Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.44


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


“aku yakin, rumah sakit- rumah sakit besar pasti akan mengincar alat ini nanti. Tapi sayangnya alatnya masih belum selesai dikembangkan, karena membutuhkan pendanaan besar! Dari pada membuka anak perusahaan, kenapa tidak mengakusisi ini saja dan lanjutkan proyeknya, aku yakin rumah sakit besar di penjuru dunia, akan mengincar alat ini” jelasnya.


Mendengar penjelasan Ye Jun, pria itu mengangguk dan merasa apa yang disarankan Ye Jun tidak buruk.


“Saat ini, meminum obat saja kadang tidak efektif. Karena itu perusahaan ini sedang menciptakan terobosan baru dengan menggunakan Teknologi nano untuk kesehatan.


Beberapa hari yang lalu aku mendapat kabar jika perusahaan pemasok alat medis terbesar NIX Group akan membeli setengah sahamnya tapi itu masih dalam pembicaraan." jelasnya.


(yang udah baca pengawal cantik, pasti udah gak asing lagi sama NIX Group)


“NIX Group?”


“Perusahaan yang bergerak di bagian produksi alat medis, sekaligus pemasok terbesar keperluan dan alat medis untuk seluruh rumah sakit yang ada di benua Amerika, Eropa termasuk Asia” jelasnya.


“Kalau begitu aku akan memikirkannya dan mengambil keputusan besok.” Ujarnya seraya melihat informasi dari NIX Group dan perusahaan baru BIO N yang mengembangkan teknologi yang di maksud Ye Jun.


“Tapi apa kau yakin dia akan menjual setengah sahamnya?”


“sebenarnya untuk itu aku tidak terlalu yakin, banyak investor yang menolak ber investasi di perusahaannya karena terbilang baru dan tidak percaya teknologi yang di kembangkannya bisa berhasil atau tidak.” Jawab Ye Jun.


“Kalau begitu kenapa menawarkannya denganku?” balas Jae Hwan.


“Dengar Hyung, berita tentang NIX Group yang ingin membeli setengah saham BIO N masih tidak tersebar ke media, jika media sudah tahu! maka akan banyak perusahaan seperti NIX Group yang ingin membeli sahamnya”


“Lalu darimana kau tahu?”


“Ayah baru saja pulang dari pertemuannya dengan David Rayen Nix beberapa hari yang lalu, makanya aku bisa tahu.” Jelasnya.


“Oke, aku akan bicara dengan Seok Hyun dan Yoon Wo hyung malam ini” ucapnya dan tentunya langsung mendapat anggukan dari Ye Jun.


“jikapun aku tidak bisa meyakinkan direktur BIO N untuk menjual sahamnya, masih ada cara lain.” Jae Hwan bergumam lalu kembali duduk ke kursi kerjanya, sedangkan Ye Jun! ia masih duduk di sofa melanjutkan gamenya.


...****************...


Setelah menghabiskan waktu seharian penuh, Tae Il dan Hana akhirnya pulang.

__ADS_1


keduanya tampak bahagia, seperti pasutri yang baru saja menikah.


"dari mana saja?!" tegur Jae Hwan yang kini tengah duduk di sofa ruang tamu, dengan kaki yang menyilang.


Tapi sayangnya, Hana dan pria disampingnya itu tidak menghiraukan-nya dan tetap melanjutkan langkahnya untuk pergi ke kamar Hana yang ada di lantai 2.


"Wah~ mereka benar-benar tidak menghiraukan ku!!!" gumamnya pelan, namun ekspresi-nya sangat menjelaskan jika pria ini sedang kesal atas sikap keduanya.


"Baiklah, kita lihat nanti!" ujarnya dengan kekesalan yang masih berberkas.


Sementara itu, Hana duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.


Sedangkan Tae Il! ia baru saja keluar dari kamar Hana, karena ingin bicara sesuatu dengan Jae Hwan yang masih ada di lantai bawah.


"Kau berubah sekarang?" celetuk Jae Hwan ketika pria itu baru saja akan duduk di sofa.


"Terserah hyung mau bilang apa? tapi aku ingin memperingatkan-"Apa?!" potong Jae Hwan.


"kalau hyung tidak boleh menikahi Hana, dan menolak apa yang di katakan Yoon Wo hyung kemarin" ujarnya.


Jae Hwan menaikkan sekilas alisnya tanpa menjawab ucapan Tae il.


"ayolah hyung! adikmu ini sudah tidak main wanita lagi karena Hana, jadi tolong!" ucapnya lagi dengan wajah memelas.


"Berhenti memperlihatkan ekspresi itu padaku, kau terlihat menyedihkan" sahut Jae Hwan, sontak ia langsung mengganti ekspresi wajahnya dengan wajah kesal atas ucapan pria yang duduk disampingnya ini.


"Dan ya! kau berpikirlah yang logis. pria sepertiku tidak akan mungkin menikah dengan wanita sepertinya." pungkas Jae Hwan telak membuat Tae il menarik senyumnya.


"Ya ya! berhenti memelukku. ini tidak nyaman" kata Jae Hwan sambil menjauhkan Tae il dari dirinya. layaknya kucing dan tikus yang saling bertengkar.


Tidak bisa dipungkiri hubungan mereka dari awal sudah memang sangat dekat, dan Jae Hwan juga sudah menganggap pria disampingnya ini sebagai adiknya.


"Apa tidak ada wanita lain Tae il selain dia?" tanyanya


"TIDAK ADA!!!" ia menjawabnya dengan jelas dan menekankan jika dirinya sudah benar-benar terobsesi pada Hana.


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi ke kamar" ucapnya bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan Jae Hwan sendirian diruang tamu.


"Anak itu kalau sudah masalah wanita, pasti jadi seperti ini" Jae Hwan bergumam sambil menggeleng pelan.


Saat ia tengah asik menonton siaran televisi, terdengar dering telpon dari ponselnya.


📞In Call-


"Ada apa? kenapa malam-malam menelpon?!"


"produksi yang ada di thailand dan singapura, mulai tercium oleh aparat kepolisian"

__ADS_1


"APA!!! BAGAIMANA BISA?!"


"Kami masih tidak tahu tuan, tapi dari dua aparat itu. ada hang memberi tahu ku, kalau ada yang membocorkan lokasi produksi kita pada kepala kepolsian di sana"


"Oke. aku akan ke markas sekarang! minta seluruh anak buah berkumpul."


"Baik"


📞End Call-


"SIAL*N, berani sekali. kita lihat! aku akan mencarimu dibelahan bumi manapun!!!" umpatnya segera pergi menuju markasnya yang tidak jauh dari kediamannya.


"......"


Tidak butuh waktu lama untuknya sampai, setelah mengemudi dengan kecepatan di atas rata-rata.


"Jelaskan padaku sekarang!!!" perintahnya.


Suaranya menggelegar mengisi seluruh ruangan dimana seluruh orang berkumpul. diiringi dengan ekspresi bringasnya, bahkan para pria bertubuh besar itu hanya bisa diam tanpa berani menatap wajah sang ketua.


"Ini tuan" ujar Jung Wo memberikan ponsel-nya yang sedang tersambung dengan seseorang sekarang.


"Hallo Mister."


dengan nada tenang pria itu bicara dengan salah satu kepala kepolisian yang sejauh ini sudah bekerja untuknya.


Jangan sebut dirinya ketua JDevil's, jika tidak bisa membereskan ini dengan cara kotornya.


senyum terukir di bibirnya setelah menutup telpon.


Namun selang beberapa detik, ekspresi itu berubah lagi menjadi tatapan membunuh.


"Selidiki dan cari siapa pria yang menemui kepala kepolisian, ini sudah ketigakalinya setelah yang di Ilsan." katanya.


"Aku penasaran, siapa yang mencari masalah denganku" ucapnya bersmirk.


"dan satu lagi! pindahkan produksi yang ada di Thailand dan Singapure ke lokasi lain." titahnya lalu bangkit dari duduknya menuju ruang pribadinya sambil bersiul dengan satu tangan yang ia masukkan kedalam saku celananya, berjalan santai melewati lorong panjang di sebuah mansion besar tempat ia pernah mengurung Hana di bar miliknya.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰

__ADS_1


.


.


__ADS_2