, seseorang yang sama dengan yang mengirim dia foto waktu itu.


" Rista cantik ya menurut lo, bahkan gue liat lo selalu terpesona sama dia"


Agi membaca pesan itu. kemudian muncul lagi pesan baru. foto Rista saat menunggu Agi di lobi apartemen dan saat Rista keluar dari mobil Agi di PIK. Kening Agi mengkerut membaca pesan itu, berartsi sedari tadi orang misterius itu mengikuti mereka, dia bahkan tau dimana apartemen Rista. Agi mencengkram kuat ponselnya, kemudian masuk pesan baru


" Gue udah pernah peringatin lo untuk hati hati. Ingat, gue bisa buat Rista merasa ga pengen hidup lagi. Be carefull Bro..."


ddrrrtt.... ddrrtt... dddrrttt....


Handphone Agi bergetar lagi. Namun bukan dari si pengirim pesan misterius. melainkan dari Rista.


" Halo Ta.." Sapa Agi


" Kenapa diem di parkiran terus? Gak jadi makan?" Tanya Rista dari sebrang


" Eh.. iya sorry, barusan ada urusan dikit."


"yaudah cepetan masuk, kita udah mau pada pesen"


" Oke" Jawab Agi kemudian dia bergegas masuk ke dalam Resto. Namun jujur, hatinya sama sekali tidak tenang.


Selama di resto Agi terus memperhatikan Rista yang kebetulan duduk di depannya, Rista yang kemudian sadar terus di perhatikan oleh Agi akhirnya ngomong juga.


" Kenapa Gi? kok ngeliatin terus?" tanya Rista sambil croflle ke mulutnya


" Eh hah.. ga papa kok" Agi Gelagapan, kemudian menarik minumannya


" Ahh elo... terpesona ya sama Rista.." celetuk Anwar.

__ADS_1


" Uhuukk.... " Rista langsung tersedak mendengar celetukan Anwar. Rafa dengan sigap memberikan air minum ke Rista


" Apaan sih lo War" Ujar Agi salting


" Hehhehe... " ujar Anwar lagi, dia sebenarnya dari tadi memperhatikan, dan selalu memperhatikan gerak gerik Agi, dia yakin 100 persen Agi memiliki perasaan ke Rista.


" Lo ngaco..." Ujar Agi lagi sambil menyuapkan Macaroni schootel ke mulutnya. Ekor matanya melirik ke Rista. Bagi Agi, Rista cantik sekali hari itu dan akan selalu cantik.


Sore itu mereka habiskan dengan bercengkrama di Artemis, Rista ternyata sangat menyukai tempat itu. selain enak makanannya ternyata tempat itu menyediakan spot untuk baca dan dilengkapi dengan perpustaan mini, beberapa buku, majalah dan novel ringan bisa di baca sambil menikmati hidangan di sana. Rista benar benar senang sejak kemarin, sampai sampai dia lupa kalau dia masih masuk angin.


Tepat jam 8 malam Agi mengantarkan Rista pulang ke apartemennya, namun sebelum Rista keluar dari mobil tangan Agi menariknya.


" Kenapa Gi ?"tanya Rista.


" Masuk lagi Ta, aku perlu ngomong sesuatu" Ujar Agi lagi. Rista mengerutkan kening, namun akhirnya dia nurut juga, dan kembali masuk ke mobil Agi. Tanpa banyak berkata Agi melesatkan mobilnya menjauh dari apartemen Rista. Agi sendiri tidak mengerti dan tidak tau harus bersikap seperti apa kepada Rista. Agi bingung. Selama perjalanan tak sepatah katapun keluar dari mulut Agi, dan Rista semakin bingung di buatnya. Namun melihat Agi yang diam seribu bahasa membuat Rista sungkan untuk bertanya.


dddrrtt.... ddrrtt.... 


Handphone Rista bergetar, Agi melirik sekilas namun dia masih bergelut dengn fikirannya sendiri


" Hallo Kak " Sapa Rista. Ternyata Rona yang menelepon


" Dimana Ri"tanya Rona penasaran. saat di lobi tadi Rona sempat melihat Rista turun dari mobil Agi, namun kemudian masuk lagi dan pergi


" Oh.. Aku lagi sama Agi kak. kenapa?"


" Belum pulang" tanya Rona penasaran, dia penasaran mengapa tadi Agi langsung pergi lagi dengan Rista


"Ohh iya belum kak, tadi sempet mau pulang, tapi Aku sama Agi pergi lagi ini" Rista memberikan penjelasan, dia juga bingung dan tidak tau Agi akan membawanya kemana. Agi kemudian menyentuh pundak Rista dan memberi kode agar dia yang berbicara dengan Rona. Rista kemudian meminta izin dan memberikan handphoenya ke tangan Agi.


" Hallo Kak Rona" Sapa Agi


" Hay Gi, Tadi aku sempet lihat kalian balik ke apart, tapi kok pergi lagi" tanya Rona penasaran


" Oh iya Kak Rona sorry... Tadi rencananya aku memang mau nganterin Rista, tapi ini tetiba ada hal yang penting yang harus aku sampein ke Rista" jelas Agi


" Hal penting?" Rona semakin penasaran


" Iya kak.. pokoknya kak Rona ngga usah khawatir, Rista aman sama aku" Jawab Agi meyakinkan Rona


"Oh iya ngga apa apa Gi, cuma aku mau ngasih tau, dari semalem saat pulang dia demam, mungkin sekarang udah baikan, tapi tolong ingetin aja ya" ujar Rona lagi. Mendengar penjelasan Rona Agi langsung menatap Rista dengan tajam, dia langsung menepikan mobilnya.


"Oh iya kak Ona, siap. kakak ngga usah khawatir"ujar Agi sambil terus menatap Rista


" Oh iya, sampein juga ke Rista, aku harus ke bogor malam ini, besok ada meeting pagi pagi. Take care ya"


" Oh gitu, baik kak, aku pasti jagain Rista"


" Oke Gi, thankyou ya Bye"


" Bye Kak" ucap Agi sambil menutup teleponnya dan menyerahkan kembali hpnya ke Rista.

__ADS_1


Agi menatap Rista taja, perasaannya berkecamuk. kesal, marah, khawatir, sayang, semua menjadi satu


" Kamu bohongin aku" Ujar Agi dingin.


__ADS_2