Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.29


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


"Lain kali, kalau salah minta maaf" ucap Jae Hwan lalu menarik Hana untuk segera pergi dari sana meninggalkan mantan kekasih Hana yang sedang adu mulut dengan kekasihnya, karena malu.


"Wah~ aku tidak paham dengan jalan pikiran pria ini" gumam Hana dalam hatinya.


"Tadi dia berbisik apa?" tanya Jae Hwan penasaran.


"Bukan urusanmu tuan" sahut Hana.


Mendengar jawaban Hana membuat Jae Hwan mendengus kesal dan memilih untuk segera keluar dari kawasan Mall.


...****************...


"Kau tidak jadi pergi?!" tanya Seok Hyun saat melihat Yoon Wo tengah asik duduk di ruang tamu sambil nonton tv.


"Sarah yang akan ke Seoul, jadi aku akan menjemputnya nanti di bandara" jawabnya dan hanya di angguki oleh Seok hyun yang juga ikut duduk di sampingnya.


"Apa kau yakin kali ini Jae Hwan hanya akan diam saja?" celetuknya sambil memakan cemilan yang ada di atas meja.


Yoon Wo diam seakan tahu apa jawaban atas ucapan Seok Hyun,


"Tapi, apa menurutmu Jae Hwan akan membiarkan anakku tumbuh tanpa orang tua yang lengkap?! sementara dia tahu bagaimana rasanya itu" balas Yoon Wo.


Seok Hyun menghela pelan napasnya, "Dia pasti tidak akan membiarkan itu, walau terlihat keras anak itu tidak sejahat itu" ucap Seok Hyun di angguki setuju oleh Yoon Wo.


"Masalahnya hanya Sarah, jika saja dulu dia tidak melakukan kesalahan saat operasi, Jae Hwan tidak akan semarah ini" lanjutnya.


"Sarah juga merasa bersalah atas Jessy karena kecerobohan-nya" sahut Yoon Wo.


Dua pria itu saling bicara satu sama lain, mengingat kejadian 3 tahun yang lalu.


...****************...


"Ini rekaman cctv yang di maksud Tuan Yoon Wo" ujar Jung Wo meletakkan sebuah flashdisk di atas meja.


"Apa dia sudah pergi?!" tanya Jae Hwan yang kala itu sedang asik memainkan ponselnya, mengingat tadi Yoon Wo mengatakan akan pergi ke New Zealand.


"Tuan Yoon Wo membatalkan penerbangan, karena Sarah yang akan kembali ke Seoul besok" jelasnya dan di angguki paham oleh sang atasan.

__ADS_1


"Apa masih ada?" tanya Jae Hwan, karena Jung Wo masih berada di posisinya.


"Tadi Sore, Tuan Ye Jun mengirimkan pemulihan rekaman cctv saat dokter menangani bibi Hana, karena hanya kamera ini yang tidak di matikan jadi hanya ini data yang bisa di pulihkan, dan 1 orang yang bisa kami identifikasi sesuai dengan perawakan pelaku" jelas Jung Wo memperlihatkan sebuah rekaman cctv dari ponselnya.


"dan kemungkinan besar, dia pelakunya mengingat seorang pria di lorong dekat ruang operasi, persis sama dengannya."


"Dan sepertinya, Tuan Shin Myung Il tidak tahu jika bawahannya adalah seorang tentara bayaran.... Tidak! maksudku pembunuh bayaran" lanjutnya.


"Kau yakin dia tidak tahu itu?!" perjelas Jae Hwan dan tentunya langsung di angguki yakin oleh Jung Wo.


Jae Hwan mengangguk, "Seperti perkiraanku, paman tidak mungkin terlibat dalam kasus ini" gumamnya, tapi entah kenapa ia merasa ada yang masih mengganjal di pikiran-nya.


"Bagaimana dengan bayi kesayanganku?!" tanyanya beralih menatap sang tangan kanan.


"Aman Tuan, semuanya berjalan seperti mestinya dan ini laporan keuangan bulan ini" ucap Jung Wo memberikan sebuah berkas di atas meja.


"Bagus!!!"


"Oh iya, Apa yang ku suruh waktu itu sudah kalian kerjakan?!"


"Untuk itu, kami belum berhasil melacak sepenuhnya. ternyata bibi Hana jauh lebih cerdik dari pada dugaan kami, dan ini data pribadinya" jawab Jung Wo sekali lagi memberikan beberapa lembar kertas berisi data diri Lee Bong Cha.


"Sudah dipastikan, bibi Hana yang mengambil berkas itu. lalu dia juga menerima dana dari rekening yang sama serta jumlah yang sama seperti Hana, menurutku Lee Bong Cha tidak sebodoh yang kita lihat, baru-baru ini kami mendapati jika dia memiliki sebuah lukisan mahal atas namanya di sebuah museum di Canada... dan-


Jae Hwan menatap Jung Wo meminta kejelasan dari ucapannya yang terpotong.


"Tapi, bukannya kalian bilang nama di rekening ini adalah orang yang sudah tewas?!" tanya Jae Hwan.


"Benar Tuan, pemilik namanya sudah tewas dan siapa yang mendaftar atas namanya? kami masih belum bisa melacak itu. pelaku bergerak dengan rapi, pegawai yang melayani pembukaan rekening ini sudah di pindahkan ke cabang lain dan 1 tahun lalu tewas karena kecelakaan" jelasnya.


"Inilah kenapa sampai sekarang aku bingung, apa mungkin pelaku sebenarnya memang seorang psikopat atau punya dendam lain dengan orang tuaku" ucapnya, mengingat sudah bertahun-tahun sejak tragedi itu, misteri sebenarnya dari kasus ini masih belum terpecahkan.


Kecuali, Ayah Hana yang telah menerima hukumannya atas bukti yang memberatkan dirinya, dan berakhir seorang diri di penjara. walau Jae Hwan meyakini jika ada orang lain yang terlibat dalam kasus ini.


Walaupun begitu, Pria ini tetap menyiksa Hana waktu itu hingga meninggalkan bekas luka tersendiri bagi Hana.


Gila! CEO JH Group ini memang gila, hanya karena obsesinya dia mengenyampingkan rasa kemanusiaan-nya pada Hana, yang notabennya sama sekali tidak terlibat dalam kematian orang tuanya, walaupun Kim Yeon-U telah terbukti sebagai pelaku.


Mungkin melihat Hana kesakitan dan menderita dapat memuaskan dirinya akan rasa haus dendamnya pada Ayah Hana.


"Aku menderita karena Ayahnya, maka anaknya tidak boleh bahagia di atas penderitaanku selama ini" mungkin itulah pikirannya hingga membawanya sejauh ini.


"Tuan!!" tegur Jung Wo, karena Jae Hwan melamun sedari tadi.


Pria itu lantas tersadar "Awasi Sarah saat tiba disini, jika dia melakukan sesuatu yang mengancam situasi kita sekali lagi, langsung laporkan padaku" titahnya dan tentunya langsung di angguki oleh Jung Wo.


Jae Hwan meraih berkas yang ada di atas meja, lalu meraih ponselnya untuk menelpon seseorang.


...****************...

__ADS_1


"Hana!!!"


Suara Seok Hyun terdengar memanggil Hana dari ruangannya, dan tentunya wanita itu langsung bergegas pergi ke ruangan Seok Hyun.


"Ada apa Pak?!"


"Apa Yoon Wo sudah datang?" tanyanya seraya melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Belum pak" jawab Hana.


"Anak itu, tadi pagi dia bilang sebentar saja, tapi sudah jam segini dia belum ke kantor" gumamnya


"Kenapa pak?" sahut Hana yang mengira Seok Hyun sedang bicara padanya.


"Tidak! kau kembali saja, dan tolong katakan pada Se Jin, untuk memajukan jadwal meeting besok"


"Baik pak"


"Yasudah, kau bisa keluar sekarang"


Hana mengangguk, lalu melangkah keluar dari ruangan Seok Hyun


"Kenapa dia belum datang" gumamnya seraya mendudukkan dirinya di kursi kerjanya.


Hana melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 14.00 KST , tapi Yoon Wo masih tidak terlihat kehadiran-nya.


"Selamat Siang, calon pacar"


Hana memutar malas bola matanya, dan memilih untuk fokus pada layar komputernya, ketimbang pria tampan yang sedang berdiri di depannya.


Sedangkan Se Jin yang baru saja kembali dari toilet, hanya menggeleng pelan saat melihat teman atasannya mengganggu Hana.


Selama sebulan ini, hubungannya dengan Hana semakin dekat. keduanya sering cerita satu sama lain dibalik sifat Se Jin yang juga mudah bergaul, apalagi selama beberapa tahun ini ia lelah karena harus menjadi sekretaris Yoon Wo maupun Seok Hyun seorang diri.


"Sudahlah Tuan, jangan menghancurkan list-mu hanya untuk menaklukkan Hana" cibir Se Jin sambil tersenyum plus tidak habis pikir dengan jalan pikiran pria yang satu ini.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.


.

__ADS_1


__ADS_2