Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.33


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


"Apa kau merger dengan NJ.Express tanpa sepengetahuanku!!!" tanyanya seraya melempar sebuah map coklat ke atas meja kerja Jung Dae Hwan.


"tenang dulu, aku ha- "Kenapa kau tidak membicarakannya dulu denganku?! kau menganggapku apa, aku juga punya kekuasaan untuk membuat keputusan." potongnya.


"Aku memang berniat menga- "Pak, saatnya pergi, kita akan langsung ke bandara karena jadwal penerbangan dirubah, dan Nyonya serta Tuan muda sudah menunggu disana" kata Tuan Nam.


"Baiklah" sahutnya yang langsung meraih jas-nya yang ada di gantungan, bahkan ia belum sempat melihat apa isi amplop yang di lempar Shin Myung Il.


"Kita bicarakan ini nanti, kau tau bukan aku akan mengambil cuti liburan hari ini" ujarnya menepuk pelan pundak rekannya, lalu segera pergi bersama Tuan Nam, meninggalkan Shin Myung il sendirian di ruang itu.


Tangannya mengepal sempurna, seakan tidak terima atas langkah Dae Hwan yang ingin melakukan merger dengan NJ.Express.


...----------------...


2 Hari sebelumnya......


01 Mei 2006


"Kubilang apa Wakil Direktur Shin! dia dari awal memang berniat mengkhianatimu" ujar seorang pria yang kini berdiri di samping Shin Myung Il.


"Seharusnya anda berjaga-jaga, Dae Hwan memiliki saham mayoritas, jadi dia bisa dengan mudah membuat keputusan untuk merger" lanjutnya.


"Anda jangan memperkeruh keadaan, aku percaya pada Dae Hwan, dia pasti punya alasan dan mungkin tidak membicarakan ini terlebih dahulu denganku" bantahnya.


"Aku tidak memperkeruh keadaan Tuan Shin, bukankah tadi anda dengar sendiri? pihak NJ.Express mengatakan akan segera merger dengan JJ.Corp." sahutnya memaparkan fakta yang memang baru saja mereka dengar dari pihak NJ.Express.


Shin Myung Il menghela kasar napasnya, lalu pergi meninggalkan pria yang tadi bicara dengannya sendirian di rooftop.


Pria yang seumuran dengannya itu lantas menarik tipis senyumnya.


...----------------...


03 Mei 2006


Sebuah paket di kirimkan ke kediaman Tuan Shin yang kala itu baru saja akan berangkat ke kantor.


Duduk kembali di sofa ruang tamu, ia membuka sebuah map coklat yang entah siapa pengirimnya.


Kemarahan Shin semakin menjadi-jadi saat melihat surat kesepakatan merger yang telah di tanda tangani tanpa sepengetahuan dirinya.


Tanpa buang waktu ia langsung pergi menuju perusahaan untuk menemui rekannya.

__ADS_1


...----------------...


Setelah melihat kepergian Dae Hwan dan Tuan Nam, ia juga langsung pergi dari sana dengan penuh amarah.


"......"


"Siapkan penerbangan ke Jeju sekarang juga"


"Baik Tuan"


Tanpa buabg waktu lagi, sopir langsung melajukan mobilnya menuju bandara membawa majikannya.


...----------------...


Sementara itu.......


Di ruang tamu, seorang pria tengah menyeringai sambil melihat sebuah kertas yang sedang ia pegang.


"Pertunjukan akan segera dimulai" gumamnya seraya meneguk segelas wiski.


...----------------...


Sampai di depan sebuah hotel, pria bernama lengkap Shin Myung Il itu duduk di dalam mobilnya sambil menatap keluar jendela kaca mobil.


Cukup lama mobilnya berhenti, namun tidak lama kemudian ia menyuruh sang sopir untuk pergi ke suatu tempat.


"Aku perlu bantuanmu.. Carikan seseorang untuk bisa ku kambing hitamkan" ujarnya bicara dengan seseorang di telpon.


...----------------...


Gadis kecil yang terbangun dari tidur-nya berjalan menuju dapur sambil memeluk boneka tidurnya.


Tanpa mengerti apapun yang di bicarakan sang Ayah dengan seseorang, ia berdiri menatap ruang tamu tanpa sepengetahuan siapapun.


"Anda hanya perlu mengganti air diruangan itu dengan air yang akan di siapkan, lakukan senatural mungkin tanpa ada kesalahan" jelasnya, namun pria di depannya terlihat ragu bahkan ia sama sekali tidak berkutik.


"Bukankah anda ingin melihat Kim Hana mendapatkan pendidikan tinggi?!" sambungnya.


Ucapan pria itu berhasil membuat Ayah Hana tersentak kaget karena ia baru saja mengenal pria ini 20 menit yang lalu, bahkan pria ini dibawa oleh Lee Bong Cha, namun sudah mengetahui nama putrinya.


"Pilihan anda hanya 2... menerima tawaran saya, atau melihat putri anda menderita sepanjang hidupnya, karena.. saya akan memutus seluruh kesempatan-nya untuk sukses dimanapun itu, dinegara ini ataupun diluar negri" ucapnya dengan nada tenang.


"Apa anda sedang mengancam saya sekarang?!"


"Saya tidak mengancam anda, tapi hanya memaparkan dua hal yang harus anda pilih"


"Saya tidak akan melakukan apa yang anda perintahkan" ucap Yeon-U bangkit dari duduknya.


"Silahkan, tapi menurut anda apa yang akan terjadi jika Hana tahu ini?!" tukas Shin memegang sebuah map coklat, entah apa yang ada di dalam sana hingga membuat Kim Yeon-U duduk kembali di tempatnya.


"Apa yang anda inginkan dari saya?"


"Tugas anda mudah, anda hanya perlu melakukan apa yang saya katakan sebelumnya" jawabnya melirik Yeon-U lalu beralih pada bibi Hana yang sedang menarik tipis senyumnya.

__ADS_1


"Saya akan langsung melenyapkan ini, dan menjamin biaya Hana sampai dia besar" sambungnya.


"Tapi, bagaimana jika ketahuan?" tanya Kim Yeon-U ragu.


"anda tidak perlu memikirkan itu, tugas anda hanya mengganti air di kamar mereka" sahutnya.


"Saya rasa anda tidak perlu berpikir lagi, tanda tangani ini sekarang maka semuanya beres. Masa depan Hana terjamin, dan tujuan saya tercapai, bukankah itu win win solution" ucapnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Dengan perasaan ragu, Kim Yeon-U meraih pena yang ada di atas meja dan menandatangani surat perjanjian tutup mulut itu dengan jaminan sang anak akan terbebas dari kejaran rentenir.


Dimana, tidak menutup kebenaran jika Kim Yeon-U memang sedang terlilit hutang untuk biaya pengobatan almarhum ibu Hana, dan sebuah kebenaran yang dimiliki Shin Myung Il membuat Yeon-U mengambil langkah itu tanpa pikir panjang.


Setelah rencana malam itu, besoknya ia diam di dalam mobil yang berhenti tepat di sebuah cafe yang tidak jauh dari hotel tempat rekannya bermalam.


Sedangkan Ayah Hana.....


Pria itu masuk ke kamar orang tua Jae Hwan dengan membawa alat bersih-bersih sebagai dalih alasannya masuk ke kamar suite tersebut.


Ia masuk ke kamar mandi setelah bicara pada Ayah Jae Hwan jika ia ingin mengambil sesuatu yang tertinggal di sana.


Tanpa adanya perasaan curiga, Dae Hwan mengijinkan Kim Yeon-U masuk ke kamar hotelnya.


Sesuai rencana, ia segera keluar dari kamar mandi setelah hampir diam beberapa menit karena rasa ragu yang masih bergelut dalam dirinya, dimana tak ayal jika sebenarnya pria itu adalah pria baik yang sedang berada dalam tekanan finansial hingga membawanya ke langkah yang tidak seharusnya.


Cklek...


Pintu kamar mandi terbuka, tapi baru saja ia berniat untuk menukar air mineral yang tersedia dengan air ditangannya. sepasang suami istri itu telah tergeletak tidak sadarkan diri dengan mulut berbusa serta botol air mineral yang sudah terbalik.


Dari awal Shin Myung Il, pria itu sudah tahu jika rekannya beserta keluarganya terbiasa meminum air dari kemasan ketika mereka berada di luar rumah.


Dan bukan hanya itu, tapi Kim Yeon-U juga melihat anak kecil yang berlari menghampiri orang tuanya yang sudah tidak bernyawa dan tangisnya pecah saat itu juga.


Melihat itu tentunya membuat Ayah Hana sempat terdiam, kaget dengan keadaan yang tidak berjalan sesuai rencana hingga tanpa sadar menjatuhkan botol air mineral yang ia pegang, dimana air tersebut telah diberi racun oleh anak buah Shin Myung Il.


Tepat saat air itu jatuh dari tangannya, pria kecil bermarga Jung itu menatapnya dengan air mata yang masih mengalir di pipinya.


Karena gugup dan takut, ia langsung pergi dari sana tanpa menghiraukan Jae Hwan, dimana api yang entah dari mana perlahan menyambar apa saja yang ada di dekatnya.


Api semakin membesar, namun Jae Hwan masih berada di kamar hotel bersama jasad kedua orang tuanya, bahkan asap yang tidak seharusnya di hirup anak kecil sepertinya begitu banyak masuk kedalam paru-parunya, hingga pria kecil itu tidak sadarkan diri setelah beberapa menit kemudian.


Dari sana semuanya bermula, Jae Hwan yang awalnya merupakan anak baik serta sopan terhadap orang tua, kini tumbuh menjadi pria bringas yang membunuh musuhnya tanpa ampun.


Serta karena hal itu juga, ambisi dan obsesinya untuk balas dendam terhadap pembunuh orang tuanya tumbuh menjadi gumpalan awan hitam yang begitu besar hingga siap menyambarkan petirnya kapan saja.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰

__ADS_1


.


.


__ADS_2