
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
Saat Jae Hwan ingin memarkirkan mobilnya dan turun, ia melihat jika tempat produksi barang haram miliknya itu dipenuhi oleh beberapa orang berseragam polisi.
"Kenapa banyak orang seperti ini? Jangan-jangan dia sudah mengadukan tempat ini? Sial*n!" maki Jae Hwan dengan nada kecil sambil sesekali menoleh kearah para petugas itu.
Tanpa pikir panjang, Jae Hwan langsung melangkah menuju para petugas dengan senyum ramah, serta sopannya menyapa para polisi yang sedang melakukan tugasnya disana.
"Siang pak!"
Ujarnya menyapa sopan, tanpa sedikitpun menurunkan senyum dustanya itu.
"Dia pak! dia pemilik tempat ini" ujar seorang pria yang telah ditahan oleh aparat kepolisian.
Dengan wajah polos dibuat-buatnya itu, Jae Hwan mencoba menutupi amarah terhadap salah satu bawahannya yang sudah mengkhianati dirinya.
"Apa maksud anda, saya baru saja datang" ujarnya bertanya dengan ekspresi wajah bingung.
"Sebenarnya apa yang terjadi pak?" tanyanya lagi.
"Begini pak, kami dari pihak kepolisian mendapatkan laporan jika tempat ini melakukan produksi nark*ba dengan berkedok sebagai perusahaan jasa antar barang" jelasnya, mengingat Jae Hwan adalah salah satu orang terpandang dan memiliki reputasi yang bagus di hadapan umum.
Ditambah tempat itu dibeli bukan atas namanya hingga tidak ada data yang bisa membuktikan keterkaitan dirinya dengan tempat itu.
"saya punya buktinya pak" ucap pria yang mengadukannya tadi dengan begitu lantang.
Jae Hwan hanya menarik sekilas senyum tipisnya.
Tanpa pikir panjang pria yang sebelumnya merupakan bawahannya itu, mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
"Dengar! jika sekali lagi kau mengambil yang bukan milikmu. aku tidak segan-segan menghabisimu saat itu juga"
Mendengar itu membuat Jae Hwan kaget bukan main. Bagaimana bisa mantan bawahannya itu memiliki rekaman suara miliknya .
Tapi ia berusaha tetap tenang, saat para petugas polisi dan jaksa menatap ke arahnya.
"Kau jangan mengada-ada, dan melempar kesalahanmu pada orang lain" ucap jaksa wanita yang baru sana datang.
Saat itu juga senyum tipis tertarik dari bibir Jae Hwan, seakan merasakan adanya kemenangan dipihaknya.
"Kau memiliki rekam kriminal atas tuduhan penipuan dan pemalsuan bukti di kasus-kasus yang lain, jadi bagaimana bisa buktimu akan membuat kami percaya" tuturnya
"Bawa dia" perintah wanita yang memiliki nama lengkap Lee So Hee itu.
Para petugas langsung menyeret pria itu menuju mobil polisi untuk segera di bawa untuk di interogasi.
__ADS_1
"Yak! apa kalian memanipulasi bukti, aku tidak pernah mempunyai catatan kriminal" teriaknya tidak terima setelah mendengar penuturan jaksa Lee sebelumnya.
"Maaf Direktur Jung atas ke tidak nyamanannya" Kata Jaksa Lee tersenyum ramah.
"Tidak apa, saya harap kalian bisa membongkar sindikat mereka tanpa kehilangan nyawa" balasnya walau sebenarnya adalah sebuah isyarat serta ancaman agar berhati-hati kedepannya.
"Tentu, kami pasti akan membereskannya" sahut Jaksa Lee lalu beranjak dari sana untuk segera pergi.
Tidak berselang lama, datang Jung Wo di ikuti beberapa anak buahnya.
"Seret pria itu kehadapanku malam ini, tepat jam 08.00" titahnya, lalu melangkah masuk kedalam mobil dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di artikan.
...****************...
Disisi lain, Hana yang baru saja pulang kerja berjalan menyusuri jalanan menuju apartemennya.
Hawa dingin dan sunyi membuat bulu kuduk Hana sesekali berdiri, namun ia memilih mempercepat langkahnya untuk segera sampai di gedung apartemen.
"Han-"
Suara lirih terdengar begitu dekat di telinga Hana, dan membuat wanita itu semakin mempercepat langkahnya.
Bohong jika gadis itu tidak takut, hanya saja ia berlagak santai sambil merasa was-was.
"Hannn~"
Hana menoleh, namun tidak ada siapapun. sekarang hanya tinggal beberapa langkah ia sampai digedung apartemen.
Tanpa pikir panjang, ia langsung berlari masuk kedalam lift yang hampir tertutup, sedangkan pemilik suara yang memanggilnya tadi, memiringkan kepalanya bingung kenapa Hana malah kabur seperti orang yang begitu ketakutan.
"Bagaimana tidak kabur, kau memanggilnya seperti itu, ya tentu saja wanita itu kabur" cetus Jin Sung yang menyamakan posisinya dengan Tae il yang berdiri di sisi kanannya.
"Sudahlah, waktu kita tidak banyak lagi. cepat kita temui Hana sekarang" ujar Jin Sung melangkah pergi menuju lift di ikuti Tae Il yang juga masuk kedalam lift .
...****************...
"Kau pikir aku semudah itu untuk dilawan?"
"Jika kau masih mempertahankan pikiran dangkalmu itu, percayalah besok kau tidak akan melihat matahari lagi" sambungnya sambil melakukan beberapa gerakan pemanasan, sebelum sebuah senjata di berikan oleh Jung Wo pada sang majikan.
Ia tahu jika malam ini, akan ada darah yang mengaliri gudang tempat mereka menyekap pria yang sebelumnya berani melawan ketua Mafia JDevils itu.
"Sekarang kita buat semuanya menjadi mudah, katakan siapa yang menyuruhmu sampai berani mengadukanku seperti itu?!" tanyanya basa-basi.
Namun pria itu hanya diam menatap Jae Hwan dengan tatapan tajamnya, seakan siap jika detik ini Jae Hwan menghabisi nyawanya.
"Anj*ng pengkhianat sepertinya tidak akan buka mulut tuan, dia akan setia pada majikan aslinya" sahut salah satu pengawalnya, yang sudah menyelidiki lebih dalam mengenai pria yang sebenarnya baru saja bergabung menjadi anak buahnya itu.
"Seharusnya aku lebih hati-hati memilih bawahan agar tidak salah pilih sepertimu" ucap Jae Hwan sambil mendudukkan dirinya di kursi yang berada tepat di hadapan pria itu.
"Tapi-, bukankah kau anak buah Bae Han Ju"
Tampak pria itu terdiam setelah Jae Hwan mengucapkan kata itu, seolah-olah ia mati rasa.
"Bagaimana kau-"
__ADS_1
"Bagaimana aku tahu? mudah saja bagiku untuk mengorek informasi tentangmu dan siapa atasanmu" kata Jae Hwan seraya menyalakan rokoknya.
"Brengs*k" umpat pria itu dengan suara pelan.
"Oh, aku punya satu informasi lagi. ingin dengar?"
"Sudah, hentikan!" raung pria itu dengan peluh yang membanjiri dahinya, saat putung rokok Jae Hwan menempel di sisi kiri matanya.
"Kau itu hanya boneka, sampai kapanpun pria tua bangka itu tidak akan menganggapmu sebagai anaknya. Sadar! kau hanya anak pungut dan lahir dari keluarga miskin.... lalu berharap menjadi anak kandung Bae Han Ju menggantikan Bae Arin?! Ck. dasar tidak tahu diri" maki Jae Hwan tertawa remeh .
"Dari awal aku sudah tau maksudmu bergabung denganku. karena itu aku membiarkannya agar kau bisa menjalankan rencana bodoh mu itu" kata Jae Hwan tidak habis-habisnya tertawa geli mengingat saat bawahan Han Ju menyamar dan masuk kedalam organisasi gelap miliknya.
Saat Jae Hwan tahu jika Bae Han Ju adalah dalang asli dibalik kematian orang tuanya, membuat seluruh rencana balas dendamnya berbalik pada Han Ju.
Namun karena Bae Han Ju mempunyai posisi penting di ranah politik serta bisnis membuatnya mengubah rencana balas dendamnya, dengan berniat membuat sang musuh menderita dengan perlahan.
Bahkan saat mengetahui Ayah dari mantan kekasihnya adalah dalang dibalik kematian kedua orang tuanya, membuat Jae Hwan sedikit terpukul karena merasa sangat bodoh selama ini, sampai tidak sadar.
Ia menegangkan lehernya, lalu meraih kasar dagu pengkhianat itu dan mencengkeramnya dengan begitu kuat.
"Sudah ku putuskan, kau tidak akan melihat matahari besok" kata Jae Hwan mencampakkan kasar wajah pria itu.
"Kau pikir majikanmu itu akan menolongmu? jangan berharap"
Bughhh...
Dengan santainya ia menginjak kasar pria itu beberapa kali sama seperti yang ia lakukan pada Hana waktu itu.
"Jangan berpikir, kau bisa menjatuhkanku dengan rencana konyol mu itu..."
Tidak cukup sampai di sana, bahkan ia mengambil kursi besi yang tadi ia duduki dan di lemparkan pada pria yang sudah berani membuatnya murka itu.
"Dasar keparat!!!"
Tidak habis-habisnya ia mengumpat dan melampiaskan emosinya pada pria pengkhianat itu.
"Bereskan dia, aku tidak ingin melihat wajah busuknya ini besok pagi" perintahnya seraya memasang kembali jam tangan yang sebelumnya ia serahkan lada Jung Wo.
Ting~
📨Message
"Pulang sekarang, keadaan bibi memburuk"
Tangannya gemetar sambil mengepal, dan langsung berlari pergi untuk pulang.
...****************...
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
__ADS_1
.
.