
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
"Kita kalah langkah dari Jae Hwan Tuan" ujarnya memberikan sebuah tablet pada pria yang sedang duduk di kursi single tersebut.
Tanpa bicara ia melempar sebuah gelas berisi wine yang kala itu sedang ia pegang.
40% saham Kang's Dynamics berhasil Jae Hwan dapatkan dengan akal liciknya, kali ini niatnya untuk menjatuhkan Bae Han Ju sudah tidak peringatan lagi, melainkan lampu hijau.
"Kita lihat saja Jung Jae Hwan! aku akan membuatmu bernasib sama seperti orang tuamu"
"kita serang kelemahan-nya" perintahnya pada sang bawahan.
"Baik Tuan" pria itu lekas pergi untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Bae Han Ju.
...****************...
Sambil menghisap rokoknya, Jae Hwan duduk di sofa mewah yang ada dimansionnya.
sudah 2 hari pria itu membiarkan Tuan Kang tenang, niatnya untuk mengakusisi Kang's Dynamics semakin besar.
Sebenarnya pria itu bisa saja memanipulasi semuanya, dengan menjatuhkan harga saham perusahaan Tuan Kang, lalu membeli perusahaan tersebut dengan harga murah.
Tapi kali ini ia ingin bermain-main dengan Tuan Kang, sampai pria tua itu bersujud dan memohon padanya.
Licik? tidak perlu disebut lagi, pria yang mempunyai gelar sebagai ketua JDevils itu bisa memiliki apa saja yang dia mau, kecuali permasalahan dengan politik, karena ia paling anti tersangkut dalam masalah politik.
Selama suasana hatinya bagus, semuanya akan berjalan dengan baik tapi jika moodnya sedang buruk maka itu adalah petaka.
"Apa Hanna masih dirumah Tuan Kang?" tanyanya, karena bisa saja Tuan Kang benar-benar mengirim Hanna keluar negri untuk bersembunyi.
Jung Wo hanya menjawab pertanyaan bosnya dengan sebuah anggukan pertanda iya atas pertanyaan Jae Hwan.
Pria itu lantas mengangguk paham, lalu meraih ponselnya untuk memeriksa sesuatu.
Selamat dari jebakan maut yang dibuat Bae Han Ju membuat Jae Hwan semakin ingin memperluas kekuasaan-nya.
...****************...
Nampak seorang wanita sedang berjalan menuju ruangan direktur JH Group dengan sebuah berkas yang ada di tangannya.
__ADS_1
Sedangkan Jae Hwan yang saat itu sedang asik bicara dengan para sahabatnya langsung menoleh kearah pintu saat gadis tersenyum masuk.
tank top putih yang dipadukan dengan blizer serta rok pendek itu nampak pas dengan perawakannya, ditambah rambut terurai dan riasan tipis serta lipstik merah yang begitu menggoda, sukses membuat para pria yang ada diruangan itu menatapnya tidak percaya.
"Ini kau Nuna?" celetuk Jin Sung, namun sayangnya tidak direspon oleh Hanna.
Tanpa aba-aba Hanna langsung melempar berkas tersebut dihadapan Jae Hwan hingga berhamburan dilantai.
"Apa maksudmu?!"
"Apa?" sahut Jae Hwan dengan wajah tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Kau memanipulasi semuanya,kan? apa niatmu sampai menghubungi seluruh pemegang saham!!!" kata Hanna dengan urat leher yang menyembul.
Bahkan cengkeraman-nya pada kemeja Jae Hwan semakin kuat hingga membuat pria itu nampak terbatuk karena merasa tercekik.
"Tenang sayang! kau membuat hasrat membunuhku bergejolak" ucapnya dengan intonasi berat.
Sedangkan yang lain mencoba mencari cara agar Hanna dan Jae Hwan dipisahkan, tapi tatapan tajam serta membunuh dari keduanya membuat para pria itu tidak berani menengahi keadaan.
"Oh ****, sejak kapan Hanna punya sisi garang seperti ini" gumam Tae Il.
"Aku juga kaget melihat ekspresi-nya tadi, tapi ternyata wanita ini menarik" sahut Si Hwan pelan.
Sontak Tae Il langsung melirik tajam Si Hwan yang kala itu sedang berdiri di sampingnya.
"Hanna sudah kutandai sebagai milikku, tidak ada yang bisa merebutnya dariku, setelah Jae Hwan Hyung menceraikan-nya, aku akan langsung menikahinya!" peringat Tae Il.
"Yak! kau mau berhenti jadi sahabatku!!!" ucap Tae Il pelan sambil menarik kerah baju Si Hwan dengan sebelah tangannya.
"Pulang, atau kau akan menerima kabar duka besok pagi?!"
"Tidak akan! sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali lagi ke mansion terkutuk itu!" tekan Hanna.
"Seharusnya kau sudah paham, kalau aku tidak suka di bantah?"
"Pria sial*n!!! bunuh saja aku sekarang, maka semuanya beres" kata Hanna yang benar-benar dibuat emosi oleh pria satu ini.
"Pulang atau kau ingin melihat jasad Tuan Kang!!!" ucap Jae Hwan dengan nada yang mulai meninggi.
"TIDAK MAU!!! KITA CERAI SAJA, AKU TIDAK TAHAN DENGAN PERNIKAHAN KONYOL INI!!!" sahut Hanna yang juga ikut emosi dan meninggikan suaranya.
Jae Hwan langsung menarik pinggang ramping Hanna dengan tangan kirinya, "Sekali lagi kau berani meninggikan suaramu dihadapanku, lihat saja akibatnya" bisiknya tepat di depan telinga Hanna.
"Kenapa? kau ingin mencekikku lagi seperti waktu itu!, silahkan... lakukan saja sekarang, dasar baj*ngan" sarkas Hanna sambil berontak, tapi Jae Hwan terus menahan tubuh gadis itu agar dekat dengannya.
Jae Hwan lantas melirik Yoon Wo, bagai menerima perintah pria itu hanya mengangguk paham dan menginstruksikan yang lain untuk segera keluar dari ruangan tersebut.
Mana Yoon Wo yang selalu membela Hanna? pria itu bagai tutup mata dari apa yang ia lihat, apa itu semua karena dirinya yang memang menjaga perasaan Sarah, atau memang ada hal lain.
__ADS_1
"Dengar Hanna! aku sedang tidak main-main, menurut denganku atau- "Atau apa?" tantang Hanna.
Jae Hwan lantas menarik tipis senyumnya, lalu mendorong kasar Hanna hingga wanita itu jatuh ke sofa.
Melepas ikat pinggangnya Jae Hwan melangkah mendekati Hanna, "apa yang kau lakukan!" tanya Hanna yang berniat bangun tapi Jae Hwan sudah lebih dulu menahannya, dengan mengurungnya di bawah kungkungannya.
Ada kalanya pria seperti Jae Hwan bersikap lunak, dan ada kalanya pria itu memperlihatkan kecenderungan sifat aslinya.
"Apa aku pernah main-main dengan ucapanku?" tanya Jae Hwan sambil tersenyum licik.
Ikat pinggang yang sebelumnya ia lepaskan, kini telah melingkar sempurna di leher Hanna.
"Sekali saja kau berani meninggikan suaramu! aku akan semakin menarik ini" ancamnya, hingga membuat Hanna sontak terdiam.
Gadis yang saat ini tersandar di tepi sofa hanya bisa menelan kasar salivanya, Hanna selalu kalah dengan Jae Hwan.
Suaminya itu berani berbuat nekat, bahkan untuk mencekik Hanna saja ia tidak pikir dua kali sebelum melakukannya.
"Kau hanya perlu patuh sayang, jangan terlalu suka membuat suamimu ini emosi" ucap Jae Hwan dengan santainya, seraya berdiri lalu memasang kembali ikat pinggangnya.
"Aku akan pulang dengan syarat, kembalikan seluruh saham yang kau beli dengan curang" Hanna mencoba untuk bersepakat dengan Jae Hwan.
Pria itu lantas menoleh pada Hanna yang sedang ia belakangi.
"Aku tidak akan mengembalikan saham yang sudah kubeli, aku perlu Kang's Dynamics untuk menjatuhkan Bae Han Ju" sahut Jae Hwan sambil merapikan pakaiannya.
"kalau begitu, beri aku setengah saham kepemilikanmu di JH Group, aku istrimu jadi tidak masalah bukan?" balas Hanna.
Jae Hwan lantas berbalik, dan menatap Hanna bagai alat pemindai dari ujung rambut sampai ujung kaki lalu kembali lagi.
"Aku akan memberimu setengah saham kepemilikan JH Group, kalau-
Jae Hwan menggantung ucapannya dan tersenyum penuh arti sambil menatap Hanna hingga membuat gadis itu risih.
"Kalau apa?"
"Kalau kau... melahirkan garis keturunan keluarga Jung" ucapnya telak membuat mata Hanna membulat sempurna.
Jae Hwan sengaja mengatakannya, karena ia tahu Hanna tidak akan pernah berhasil memenuhi syarat tersebut.
...****************...
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
__ADS_1
.
.