Revenge Obsession

Revenge Obsession
Revenge Obsession : Cp.25


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Dokter bernafas lega karena detak jantung Lee Bong Cha sudah kembali, namun kondisinya masih sama seperti sebelumnya.


"Pasien baik-baik saja, kami akan memantau nya lagi nanti" ujar Dokter seraya melangkah pergi bersama suster setelah memberikan penjelasan pada Hana.


Sedangkan para pria itu...


Mereka diam sambil menatap satu sama lain.


Namun nada peringatan dari ponsel Ye Jun tiba-tiba berbunyi.


"Ada yang menyentuh laptopku" ujarnya yang langsung berlari kembali ke kamar Tae il di ikuti yang lain kecuali Hana.


Saat mereka sampai tidak ada siapapun di sana, hanya laptop Ye Jun yang terus memberikan nada peringatan karena ada yang mengotak-atik.


Tanpa buang waktu ia langsung memeriksa-nya, karena ada banyak data penting di sana, ditambah saat ia dan yang lain pergi laptopnya masih dalam keadaan tidak terkunci.


"Bagaimana?!" tanya Jin Sung yang tahu betul jika kakaknya itu sangat tidak suka jika ada yang berani menyentuh laptopnya selain dirinya.


"Bibi Hana hanya pengalihan. aku yakin laptopmu adalah tujuan utamanya" tukas Jae Hwan.


"Tapi kenapa tiba-tiba laptop Ye Jun" sahut Seok Hyun.


"Itu yang aku tidak paham, tapi yang pasti ada yang sengaja memancing kita untuk ke ruang bibi Hana tadi, lalu dia masuk ke sini saat tidak ada siapapun." ucap Jae Hwan.


"Oh Shittt!!!!" umpat Ye Jun.


"Kenapa? kenapa?" tanya Si Hwan.


"dia sengaja mematikan cctv di ruang VIP, saat dia menyentuh laptopku" jelasnya.


"Bagaimana dengan ruangan lain?!" tanya Yoon Wo


Ye Jun menggeleng lemah


"Bukan hanya ruang VIP tapi seluruh cctv rumah sakit di matikan secara bersamaan selama 5 menit"


"Apa mungkin ini musuhmu hyung?!" tukas Jin Sung menatap kearah Jae Hwan.


"sudah hampir satu bulan aku tidak berhubungan dengan musuhku yang lain, selain Choi Book Nam" jelasnya seraya mendudukkan dirinya di sofa sambil berpikir.


"Titik kordinat-nya menghilang"


Sontak 6 pria itu beralih pada Ye Jun yang masih sibuk mengotak-atik laptopnya.

__ADS_1


"Tunggu dulu, kenapa aku merasa ada yang kurang?!" tukas Yoon Wo dengan sorot mata yang fokus pada meja sambil mengingat sesuatu.


Karen Yoon Wo yang lain malah ikut berpikir apa yang sebelumnya ada di atas meja.


"Ponsel bibi Hana."


Yang lain langsung sadar saat Tae Il bersuara mengingat sebelumnya ponsel itu masih ada di atas meja


“Eyyy~ mungkin itu di bawa Hana” sahut Seok Hyun tidak yakin.


“Bukan aku” sahut Hana yang ternyata baru saja masuk dan sedang berdiri di ambang pintu dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan.


Matanya tertuju pada pria tinggi yang berdiri di dekat Si Hwan.


Tanpa bicara sepatah katapun ia melangkah menuju Jae Hwan dan langsung melempar beberapa foto kewajahnya.


“YAK! APA YANG KAU LAKUKAN?!” ucapnya tidak terima atas perlakuan Hana yang sangat tiba-tiba.


“Apa yang kulakukan??” Hana terdiam lalu dengan beraninya ia menatap Jae Hwan dengan tatapan kebencian yang selalu ia perlihatkan pada pria itu.


“Seharusnya aku yang bertanya padamu. Apa yang sudah kau lakukan pada Ayahku hah! DASAR PEMBUNUH!!!”


Teriaknya dengan air mata yang perlahan menetes di membasahi pipinya.


Tangannya memukul lemah dada Jae Hwan minta kejelasan kenapa harus sejauh ini.


Ia mencengkram kuat kerah kemeja Jae Hwan yang notabennya lebih tinggi darinya.


Entah keberanian apa yang ia miliki sampai berani melakukan itu.


Sedangkan yang lain masih tidak berkutik seakan masih konek dengan situasi yang ada, tapi Yoon Wo segera menyadarkan dirinya dan meraih selembar foto yang jatuh di dekat Jae Hwan.


“Kau bilang apa? PEMBUNUH!!! Bukankah itu Ayahmu” ucapnya menunjuk wajah Hana dengan urat leher yang menonjol akibat emosinya yang perlahan naik.


“Dasar wanita si*lan” umpatnya berniat melayangkan satu pukulan pada Hana tapi ia urungkan mengingat ada Yoon Wo dan Seok Hyun diruangan itu.


Jae Hwan menghela pelan napasnya sambil meredam amarahnya


“Aku tahu kau marah padanya, tapi apa dengan membunuh, orang tuamu akan hidup lagi?” kata Hana dengan nada bicara yang begitu datar.


“kenapa kau tidak bicara padaku” bisik Yoon Wo seraya memperlihatkan sebuah foto pada Jae Hwan, dimana di dalam foto tersebut memperlihatkan pesan yang menyatakan jika Jae Hwan menyuruh bawahannya untuk membunuh Yeon-U dengan di samarkan sebagai kasus bunuh diri.


Jae Hwan terdiam dan itu sudah cukup membuktikan bagi Hana ,jika pria inilah yang memerintahkan pembunuhan Ayahnya.


Sebelumnya ia mulai menerima jika Ayahnya tewas karena bunuh diri, tapi karena foro yang di dapatnya entah dari siapa. kini malah membuatnya semakin membenci ketua Mafia JDevil's itu.


“Bukan aku hyung” ucap Jae Hwan menatap Yoon Wo yang berdiri di sampingnya.


“kau masih tidak mengaku? Semua buktinya sudah jelas apa aku perlu memberikan bukti lain yang membuatmu bisa mengaku hah” sahut Hana.


Mendengar ucapan Hana sontak para pria itu menatap kearahnya


“Baiklah jika itu yang kau inginkan” ucap Hana mengeluarkan sebuah rekaman dari saku celananya.


“Sudah ku bilang habisi saja dia, dasar tidak berguna!!!” mendengar isi rekaman itu membuat yang lain kaget bukan main, pasalnya mereka tahu betul jika Jae Hwan tidak akan membunuh orang yang tidak mencari masalah dengannya, serta ia berpikir jika dirinya masih memerlukan informasi lain dari Ayah Hana.

__ADS_1


“Jelaskan padaku” ucap Yoon Wo dingin menatap adiknya.


"Dia sudah menderita di penjara, bahkan dia mendapatkan hukuman yang mungkin tidak dia lakukan, Tapi kau....


Hana menurunkan telunjuknya dari hadapan Jae Hwan.


Ia menyeka air matanya lalu berlari keluar dari sana, wanita itu benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan semuanya.


Hidup tanpa kasih sayang kedua orang tuanya, serta tidak punya banyak kerabat selain bibi dan Ayahnya.


Dimana sang Ayah sudah tiada dan hanya menyisakan bibinya yang terbaring koma di kamar rumah sakit.


Jika sampai bibinya pergi, maka Hana tinggal dirinya sendiri di dunia ini.


Sementara itu....


Jae Hwan duduk di sofa sambil melihat kembali foto yang diberikan Hana padanya, walau lebih tepatnya di lempar padanya.


"Siapa yang memberikan ini padanya?!" gumamnya dalam hati.


"Kau benar-benar melakukan itu hyung?!" tanya Si Hwan ragu tapi hanya mendapatkan gelengan pelan dari orang yang di tanya.


"Kalau begitu kenapa pesan dan rekaman ini bisa sama dengan nomor dan suaramu?!" tanya Tae il.


"semua yang diberikan Hana memang perintah yang kuberikan, tapi aku berhenti saat Yoon Wo hyung melarangku dan itu juga sudah cukup lama.... yang jadi pertanyaan-nya sekarang! Siapa yang memberikan ini pada Hana dan dari mana dia mendapatkan foto dan rekaman suaraku??" jelasnya.


"Jika pesan pribadi seperti itu bisa mereka dapatkan, artinya ada penghianat di sekitar kita" jawab Tae il di angguki setuju oleh Ye Jun, Jin Sung dan Si Hwan.


"Bagaimana menurutmu hyung?!" tegur Si Hwan, karena Seok Hyun hanya diam saja.


Seok Hyun yang kala itu sedang melihat pesan di ponselnya, tersadar karena pertanyaan Si Hwan.


Ia langsung memasukkan kembali ponselnya kedalam saku jas-nya.


"Kalau benar memang ada pengkhianat maka kita harus mencari orangnya" ucapnya


"Bagaimana?!" sahut Jin Sung


"Kalian yang pikirkan itu, aku harus pulang sekarang" jawab Seok Hyun lalu bergegas pergi dari sana.


...****************...


"Lama tidak bertemu Direktur Min" sapa seorang pria paruh baya yang tengah duduk di sebuah sofa mewah ruang privat Restoran.


.........


...****************...


.


.


.


Jangan Lupa like, tinggalin jejak di koment, vote, dan share, biar author semangat up ep-nya.🥰

__ADS_1


.


.


__ADS_2