
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
"Semua berjalan sesuai rencana, sekarang Jae Hwan sedang pergi ketempat yang seharusnya" ucapnya memberikan informasi pada sang majikan.
"Bagus...."
"Ini yang seharusnya terjadi, orang sepertimu pantas mendapatkan ini" gumamnya tersenyum licik tanpa sekalipun mengalihkan pandangannya dari lukisan istrinya.
"Buat suasana sekeruh mungkin, aku ingin melihat Shin Myung Il menderita di tangan anak rekannya sendiri" titahnya dan tentunya langsung di kerjakan oleh bawahannya.
"Apapun caranya, aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikmu, dan membalas apa yang sudah mereka lakukan" katanya bicara pada foto sang istri.
Sambil bersandar di punggung kursi, pria paruh baya itu menikmati segelas wine sambil memandang foto wanita yang sangat ia cintai.
...****************...
Setelah menyingkirkan para penjaga di gerbang dan pintu utama, Jae Hwan masuk kerumah sang paman dengan suasana hati yang begitu penuh amarah.
Dengan di iringi bawahannya, yang berdiri di belakangnya. ia memanggil dengan lantang nama Shin Myung Il hingga bergema di seluruh ruangan besar tersebut.
"KELUAR SEKARANG!!!"
"YAK!!! KELUAR!!!"
Karena bising suara Jae Hwan, pria paruh baya yang merupakan rekan Ayahnya itu keluar dengan pakaian piamanya menuruni anak tangga.
Tanpa bicara, Jae Hwan langsung melemparkan surat perjanjian itu ke wajahnya walau tau jika Shin Myung Il merupakan salah satu pendiri JJ.Corp.
Melihat tingkah anak rekannya yang tidak biasa, tentu saja membuat pria yang sudah berumur 56 tahun itu kebingungan.
Ia lantas meraih selembar kertas yang telah jatuh berserakan di lantai rumahnya.
Saat membaca isi kertas tersebut, pria itu sama sekali tidak bisa bicara lidahnya kelu seakan sadar semuanya telah terungkap.
"Dimana.... Tidak, maksudku dimana kau mendapatkan ini??"
"Kenapa? kau tidak bisa bicara lagi karena sekarang aku tahu, jika kau yang membunuh orang tuaku!!!" sahutnya dengan nada menekan.
__ADS_1
"Dengar dulu Jae Hwan, ini tidak sepenuh benar" bantah Tuan Shin.
Pria itu lantas bertepuk tangan sambil tertawa miris, seakan menertawakan dirinya sendiri karena telah gagal mengenali pelaku sebenarnya selama ini.
"Apalagi yang masu kau jelaskan, semuanya sudah jelas. aku bodoh karena tidak mengenali pria licik sepertimu"
"Dengar dulu... aku akan menjelaskan semuanya, tapi tolong berikan aku kesempatan untuk menjelaskan ini"
"Kau tau bukan! jika aku tidak akan mendengarkan ucapan orang yang sudah terbukti salah"
Tanpa mendengarkan penjelasan Tuan Shin, Jae Hwan langsung memerintahkan bawahannya untuk menyeret Tuan Shin untuk keluar dari rumah mewahnya.
"Aku tidak sepenuhnya salah, ADA DALANG LAIN DIBALIK TRAGEDI HARI ITU!!!" teriak Tuan Shin yang sedang di seret keluar oleh dua anak buah Jae Hwan.
"AKU TIDAK BERBOHONG, TANYA LEE BONG CHA!!!"
"JAE HWAN A, TOLONG DENGARKAN AKU SEKALI SAJA....."
Sambil di seret keluar, Tuan Shin terus berteriak agar Jae Hwan mau mendengarkan penjelasannya.
Awalnya ia sama sekali tidak berniat untuk mendengarkan penjelasan Tuan Shin,
Ia langsung memberikan kode pada bawahannya untuk berhenti sebentar, lalu berjalan menuju Tuan Shin yang sedang di pegangi oleh bawahannya.
"Apa maksudnya? dan kenapa wanita itu juga terlibat?!" tanyanya menatap datar Tuan Shin.
"Aku sudah lama ingin bicara tentang hal ini tapi aku tidak berani mengungkapkannya padamu. aku benar-benar merasa bersalah atas kematian Ayah dan Ibumu,,, aku tau ini tidak pantas.. tapi percayalah, aku selalu kesakitan setiap hari karena rasa bersalahku pada orang tuamu" kata Tuan Shin, yang sedari lama sudah begitu tersiksa karena rasa bersalah yang terus menghantuinya.
Di tengah ketegangan itu, Seok Hyun bersama yang lain tiba-tiba datang setelah mendapat kabar dari Tae il yang sempat melihat isi perjanjian yang didapat Jae Hwan dari Hana.
Yoon Wo menahan Seok Hyun yang ingin menghampiri Jae Hwan, "biarkan dia menyelesaikan-nya" ucapnya pelan dan di angguki oleh pria itu.
"Apa alasan paman melakukan itu pada orang tuaku?" tanyanya dengan nada bergetar, rasanya pria ini ingin sekali mengeluarkan air matanya saat mengingat kembali hari dimana orang tuanya tewas.
"Pertama, mari kita duduk dulu.. aku akan menjelaskan semuanya pada kalian, setelah ini... aku bersedia menerima apapun konsekuensi-nya." ujar Tuan Shin, dan di setujui oleh Jae Hwan yang memang ingin mendengarkan alasan orang tuanya bernasib seperti itu.
Mereka semua duduk di sofa ruang tamu, sembari menunggu Tuan Shin yang pergi sebentar ke kamarnya untuk mengambil sesuatu.
...****************...
Sementara itu.....
Hana berbaring di ranjang sambil memikirkan apa yang akan terjadi setelah tadi ia memberikan surat perjanjian itu kepada Jae Hwan.
Ia bahkan tidak mengetahui jika wanita yang ia rawat dengan penuh kasih dirumah sakit, adalah wanita licik yang menyimpan begitu banyak rahasia.
Ditengah lamunannya, terdengar suara ketukan pintu yang membuat Hana bingung siapa lagi yang datang malam-malam begini, karena malam sudah begitu larut.
__ADS_1
Hana berjalan perlahan, karena sebelumnya kakinya terluka akibat terkena pecahan kaca.
"Iyaa, sebentar" sahutnya, karena orang itu terus mengetuk dan memencet bell apartemennya.
"Apa itu kau, Hye Soo?!"
..........
Mpppthhh......
Seorang pria bertubuh besar dan elastis, membekap mulut Hana, dan langsung menyuntikkan sebuah bius hingga wanita itu pingsan tidak sadarkan diri.
Setelah membuat Hana pingsan, ia langsung mendudukkan-nya di kursi roda seolah sedang membawa seorang pasien, dan keluar dari wilayah apartemen menggunakan mobil yang sedari awal sudah menunggu di bawah.
...****************...
"Aku yakin kalian pasti mencari ini" ucap Tuan Shin yang meletakkan sebuah flashdisk di atas meja.
"Terimakasih karena kalian sudah mau mendengarkanku teruta- "Jangan banyak basa-basi, langsung saja ke intinya." ujarnya memotong ucapan Tuan Shin.
Tuan Shin menghela pelan napasnya, lalu mulai buka suara perihal tragedi 16 tahun yang lalu.
...----------------...
16 TAHUN YANG LALU.......
03 Mei 2006.
"setelah menemui pihak NJ.Express, bapak bisa langsung ke bandara, sopir nanti akan menjemput Nyonya Min dan Tuan Jae Hwan" ujar seorang pria yang merupakan sekretarisnya, dan orang itu lain tidak lain adalah Tuan Nam, Ayah Nam Jeon Soo sekertaris Jae Hwan.
"Baiklah, tapi pastikan kau sudah menyiapkan semuanya"
"Untuk itu, bapak tenang saja" sahut Tuan Nam lalu keluar setelah mendapat anggukan dari sang majikan.
Tidak berselang lama, datang seorang pria yang merupakan rekan kerjanya atau salah satu pendiri JJ.Corporation.
"Apa kau mengkhianati ku Dae Hwan?!" tanyanya dengan nada bicara datar, namun ekspresi dari pria itu begitu memperlihatkan rasa kekecewaan serta amarah yang begitu besar.
...****************...
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
__ADS_1
.
.