Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.82


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapat hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


Typo bergentayangan, mohon di maklumi😌


...****************...


Jae Hwan duduk di sofa single yang ada di ruang tamu.


Benar, kini Jae Hwan sedang berada di kediaman Tuang Kang, bahkan Kang Hyun Il juga duduk disana menemani sang kakek.


Jae Hwan melemparkan sebuah amplop besar berwarna coklat ke atas meja.


"Ini kompensasi terakhir yang bisa ku berikan" ucapnya dengan ekspresi datar.


"Untuk apa lagi kau datang kemari?"


"Bukankah kau sudah mengambil Hanna dariku" sambung Tuan Kang menatap Jae Hwan dengan tatapan tidak sukanya.


"Seharusnya kau bersujud di kakiku sekarang. Karena jika aku tidak memberikan ini, kau akan jadi gelandangan" sarkas Jae Hwan.


"Apa menyakiti Hanna tak cukup?" cela Hyun Il membela sang kakek.


"Seharusnya pria tua ini yang berhenti menyakiti Hanna!"


Tanda tanya besar muncul di kepala Hyun Il atas penuturan Jae Hwan.


"Apa maksudmu?"


"Tutup mulut busukmu itu!!!" peringat Tuang Kang dengan amarah yang kian memuncak.


"Kenapa? Kau tak sanggup mengingat perbuatan kotormu Kang Jun Wan?!" Dengan santainya Jae Hwan berucap tanpa memikirkan sopan santunnya.


"Yak! Jaga mulutmu" tegur Hyun il tak terima.


"Kalau kau saja seperti ini, Bagaimana bisa cucumu bahagia... Ah maksudku anakmu!"


Tuan Kang bungkam seribu bahasa atas penuturan Jae Hwan.


Bughhh...


"Tutup mulutmu itu keparat!!!" ujar Hyun Il selepas memberikan satu pukulan telak mengenai sudut bibir pria dihadapannya.


Jae Hwan menyeringai seraya mengelap darah di sudut bibir menggunakan jempolnya.


"Tanyakan itu pada Tua Bangka sialan ini" ucap Jae Hwan seraya menyilangkan kakinya.


Sontak Hyun Il menoleh pada sang kakek, meminta kejelasan atas maksud dari Jae Hwan.


"Kenapa? Apa kau melupakan jika Ibu Hanna sangat menggoda waktu itu!" Jae Hwan kembali berucap dengan mulut kotornya.

__ADS_1


Entah darimana bahan pembicaraannya itu ia dapatkan.


"Apa yang dia maksud kek?"


"Pergilah, kakek ingin bicara dengannya" perintah Tuan Kang.


Namun perintah itu langsung di bantah oleh Hyun Il.


"Aku tidak akan pergi sebelum semuanya jelas!" ujar pria yang masih menahan emosinya agar tidak memukuli Jae Hwan.


"Kau ingin tahu bukan. Seberapa menjijikannya pria tua ini" ucap Jae Hwan


"KU BILANG TUTUP MULUTMU ITU!!!" Tuan Kang dibuat habis kesabaran oleh Jae Hwan.


"Kenapa?" sahut Jae Hwan dengan ekspresi menantang.


"Pergi dari rumahku sebelum aku menyuruh mereka menyeretmu"


Bukannya gentar, suami Hanna itu sama sekali tak bergerak dari posisinya sedikitpun. Bahkan dengan santainya ia menyelonjorkan kakinya di atas meja.


Berbarengan dengan itu, Jung Wo meletakkan sebuah berkas tepat di hadapan Kang Hyun Il.


Tanpa buang waktu pria itu langsung meraihnya dan melihat isi dari berkas tersebut.


"probabilitas terduga A sebagai Ayah Biologis dari saudari Kim Hanna adalah 99.99%-


"Bagaimana? Kau mengerti maksudku sekarang?!"


Kang Hyun Il hanya bisa menatap Tuan Kang dengan tatapan tak percayanya.


(Di salah satu episode, author pernah menyebutkan sebuah berkas yang dimiliki Shin Myung Il untuk mengancam Kim Yeon-U agar mau menurutinya)


"Sudahlah, mengaku saja kalau dulu kau pernah memperk*sa Nyonya Lee dan membuat Hanna hadir dengan status anak haram! Bukan begitu Tuan kang?!"


"Kenapa kakek diam saja!!!" Bentak Hyun Il yang sedari tadi menuntut jawaban atas seluruh pertanyaan-nya.


"Tenanglah, ini hanya tipu daya pria iblis ini. Aku tak pernah melakukan kesalahan itu" jawab Tuan Kang tenang.


"Ck. Kau masih tak mau mengakui kesalahanmu? Apa aku perlu memperlihatkan cara lain agar kau mengaku?!" balas Jae Hwan yang tak habis-habisnya membuat suasana semakin runyam.


"Kau menggunakan nama Hanna untuk mengamankan asetmu, dan memberikannya tempat di bagian ahli waris yang sebenarnya itu hanya kebohongan belaka?! Apa aku salah lagi Tuan Kang?"


"Sampai mana pria ini tahu" gumam Tuan Kang dalam hatinya, dengan raut wajah yang masih begitu tenang.


Ingat, pria yang saat ini bicara dengan Tuan Kang adalah Jung Jae Hwan ketua Mafia dari J'Devils. Apa saja yang disembunyikan darinya, pasti pria itu akan tahu.


Ia akan bergerak lambat dan terlihat tertinggal, namun sebenarnya pria itu sudah bergerak jauh di depan.


Tak ada yang bisa menebak pikirannya. Bahkan sampai saat ini tak ada yang tahu apakah ucapannya dirumah sakit, benar! atau hanya sebuah bualan.


"Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Tuan Kang to the point.


"Aku-".


Jae Hwan menunjuk dirinya sendiri "Ah. Aku hanya ingin kau berlutut dan bersujud di kaki istriku!"


"Bukankah itu simple" sambungnya.

__ADS_1


Tuan Kang hanya terdiam, ia sedari tadi terus saja tidak menjawab ucapan Jae Hwan.


Bahkan Hyun Il sudah tak bisa bicara lagi, ia tak tahu harus mempercayai siapa?


Ingin mempercayai sang kakek, bukti yang di berikan Jae Hwan sudah terlalu jelas, tapi di sisi lain Hyun Il curiga itu hanyalah bukti palsu yang di karang agar keluarganya terpecah belah dan saling mencurigai satu sama lain.


"Berhenti Jung Jae Hwan! Apa menghancurkan hidupku masih belum membuatmu puas" seru Hanna yang entah bagaimana ia bisa berada di posisinya saat ini.


Bahkan Jae Hwan langsung bangkit dari duduknya sambil menoleh ke arah Jung Wo yang sedari tadi masih berdiri di sisinya.


"Bagaimana bisa?" bisik Jae Hwan tapi Jung Wo hanya menggeleng, karena ia juga tak tahu bagaimana Hanna bisa sampai di sini.


"Kau- "Kenapa? Kau pikir aku akan diam saja melihat kau menghancurkan seluruh kehidupanku?" potong Hanna dengan menatap dingin pada Jae Hwan.


Tapi tak berselang lama, masuk seorang pria yang begitu Jae Hwan kenal. Park Jae Kyung.


Pria itu berdiri tepat di sisi Hanna, dan dengan lancangnya ia merangkul bahu wanita yang masih berstatus sebagai istri ketua J'Devils itu.


Jae Hwan mengepal kedua tangannya kuat-kuat, lalu berjalan menghampiri istrinya.


"Untuk apa kau disini? Pulang sekarang" bentaknya menarik kasar lengan Hanna.


"Jangan beraninya hanya dengan wanita" cekal Jae Kyung melepas tautan Jae Hwan dari Hanna.


"Kau tak perlu ikut campur!" sahut Jae Hwan menarik kasar kerah kemeja Jae Kyung.


Hanna yang sudah dibuat habis kesabaran oleh sang suami, langsung menepis tangan Jae Hwan dari Jae Kyung.


"Kau yang seharusnya tidak perlu ikut campur. Orang asing sepertimu seharusnya enyah dari sini!!!" tekan Hanna dengan urat leher yang semakin jelas menampakkan amarahnya yang begitu memuncak.


Tubuh Hanna masih lemah, kondisi nya masih belum vit sepenuhnya. Tapi gadis itu memaksakan diri untuk pergi ke kediaman keluarga Kang.


"KAU YANG SEHARUSNYA PERGI DARI SINI!!!" Teriak Hanna


Jangan berfikir ketua J'Devils itu akan diam saja.


Ia langsung mengangkat tubuh Hanna layaknya karung beras dan membawanya keluar, namun Jae Kyung lebih dulu menghalangi langkahnya.


Jae Hwan tersenyum tipis, lalu mengeluarkan senjata api miliknya dan menodongkannya ke arah Park Jae Kyung.


"Minggir jika kau tak ingin isi kepalamu berhamburan disini!" ujar Jae Hwan yang langsung membawa Hanna keluar dari kediaman Tuan Kang, dengan segala kekuatan yang ia kerahkan karena Hanna terus berontak.


Tapi sebelumnya, ia telah memerintahkan Jung Wo untuk mengurus segalanya. Agar Tuan Kang mau mengakui kesalahannya dan memberikan hak waris asli yang memang seharusnya menjadi milik Hanna, dan tujuannya memperluas kekuasaannya terpenuhi.


(Author udah pernah bilang, kalau hal kecil yang emang sengaja di munculkan. itu bisa saja clue... Sebelumnya author juga udah sengaja memberikan keterangan kalau ibu Hanna adalah pembantu rumah tangga! Dan jika dipikir lagi, Tuan Kang tidak mungkin memasukkan nama Hanna kedalam hak ahli warisjika mereka tak memiliki ikatan darah.)


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di komen, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰


.

__ADS_1


.


__ADS_2