
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
Hanna duduk didepan meja rias, ia menatap dirinya sendiri lalu beralih pada perutnya.
"Aku tak akan hamil,kan" gumamnya pelan.
"Kenapa? kau tak bersedia mengandung anakku" sahut Jae Hwan yang entah sejak kapan pria itu berdiri di posisinya.
"Padahal aku bicara pelan, tapi tetap saja dia dengar" cibir Hanna dengan nada yang teramat pelan.
"Aku mendengarnya Kim Hanna!"
Hanna hanya memutar malas bola matanya, dan melanjutkan apa yang baru saja tadi ingin ia lakukan.
Hampir 20 menit Hanna berkutat dengan produk kecantikan dan pakaian miliknya.
"Kau mau kemana?" tanya Jae Hwan saat melihat istrinya itu sudah rapi dengan makeup tipis yang mempercantik dirinya.
"Swalayan" Sahut Hanna singkat, lalu meraih dompetnya yang ada di atas meja.
Ia melangkah keluar kamar, tapi sebelum itu ia sempat menoleh kearah Jae Hwan yang kala itu asik bermain game di ponselnya. "Jangan kirim mata-mata sialanmu itu, aku tak akan kabur"
Lekas ia turun kelantai bawah untuk pergi ke swalayan.
...****************...
Sekitar 15 menit berlalu, Hanna akhirnya sampai di tempat swalayan yang menurutnya terdekat dari rumah Jae Hwan.
Setelah mengambil troli, Hanna bergegas melangkahkan kaki nya menuju pintu utama swalayan.
Swalayan ini tidak terlalu besar. Namun, cukup lengkap jika dilihat-lihat.
Semua keperluan yang menurutnya diperlukan, sudah Hanna masukkan semua ke dalam troli.
Ia kembali berjalan menyusuri rak-rak yang ada di swalayan tersebut. Jika mungkin ada beberapa yang ia lewatkan.
Setelah merasa semuanya sudah pas tanpa ada yang kurang, Hanna mendorong trolinya menuju meja kasir untuk membayar.
Setelah membayar, Hanna meletakkan kembali troli tersebut sesudah meletakkan belanjaannya di dalam mobil.
Parkiran terletak ditempat yang sepi dan sunyi, agak menyeramkan menurut Hanna. Tapi, ya sudahlah.
Saat ingin membuka pintu mobil. Hanna tersentak, saat sebuah tangan melingkar di lehernya. Dengan pisau yang mengarah pada depan lehernya.
"K-kau siapa?" lirih Hanna pelan. Keringat perlahan mulai bercucuran di keningnya.
Apakah ini ajalku, Tuhan? Bahkan aku belum sempat mengumpat lebih banyak pada Jae Hwan.
"You are his wife, right?"
"Bicara yang jelas bodoh, aku tak punya urusan dengan kalian. Jadi ku mohon lepaskan aku" rengek Hanna cemas.
Tapi tiba-tiba segerombolan orang yangp tampak bukan orang korea, mendatangi Hanna. Bukan, lebih tepatnya mereka menghampiri orang yang ada di belakang Hanna.
Mereka terlihat beradu argumen.
"Permisi, bisa lepaskan aku" ujar Hanna tiba-tiba.
"Tidak," seorang pria dengan bekas luka di leher dan pipi itu menjawab.
"A-Apa mau kalian?" tanya Hanna memastikan.
"Diam, jal*ng," bukannya jawaban, Hanna malah terkena umpatan sadis dari mulut pria itu.
"Apa?! Jal*ng? Ya, Maksudmu apa?!" seru Hanna tak terima.
"Apa kita perlu memberimu pukulan agar kau diam?!"
__ADS_1
Oh tidak, Hanna mulai sadar kondisi mulai tidak kondusif.
Hanna hanya menggeleng pelan, dari pada terjadi sesuatu padanya.
"Makanya diam!" gertak pria itu.
"Dasar orang gila. Bahkan aku tak mengenal mereka, lalu kenapa mereka menculikku?" gumam Hanna jengkel.
"Apakah kalian tahu disini ada cctv?" jika ketahuan, kalian bisa dipenjara!" seru Hanna.
"Kau pikir kami bodoh?" sarkas pria itu dengan nada kasar.
"Kenapa kalian menculikku? Aku bahkan tak punya apa-apa! jika kalian ingin mengambil barangku, Ambillah. Semua ini hanya milik majikanku" Hanna berucap dengan aktingnya.
Mungkin gelar aktris terbaik bisa saja jatuh padanya.
"Kau istrinya," sahut pria tersebut.
"Dengar Tuan, sudah kubilang aku ini bukan siapa-siapa, aku hanya pelayan. kalau mau, aku akan membantumu merampok majikanku" dimana sebenarnya Hanna juga tidak yakin siapa yang mereka maksud, dan kenapa para pria itu terus saja menyebut kalau dia istrinya.
Akh,
Tiba-tiba orang di belakang Hanna ini malah makin mendekatkan pisau kecil itu pada lehernya, yang menyebabkan goresan cukup lebar.
"Kau pikir kami akan termakan sandiwara sialanmu itu, Hah!" sahut pria itu sambil mencengkeram kuat dagu Hanna.
Perih.
Sakit.
Itulah yang Hanna rasakan sekarang.
Mereka menyeret Hanna masuk kedalam sebuah mobil yang baru saja datang.
Dalam hati, Hanna hanya menginginkan keajaiban Tuhan seperti seseorang tiba-tiba lewat-
"Hanna!"
Itu Ye Jun. Suara Han Ye Jun
"YE JUN! TOLONG AKU!"
Diseberang sana tampak seorang pria dengan balutan jas tengah menjinjing belanjaannya.
"YE JUN!"
Hanna berteriak melihat Ye Jun yang entah kenapa pria itu malah terdiam seakan pangling dengan keadaan dihadapan-nya sekarang.
"YA! HAN YE JUN KAU TULI ATAU BODOH!"
Akhirnya, makian Hanna lah yang keluar untuk menyadarkan pria itu.
Tak!
Sebuah minuman kaleng jatuh tepat di atas kepala salah satu penculik itu.
Inilah kesempatan-nya.
Hanna menggigit lengan pria yang menyandera nya kuat-kuat. Sehingga lilitan tangan itu terlepas.
Dengan cepat, Hanna berlari menghampiri Ye Jun.
"Hanna! Kenapa--"
Tangan Ye Jun langsung ditarik oleh Hanna.
"Nanti saja kau bertanya?! Kau tak lihat situasinya bagaimana?!" teriak Hanna seraya terus berlari.
Hanna sesekali menoleh kebelakang. Astaga, para penculik itu masih saja gigih mengejar Hanna.
Seolah mendapatkan ide, Hanna memutar arah secepat mungkin dan bersembunyi dibalik truk yang terparkir di sana.
Para pria itu tiba, Hanna bahkan menahan napasnya akibat terlalu tegang. Sedangkan Ye Jun malah menatap Hanna bingung.
Akhirnya para penculik itu pergi. Hanna bisa bernapas lega. "Hah, hampir saja."
"Hanna." panggil Ye Jun.
__ADS_1
Hanna menoleh. "Oh, kau ingin bertanya, bukan. Ada apa?"
"Kenapa kau tak melawan?"
"Kau gila! mereka itu bandit! Bagaimana aku bisa melawannya sedangkan aku ini wanita, Ye Jun. Wanita!" celoteh Hanna.
"Tapi kau hebat bela diri Hanna," sahut Ye Jun.
"Hebat kepalamu tiga! Bahkan menendang saja aku tak bisa! kemampuanku ini akting. Kau ini sengaja ingin meremehkan ku, Hah?" tebak Hanna.
"Bukan--"
"Sudahlah. Mereka sudah pergi, sebaiknya kita juga pergi. Bukan, kau pergi saja sana.!" titah Hanna pada Ye Jun.
"Aku?" Ye Jun menunjuk dirinya.
"Tidak, kita harus bersama," tolak Ye Jun lagi.
"Yang ada nanti, aku yang jadi sasaran Jae Hwan. Hyung" tambahnya.
"Bersama? Lalu mobil Jae Hwan bagaimana? Bisa di kuliti aku jika salah satu koleksi mobilnya tidak utuh" balas Hanna, karena ia dengan sengaja membawa koleksi mobil suaminya tanpa sepengetahuan si pemilik.
"Kita pulang sekarang."
"Tapi-"
Terlambat, Ye Jun sudah lebih dulu menarik tangan Hanna menuju mobilnya.
"Jangan kau ceritakan hal tadi pada pria gila itu" perintah Hanna.
"Siapa? Jae Hwan, Hyung?"
"iyaa"
"Tidak, aku akan tetap mengatakannya. Apa kau sadar?! Kau itu sedang di incar Hanna. DI IN-CAR!" ujar Ye Jun menekankan kata terakhirnya.
"Kenapa? Kenapa aku diincar? Aku tidak pernah membuat masalah selain dengan Jae Hwan dan kalian" kata Hanna bingung.
"Mereka sempat menyebut kau adalah istrinya, bukan?" tanya Ye Jun.
"Kau mendengarnya?" tanya Hanna balik.
"Kau tahu pria yang mereka sebut sebagai suamimu?! Itu Jae Hwan Hyung" ucap Ye Jun tanpa menghiraukan Hanna dan fokus pada setirnya.
"Aku tahu itu, tapi- "Jae Hwan, Hyung itu Mafia, musuhnya di mana-mana. Seharusnya kau sadar itu! mereka bisa saja mencelakaimu untuk menyerang kelemahannya" potong Ye Jun yang terkesan sedang memarahi Hanna saat ini.
"Apa aku salah satu kelemahannya?" gumam Hanna dalam hatinya.
Tak butuh waktu lama untuk Ye Jun sampai di mansion Hae Hwan, sambil menarik lengan Hanna menuju ruang tamu.
"Hyung!" terak Ye Jun, hingga tak beberapa lama datang sang pemilik nama tengah berjalan menuruni anak tangga.
"Ada apa!?" Sahut Jae Hwan malas.
Ye Jun melirik Hanna dengan ekor matanya, "Pria itu datang lagi Hyung, aku yakin dia akan melakukan apapun untuk menang darimu" jelas Ye Jun.
Saat itu juga Jae Hwan terdiam, seolah sudah tahu siapa orang yang di maksud adiknya ini.
"Maksudmu .........
Ye Jun mengangguk.
Saat itu juga tatapan Jae Hwan langsung beralih pada gadis yang berdiri di samping Ye Jun. Istrinya, Hanna.
...****************...
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
.
.
__ADS_1