Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.94


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapat hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


Typo bergentayangan, mohon di maklumi


...****************...


Hanna hampir jatuh saat seseorang dengan sengaja menghalangi kakinya, tapi untungnya Jae Hwan sigap menahannya.


"Kau baik-baik saja?!"


"Sepertinya terkilir tuan" sahut Jung Wo yang berada di belakang mereka.


"Up's sorry, aku tidak sengaja" ujar Ji Hyo menatap Hanna dengan tatapan tidak sukanya, lalu pergi begitu saja.


Hanya perlu tatapan dari Jae Hwan, Jung Wo langsung bergerak.


"Minggir" ucap Ji Hyo


"Kau harus minta maaf nona" ucap Jae Hwan, mungkin wanita ini tidak tahu siapa pria yang baru saja menyuruhnya minta maaf.


"Bukankah tadi aku sudah meminta maaf" sahutnya acuh, lalu mendorong Jung Wo dan pergi dari sana.


"KU BILANG MINTA MAAF!"


Seketika suasana club menjadi hening setelah ucapan Jae Hwan barusan.


"Apa kau tuli?!"


"Ya, kau membuat masalah apa " bisik rekan Ji Hyo


Ji Hyo langsung berbalik lalu menatap Jae Hwan dengan tatapan menantang.


"Kenapa? Apa kau sengaja menarik perhatian karena kau ingin aku yang melayanimu Tuan?!" ucapnya berjalan menghampiri Jae Hwan.


Wanita ini benar-benar sudah tidak waras, dengan berani menantang seorang Jung Jae Hwan.


"Jika kau ingin seperti itu, tidak perlu seperti ini? Aku dengan senang hati melayanimu dengan syarat, bayaran yang tinggi" ucapnya sedikit berbisik seraya mengelus lengan Jae Hwan.


Plak~


Jae Hwan kaget saat melihat tangan Hanna sukses memberikan satu tamparan di pipi Ji Hyo.


"Terjawab siapa yang jal*ng sekarang!" ucap Hanna tersenyum remeh.


Ji Hyo memegang pipinya, lalu dengan cepat ia membalas tamparan itu tapi sayang gerakan Jae Hwan jauh lebih cepat darinya.


"Jangan berpikir kau bisa melakukan itu" ucap Jae Hwan mencengkeram kuat lengan Ji Hyo yang masih ia tahan.


"Kau, panggil manajermu kesini" perintah Jae Hwan pada salah satu pelayan pria yang ada di sana.


"Minta maaf dengan benar, maka aku tidak akan memperpanjang masalah ini!" tawar Jae Hwan seraya melepas tangan Ji Hyo dengan kasar.


Ji Hyo yang sudah kepalang malu, tentunya tidak akan melakukan hal yang menurutnya konyol itu.

__ADS_1


"Aku? Kau ingin aku minta maaf dengan jal*ngmu ini. Ck, tidak akan pernah"


Rasanya Jae Hwan ingin merobek mulut sialan Ji Hyo sekarang juga. "Kita pulang saja,"


"Urus jal*ngmu ini dengan benar, atau kuhancurkan tempat ini!!!" peringat Jae Hwan pada manajer.


"B-baik Tuan," bahkan manajer saja gugup saat berhadapan dengan Jae Hwan, tapi Ji Hyo dengan santainya meremehkan pemilik JH Group itu.


Di tengah keributan itu, Tae Il memperhatikan semuanya dari lantai atas tempatnya berdiri sekarang.


Ia tersenyum sambil memutar air didalam gelasnya.


"Jika aku melihatmu lagi, akan ku pastikan saat itu organ tubuhmu sudah siap dikirim!" bisik Jae Hwan saat mereka melewati Ji Hyo.


"Bawa wanita itu kesini" pinta Tae Il pada salah satu pelayan.


"Kau memanggilku?"


"Duduklah"


Gadis itu langsung duduk disamping Tae Il dan langsung meraih segelas wiski untuk menghilangkan rasa kesalnya atas kejadian tadi.


"Apa kau tidak takut dengan pria tadi?"


"Aku takut? Ck. untuk apa?!" sahut Ji Hyo.


"Dia ketua J'Devils, bandar nark*ba terbesar sekaligus ketua mafia" jawab Tae Il sambil mengisi kembali gelas Ji Hyo.


Ji Hyo terdiam, sudah berapa lama ia tinggal diluar negri sampai tidak tahu mengenai Jae Hwan.


"Aku hanya menghalangi kaki wanita yang berjalan beriringan dengannya, tapi kenapa dia yang marah" Ji Hyo berpikir jika Hanna hanya tak sengaja beriringan dengan Jae Hwan.


"Bukan beriringan, tapi dia istrinya"


"Kau kenal Hanna?"


"Tentu. Siapa yang tidak kenal anak buangan itu" sahut Ji Hyo yang secara halus mengakui jika dirinya sering merundung Hanna saat di sekolah menengah pertama.


"Anak buangan?"


"Itu hanya sebutan untuk anak yang kami bully" jawabnya bangga


"dasar jal*ng sialan" Umpat Tae Il dalam hati.


"Tapi... kenapa kau menanyakan itu?"


"Aku hanya penasaran, kenapa kau tidak takut dengan Jae Hwan hyung" jawab Tae Il.


"Tidak ada kata takut dalam kamusku Tuan" sahut Ji Hyo tersenyum penuh arti.


"Apa kau sendiri saja?" ujar Ji Hyo lagi.


Tae Il hanya mengangkat alisnya sekilas memberikan jawaban pada Ji Hyo.


Ji Hyo menanyakan beberapa pertanyaan yang membuatnya penasaran, seperti nama dan keluarga.


"Tapi, apa alasanmu memanggilku kesini? Apa kau yakin hanya ingin menanyakan hal barusan?!" ucap Ji Hyo yang tanpa Tae Il sadari, tangan Ji Hyo sedang mengelus dadanya dan mendempetkan tubuhnya pada Tae Il.


Gadis itu perlahan mendekatkan wajahnya kewajah Tae Il.


Mengingat Tae Il adalah pemangsa wanita, tak heran jika ia langsung melahap bibir Ji Hyo hingga kiss scene itu berlangsung dengan agresif.

__ADS_1


Tae Il menarik tangan Ji Hyo menuju privat room yang hanya berjarak beberapa langkah dari posisinya sekarang.


Dengan kasar ia melempar Ji Hyo ke atas ranjang, di susul dirinya yang sedang dalam pengaruh alkohol tinggi begitu juga dengan Eun Ji Hyo.


...****************...


Jika Ji Hyo dan Tae Il sedang beradu ranjang lain halnya dengan pasutri satu ini.


Jae Hwan dengan telaten mengompres kaki Hanna dengan es batu.


Saat ditawari kerumah sakit, Hanna memilih untuk pulang agar bisa beristirahat.


"Apa maksudmu datang ke club dengan pakaian seperti ini" protes Jae Hwan.


"Lalu, apa maksudmu yang bilang ingin ke markas tapi malah ke club, terlebih kau bersama dua wanita! DUA WANITA!!!" ucap Hanna menekankan kalimat terakhirnya.


"Aku kesana untuk keperluan lain, bukan sengaja ingin bersenang-senang"


"Tapi sepertinya tadi kau menikmati saat dua wanita itu menekan payud*ranya padamu!"


"Aku tidak menikmati,itu perasaanmu saja"


"Oke, kalau begitu.. Jika aku melakukan hal yang sama pada pria lain kau tidak boleh marah" ucap Hanna finis dengan rasa kesalnya.


"Tidak bisa!!! Milikku akan tetap menjadi milikku"


"Kalau begitu kau egois namanya "


"Bukan egois, tapi realistis... Kau istriku, jadi kau itu milikku"


"Pembenaran macam apa itu" balas Hanna.


Bisa tidak pasutri ini dijual saja, author cape🥲


Tanpa ada niatan untuk berhenti, Jae Hwan dengan sengaja menekan kaki Hanna hingga gadis itu respect teriak.


"Akhh... Ya rambutku" keluh Jae Hwan, karena Hanna menjambak rambutnya untuk menghilangkan rasa sakitnya.


tidak habis-habisnya alasan mereka berdua untuk menang satu sama lain.


"Kau kenal wanita tadi?" tanya Jae Hwan tiba-tiba.


Hanna hanya mengangguk pelan, "Kalian bermusuhan?"


"Dia sering merundungku saat smp" sahut Hanna santai seolah ia sudah terbiasa akan hal itu.


"Mungkin sekarang dia kepanasan karena kehidupanku berubah drastis, dari miskin jadi kaya" ucap Hanna lagi seraya meraih ponselnya.


Pria yang tadi bertanya hanya mengangguk pelan sambil mencerna cerita istrinya.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di kozrmen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.

__ADS_1


.


__ADS_2