Rafa Rista

Rafa Rista
Eps .75 ( Undangan )


__ADS_3

" Huahhh.. Kenyangnya " Ujar Anwar sambil meletakan sumpit nya. Dari tadindia berusaha menghabiskan sisa daging di grillpan. Via,Dede dan Tami juga sama


. mereka semua tampak kekenyangan. Nika bahkan sudah menyerah di 10 menit terakhir waktu makan mereka.


" Untuk kita bawa gentong makan" Ujar Tami terkekeh


" Hahahahha.... siapa emang" tanya Agi


" nih .. " Tunjuk nika pada Anwar


" Walioun gentong gini tapi kamu cintaa kannnnnn" goda anwar sambil menjawil dagu Nika. Tak ayal anggota power Rangger yang lain tertawa melihat kebucinan mereka berdua


" Eh iya, btw ini ada undangan buat kalian" Ujar marinda sambil meletakan undangan di tengah meja " Khusus buat kalian tamu VIP. wajibb dateng" tambahnya lagi.


Rafa hanya terdiam melihat Marinda menyerahkan undangan pertunangan mereka.


" Wahhh... Akhirnya di resmikan juga " Ujar Dede sambil membuka undangan dan melihatnya, Kemudian mereka beramai ramai melihatnya. Rista hanya mendongkak sekilas. Hatinya seperti di cabik cabik melihat undangan itu.


" Acaranya Rabu minggu depan. Untung Agi sama Rista lagi di Bandung. Jadi pas, semuanya kumplit" Ujar Marinda antusias


" Wow, Garden party yaa... " Ujar Via


" Iya, Rafa yang pengen, biar suasanya lebih santai katanya"tangan Kiri Marinda memeluk pinggang Rafa.


Rista merasa dadanya sesak. Inikah rasanya cinta diam diam,inikah rasanya cinta bertepuk sebelah tangan. Tanpa Rista tau, Rafa dari tadi menatap ke arahnya, ingin sekali rasanya dia melontarkan jutaan maaf pada wanita di hadapannya itu, Sampai sekarang pun perasaan Rafa terhadapnya masih tetap sama.

__ADS_1


" Kita dateng barengan kan Ta" pertanyaan Tami membuyarkan lamunan Rista


" Eh apa?kemana?" Tanya Rista ngga fokus. Agi mengusap lembut tangan Rista.seolahbingin memberikan energi


" ihh dia ngelamunnn" Ujar Anwar


" Ohh itu,,ke Acara Rafa, Iya bolehh boleh.. ayok barengan" Jawab Rista buru buru, dia tidak ingin teman temannya curiga.


" Nahh fix kalo gituu semuanya dateng yaa... " Ujar Marinda sambil menggenggam tangan Rafa dan tersenyum. Dia sudah tidak sabar untuk memperkenalkan Rafa kepada semuanya, juga kepada media masa dan tentu saja menegaskan kalau Rafa adalah miliknya, Peresmian pertunangan mereka juga bisa menepis gosip kalau Rafa mencintai wanita lain seperti di video Artemis tempo hari.


Tanpa terasa 2 jam sudah mereka bercengkrama sambil menghabiskan sisa sisa makanan.


" Mau lanjut kemana?" Tanya Marind


" kalian masih ngekost di tempat dulu?" Tanya Rista


" Iya masih lah Ta, udah betah" Jawab Tami


" Berarti kalian langsung balik?" Tanya Marinda lagi


" Iya, kita langsung ya " Ujar Tami dan Dede sambil berpamitan. Di ikuti oleh Via yang membawa kendaraan sendiri. Sementara Anwar akan mengantar Nika dulu ke hotelnya baru pulang kembali ke kostan.


" Kamu mau kemana?"Tanya Marinda pada Rista. Rista menoleh pada Agi seolah berkata kemanapun Ayo Gi, asalnga lihat mereka berdua


" Kita mau pulang,kasian Rista takut kecapean" Ujar Agi sambil tersenyum ke arah Rista. Rista pun mengangguk mengiyakan

__ADS_1


" Ohh okedeh kalo gitu, sampe ketemu di acara ntar yaaa" Ujar Marinda sambil cipika cipiki ke Rista


" Kita duluan ya" Ujar Rafa sambil tersenyum canggung ke arah Agi dan Rista.


Kini tinggal Agi dan Rista berdua.


" Haaaahhh... " Rista menghela nafas verat. seolah sebuah beban ikut di lepaskan bersamanya.


" ada tempat yang ingin di tuju lagi?";Tanya Agi


" Pulang Gi, aku capek" Ujar Rista sambil melangkah gontai ke arah parkiran mobil di ikuti Agi. Agipun maklum dengan Rista. dia pasti capek hati melihat Rafa dan calon tunangannya.


Namun, tanpa mereka sadari, sepasang mata dari tadi tak lepas melihat keakraban geng power rangger. tatapannya tajam penuh rasa kebencian.


" Aku anterin kamu Ta, nanti aku pake taxi dari rumah kamu" Ujar Agi sambil menjalankan mobil


" Ga usah Gi, bawa aja mobilnya. besok kalo mau kemana mana jemput aja" Ujar Rista dengan nada datar.


" Kamu gapapa Ta?" Tanya Agi khawatir, Dilihatnya Rista diam seribu bahasa


" I am oke, just tired" jawab Rista sambil lurus menatap ke arah jalan dan menghela nafas.


Agi kemudian tak banyak bertanya, dia melesatkan mobil Rista membelah jalanan Bandung malam itu.


"Andai kamu tahu Ta, akupun sakit melihat kamu bersama perasaanmu ke Rafa" Ujar Agi dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2