Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.65


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Hari telah berganti, kicauan burung terdengar menembus dinding kamar Jae Hwan dan Hanna.


Keduanya masih tertidur, Hanna dengan posisi berbaring, sedangkan Jae Hwan, ia masih dalam posisi duduk tanpa mengubah posisinya.


Ia membuka matanya, dan melihat Hanna masih tertidur pulas tanpa sekalipun melepaskan tautan tangannya.


Jae Hwan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 08.43 KST.


Ia melepaskan perlahan tautannya dengan Hanna tanpa membiarkan gadis ini terusik.


Entah ada angin apa, tapi Jae Hwan tiba-tiba mengecup lembut kening Hanna. baru setelah itu ia pergi kekamar mandi sambil tersenyum tipis.


Rasanya senang saat Jae Hwan melihat Hanna tidak membantah dan mencari bahan untuk adu mulut dengannya.


Selesai dari kamar mandi, Jae Hwan bersiap untuk ke kantor, dimana dirinya sudah meminta Si Hwan membawa Tae Il ke kantornya.


...****************...


Meninggalkan Hanna sendirian di mansion besar miliknya, kini Jae Hwan tampak memasuki lift menuju ruangannya.


Ting~


Pintu lift terbuka memperlihatkan Nam Jeon Soo yang sudah sibuk di kursi kerjanya.


Jae Hwan hanya mengangguk saat sekretarisnya itu memberi tahu jika ada orang di ruangannya.


Tae Il nampak duduk santai bersama Si Hwan di sofa yang ada di sana, tanpa rasa bersalah sedikitpun atas perbuatannya kemarin malam.


"Aku masih menoleransi kesalahanmu kemarin malam, kalau terjadi lagi jangan salahkan aku menarik dana dari Park Group" ucap Jae Hwan sambil membuka botol susu yang ia ambil dari dalam nakas.


"aku tidak sadar kemarin Hyung. aku berani sumpah" bohongnya.


"Aku terlalu memikirkan Hanna, mungkin itu pemicunya sampai aku melakukan hal kemarin" sambungnya.


"aku tidak masalah jika kalian hanya berhubungan layaknya teman, tapi perbuatanmu kemarin malam sudah kelewat batas" ujar Jae Hwan, dimana kita tahu jika ia saja tidak pernah berniat berhubungan intim dengan Hanna itupun dengan statusnya sebagai suami sah, dan Tae Il yang sama sekali tidak ada hubungannya berani melakukan hal yang sebenarnya terkesan seperti pemerk*saan.


"aku janji tidak akan melakukan itu lagi, aku hanya kalut kemarin malam" jawabnya, berbanding terbalik dengan pikirannya saat ini.


Apapun caranya, Hanna harus lepas dari


ikatannya dengan Jae Hwan, pikir Tae il.

__ADS_1


Ting~


📨Message


"Hanmi Cafe, pukul 10.30"


Lekas Tae Il memasukkan ponselnya setelah membaca pesan masuk tersebut.


"Aku pergi dulu" ucap Tae il yang terlihat terburu-buru.


"Jangan terlalu keras dengannya Hyung. mungkin kemarin dia sudah lepas kendali, beberapa bulan ini dia tidak pernah lagi beradu ranjang dengan para jal*ngnya itu" ucap Si Hwan.


Jae Hwan hanya menghela nafas panjang lalu kembali ke kursi kerjanya, begitu juga dengan Si Hwa yang pergi karena ada urusan lain.


...****************...


Hanna membuka pintu mobil, setelah selesai mencari tempat parkir, ia lantas membuka kacamatanya lalu celingak celinguk mencari seseorang.


Oh, itu dia!


"Hye Soo-ya" sapa Hanna dengan melambaikan tangannya, tidak lupa dengan senyum manisnya.


"Hanna-ya!" Hye Soo pun tampak membalas lambaian tangan Hanna.


Hye Soo menghampiri Hanna, "Ayo masuk!"


Akhirnya mereka berdua masuk kedalam sebuah toko roti.


Hye Soo sama sekali tidak tahu menahu tentang pernikahan-nya dengan Jae Hwan, bahkan masalah adopsi saja ia tidak tahu.


"Maafkan aku" sahut Hanna dengan ekspresi menyesalnya, karena sama sekali tidak pernah lagi menghubungi sahabatnya ini.


Ditengah pembicaraan asik mereka, terlihat seorang pria berpakaian rapi masuk kedalam toko roti tersebut.


"Apa dia aktor" celetuk Hye Soo yang terpana saat melihat ketampanan pria tersebut.


"Kau masih tidak berubah" ucap Hanna menggeleng pelan seraya menyomot es krim yang tadi dipesannya.


Hye Soo masih saja melirik pria tadi, sambil sesekali memakan rotinya.


Tidak terasa waktu berlalu, pembicaraan mereka berdua harus terhenti karena Hanna beralasan harus lanjut kerja, padahal karena Jung Wo mengirim pesan padanya agar segera pulang sebelum Jae Hwan pulang.


Jung Wo membiarkan Hanna keluar setelah wanita itu meminta padanya, mau tak mau Jung Wo terpaksa membiarkannya dengan syarat tidak terlalu lama.


"Aku akan menghubungimu lagi" ujar Hye Soo sambil melambaikan tangannya sebelum ia masuk kedalam bus.


Hanna hanya mengangguk, lalu segera pergi menuju parkiran tempat tadi ia memikirkan mobilnya.


"Kim Hanna?" seru seseorang dari belakangnya, hingga membuat sang pemilik nama sontak menoleh kebelakang.


"Benar ternyata" gumam pria itu


"Nugu?"

__ADS_1


"Park Jae Kyung! kau ingat aku?" sahutnya.


Hanna mulai mengingat siapa pria yang saat ini sedang berdiri di hadapannya.


"Jepang" ucapnya lagi, mencoba membantu Hanna untuk mengingat.


"Jae Kyung Oppa?"


Pria itu langsung mengangguk, sepertinya Hanna sudah mulai mengingatnya.


"Ternyata kau masih mengingatku" ujar pria itu tersenyum lembut.


"Se.. sejak kapan Oppa kembali ke Seoul?" tanya Hanna gugup


"2 hari yang lalu, aku kembali karena ingin mengurus bisnis keluargaku" jelasnya, Hanna hanya mengangguk paham.


Jae Kyung terus menatap Hanna hingga pandangannya tertuju pada sesuatu.


"Kau sudah menikah?"


"Ti.. tidak, ini... ini karena cincinnya kekecilan, iya kekecilan.jadi aku belum melepaskannya" lekas Hanna menyembunyikan tangannya kebelakang.


"Kalau begitu Hanna pulang dulu" ujar Hanna berniat untuk masuk kedalam mobil sebelum dicerca banyak pertanyaan oleh pria di hadapannya ini, namun langsung dicegat oleh Jae Kyung.


"Apa kita tidak bisa bicara dulu? sudah lama kita tidak bertemu," tawar Jae Kyung.


"Tapi- "Aku merindukanmu" potongnya, hingga membuat Hanna langsung terdiam.


"Aku akan mengantarmu nanti, sekarang kita habiskan waktu bersama dulu" ajaknya seraya menarik lembut pergelangan tangan Hanna menuju mobilnya.


Entah kenapa Hanna tidak bisa menolak, perasaannya tiba-tiba kembali bergejolak.


Pria yang dulu ditaksirnya saat masih di sekolah menengah pertama, kini hadir kembali dalam kehidupannya, tentunya dengan tampilan yang jauh lebih berbeda bagi Hanna.


Pria mapan, dengan IQ diatas rata-rata yang sedari kecil sudah memiliki banyak prestasi dimana-mana, baik dunia akademik maupun olahraga, ditambah ketampanan paripurna-nya yang bisa menyaingi para aktor korea selatan, membuatnya memiliki panggilan sebagai SexyBrain.


Pria berdarah korea-jepang itu sudah lama kenal dengan Hanna, saat mereka ada di sekolah menengah pertama, namun sayangnya saat Hanna mengungkapkan perasaan-nya, Jae Kyung malah membalasnya dengan menganggap Hanna sudah seperti adiknya sendiri.


"Sekarang aku kembali, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama" gumamnya seraya melirik sekilas Hanna yang kini duduk di samping kursi kemudi.


Hanna bahkan tidak menghiraukan ponselnya yang dari tadi berdering karena panggilan dari Jung Wo.


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.

__ADS_1


.


__ADS_2