Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.57


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Setelah 1 Jam berlalu, mereka akhirnya sudah selesai berbelanja dan masuk ke dalam mobil.


"Kau tahu? Belanjaan mu itu yang terbanyak! Mungkin aku hanya sekantung kecil" Kata Hanna saat mereka masuk ke mobil.


"Kau ini pria, bukan? Kenapa belanjaan mu lebih banyak dariku yang notabennya adalah perempuan?" lanjut Hanna


"Memangnya kau perempuan" sahut Jae Hwan yang perlahan mulai menginjak pedal gas, menyusuri jalan raya.


Seketika suasana mobil hening setelah pernyataan dari Jae Hwan barusan, mau melawan Hanna sudah terlanjur tidak mood.


Hanna membuka kaca mobil lalu menyenderkan kepalanya sambil menghirup udara saat mereka melewati sungai Han.


"Kita mau kemana?"


"Sudah jangan banyak tanya" sahut Jae Hwan yang terus melajukan mobilnya menuju sebuah tempat yang mengarah ke pedesaan.


Hampir 2 jam mereka melakukan perjalanan, akhirnya sampai ditempat tujuan, Hanna juga sudah terlihat letih selama diperjalanan.


Sebuah rumah bertingkat di pedesaan, entah itu dihuni atau tidak Hanna tidak tahu itu, ia hanya turun dan berjalan mengekor dibelakang Jae Hwan sambil melihat ke sekitar.


"Hyung!"


Seru pria kecil saat mereka melewati pagar, sontak Jae Hwan langsung membungkuk kala beberapa anak kecil mulai berdatangan dan menyapanya dengan begitu hangat serta gembira.


Hanna tentunya heran, apa ini anaknya setelah berhubung dengan para jal*ngnya? pikir Hanna sambil mencerna situasinya sekarang.


"Bagaimana kabar kalian? apa semuanya baik?" tanyanya seraya mengarahkan anak-anak untuk masuk kerumah.


"Hmmm~ kami semua baik, dan sangat merindukan Jae Hwan. Hyung" kata anak kecil itu dengan tawa riang, seolah Jae Hwan sudah sering ketempat ini.


"Nak, sejak kapan datang? kenapa tidak menelpon bibi terlebih dahulu?!" ujar seorang wanita berumur yang mungkin pengurus disini.


"Tidak apa bi, aku hanya merindukan anak-anak.. sudah lama aku tidak kesini" jawab Jae Hwan terdengar sopan.


"Ah baiklah, bibi senang kau datang"


"lalu ini siapa?" sambung bibi Han penasaran tentang kehadiran Hanna yang sudah pasti asing bagi mereka semua kecuali Jae Hwan.


"Perkenalkan, dia istriku bi! Jung Hanna" ujarnya memperkenalkan Hanna , lalu menyenggol istrinya untuk segera memberikan salam.


Hanna yang paham, tentunya langsung melakukan apa yang diminta pria disampingnya ini.

__ADS_1


"Salam kenal bibi, aku Kim- tidak, maksudku Jung Hanna" kata Hanna memperkenalkan dirinya.


"Cantik" ucap bibi Han tersenyum saat melihat Hanna.


"Ah, terimakasih bibi" balas Hanna merasa malu karena dipuji.


"Hyung! ayo kita main" ajak salah satu anak pada Jae Hwan, tidak lupa tangan mungilnya menarik jari-jemari Jae Hwan untuk segera ikut.


"iyaa iyaa", lantas pria itu pergi tapi sebelum itu ia berbalik menatap Hanna "tolong kau keluarkan barang yang ada di mobil" baru setelah itu ia menghilang dari pandangan Hanna, menyisakan dirinya dan bibi Han.


"Mari" ucap Hanna sopan mengajak bibi Han untuk mengambil barang di mobil.


"sudah berapa lama kalian menikah?" tanya bibi Han membuka pembicaraan agar suasana tidak terlalu canggung.


"Mungkin hampir satu bulan bi" Jawab Hanna sembarangan, ia juga lupa kapan waktu jelasnya pria gila itu menikahinya.


Bibi Han mengangguk, baru setelah itu Hanna yang balik bertanya, "ini tempat apa bi?"


Bibi Han tersenyum lembut, sambil menurunkan barang ia bercerita pada Hanna.


"Dulunya rumah ini digunakan untuk panti asuhan tempat tinggal para anak yatim piatu dan anak terlantar, karena kurangnya dana tempatnya ditutup sampai datang sepasang suami istri yang mau mendanai kembali tempat ini dan mereka adalah Tuan Jung dan Nyonya Min, orang tua Nak Jae Hwan! tapi setelah kabar kematian orang tuanya, tempat ini sempat tutup sekali lagi dan dibuka kembali beberapa tahun yang lalu saat Jae Hwan mendirikan JH Group"


Bibi Han menceritakan semuanya dari awal dengan singkat dan jelas pada Hanna agar gadis ini mudah mengerti.


"Jadi anak-anak tadi- "mereka anak yatim piatu yang sudah tidak punya tempat tinggal serta tujuan, tapi setelah dibawa Jae Hwan ke sini mereka terlihat ceria lagi dan berani untuk kembali bermimpi" potong bibi Han.


Hanna hanya mengangguk pelan, ia sudah berburuk sangka pada suaminya sendiri. ternyata ada sisi lembut dalam dirinya, pikir Hanna yang tidak menyangka seorang Mafia sepertinya melakukan hal seperti ini.


Jae Hwan menyukai anak-anak, tak heran jika ia marah saat mengetahui Jeslyn diam-diam membunuh anaknya dengan melakukan aborsi.


Pria itu tersenyum tulus, baru kali ini Hanna melihat senyum itu dari bibirnya bahkan raut wajah bahagianya tidak pernah Hanna lihat walau sekali saja selain wajah datar dan menyeramkan yang Hanna lihat.


Hanna tanpa sadar ikut tersenyum saat melihat anak-anak tersenyum riang sambil bermain.


"berbanding terbalik dengan sikap dan perbuatannya" gumam Hanna seraya meletakkan satu dus mainan dilantai.


Anak-anak berkumpul menunggu giliran untuk dapat mainan dari Hanna yang sedang membagikannya.


"Mau kemana?" tanya Hanna saat melihat Jae Hwan akan pergi dari ruangan itu.


"Aku ingin bicara dengan bibi Han, baru setelah itu kita pulang" jawabnya, lalu ia pergi meninggalkan Hanna bersama anak-anak.


"......"


Selesai bicara dengan bibi Han, Jae Hwan kembali keruangan sebelumnya dimana Hanna ternyata ikut bermain dengan anak-anak.


Pria itu lantas menghampiri dan mengajaknya untuk pulang, tapi sebelum itu ia sempat pamit dengan anak-anak panti yang sudah ia beri suntikan dana selama beberapa tahun terakhir, tanpa sepengetahuan siapapun kecuali Seok Hyun, Yoon Wo, dan sekarang Hanna bahkan Ye Jun dan yang lain tidak tahu jika Jae Hwan melakukan hal seperti ini.


Singkat cerita mereka sudah dijalan selama satu jam lamanya, "apa kau tidak lelah?" celetuk Hanna, karena pulang pergi pria ini yang menyetir belum lagi seharian ini ia bekerja dikantor.


"Kenapa? kau iba melihat suamimu ini?" lirik Jae Hwan sekilas


"Menjijikkan, berhenti menyebut dirimu suami! kau membuatku geli" sahut Hanna tanpa sekalipun niat menatap pria disampingnya.

__ADS_1


Tapi Jae Hwan hanya menanggapi ucapan Hanna dengan ekspresi acuhnya.


"Kalau kau sebegitu menyukai anak-anak, kenapa membuang waktumu dengan menikahiku? kenapa tidak menikah saja seperti orang pada umumnya dan punya anak , maka semuanya akan selesai??" tutur Hanna yang terpikir mengucapkan kalimat barusan.


"Tidak semudah itu untukku Han, mana ada wanita baik yang mau membangun itu denganku, ketua Mafia kejam yang membunuh tanpa ampun dan melakukan perdagangan ilegal dimana-mana" Kata Jae Hwan tersenyum tipis sambil melirik sekilas gadis disampingnya.


Hanna sontak terdiam, tak percaya ucapan tadi keluar dari mulut Jae Hwan.


"Uangmu,kan banyak. pastinya ada banyak wanita diluar sana yang ingin jadi istrimu seperti resepsionis centil itu misalnya"


"Kau cemburu?"


"Tidak, untuk apa aku cemburu! kita tidak se intens itu sampai aku harus cemburu" ujarnya melakukan pembelaan diri.


"Sudahlah, aku ingin tidur" sambungnya, dan langsung menyandarkan kepalanya pada kursi mobil.


Drrt!


Drrt!


"Ada apa Ye Jun?"


"CEO Bio N bersedia menjual setengah sahamnya, tapi dia ingin secepatnya!"


"Kau yakin?"


"Iya, kalau tidak dia akan menjualnya pada NIX Group"


"Oke. aku akan berangkat malam ini"


"Oke. Hyung"


Mematikan sambungan telpon, Jae Hwan diam sambil memikirkan sesuatu, entah kenapa ia merasa ada yang janggal? tapi karena tidak mau ambil pusing Jae Hwan langsung melajukan mobilnya untuk segera sampai di mansionnya.


...****************...


Preview Next Chp:


"Jika nanti kau bebas, mungkin balas dendamku padamu sudah berakhir" gumamnya, lalu segera keluar dari kamarnya.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.


.

__ADS_1


__ADS_2