
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
Hana sengaja memilih Jalan berlawanan, hingga membuat Tae il putar balik dan itu membutuhkan waktu. pasalnya ada banyak mobil yang berlalu lalang ditambah itu satu arah.
"Dasar Wanita" kesalnya, dan langsung melajukan mobilnya menyusul Hana setelah berhasil memutar balik.
"Apa dia tidak punya kerjaan" gumam Hana, yang langsung masuk ke taxi yang baru saja berhenti.
Tidak sampai di sana, Tae il masih mengikuti taxi yang di dalamnya ada Hana, entah apa yang membuatnya tiba-tiba terobsesi pada wanita itu apakah taruhan yang dipikirkan Hana itu benar adanya. Entahlah tidak ada yang tahu itu kecuali Tae il sendiri.
"......"
Turun dari taxi, Hana kembali melangkahkan kakinya menuju sebuah perusahaan besar dengan berharap lamarannya bisa di a proof di sana, walau sebenarnya Hana sadarjika latar belakang pendidikannya mungkin tidak sesuai dengan permintaan perusahaan, tapi ia percaya jika keberuntungan pasti ada untuknya, dan tetap berpikir optimis.
Sedangkan di sisi lain, Tae il yang masih berada di mobilnya memperhatikan Hana masuk kedalam gedung tinggi tersebut.
📳Drtttt~
📞In Call-
"Apa?"
"Kau dimana?"
"Tumben hyung mencariku? Apa jangan-jangan hyung merindukanku?!"
"Bukan itu, dan kau tidak se istimewa itu untuk mendapat rindu dariku.... Jika kau ingin menemui Seo Yoon cepat datang dia ada di kantorku sekarang"
"kapan dia kembali?"
"Baru saja"
"Oke! Tunggu sebentar aku akan segera datang"
📞End Call-
Tanpa buang waktu, pria itu langsung melajukan mobilnya agar bisa segera menemui Seo Yoon.
__ADS_1
Keluar dari lift, ia langsung saja melangkah masuk keruangan Seok Hyun.
Dengan senyum sumringahnya, Tae il langsung masuk dan memeluk wanita yang kala itu baru saja bangkit dari duduknya.
"Bagaimana kabarmu" tanya Tae il seraya melepaskan pelukannya.
"Menurutmu? Apa aku terlihat tidak se*y lagi dimatamu?" bual Seo Yoon terkekeh kecil sambil menepuk pelan pipi Tae il.
"Itu tidak mungkin, bodymu tetap pemegang nomor satu di pikiranku"
"Ternyata kau tidak berubah" sahut Seo Yoon menggeleng pelan tidak habis pikir dengan pria yang satu ini, lalu kembali duduk di sofa panjang yang ada di sana.
"Dasar mes*m, dia ini adikmu. Dasar kau!!!" sahut Seok Hyun.
"Aku tidak peduli hyung, aku bisa saja menikahinya dari pada harus dengan Si Ho."
"Kakak masih di jodohkan dengan Si Ho??!" sahut Seo Yoon menoleh kearah Tae il yang duduk di sampingnya.
"Terpaksa" sahutnya malas.
"kalian sudah disini rupanya" tukas seorang pria yang baru saja masuk keruangan tersebut, sambil membawa segelas kopi di tangannya.
"Apa kau tidak muak melihat wajahnya?" tanya Yoon Wo pada wanita yang duduk bersama mereka diruangan itu.
"Oh iya hyung, tadi aku melihat Hana melamar pekerjaan di perusahaanmu" ucap Tae il sukses membuat Yoon Wo yang kala itu sedang melihat ponsel beralih menataphnya.
"karena aku mengikutinya" sahutnya enteng, lalu beralih pada Seo Yoon.
"pantas saja kau datang cepat sekali, rupanya ada di dekat sini" cicit Seok Hyun.
Dan Yoon Wo yang mendengar itu, langsung pergi untuk menemui Hana yang mungkin masih ada di perusahaan-nya.
"Siapa Hana?" tanya Seo Yoon penasaran menatap Seok Hyun dan Tae il secara bergantian.
"Biasa! Mainan baru Tae il" sahut Seok Hyun seraya bangkit dari duduknya karena ia harus menandatangani beberapa berkas yang belum selesai ia periksa dan sempat tertunda karena
"Apa kau sudah cek kesehatan? Jangan salahkan aku jika kau terkena penyakit menular" ucap Seo Yoon bicara pada pria yang ada di sampingnya itu.
Seo Yoon atau Jung Seo Yoon adalah anak dari Jung Beom Seok paman Jae Hwan, kenapa ia bisa akrab dengan para pria itu.
Itu karena Seo Yoon sedari kecil sudah tinggal di luar negri dan bersekolah di negara yang sama dengan Seok Hyun dan Yoon Wo tinggal, New Zealand. Karena itu ia sama sekali tidak tahu jika ternyata orang tuanya selama ini mengambil kekayaan Jae Hwan dan Seo Yoon juga marah dengan keluarganya atas hal itu, karena itu ia memilih menetap di sana setelah mengetahui kebenarannya yang di ceritakan Seok Hyun.
Seo Yoon kembali ke korea karena ia ada seminar di sebuah universitas sebagai pembicara.
Selain itu, Seo Yoon juga sering mengingatkan Tae il untuk selalu menjaga kesehatannya, karena ia tahu jika pria itu adalah maniak s*x.
Kenapa Seo Yoon mengingatkan itu, karena Tae il sering konsultasi dengan Seo Yoon yang memang merupakan seorang dokter di Braemar Hospital, New Zealand.
__ADS_1
...****************...
Yoon Wo berjalan di loby sambil melihat kesekitar mencari keberadaan Hana, tapi sayangnya ia tidak bisa menemukan Hana.
"Mungkin dia sudah pulang" Pikirnya, lalu pergi menuju resepsionis niat bertanya apakah Hana benar-benar melamar pekerjaan di tempatnya.
Ternyata apa yang dibilang Tae il memang benar adanya, bahkan sekarang pria itu sedang memegang berkas lamaran Hana dan kembali ke ruang Seok Hyun sambil membawa berkas milih Hana.
...****************...
*Sebelumnya.
Setelah memberikan lamarannya ke resepsionis, ia keluar dari sana dengan harapan besar bisa di terima tanpa tahu jika pemilik sebenarnya dari JJ Corp adalah Jae Hwan.
Hana hanya tahu jika nama Min Yoon Wo yang tertulis di browser perusahaan adalah CEO yang memiliki nama sama dengan Min Yoon Wo yang ia tau, karena tidak ada foto Hana berpikir jika itu hanya sebuah kesamaan nama.
Ia lantas melangkah menuju tempat tujuan yang berikutnya. tapi beru beberapa langkah ia sampai di seberang jalan, dua orang pria berpakaian serba hitam langsung menariknya masuk kedalam mobil, walau Hana memberontak sekalipun.
"Kalian mau membawanya kemana?" tanya seorang pria yang memang melihat Hana di paksa masuk kedalam mobil tersebut.
"Kau tidak perlu ikut campur" sahutnya sambil menutup pintu bersiap duduk ke kursi depan.
"Oke. aku akan melaporkan kalian karena sudah menculik seseorang" ucapnya seraya mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
Pria berpakaian serba hitam itu lantas menyuruh pria tadi untuk mendekat kearahnya dan membisikkan sesuatu padanya.
"Dia istri bosku jangan ikut campur jika kau tidak ingin terkena masalah"
"Ah~ seharusnya kau bilang dari tadi, kalau begitu aku tidak akan ikut campur" sahutnya
Tanpa buang waktu mobil yang membawa Hana langsung pergi begitu saja.
"Mentang-mentang aku muda, kalian ingin membohongiku tidak semudah itu ferguso" gumamnya lalu kembali pada ponselnya untuk menelpon seseorang.
...****************...
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
.
.
__ADS_1