Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 79 ( Ancaman di Bandung)


__ADS_3

" Aku beli obat kamu dulu ya Gi" Ujar Rista sambil meraih tas tangannya


" Beli kemana Ta? akubjadi ngerepotin " Ujar Agi sambil duduk di tempat tidurnya. pusingnya sudah sedikit berkurang


" Paling cari apotek sekitaran sini, sambil cari makanan buat nanti makan malem, udah ya,aku keluar dulu"


" Hati hati Ta" Ujar Agi lagi. Agi kemudian beranjak menuju jendela yang menghadap keluar sambil menenteng infusan yang masih menempel di tangannya.


Rista mengarahkan mobilnya ke kawasan pertokoan di sekitar Sukajadi, berharap bisa menemukan operek di sana.


Bandung kalo weekend pasti aja macet. Ujarnya dalam hari sambil melihat keadaan sekitar. mencari apotek disela kepadatan jalan Sukajadi. Padahal kalo tadi dia lihat di GMaps hanya perlu sekitar 10 menit untuk menuju apotek. namun gara gara macet,sudah hampir 20 menit dan Rista belum juga menemukan apotek dan yang ada sekarang dia malah terjebak di kemacetan orang orang yang menuju mall.


Perlu waktu hampir 40 menit untuk Rista mwndapatkan obat Agi, dia merutuki jalanan Bandung yang padat, jalan tidak terlalu besar dan pendek pendek ditambah banyak lampu merah membuat laju kendaraan semakin terhambat. Begitu selesai membeli obat Rista langsung segera kembali menuju hotel.


tiba tiba ponsel nya bergetar tanda paggilan masuk.

__ADS_1


Agi, buru buru Rista menjawab telepon itu


" Ya Gi, kenapa? kamu ga papa kan?" tanya Rista panik


" Kamu di mana Ta?" Tanya Agi, nafasnya terdengar memburu


" Aku baru keluar apotek,tunggu ya, aku segera balik ke hotel"Ujar Rista sambil segera menuju ke mobilnya


" Kamu ngga apa apa kah?" Tanya Agi lagi


" Aku? aku ga pa pa Gi, Kenapa? Tanya Rista, sebelah tangannya sibuk membasang handsfree agar tetap bisa berkomunikasi dengan Agi


" Aku ngga apa apa Ta, justru aku yang khawatir kamu ngga pulang pulang" Ujar Agi lagi.


" Tunggu aku ya, aku segera ke sana"

__ADS_1


" Hati hati Ta... hatu hati" Ujar Agi penuh khawatir. Rista hanya mengiyakan,kemudian mobilnya kembali ke jalanan kota Bandung, Rista memilih rute sedikit memutar namun tidak macet, setidaknya, dia bisa sedikit ngebut.


Sementara itu di hotel Agi harap harap cemas menunggu Rista. Tak berapa lama setelah Agi beranjak dari tempat tidur nya, ponselnya bergetar. si pengirim pesan misterius itu kembali menterornya dengan foto Rista.


" punya nyali juga Rista ke Bandung. Gua kira dia akan selamanya di Jakarta. Welcome to my town, gue rasa Lo mesti jagain rista bener bener, "


kemudian di susul foto foto saat mereka sedang makan bersama di kawasan Lengkong, bahkan foto mereka hingga ke parkiran. Mata Agi membelalak melihat pesan dari orang itu


dia segera menjawab oesan itu


"apa lo segitu pengecutnya hanya bisa mengancam, tunjukkn diri lo kalo memang lo punya nyali"


Balas Agi.


tak lama pesan baru muncul lagi.

__ADS_1


"Lo nantangin gue? oke, gue terima tantangan Lo, dan kalo saat itu dateng, Gue harap lo ngga nangis, karena gue bakalan bikin Rista merasa ga pengen hidup lagi"


Agi meremas kuat ponselnya, sejenak dia lupa dengan sakitnya, fikirannya di penuhi dengan Rista, ternyata si pengirim pesan itu tau mereka di Bandung. Agi berfikir keras, dia ngga mungkin menyembunyikan ini semua, namun harus pada siapa dia bercerita. Tetapi yang lebih penting, kemanapun Rista sekarang Agi akan berusaha menemani.


__ADS_2