
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
"Apa yang kau lakukan sekarang? saham kita turun drastis" ujar Seok Hyun buka bicara saat semua orang sudah berkumpul termasuk Jae Hwan.
"Dari awalkan sudah ku katakan, jangan memilih dia jadi Brand kita. kalau sudah begini mau apa?!" tukas Seok Hyun.
Nada bicaranya benar-benar berbeda, bahkan semua orang yang ada di ruangan itu terdiam termasuk Yoon Wo.
"Uang penalti juga tidak akan menutup kerugian, dan butuh waktu untuk mengembalikan citra kita di hadapan publik,,, apa menurut kalian itu tidak menggunakan biaya besar?!"
“apa kau Sudah punya solusi?” tanya Seok Hyun dengan sorot mata yang mendingin, tidak biasanya pria itu menampakkan ekspresi aslinya.
“pak” tegur Se Jin karena Yoon Wo terlihat melamun seakan jiwanya ada di ruangan meeting namun pikirannya melayang entah kemana.
“aku punya solusi” sahut Jae Hwan mengacungkan tangannya lebih dulu saat Yoon Wo akan buka suara.
“pertama kita putuskan dulu seluruh kontrak dengannya, dan minta pihak media untuk tidak menyinggung kontraknya dengan perusahaan kita, baru setelah kita rekrut Brand Ambassador baru.”
“dua hari yang lalu, solois wanita nomor satu di negara ini baru saja selesai melakukan tour-nya. Dan kita hanya perlu bersepakat dengan pihak media, tadi pagi ada kasus pembunuhan di daerah apartemen mahal, jika kita menyuruh media membuka mulut untuk kasus itu maka masyarakat akan terfokus kesana dan itu waktu kita untuk memulihkan citra perusahaan degan mengeluarkan brand baru dengan harga di bawah seharusnya untuk menarik Kembali minat mereka.” sarannya dengan posisi duduk yang begitu santai bahkan kakinya ia naikkan ke atas meja.
Hana tersenyum tipis saat mendengar solusi dari Jae Hwan, “dia memang pantas di juluki iblis licik” gumamnya dalam hati sambil menggeleng pelan.
“kurasa menarik solois seperti Han JI Yeon akan membuat pendanaan semakin seret, sekarang uang penalty tidak menutup kerugian, apalagi mengeluarkan barang dibawah harga itu akan semakin membuat keuangan perusahaan tidak stabil.” Sahut Yoon Wo
“apa menurut hyung ada solusi lain selain yang ku katakan?” balas Jae Hwan.
Yoon Wo hanya tidak ingin data keuangan yang sudah berjalan teratur akan terganggu hanya karena masalah ini, ditambah jika pendanaan kurang maka anggaran untuk gaji para pegawai juga akan terkena dampaknya.
“Bagaimana CEO Yoon?” tanya Seok Hyun.
📳Drrtttt.....
Saat ia akan buka suara, ponselnya berdering entah siapa yang menelpon-nya, tapi kini pria itu diam membeku sambil melihat layar ponselnya.
"CEO Yoon??" tegur Seok Hyun.
Tanpa merespon ucapan sang kakak, pria itu lantas pergi begitu saja dari ruang meeting hingga membuat Seok Hyun meredam amarahnya.
"Cari dia, selesai meeting suruh keruanganku" ujarnya berbisik pada Hana.
Wanita itu mengangguk, lalu pergi untuk menyusul kemana Yoon Wo pergi.
"Kita gunakan cara Jae Hwan, masalah Dana aku yang akan mengurus itu. kalian hanya perlu menstabilkan keadaan perusahaan" ucapnya seraya bangkit dari duduknya.
__ADS_1
Semua orang di ruang meeting bubar setelah mendapati keputusan final dari Seok Hyun yang merupakan Presdir JJ.Corp.
"bagaimana dengan wajah baru Brand kita pak?!" tanya Se Jin yang berjalan di samping Seok Hyun.
"Aku yang akan mengurus masalah itu, pertama minta divisi yang bersangkutan untuk mengirimkan riset tentang Han Ji Yeon".
"baik pak".
"Setelah aku memutuskan, kau atur jadwal untuk bertemu dengan pihak agensi".
"Baik pak".
Keduanya kembali ke meja kerja masing-masing, kecuali Jae Hwan yang ikut masuk keruangan Seok Hyun.
"Kau tau Hyung" celetuk Jae Hwan yang sedang duduk di sofa panjang diruang itu.
"Apa?!" sahutnya yang sudah duduk kembali di kursi kerjanya.
Jae Hwan lantas mengeluarkan ponsel dari saku jasnya, lalu memperlihatkan sebuah foto pada Seok Hyun.
Matanya membulat sempurna saat melihat foto yang di perlihatkan padanya.
"bagaimana bisa?" tanyanya langsung beralih menatap sang adik.
Pemilik JH Group itu hanya tersenyum sambil mengangkat sekilas alis kanannya.
...****************...
Sementara itu....
"Kau sudah lama disini?" tanya Yoon Wo kaget saat melihat Hana berdiri di ambang pintu rooftop.
"i-iyaa,,, Direktur Min meminta anda untuk keruangannya sekarang" jawabnya seraya menarik senyumnya seolah tidak mendengar apa-apa.
"Baiklah, kita pergi sekarang" ucap Yoon Wo yang langsung melangkah pergi dengan di ikuti Hana yang mengekor di belakangnya.
Entah kenapa Hana bertanya-tanya dalam benaknya, siapa orang yang baru saja bicara dengan Yoon Wo di telpon, karena baru kali ini iya melihat seorang Min Yoon Wo tersenyum lepas di iringi tawa kecil.
"Apa aku lancang jika memiliki perasaan padanya?!" gumamnya dalam hati sambil terus berjalan di belakang Yoon Wo.
"Oh Iya Han...
"Iyaa pak?!"
"tolong katakan pada Se Jin untuk mengosongkan jadwalku hari ini, karena setelah ini aku akan pulang" sambungnya.
"Maaf kalau saya lancang pak! tapi apa bapak ada urusan penting?" tanyanya
"Aku akan berangkat ke New Zealand siang ini,,, kenapa? kau ingin ikut" sahutnya santai seraya menoleh pada Hana yang berdiri di sampingnya.
"T-Tidak pak, saya hanya bertanya" gugupnya sambil tersenyum kikuk dengan suasana yang ada sekarang.
Pria itu hanya mengangguk, lalu beralih menatap kedepan sambil menunggu lift-nya sampai di lantai ruangannya.
__ADS_1
...****************...
Yoon Wo masuk ke ruangan Seok Hyun.
Tanpa basa-basi, Seok Hyun langsung melempar sebuah bantal sofa kearah Yoon Wo untuk melampiaskan kekesalan-nya.
"Awas kalau kau tidak profesional lagi seperti tadi" kata Seok Hyun yang sedang duduk bersama Jae Hwan di sofa.
"Iyaa-iyaa, maaf yang tadi" sahutnya enteng.
"Karena Hana, atau Sarah?!" tukas Jae Hwan sukses membuat Yoon Wo terdiam.
"Ini tidak ada urusan-nya dengan Hana" jawabnya seraya mendudukkan dirinya di sofa.
"Oh iya hyung, aku akan ke New Zealand-,
"Pergi menemui Sarah?!" potong Jae Hwan dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di artikan.
"Kau masih marah?!" tanya Yoon Wo beralih menatap Jae Hwan.
"Tidak"
"Kuharap kau mengerti, dia melakukan itu bukan karena keinginan-nya, dan sekarang dia sedang menjadi ibu tunggal" jelas Yoon Wo
"Apa!!! ibu tunggal?!"
"Iyaa hyung, Sarah melahirkan anakku satu tahun yang lalu tanpa sepengetahuanku" ujannya menjawab pertanyaan Seok Hyun.
"Kau yakin itu darah dagingmu hyung?!" kata Jae Hwan mempertanyakan anak yang dimaksud oleh Yoon Wo.
"Aku yakin itu anakku, Sarah tidak seburuk yang kalian pikirkan" ujarnya memberikan pembelaan, entah apa sebenarnya yang di perbuat oleh Sarah hingga membuat Jae Hwan seakan tidak mengakui keberadaan-nya sama sekali.
"Sampai kapanpun kau tidak akan pernah mendengarkan ucapanku hyung, dan sampai saat itu juga rasa benciku pada wanita jal*ng itu tidak akan hilang" ucapnya bangkit dari duduknya.
"berhenti menyebutnya jal*ng" sahut Yoon Wo yang juga bangkit dari duduknya.
"Sebaiknya kau pergi, sebentar lagi kau ada penerbangan bukan?!" ucap Seok Hyun mencoba menengahi suasana yang mulai memanas ini.
Yoon Wo menghela napasnya, dan memilih untuk pergi dari sana sebelum baku hantam dengan sang adik.
"Hentikan, biarkan saja dia yang menyadari mana yang benar dan mana yang salah" kata Seok Hyun menepuk pelan pundak Jae Hwan untuk menenangkan-nya.
...****************...
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
.
__ADS_1
.