Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.43


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga yađŸ„°


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiahđŸ„°


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


"Tapi kau perlu ingat Hana! Jae Hwan tidak semudah yang kita pikirkan. sebelumnya saja dia berhasil menguasai dan membunuh mafia terkejam di New Zealand dan bahkan memiliki, 300 tempat produksi barang haram dari 193 negara dunia yang telah diakui PBB... selain itu dia juga berhasil dalam dunia bisnis, bahkan circle-nya juga bukan dari kalangan sembarangan" jelas Pria itu, ia merasa sedikit khawatir jika Hana terluka lagi seperti waktu itu.


Saat Jae Hwan memukulinya hingga babak belur


"Bukan hanya itu dia ju- "Ssttt! cukup. aku tahu itu, makanya aku sedang memikirkan cara untuk menjatuhkannya sekarang." potong Hana yang meletakkan jari telunjuknya di bibir Hyun Il agar pria ini diam.


"Jika bukan karena kesalahan orang tuanya, aku tidak akan sejauh ini. dari awal dia yang tidak tahu titik permasalahannya?! dan malah menyakitiku.. tapi aku bersyukur dia masuk kedalam jebakan kita" ujar Hana mengingat kembali bagaimana dia merekayasa seluruh moment pertemuan mereka, seperti di penjara waktu itu.


Lalu pertemuannya di Mall dengan Tae Il dan Si Hwan.


Hana memang tipe gadis yang akan baik jika orang itu baik padanya, sama seperti Yoon Wo yang memperlakukannya dengan baik waktu itu.


Namun sayangnya kali ini itu tidak berlaku untuk Yoon Wo, karena sikap baik dan tipu dayanya memang ia tujukan pada Yoon Wo, karena jika Yoon Wo percaya padanya maka kepercayaan Jae Hwan akan Hana lugu akan semakin meningkat.


Dan percaya jika Hana hanya gadis lugu yang mudah untuk di bodohi.


Tapi realita berbicara lain, Hana adalah gadis yang berani mengambil resiko apapun hanya untuk mengelabuhi dan mendapatkan apa yang dia inginkan dari orang yang telah ia targetkan.


Kehilangan orang tua karena sebuah kesalahan seseorang sudah membuat Hana menderita, ditambah hinaan dan caci maki orang-orang terhadap dirinya.


Cukup untuk diamnya dan terus membiarkan orang lain menindasnya, kini Hana menempatkan dirinya untuk menjadi diri sendiri dan melakukan apapun yang menurutnya benar.


"JH Group akan membuka anak perusahaan baru, tapi kali ini dia akan melepas sahamnya ke publik dan aku ingin kau memiliki 40-45% saham utama sebelum itu di beli oleh teman-temannya"


"apa kali ini kau berniat mengakusisi anak perusahaan-nya?" sahut Hyun Il.


"Sangat susah untuk membeli saham utama JH Group, setidaknya aku harus memiliki anak perusahaan-nya." jawab Hana mengingat, JH Group tidak IPO, atau melepas sahamnya ke publik dan hanya dimiliki oleh Jae Hwan dan beberapa orang terpercaya-nya termasuk Seok Hyun dan Yoon Wo.


“Apa lukisan yang ada di Canada sudah berhasil di lelang?” tanyanya.


(di ep sebelumnya, author udah pernah nyebut masalah lukisan!)


“Tentu” sahut Hyun Il tersenyum “tapi bagaimana dengan Lee Bong Cha?”


“aku yakin, wanita itu tidak akan bangun jadi biarkan saja. Karena parasite itu! Aku kehilangan kedua orang tuaku” ucapnya, dimana sebenarnya

__ADS_1


Hana sudah lebih dulu mengetahui identitas asli


Lee Bong Cha, dan saat ia mendapat kabar tentang kondisinyapun. Sebenarnya Hana tidak peduli tapi karena ada hal yang ia butuhkan, gadis itu pergi menemuinya.


Dan itu bertepatan saat ia berniat pergi kerumah wanita itu untuk mengambil sesuatu, tapi nyatanya wanita itu sudah lebih dulu masuk rumah sakit.


(Ingat saat Hana akan pergi, tapi Tae Il merebut kopernya)


“Aku ingat dengan jelas, bagaimana dia memperdaya Ayaku untuk menyetujui penawaran Shin Myung Il. Jika saja waktu itu


ACG tidak memPHK pekerjanya, Ayahku pasti tidak akan terlilit hutang dan berakhir menerima penawaran itu” tutur Hana dengan pandangan kosong.


“Semuanya sudah berlalu, tujuan kita hanya dua orang itu, sedangkan Shin Mung Il sudah kita singkirkan menggunakan Jae Hwan tanpa turun tangan” kata Hyun Il menepuk lembut punggung Hana.


Wanita itu mengangguk pelan, “kita selesaikan ini dengan baik, apapun yang kau butuhkan! Katakan saja padaku” ujar Hyun ll.


Pria itu lantas keluar dari ruangan itu di ikuti bawahannya,meninggalkan Hana sendirian.


End Flashback


...****************...


Hana bangun dari tidurnya, ia mendongak melihat kearah jam yang sudah menunjukkan pukul 10.46.


“Sudah siang ternyata” gumamnya tersenyum lalu melangkah menuju kamar mandi.


Selesai dari kamar mandi, ia berjalan mondar mandir sambil mencari sesuatu


“kemana koperku?”


“kau bisa memakai pakaian yang ada disana” ujar Tae Il yang baru saja masuk tanpa mengetuk pintu, dan sayangnya gadis itu lupa memang menguncinya.


“Tidak perlu, aku hanya akan memakai pakaianku” sahut Hana dan pastinya ia tidak melupakan nada bicaranya ketika sedang bicara dengan Tae il. Ya! Nada lembut sebagai citra dirinya patuh pada pria berambut blonde itu.


Rambut blonde?


Yap! Pria itu baru saja mengganti warna rambutnya, tapi itu tidak merubah penmpilannya, dengan tinggi badan 176, kulit putih serta bibir sexy yang terlukis nampak tebal membuat wajahnya terlihat setampan idol-idol sekarang ini.


“umurmu berapa?” tanya Hana tiba-tiba


“25 tahun umur korea”


“24 internasional?” sambung Hana.


"100 untukmu sayang" sahutnya tersenyum manis.


“tapi kenapa tiba-tiba menanyakan itu?” ia bingung kenpa tiba-tiba wanita ini bertanya tentang umurnya.

__ADS_1


Hana hanya menggeleng, lalu tersenyum dan melangkah melewati Tae Il untuk masuk keruang ganti yang sebelumnya Tae Il katakan.


“Ada apa dengannya?” gumam pria satu ini dalam hatinya, namun ia merasakan sesuatu yang membuatnya senang saat gadis itu bertanya padanya.


“Kau jangan masuk! Awas saja” peringat Hana dari dalam ruang ganti.


“Iyaa”


.......


“Han ayo kita keluar hari ini!” ajaknya saat Hana selesai mengganti pakaiannya.


“Kemana?”


“nanti kau juga akan tahu” jawabnya, lalu meraih lengan Hana untuk segera keluar dari sana menuju garasi mobil.


...****************...


Sementara itu, Jae Hwan yang sedang meninjau persiapan produk baru dari perusahaannya, kini tengah duduk di ruangannya bersama Ye Jun.


“Apa grafiknya bisa di perjelas lagi”


“aku akan meng-updatenya ke maksimal” jawabnya sambil memainkan game yang baru saja di tanya atasannya itu.


“Ah. Untuk anak perusahaan yang baru, apa kau yakin hyung untuk memasukkannya ke IPO?” ujarnya melontarkan pertanyaan.


“Hmmm~ “


“dari pada membuka itu, kenapa tidak memikirkannya lagi?” kata Ye Jun membuat Jae Hwan bingung.


Karena pembukaan anak perusahaan juga masih belum di pastikan, namun seluruh rencana telah di siapkan.


“memangnya kenapa?” sahutnya beralih menatap sahabat sekaligus bawahannya itu.


“Tidak! Hanya saja, kenapa tidak menahan dulu sampai anggarannya lebih besar dan membuka anak perusahaan di bidang teknologi medis” jawabnya seraya meletakkan ponselnya dan mengambil sebuah tablet yang ada di atas meja, untuk memperlihatkan sesuatu padanya.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.đŸ„°


.

__ADS_1


.


__ADS_2