
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
Yoon Wo mengangguk pelan, "Kurasa ini kunci untuk kita bisa menyelidiki lebih dalam tentang tragedi itu." tuturnya.
"Tapi bagaimana bisa mereka mendapatkannya, sedangkan anak buahku tidak?!" ujarnya heran.
"Karena aku menyuruh mereka dengan otak bukan dengan otot" sahut Yoon Wo sukses membuat Jae Hwan terdiam karena merasa tersindir atas ucapan sang kakak.
"Dan ingat! jangan mengganggu Hana, aku menjaganya agar tetap bersama kita, karena ada hal lain yang perlu ku ketahui lebih banyak" tambahnya menoleh pada pria yang duduk bersandar di sofa itu.
"Iyaa iyaa"
"Yasudah, pergi sana" usir Yoon Wo
"Kau mengusirku hyung" sahutnya tidak terima. "aku pergi, tapi sepertinya bersenang-senang dengan wanita itu akan cukup menyenangkan" tambahnya lalu bergegas pergi dari sana sebelum sebuah map melayang kearahnya, dimana Yoon Wo sudah memperlihatkan tatapan dinginnya.
📞In Call-
"Selidiki dia tanpa sepengetahuan Hana, aku yakin Yeon-U pasti meninggalkan satu bukti kecil yang perlu kita cari apa itu."
"Baik Bos"
📞End Call-
Meletakkan kembali ponselnya, ia kembali pada beberapa berkas yang tertumpuk di meja-nya.
...****************...
Jae Hwan bersandar di ambang pintu ruangan Seok Hyun sambil memperhatikan Hana dan Se Jin yang sedang berada di meja kerja.
Terlihat jika dua wanita itu sedang tertawa kecil entah apa yang sedang mereka bicarakan.
“Sedang apa?” tegur Seo Yeon ikut berdiri di samping Jae Hwan yang masih santai di tempatnya.
“Ah.... nanti kau bisa melakukannya lagi, sekarang antarkan aku ke bandara sebentar lagi pesawatku akan berangkat” ucap Seo Yeon melihat sekilas Jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
“Kau mau kemana lagi?” sahutnya tanpa beralih sedikitpun dari posisinya
“Menurutmu” jawabnya lalu pergi mendahului Jae Hwan. tidak lupa sebelum ia masuk kedalam lift, Wanita itu menyempatkan diri untuk menyapa Hana walau yang di sapa tidak kenal dengannya.
Sebelum mendapat teriakan dari Seo Yeon, pria itu segera pergi untuk menyusulnya.
“Dia Seo Yeon, adik sepupu tuan Yoon Wo” kata Se Jin yang seakan tau dari tatapan Hana jika ia penasaran siapa yang baru saja menyapanya.
Mendengar ucapan Se Jin membuat Hana mengangguk pelan lalu Kembali fokus pada penjelasan yang masih di berikan Se Jin padanya.
Hana di pekerjakan Yoon Wo untuk membantu Se Jin mengatur jadwalnya dan Seok Hyun, karena sebelumnya hanya Se Jin yang menjadi sekertarisnya dan Seok Hyun.
__ADS_1
“Aku senang, sekarang ada yang bisa ku ajak bicara” kata Se Jin sambil merapikan barang-barangnya agar Hana bisa meletakkan barangnya nanti.
“Selama aku jadi sekertaris mereka berdua, hanya masalah pekerjaan yang ku bicarakan” lanjutnya dan hanya di angguki oleh Hana sambil mendengarkan Se Jin bercerita padanya.
“Kang Se Jin!!!”
“kau bisa bereskan ini dulu” suruhnya pada Hana dan di angguki paham oleh Hana
“Bawakan Dokumen kemarin”
“Iyaa Pak!” sahutnya bergegas menuju ruangan Seok Hyun yang bersebelahan dengan ruangan Yoon Wo.
……
“Ikut denganku” perintahnya pada Hana, lalu pergi begitu saja.
Tapi baru beberapa Langkah Jae Hwan malah Kembali lagi karena merasa Hana tidak mendengarkan perintahnya.
“Yak! Kenapa kau diam saja?” tanyanya.
“Maaf Tuan, tapi saya bawahan tuan Yoon Wo, bukan anda” sahutnya formal
“perusahaan ini milikku jadi kau adalah bawahanku” balasnya.
“ikuti saja dia Hana” ucap Yoon Wo yang baru saja akan masuk keruangannya.
“Tapi pak?!”
“Ikuti saja dia, jika dia macam-macam laporkan padaku- “aku tidak tertarik macam-macam dengan Wanita sepertinya.” sambar Jae Hwan.
Hana menuruti perintah Yoon Wo yang mengangguk pelan pelan padanya seolah memerintahkannya untuk pergi dengan Jae Hwan.
“Bukannya tadi dia pergi kebandara?” ujarnya bertanya-tanya dalam hati, karena ia smepat mendengar jika Seo Yeon minta di antarkan kebandara olehnya.
Jae Hwan hanya mengantarnya sampai loby, karena di sana ada Jung Wo, ia langsung meminta tangan kanannya itu untuk mengantar Seo Yeon ke bandara.
"......"
"Kita mau kemana?" tanya Hana sambil mengekor di belakang pria tinggi itu, tapi Jae Hwan sama sekali tidak menjawab pertanyaannya.
"Tunggu disini" dinginnya, lalu berjalan menuju sebuah mobil yang terparkir di depan loby.
"Perasaanku tidak enak! apalagi yang mau pria ini lakukan. tidak biasanya dia tenang seperti ini." gumamnya dalam hati.
"Masuk!!!"
"Didepan, memangnya aku sopirmu" kata Jae Hwan kala Hana akan duduk di kursi penumpang.
Jae Hwan langsung melajukan mobilnya saat Hana sudah masuk kedalam mobil.
...****************...
Selama 1jam lamanya mobil Jae Hwan melaju di jalanan, tapi mereka tetap belum sampai ke tempat yang di tuju.
Sedari tadi, Hana terus ber over thingking mengingat sebelumnya Jae Hwan pernah melukainya.
Tidak ada pembicaraan sama sekali selama perjalanan, maupun Jae Hwan ataupun Hana sendiri, keduanya memilih untuk tetap diam satu sama lain.
__ADS_1
Perlahan mobil berhenti di sebuah mansion besar yang terletak cukup jauh dari perkotaan, jalanannya juga terasa agak sunyi dimana tidak banyak pengemudi yang berlalu lalang.
"Turun." suruhnya, seraya melepas seatbelt-nya.
Hana perlahan turun, sambil melihat ke sekeliling mansion tersebut.
"Ikut denganku" ucapnya menarik lengan Hana untuk ikut bersamanya masuk ke mansion tersebut.
Jantungnya berdebar semakin kencang kala Jae Hwan menarik lengannya, perasaan takut yang waktu itu ia rasakan perlahan mulai terasa kembali.
"Kita mau kemana?" tanya Hana gugup
"Diamlah, jangan banyak bertanya" sahutnya seraya memberi kode pada bawahannya untuk menjaga pintu masuk.
"Ganti pakaianmu sekarang" suruhnya melempar sebuah pakaian se*y pada Hana.
"Tidak akan, sebenarnya apa tujuanmu membawaku ke sini?" tanyanya dengan berani menatap nanar mata Jae Hwan.
"Aku hanya ingin bersenang-senang, turuti saja perintahku. jika tidak aku akan menyuruh Yoon Wo hyung memecatmu" ucapnya seraya mendudukkan diri di sofa singgle yang ada di sana.
"Maaf tuan, tapi kau tidak bisa melakukan ini. kau pikir aku apa?!" sahutnya berani.
"Kalau kau tidak mau yasudah, ikut denganku" katanya lalu segera bangkit dari duduknya dan sekali lagi menarik kasar lengan Hana.
"Kita mau kemana lagi?"
"Diam! dan jangan banyak tanya"
Tidak jauh dari ruangan sebelumnya, Jae Hwan langsung mendorongnya hingga jatuh tersungkur di lantai.
Akhhhh~
lirihan kecil terdengar dari bibirnya, saat kulitnya tanpa sengaja bergesekan dengan ubin hingga membuat lututnya memerah.
"Apa ini santapan baru!" tanya salah satu pria yang sedang duduk di salah satu sofa diruangan itu.
"Menjijikkan" gumam Hana saat melihat ke sekeliling, dimana ada beberapa pria ber jas yang sedang di temani oleh beberapa jal*ngnya.
"barang baru, siapa tahu kalian bosan" sahutnya enteng, lalu pergi dari ruangan tersebut meninggalkan Hana tanpa sepatah katapun.
"Yak!"
Seketika Hana langsung bangkit dan berlari menuju pintu, tapi penjaga sudah lebih dulu menutup pintunya hingga membuat Hana terjebak diruang terkutuk itu.
"Hey nona! kemarilah aku akan membayar lebih jika kau bersikap baik padaku" tawarnya, tapi Hana sama sekali tidak menghiraukannya dan terus menggedor-gedor pintu agar dibukakan pintu.
"Yak! apa kalian tuli, buka pintunya..." tariaknya dari dalam.
...****************...
.
.
.
Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰
__ADS_1
.
.