Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.8


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Sedangkan di sisi lain, Hana sedang panik dan khawatir akan keadaan seseorang.


Setelah pulang dari pesta di tempat Tae il ia bergegas menuju rumah sakit, setelah mendapat telpon dari pihak kepolisian jika Ayahnya dalam keadaan terluka akibat berniat bunuh diri.


Sesampainya ia di rumah sakit, wanita itu langsung pergi keruang IGD di mana Ayahnya sedang di tangani oleh dokter.


"Bagaimana keadaan Ayah saya Dok?!" tanyanya sambil menormalkan deru napasnya setelah berlari menuju branker sang Ayah.


Dokter menggeleng pelan "Luka di lehernya terlalu dalam hingga memutuskan arteri karotis yang merupakan pemasok darah ke otak" jelasnya.


Mendengar itu membuat tubuh Hana seketika kehilangan keseimbangan-nya, satu orang terkasihnya sekali lagi pergi meninggalkan dirinya, setelah ibunya.


Air matanya perlahan turun dari pelupuk matanya, saat itu juga Hana menangis sejadi-jadinya, dokter menghela pelan napasnya, lalu pergi dari sana membiarkan Hana bersama sang Ayah untuk sebentar.


Tidak berselang lama, 2 orang pria datang menghampiri Hana yang masih berada di branker Kim Yeon-U.


"Kau-


"Ya aku,


"Urus dia" titahnya pada Jung Wo, lalu menarik kasar lengan Hana menuju sebuah tempat.


"Yak! lepas. kau mau membawaku kemana?" kata Hana sambil berontak melepas lengannya dari Jae Hwan.


"DIAM!!!" Bentaknya, lalu kembali melanjutkan langkahnya sambil menyeret Hana.


Jae Hwan langsung menghempas tangan wanita itu dengan begitu kasarnya, lalu beralih mencengkram kuat dagu Hana sambil mendorongnya menuju pagar pembatas.

__ADS_1


Akhhh~


Lirihan pelan terdengar dari bibir Hana, mana kala Jae Hwan mencengkram dagunya begitu kuat tanpa ia tahu apa kesalahan yang membuatnya melakukan itu.


"Kenapa kau melakukan ini padaku, apa aku punya kesalahan besar padamu hah!" tukas Hana berani menatap nanar mata Jae Hwan.


"Seharusnya kau menanyakan-nya pada pembunuh itu" jawabnya, tanpa melepas cengkraman-nya.


"Siapa yang kau maksud pembunuh."


"Jangan berpura-pura tidak tahu, anak dan Ayah sama saja. Ayah pembunuh, anak jal*ng" balas Jae Hwan menatap Hana dengan tatapan penuh kebencian.


"Jaga bicaramu tuan. jika kau tidak tahu kebenaran-nya jangan menuduh" sahut Hana yang juga melayangkan tatapan tajam nya.


"Menuduh! Ck. apa perlu aku memperlihatkan seluruh bukti pembunuhan Yeon-U hah!" ucapnya semakin mencengkram kuat dagu Hana.


"AYAHKU BUKAN PEMBUNUH SEPERTI YANG KAU TUDUHKAN!!!"


Akhhh~ YAK!!!


Respect Jae Hwan langsung melepaskan cengkeraman-nya saat Hana yang masih memakai Hils menginjak kakinya.


"KITA TIDAK PUNYA URUSAN! DAN SEKALI LAGI KU TEKANKAN. AYAHKU BUKAN PEMBUNUH!!!" ucapnya dengan nada penuh penekanan.


"OH ! TENTU SAJA KITA PUNYA URUSAN NONA, ORANG YANG DI BUNUH AYAHMU ADALAH ORANG TUAKU. JADI TENTU SAJA KITA BERURUSAN" Jawab Jae Hwan sekali lagi mencengkram kuat lengan Hana hingga wanita itu merintih dalam diam.


"AKU TIDAK PEDULI!!! LEPASKAN AKU SEKARANG, AKU INGIN MENEMUI AYAHKU." Tukasnya sambil berusaha melepaskan cengkeraman Jae Hwan darinya, tapi itu sia-sia karena tenaga Jae Hwan jauh lebih kuat darinya.


"Jangan berpikir kau bisa lepas dariku, sekarang penderitaanmu akan di mulai untuk menggantikan Ayahmu" ucapnya menyeret Hana dengan begitu kasar pergi dari rooftop.


...****************...


"Cari seluruh barang atau apapun itu yang berguna untuk kita" titahnya pada Jung Wo.


"Ah satu lagi, bawa wanita ini ke markas dan ikat dia."


Setelah berhasil membuat Hana pingsan, ia langsung menyuruh bawahannya untuk membawa wanita malang itu ke suatu tempat.


Entah apa yang sebenarnya ingin diperbuatnya pada Hana, tidak ada yang tahu itu. dalam pikirannya hanya ada cara bagaimana ia harus membalas dendam pada orang-orang yang terlibat dalam kematian orang tuanya sekalipun itu keluarga dari pelaku, tidak membuat Jae Hwan sedikitpun memberikan rasa iba-nya.

__ADS_1


Pria itu lantas bangkit dari duduknya, untuk pulang sebelum Yoon Wo mencarinya.


Sementara itu di sisi lain, Hana yang masih tidak sadarkan diri duduk terikat di kursi dalam sebuah ruangan sempit tanpa adanya pencahayaan sedikitpun.


...****************...


Seminggu semenjak Hana berada di tangan Jae Hwan , wanita itu terlihat lebih kurus karena hanya di beri makan dan minum satu kali dalam sehari.


Hana sudah berteriak berkali-kali seperti orang gila minta di lepaskan tapi tidak ada yang menggubrisnya sama sekali, sampai hari itu Jae Hwan datang untuk melihatnya.


Tapi jangankan akan iba, pria itu malah melampiaskan dendamnya terhadap Yeon-U pada Hana yang merupakan putrinya.


Keadaan wanita itu semakin memprihatinkan kala bekas luka pukulan dari Jae Hwan berbekas di tubuhnya, baru satu minggu tapi Hana benar-benar sudah tidak tahan dengan perlakuan yang ia dapat atas ambisi dan dendam Jae Hwan terhadap Ayahnya.


"Apa aku mati saja, sudah tidak ada gunanya lagi aku hidup" gumamnya pelan dengan air mata yang terus menetes meratapi kondisinya yang sekarang.


Mau kabur, tidak ada jalan untuknya kabur. tempat ia dikurung sudah di jaga dengan kemanan yang sangat ketat.


"Hidupmu sungguh malang Kim Hana" lirihnya pelan sebelum akhirnya wanita itu tidak sadarkan diri karena gizi yang buruk dan bekas pukulan yang ia dapat hampir setiap hari.


Han~


Kim Hana~


Suara itu terdengar samar di telinganya sebelum ia benar-benar tidak sadarkan diri.


"Bawa dia" titahnya, lalu berdiri dan pergi dari ruang sempit itu.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.

__ADS_1


.


__ADS_2