Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.100


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapat hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


Typo bergentayangan, mohon di maklumi


...****************...


Hanna bangun setelah sempat tertidur, ia tak melihat siapun kecuali laptop milik Ye Jun.


Hanna baru ingat jika beberapa jam yang lalu ia tertidur setelah Jae Hwan memberikannya minum.


Baru saja Hanna ingin bangun dari ranjang rumah sakit, tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan sesosok pria berjas putih


"Apa anda masih merasa pusing?" ujarnya buka suara.


"sudah lebih baik" sahut Hanna


dokter lantas menyuntikkan sebuah cairan kedalam selang infus Hanna, oh itu obat pikirnya.


Namun seperkian detik kemudian, Hanna merasa pandangannya buram hingga berakhir dengan kehilangan kesadaran.


Benar ucapan Jae Hwan, jika statusnya diketahui orang banyak, maka Hanna adalah sasaran paling pas untuk di peralat.


Lalu selang beberapa waktu, masuk seorang perawat perempuan sambil mendorong sebuah branker dorong.


"Bagaimana dengan cctv?"


Wanita itu hanya mengangguk seolah semuanya sudah di atur.


Tanpa sepengetahuan siapapun, mereka berdua pergi membawa Hanna menggunakan branker dorong tersebut.


"Kami akan membawa Nyonya Hanna untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut" katanya, lalu mendorong branker Hanna setelah mendapatkan persetujuan dari dua pria yang berjaga didepan ruangan Hanna.


...****************...


Jae Hwan bersama Ye Jun kembali kerumah sakit setelah mengawasi Choi Jung In dan bahkan Jae Hwan memberikannya sebuah penawaran agar berpihak padanya.


Baru saja Jae Hwan sampai di depan ruangan Hanna, ia melihat tak ada seorang pun yang berjaga di sana.


Melihat itu, dua pria itu langsung masuk kedalam ruangan, dan benar saja jika Hanna sudah tak ada.


"Lacak keberadaan Hanna"


Jung Wo yang baru datang tentu saja kaget, tapi itu hanya sebentar, ia langsung melacak keberadaan Hanna melalui liontin kalungnya, dimana Jae Hwan memberikan itu sengaja untuk mengawasi Hanna setelah insiden tadi malam.


"Dapat Tuan" kata Jung Wo, dan saat itu juga mereka bertiga langsung berlari menuju lantai bawah.


Masuk kedalam mobil, Jung Wo langsung melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


"......"


Mobil berhenti di sebuah jalanan sunyi yang mengarah kehutan, merasa ada yang tidak beres, Jae Hwan turun untuk mengecek sekitar begitu juga dengan Ye Jun dan Jung Wo.

__ADS_1


Baru kemarin malam Hanna mengalami hal yang tidak baik, sekarang para musuh Jae Hwan kembali membuatnya di situasi yang tidak aman.


Jae Hwan melihat sebuah kalung yang sudah bisa ia pastikan itu kalung pemberiannya.


Jae Hwan mengacak frustasi rambutnya, kali ini ia benar-benar tak tahu musuhnya yang mana dan siapa yang kembali menculik istrinya.


Keluarga memang kelemahan terbesar yang tak seharusnya dimiliki oleh pria seperti Jung Jae Hwan.


...****************...


Sementara itu disisi lain, Jae Kyung duduk di tepi ranjang sambil menyisir lembut rambut yang menutupi wajah Hanna.


"Maafkan aku Hanna! Ini hal terbaik yang bisa kulakukan untukmu... Aku sudah menyelidiki semua tentang pria yang mengaku sebagai suamimu itu, aku tidak bisa membiarkanmu bersama pria sepertinya, aku sadar jika aku egois tapi ini kulakukan karena aku tidak ingin kau terluka lagi" ujarnya bicara sendiri dimana Hanna masih tak sadarkan diri dengan pakaian rumah sakit.


Dan dengan lancangnya, Jae Kyung menaikkan sedikit baju Hanna, dimana ia melihat ada sebuah bekas luka yang bisa dipastikan itu adalah luka yang didapat Hanna dari Jae Hwan.


Disaat Jae Hwan dan anak buahnya sibuk mencari Hanna, pria bernama Park Jae Kyung itu kini tersenyum penuh kemenangan.


"Tuan, saat nya pergi... dalam satu jam kita bisa keluar dari korea" ujar seorang pria yang merupakan sekertarisnya.


Jae Kyung mengangguk pelan, lalu bangkit dari duduknya seraya mengangkat Hanna secara perlahan.


Menutup pintu mobil, sopir langsung melajukan mobilnya menuju Incheon airport.


...****************...


Sambil menunggu proses pemulihan data, Jae Hwan tak bisa tenang, ia terus saja mondar mandir dari tadi.


Lima pria yang kini datang bersamaan karena mengetahui Hanna hilang, langsung menuntut jawaban dari Jae Hwan terutama Park Tae Il.


Bughh...


"Aku benar hyung, karena Hanna berstatus sebagai istrinya. dia sama sekali tidak pernah lepas dari marabahaya" ucapnya dengan lantang lalu melepaskan Jae Hwan hingga pria itu terhuyung dan hampir jatuh.


Jae Hwan tak bisa menyangkal, karena semua ucapan Tae Il tadi benar adanya.


"Apa kalian bisa diam, terutama kau Tae Il." ujar Ye Jun buka suara yang berhasil membuat mereka semua terdiam, bahkan Jin Sung yang tak pernah melihat Ye Jun seserius itu langsung ikut bungkam.


Tae Il hanya bisa menatap Jae Hwan dengan tatapan sinis, karena kali ini bukan ulahnya.


Dengan cepat setiap jari-jari Ye Jun mengetik keyboard laptopnya. "dapat"


Sontak mereka semua langsung melihat ke layar tv yang sudah di hubungkan Ye Jun lebih dulu.


"Ini vidio beberapa hari sebelum Hanna masuk rumah sakit, jika aku benar. Jae Kyung sengaja menggunakan Oh Se Rin agar Hanna masuk rumah sakit, lalu dia mengambil alih dari sana... terlihat dari laporan telpon terakhir Oh Se Rin yang cocok dengan nomor telpon yang berada di lokasi Park Jae Kyung."


"Kau kenal pria ini hyung?!" tanya Jin Sung.


"Park Jae Kyung, 32 tahun, penerus NC.Corp" sahut Ye Jun singkat.


Dari awal Jae Hwan sudah mengepalkan kedua tangannya, karena ia tahu siapa pria yang menculik istrinya.


"Tapi, sekarang mereka menuju bandara hyung" ucap Ye Jun.


"Ada dua tiket penerbangan atas nama Park Jae Kyung menuju Manila pukul 11.00" lanjutnya.


Saat itu juga, Jae Hwan beserta anak buahnya langsung mengejar ketertinggalan mereka, dan pergi menuju bandara sebelum pesawat berangkat 15 menit lagi.


Tapi Ye Jun masih ada di posisinya, ia duduk di sofa sambil melihat lebih dalam tentang Park Jae Kyung.

__ADS_1


...****************...


Sementara itu, Hanna perlahan membuka matanya sambil memperjelas pandangannya, ia membenarkan duduk nya sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.


Ia merasa kakinya benar-benar terasa kaku, tapi ia berusaha untuk berdiri dari kursi pesawat yang ia duduki.


"Silahkan duduk Nyonya, pesawat akan segera take off" kata salah satu pramugari yang melihat Hanna agak kebingungan.


"Apa kau melihat pria yang datang bersamaku?"


"Ah, maksudmu Tuan Park?!"


Hanna mengerutkan dahinya, saat bangun ia sudah sadar ada yang tidak beres.


"Nyonya?" tegur pramugari itu hingga lamunan Hanna buyar.


"tolong bantu aku keluar dari sini, aku tidak mengenal pria yang membawaku" ucap Hanna memohon.


"Tidak bisa nyonya- "kumohon" potong Hanna menyatukan kedua tangannya, hingga mau tak mau pramugari itu goyah dan berpikir sepertinya Hanna benar-benar meminta tolong padanya.


Saat pramugari ingin menuntun Hanna menuju pintu keluar, Jae Kyung tiba-tiba datang dan merangkulnya Hanna lalu berucap "Kondisi mentalnya sedang tidak baik, tolong abaikan saja"


Penuturan Jae Kyung barusan berhasil membuat Hanna menatapnya tak percaya.


Ia berusaha memberi kode pada pramugari itu, tapi kali ini ia tak berhasil dan malah kembali duduk di kursi seolah terhipnotis akan ajakan Jae Kyung.


Namun di sisi lain, Jae Hwan berdiri di hadapan direktur maskapai penerbangan yang bertanggung jawab untuk pesawat yang di tumpangi Hanna dan Jae Kyung.


"Jika aku tidak berhasil melihat istriku, maka akan ku pastikan kepalamu akan jadi pajangan di bandara ini!" ancamnya.


Mendengar itu, tentu saja pria yang jauh lenih tua darinya itu menelan kasar salivanya dan langsung memerintahkan bawahannya untuk segera menunda penerbangan.


"Kau salah Park Jae Kyung, disini adalah wilayah kekuasaanku" gumamnya sambil berjalan menuju pesawat yang sudah berada di tengah runway.


Semua orang kaget saat melihat pintu pesawat kembali terbuka, dan saat itu juga tanpa aba-aba Jae Hwan langsung memukul wajah Jae Kyung.


KEPARAT SIALAN!!!


"Berani sekali kau... "Cukup" tahan Hanna menghentikan tangan Jae Hwan saat akan kembali melepaskan pukulannya.


Jae Kyung hanya bisa tersenyum tipis sambil mengelap bibirnya yang berdarah dengan jempolnya.


"Mafia sialan" gumam Jae Kyung yang dengan jelas terdengar di telinga Jae Hwan.


Bughhh...


Kali ini bukan Jae Hwan, melainkan Jung Wo. ia langsung menyeret Jae Kyung keluar dari pesawat setelah para anak buah Jae Kyung di tahan oleh anak buah Jae Hwan yang menang jumlah.


Tanpa bicara Jae Hwan langsung memeluk Hanna yang masih terlihat pucat, karena tak perlu di pungkiri jika ia saja belum di izinkan oleh dokter untuk keluar dari rumah sakit, tapi Jae Kyung malah menculiknya dan berniat membawanya kabur keluar negri.


Mereka semua segera pergi dari pesawat setelah membuat keributan.


...****************...


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2