Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.98


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapat hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


Typo bergentayangan, mohon di maklumi


...****************...


Hanna tampak tenang dan menghitung mundur seolah ia sedang menantikan seseorang.


Sesuai hitungan mundurnya, dalam angka terakhir, wajah yang sudah tak asing lagi bagi Hanna datang bersama puluhan bawahannya.


Wajah angkuh dan arogan yang tak pernah Hanna lupakan itu berjalan santai sambil menghisap rokonya, sedangkan di sisi lain anak buahnya masing-masing menodongkan senjata membuka jalan untuk sang bos.


"Apa kau bosan hidup, Nona Oh Se Ri?!" kata Jae Hwan seraya mendudukkan dirinya di kursi yang sudah di siapkan Jung Wo.


Oh Se Rin hanya tersenyum, seolah inilah yang ia tunggu.


"Lama tidak bertemu, direktur Jung" ucap Oh Se Rin berjalan ke arah Jae Hwan.


"Apa kita saling mengenal" jawab Jae Hwan acuh, sembari memberi kode pada bawahannya untuk segera mengeluarkan wanitanya dari sel kotor itu.


Hanna saat itu juga langsung berjalan menghampiri Jae Hwan dan berdiri di sampingnya, tapi disini Hanna menyadari jika Oh Se Rin sama sekali tak punya rasa takut pada ketua Mafia satu ini.


Oh Se Rin duduk di sambil menyilangkan kakinya.


"Kau baik-baik saja?" tanya Jae Hwan pada Hanna yang kini duduk di samping kursinya.


"Terus terang saja Nona Se Rin! Aku tak punya waktu meladeni wanita sepertimu" remeh Jae Hwan lalu melemparkan putung rokok yang tepat mengenai pakaian Oh Se Rin.


Sekali lagi wanita itu hanya tersenyum tipis, seolah ia dua langkah di depan.


"Mari kita bersepakat direktur Jung"


"Aku tak punya hal penting untuk disepakati denganmu."


"Kau yakin?!"


Oh Se Rin lalu mengeluarkan sebuah suntikan berisi cairan dari dalam saku blazer nya.


"Menikahlah denganku, maka aku akan memberikan penawar racun untuk Hanna" ucapnya yang sukses membuat Jae Hwan langsung menatap Hanna yang memang terlihat mulai pucat, bahkan dahinya sedikit demi sedikit mengeluarkan keringat.

__ADS_1


"Apa maksudmu!!!" sentak Jae Hwan yang langsung berdiri di ikuti Hanna, namun sayang Hanna merasa tubuhnya berat dan merasa tak berdaya untuk bangkit.


"YA!!!"


Kali ini Jae Hwan benar-benar dibuat emosi, ia langsung mengambil senjata bawahannya dan menodongkannya pada Se Rin, tapi di sisi lain, sinar leser telah membidik tepat di dahi Hanna, yang membuat seluruh anak buah Jae Hwan bersiaga.


Mereka langsung mengelilingi Hanna tanpa celah sedikitpun.


Sedangkan Hanna, ia mulai merasakan kakinya tak bisa di gerakkan.


Ia perlahan merintih dan meremas kuat pakain belakang Jae Hwan.


Hanna sama sekali tak tahu kenapa tubuhnya tiba-tiba seperti ini.


"Bagaimana? kau menerima kesepakatan yang kutawarkan?"


"Penawarnya hanya ada satu, dan hanya aku yang mengetahui rancangan formulanya" sambungnya, lalu berniat untuk menjatuhkannya kedalam tong yang berisi bara api yang menyala.


"Bawa Hanna kerumah sakit, aku akan menyusul" bisik Jae Hwan pada Jung Wo.


Sesuai perintah Jung Wo, ia langsung mengangkat Hanna dan membawanya berlari keluar dari gudang itu.


"Apa kau akan tetap bersama wanita lumpuh sepertinya? itu tidak cocok untuk reputasimu Direktur Jung" kata Oh Se Rin seraya membenarkan dasi Jae Hwan, lalu tersenyum manis padanya.


"Menjijikan"


"Kau salah berurusan denganku Oh Se Rin si" ucap Jae Hwan dengan nada penuh penekanan, lalu mendorong Oh Se Rin hingga tanpa sengaja tangannya terkena bara api.


Oh Se Rin tentunya langsung merintih kesakitan, bawahannya yang tak terima wanita itu di perlakukan seperti tadi, langsung menodongkan senjatanya pada Jae Hwan.


"Kau pikir aku akan menerima kesepakatan konyolmu itu?! Ck. Dengar Oh Se Rin si, tidak ada yang bisa mengancamku apalagi wanita sepertimu" tutur Jae Hwan lalu merudah ke sisi kirinya meleset sedikit saja dari posisi wanita itu.


"Aku tidak main-main direktur Jung, penawarnya hanya satu, dan hanya aku yang punya" ucapnya sekali lagi dengan wajah angkuhnya.


"Jika hanya kau yang memilikinya...


Jae Hwan perlahan berjalan mendekati Oh Se Rin, lalu melanjutkan ucapannya dengan berbisik.


"Maka aku bisa merebutnya"


Jae Hwan langsung merebut secara kasar suntikan itu dari tangan Oh Se Rin, "Sebelum kau menyentuh orang-orangku, sebaiknya pergi ke psikiater dan benahi apakah kau masih waras atau tidak"


Jae Hwan melempar bungkusan plastik berisi penawar dari racun yang dari awal telah di berikan Oh Se Rin pada minuman Hanna saat di club.


Sampai disini Oh Se Rin masih tidak mengerti juga dengan keadaan, Jae Hwan sudah terlanjur emosi dan ia masih saja membuat pancingan dengan terus membuat pria itu marah.


"Kenapa? Kau berpikir aku tidak bisa senekat ini!!! Seharusnya kau berpikir lebih dulu dengan otak udangmu itu sebelum melawanku" cerca Jae Hwan.

__ADS_1


"Aku bisa membantu membalaskan dendammu pada Bae Han Ju" ucap Oh Se Rin, saat Jae Hwan ingin melangkah pergi.


Tapi Jae Hwan sama sekali tak menghiraukannya, sampai wanita itu berucap "Aku memiliki salinan buku besar milik Bae Han Ju''


Langkah Jae Hwan terhenti, lalu berbalik dengan ekspresi yang tak bisa di tebak.


****************


Di rumah sakit Hanna sedang di obati oleh dokter.


Dokter mengatakan jika racun mengalir di tubuh Hanna, dan ia masih belum tahu dengan jelas racun apa yang terkandung dalam darah Hanna sebelum uji lab keluar.


"Jika obatnya tak segera di dapatkan, kemungkinan dalam 15 menit kedepan racun akan mendominasi tubuhnya dan menyerang saraf motorik yang berakibat pada kelumpuhan" jelas dokter yang membuat Jung Wo semakin khawatir, ia takut Jae Hwan akan murka jika sampai terjadi sesuatu pada Hanna.


Disaat dua pria itu sedang bicara, datang bawahan Jae Hwan yang lain dengan tergesa-gesa berlari menuju mereka, lalu memberikan sebuah cairan yang sebelumnya direbut Jae Hwan dari wanita licik itu.


Mendengar jika itu obatnya, dokter langsung menyuntikkannya pada Hanna melalui selang infus.


Tak ada respon dari Hanna, ia masih tak sadarkan diri dan dokter meminta Jung Wo untuk menjaga Hanna dan segera memberitahu jika ada perubahan dari Hanna.


Berselang 1 jam, Jae Hwan datang menemui Hanna yang terbaring di branker ruang VIP itu.


Sebelum itu ia membisikkan sesuatu pada Jung Wo hingga pria itu langsung pergi dari sana.


"Sudah kubilang bukan, jangan pergi tanpa pengawasan"


Jae Hwan sebagai ketua di organisasi gelapnya, serta pemilik JH Group tentunya punya banyak kompetitor diluar sana, tak sedikit yang ingin menyingkirkannya apalagi para pembisnis yang sangat ingin membeli JH Group.


Plak.


Akhhh~


Jae Hwan langsung menoleh, dan itu adalah Seok Hyun yang saat ini sedang berdiri di belakangnya bersama Yoon Wo.


"Han Ye Jun" gumam Jae Hwan jengkel, karena ini pasti ulah pria satu itu dengan memberitahu Seok Hyun dan Yoon Wo.


"Hanna seperti ini karemu, kau malah menyalahkannya" bela Seok Hyun yang lebih mirip ibu mertua dari pada kakak sepupunya


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.

__ADS_1


.


__ADS_2